Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 19 Bahasa Indonesia

September 12, 2017 Christian Tobing

Translator : CTian

CHAPTER 19 : MANA CRYSTAL ANGIN

「Biaya masuk untuk ke 【Mana Crystal Angin】 adalah 『 4500 Aurum』 per orang.」
「Ap-!? Jadi mereka membuat pungutan! Dan diatas semua itu, itu sangatlah mahal!!」

「Ada apa Kak?」
「Mereka bilang, untuk masuk 『 4500 Aurum』 per orang.」
「Maafkan aku, karena waktu itu pembantuku yang mengurus semuannya waktu aku datang kesini, aku tidak tahu mereka membuat pungutan.」
「Kak, berapa banyak uang yang kau punya sekarang?」
「Umm, saat ini aku mempunyai... 8890 Aurum.」
「Kalau begitu kita kekurangan 110 Aurum untuk dua orang!」
「Itu karena kalian berdua terlalu banyak membeli pakaian.」
「Seiji-sama, a-aku minta maaf.」
「「Ini bukan salahmu, Elena.」」

Sekali lagi, kata-kataku bersamaan dengan Aya.

「Jika hanya satu orang, tentu saja itu harusnya aku.」
「Kenapa!?」
「Ini Uangku! Jelas aku yang memutuskan siapa yang akan masuk..」
「Kakak kan sudah bisa menggunakan sihir! Biarkan aku, adikkmu yang imut ini yang masuk!」
「Itu benar~ Jika kau menjadi budakku dan mendengarkan semua yang kukatakan, aku akan mengizinkanmu masuk.」
「Kenapa aku harus jadi budak Kakak!!」
「Kalau begitu, aku yang memutuskan siapa yang dapat masuk..」
「Grrrrr!」
「Permisi, Seiji-sama.」
「Iya, ada apa Elena? Apakah kau mau mencoba menyentuh 【Mana Crystal Angin】 lagi? Tak apa-apa jika saat ini kau ingin masuk.」
「Tidak! Aku sudah pernah menyentuhnya jadi tak apa-apa. Disamping itu, kenapa tak membiarkan Aya-san saja yang masuk??」
「Aku sayang padamu Elena-chan–! Tuh, Elena-chan juga bilang aku lah yang harus masuk!」
「Kenapa kau ingin Aya yang masuk?」
「Dia sangat ingin masuk, aku jadi tak enak dengannya.」
「Elena-chan aku sayang sekali denganmu! Aku akan memberimu sebuah kecupan~!」
「Hentikan!」

Sambil menjitak Aya, aku menggaruk kepalaku.

「Jika Seiji-sama ingin seorang budak, kalau begitu aku akan menjadi salah satunya.」
「Tung-! Sebentar Sebentar!」
「Kau tidak boleh Elena-chan! Jika kau menjadi budak kakak yang tidak berguna ini, dia akan menyuruhmu melalukan banyak hal sambil kau telanjang! Kakak, kau mesum!!」
「Siapa yang mesum! Elena juga, Jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata seperti itu!」
「A-ku minta maaf. Ta-tapi…」
「Oke, kalau begitu aku akan membiarkan Aya yang masuk. Jadi Elena, Jangan sekali-kali berkata seperti itu lagi.」
「Ya, aku mengerti.」
「Terima kasih, Kakak~ Aku akan memberimu sebuah kecupan.」
「Aku dengan sopan menolak!」

Aya masuk kedalam untuk melihat 【Mana Crystal Angin】 dan kembali setelah kira-kira 30 menit.

「Sangat luar biasa.」
「Seperti apa 【Mana Crystal Angin】 itu?」
「Hmm.. itu seperti tumbuh dari bawah tanah, seperti sebuah metal dan seperti permata, itu sangatlah indah, sangatlah besar.」
「Aku tak mengerti sama sekali, tapi apakah kau mampu mendapatkan sihir?」
「Aku tak tahu.」
「Tak tahu kau bilang…… kau tidak mendengar suara 『Sihir didapatkan』 dalam pikiranmu?」
「Aku tak mendengar sesuatu seperti itu. Tapi, tadi semacam cahaya masuk kedalam tubuhku.」
「Aku tak mengerti sama sekali, tapi haruskah kita mengecek apakah kau mendapatkan sihir atau tidak dengan 【Appraisal】?」
「Iya, 【Appraisal】! Lakukan!」
「Kalau begitu, ini dia. *【Appraisal】!」
*Penilaian/penaksiran

┌─<Status>─
│Nama: Maruyama Aya
│Pekerjaan: Pelajar SMA
│Kondisi: (Kemahiran berbahasa sementara)

│Level: 1
│HP: 100
│MP: 100

│Power: 8
│Ability: 10
│Endurance: 7
│Magic Power: 11

│Skills
│【Wind Magic】
│ (Level: 1, Kelangkaan: ★)
│ • Wind Control
└─────────

Nampaknya pekerjaannya menjadi 『Pelajar SMA』.
Apakah ini karena dia belum menghadiri kuliah?

「Meskipun levelmu 1, kau mendapatkan 【Wind Magic】. 【Wind Control】.」
「Yay! Aku ingin menggunakan 【Wind Control】 sekarang juga!!」
「Tunggu tunggu, jika kau menggunakan sihir di tempat seperti ini, itu akan menyebabkan masalah untuk orang-orang disekitar sini.」
「Kalau begitu ayo kita pergi ke luar kota! Aku ingin membasmi monster dengan 【Wind Magic】!」
「Tidak tidak, kau tidak akan membasmi monster! Disamping itu, kita juga akan melihat 【Mana Crystal Petir】.」
「Jadi ada juga 【Mana Crystal Petir】. Penyihir cantik dan misterius yang mengendalikan petir dan angin…… kedengarannya bagus.」

Aku meninggalkan adik perempuanku yang relapsed chuunibyou sendirian.
Yah, lagipula aku tak bisa membayar biaya masuk, jadi untuk saat ini, mari pergi dan hanya melihat-lihat

「Biaya masuk untuk ke 【Mana Crystal Petir】 adalah 『 10 Aurum』 per orang.」
「Ap-!? M-murah sekali!!」



PreviousChapter - Daftar isi - Next Chapter

Read More

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 16 Part 2 Bahasa Indonesia

August 29, 2017 Pipo Narwastu


Volume 2 Chapter 6


Part 4

—Markas operasi perayaan, pintu masuk balkon.

Pada saat ini, Asuka dan yang lainnya tidak tahu apa yang harus dilakukan di area balkon.

Karena angin hitam yang sama dengan yang telah menghempaskan mereka saat sini menutup laju mereka.

Tidak bisa menembus angin itu membuat Asuka frustasi dan hanya bisa berteriak pada Shiroyasha yang sedang berada di sisi lain:

"Shiroyasha! Bagaimana situasi di dalam?" (Asuka)

"Tidak jelas! Tapi tindakan-ku yang jelas dibatasi! Apa ada sesuatu lagi yang tertulis di [Gulungan Geass]-nya?" (Shiroyasha)

Jin dengan terburu-buru mengambil [Gulungan Geass] hitam.

Tulisan yang tertulis di dalamnya didekomposisi menjadi garis -garis lurus dan lekukan, membentuk konten baru.



※ Hal-hal mengenai keikutsertaan game ※

.Persyaratan perang tidak dipenuhi oleh ketua game.

Untuk ketua game agar dapat mengikuti perang, silahkan penuhi  persyaratan perangnya.



"Katanya persyaratan perang untuk ketua game masih belum dipenuhi...?" (Jin)

"Bagaimana dengan persyaratan perangnya? Apa ada hal lain yang tertulis di sana?" (Shiroyasha)

"Tidak... tidak ada lagi." (Jin)

Shiroyasha dengan marah mendecapkan lidahnya. Berdasarkan apa yang ia tahu, hanya ada satu cara untuk segel berbentuk  穜 untuk kelas bintang. Sekali lagi ia berteriak:

"Semuanya dengar baik-baik! Sampaikan setiap kata-kataku pada Kuro Usagi mengenai apa yang akan aku katakan! Tidak ada ruang bagi kegagalan! Kesalahan mungkin juga akan mengarah kepada kematian banyak peserta!" (Shiroyasha)

Jika Shiroyasha yang biasanya, akan sangat sulit untuk melihat ia berbicara dengan nada penuh ketegangan dan mendesak. Ini juga menunjukan bahwa itu adalah sesuatu yang sangat penting.

Asuka dan yang lainnya mengambil napas dalam sebelum menunggu instruksi Shiroyasha.

"Pertama-tama, game ini mungkin telah [Membuat peraturan agar tidak sempurna]! Salah satu dari cara curang yang Demon Lord akan gunakan! Kemungkinan terburuknya adalah, [Game ini tidak dapat dimenangkan]!" (Shiroyasha)

"Eh...!"

"Kedua, beritahu Kuro Usagi bahwa Demon Lord ini mungkin telah terikat pada komunitas baru!" (Shiroyasha)

"A... Aku mengerti!" (Jin)

Tidak ada waktu untuk penjelasan yang merinci. Bahkan Asuka mengerti bahwa setiap detik adalah penting.

"Ketiga, metode untuk menyegelku kemungkinan besar—" (Shiroyasha)

"Baiklah~ Kita berhenti di sini♪"

Shiroyasha berbalik seperti seorang anak yang terkejut.

Terdapat seorang wanita berpakaian putih- Yang bernama Ratten, saat ini berdiri di belakang Shiroyasha dengan tiga manusia kadal apinya.

Tiga manusia kadal api tentunya adalah anggota dari [Salamandra], jadi mereka mungkin telah dimanipulasi oleh seruling sihir wanita itu. Si manusia kadal terus meludahkan percikan api, dengan kegilaan mengisi mata mereka.

"Aiyah... Jadi itu memang sudah menyegelnya♪ Seorang floor master bisa terjatuh sampai seperti ini itu sangat memalukan!" (Ratten)

"Sial... Apa yang sudah kau lakukan kepada anggota-anggota [Salamandra]!?" (Shiroyasha)

"Kalau itu tentu saja rahasia. Meskipun penyegelannya berhasil, aku tidak berniat mengungkapkan informasinya ke kamu... Ngomong-ngomong tadi kamu bicara dengan siapa?" (Ratten)

Ratten mengubah pandangannya ke pintu masuk.

Mengangkat serulingnya seperti tongkat, para manusia kadal api mulai menyerang.

"YAHA!"

"Aiyah? Manusia? Aku kira kau ketua [Salamandra]... Lupakan, tidak layak untuk diungkit." (Ratten)

Menunjukan ekspresi yang seolah tidak tertarik, Ratten sekali lagi mengayunkan serulingnya.

Dengan kegilaan yang memenuhi mata, para manusia kadal api menyambar Asuka dan yang lainnya.

"Asuka!"

Kasukabe berusaha untuk menendang jatuh tubuh besar bertinggi dua meter. Namun perbedaan beratnya jelas tidak sebanding, meskipun manusia kadal api menerima serangan itu, mereka dengan segera bangkit lagi.

"Asuka! Jin! Pegangan padaku!" (Yo)

"Ah... Baik!"

Para manusia kadal api tidak melakukan dosa apapun, mereka hanya dimanipulasi. Merasa bahwa ia tidak bisa menjatuhkan musuh sebanyak itu dalam satu serangan sembari menahan diri, Kasukabe menggenggam kedua tangan mereka dan mencambukkan angin puting beliung.

Melihat serangan gift dari Griffin, Ratten yang sedikit terkejut membuka mulutnya:

"Aiyah, kekuatan ini... Apa berhubungan dengan Griffin? Sungguh manusia yang spesial, hmmmm, kalau dilihat-lihat, kau lumayan imut... Baiklah! Sudah kuputuskan! Akan kuijinkan kamu menjadi bidakku!" (Ratten)

Mengabaikan Ratten yang sedang bergembira, Kasukabe meraih Asuka dan Jin dan pergi melarikan diri melalu koridor.

Ratten tidak repot-repot untuk mengejarnya, ia hanya menunjukan senyum genitnya, sebelum mengangkat seruling.

Suaranya terdengar tinggi dan rendah—sebuah suara sihir yang indah.

Suara ini berbeda dari yang kemarin dan lebih menggoda sehingga menstimulasi organ pusat.

Dampaknya sangat mempengaruhi Kaskuabe yang memiliki indra yang lebih kuat sensitifitasnya dari yang lain.

Ia mulai menggertakkan giginya untuk melawan balik, namun perlahan otot-ototnya mulai melemas, sebelum kesadarannya terkikis.

"Ah.... Tidak.... Ini....!"

"Yaaa!"

"Worh!"

Dengan angin puting beliung yang tiba-tiba saja menghilang, Kasukabe yang lemah menjatuhkan orang-orang yang awalnya ia bawa.

Bagian bawah tubuh Kasukabe mulai gemetaran, memaksakkan sisa kekuatannya, ia berteriak:

"Orang itu akan datang... Asuka, Jin! Lari...!" (Yo)

"Jangan berkata hal bodoh! Jin-chan!" (Asuka)

"Iya... Ya!"

Ekspresi tegang dapat terlihat di wajah Jin.

"Pertama-tama aku meminta maaf... Maaf." (Asuka)

"Eh? Jin memiringkan kepalanya.

Sebuah ekspresi sedih terlintas sekilas di wajah Asuka.

"Sebagai ketua komunitas—Dirimu harus membawa Kasukabe-san untuk mencari Kuro Usagi." (Asuka)

Ia menguasai hati rekan-rekannya.

Tidak seperti yang sebelumnya, kali ini dilakukan dengan sengaja.

"...Aku mengerti."

Kesadaran di mata Jin mulai memudar. Mendengar perintah Asuka, ia mengambil Kasukabe dan kemudian meninggalkan tempat kejadian.

Jika itu adalah dirinya yang biasanya, ia akan memaksa untuk tetap tinggal. Ia memiliki integritas yang kuat meskipun ia tidak memiliki banyak kekuatan.

Namun, Asuka menggunakan kehendaknya dan mengubah integritasnya.

Ia sendiri mengerti kalau Jin akan merasa penyesalan yang mendalam karena telah meninggalkannya di belakang.

(....Maaf, Jin-kun.)

Asuka dengan sedih melihat ke arah bayangan mereka berdua yang sedang melarikan diri—Setelah itu ia dihadapi dengan musuh yang ada di belakang, ekspresinya dipenuhi dengan amarah.

"...Aiyaya? Cuma kamu? Bagaimana dengan teman-temanmu?" (Ratten)

"Mereka meninggalkanmu untukku dan pergi. Iblis rendahan sepertimu seharusnya mudah untukku sendiri." (Asuka)

"...Oh?"

Ratten menyipitkan matanya, menilai Asuka, sebelum tertawa dengan riangnya.

"Sebagian dari kata-katamu adalah bohong. Matamu tidak terlihat seperti kamu itu dipercayai, tapi menanggung tanggung jawabnya... Ya, sangat sesuai dengan preferensiku. Ah~ Beneran deh~ Tidak kukira kalau akan ada begitu banyak talenta bagus! Sekarang aku bahkan tidak tahu siapa yang harus aku ambil!" (Ratten)

Ratten cekikikan tanpa khawatir. Asuka melihat pakaian putih yang Ratten kenakan, memastikan bahwa ia tidak memiliki senjata lainnya selain seruling.

(...Legenda dari badut peniup seruling yaitu dia dapat "Memanipulasi baik itu tikus dan juga manusia". Jika memang seperti itu, maka kekuatan manipulasinya tidak begitu kuat. Jika kondisinya sama, kekuatanku yang lebih unggul...!)

Untuk menyingkirkan kegugupannya, Asuka mengambil napas dalam-dalam. Jika ia ingin ikut bagian, ia harus mulai menjadi lebih kuat. Karena Ratten memandang rendah Asuka, ia mengeluarkan kartu gift-nya dan berteriak:

"Semuanya—Berdiri di tempat dan jangan bergerak!" (Asuka)

'Eh?' Ratten mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kalau ia tercengang.

Pada saat itu, termasuk para manusia kadal api, bahkan Ratten pun tertahan. Menerima kesempatan sekali dalam seumur hidup, Asuka mengeluarkan pedang salib peraknya dan melompat ke arah Ratten.

Mengangkat pedang ke tingkat mata, ia mengarahkan pedang salib peraknya yang dapat menghancurkan kekuatan jahat kepada jantung musuh, menusuknya dengan paksa.

"—Guu...! Kau terlalu naif, gadis kecil!" (Ratten)

Dua suara logam yang berbenturan bergema. Ratten sudah melepaskan diri dari kendali, kemudian mengayunkan tangannya untuk memukul pedang ke samping, tidak mempedulikan posisi tertekannya. Bahkan meskipun serangannya mengarah dengan sempurna ke jantungnya, pedangnya dapat dengan mudah terpental.

Asuka terhempas ke tembok dan mulai batuk-batuk.

(Sial... Sialan...! Kalau saja kemampuan fisikku setidaknya setengah dari Kasukabe-san...!)

Situasi ini membuat Asuka merasa kalau kekuatannya sangat rendah.

Kudou Asuka adalah seorang [Dominater], namun bukan seorang [User].

Tubuhnya sama seperti gadis berumur 15 tahun biasa.

Ini sama seperti jika seseorang tidak mengetahui apa keahliannya, maka kekalahan menjadi tidak terhindarkan.

"Ini sungguh mengejutkan... Meskipun itu tidak terduga, kamu dapat menahanku selama beberapa detik. Kekuatan yang kamu milikki sungguh aneh. Mencoba untuk mengekang seorang Demon Lord yang baru saja kamu temui, kamu punya keberanian juga♪" (Ratten)

'Pong!' Ratten tertawa sembari menendang Asuka dengan keras.

"...Guu...!"

Dengan harga dirinya, Asuka berusaha keras untuk menahan muntahnya yang mau keluar.

Meskipun apa yang ia telan juga mengandung darah, ia tetap menelannya.

Ia bisa saja mengosongkan apapun dari dalam, tapi kekalahan lebih baik dari menderitan penghinaan.

Menunjukan mata yang pantang menyerah seraya tetap menderita dari rasa sakit, Asuka menggenggam pakaian putih Ratten.

"Kau... Masih belum menyadarinya... manusia kadal api dari [Salamandra] sudah melarikan diri." (Asuka)

"Nggak begitu buruk-buruk amat, mereka tidak penting. Kalau aku mendapatkanmu, kita berdua bisa mendapatkan sebanyak yang kita mau 'kan!?" (Ratten)

'Pong!' Menerima serangan keras lainnya, Asuka pingsan.

Ratten mengangkat tubuh lemas Asuka dan menggenggam dagunya untuk menghadapnya.

"...Sungguh anak yang cantik. Yang sebelumnya juga lumayan, tapi kamu terlihat lebih menarik.

Begitulah, Ratten membawa Asuka, bersenandung sembari kembali ke sisi Shiroyasha. Melihat Asuka yang kehilangan kesadaran, rambut putih Shiroyasha menajam, melotot ke Ratten dengan pancaran niat membunuh.

"Kauuuu...!" (Shiroyasha)

"Hehe, mau melotot seperti apapun juga percuma. Segel ini didirikan oleh master-ku menggunakan [Ijin Host], meskipun kamu adalah floor master terkuat, kamu tidak bisa mengalahkan kekuatan Little Garden 'kan?" (Ratten)

"Ketika aku masih di dalam [Buku khayalan sihir], aku sudah mendengar mengenai kekuatan dahsyatmu. Setelah kau memenangkan Gift Game atas hak terhadap matahari, untuk menekan kekuatanmu sendiri, kau memasuki Buddhism yang menentang kelas bintang matahari terkuat... Kekuatan yang kamu punya cukup kuat untuk memenangkan matahari yang mengelola dunia, sang Demon Lord emas, [Ratu Halloween]. Kekuaran ini, akan menjadi milik [Grimm Grimoire Hameln] setelah ini!" (Ratten)

Ratten yang sudah memutuskan kalau mereka akan menang, mengeluarkan tawa arogan.

Seperti menari-nari, Ratten memutar-mutar tubuhnya dan berdiri di balkon, membentangkan kedua tangannya.

"Baiklah! [Grimm Grimoire Hameln], event utama untuk game-nya akan segera dimulai! Mari beri tepuk tangan yang meriah!" (Ratten)

Beriri di atas balkon, ia mulai memainkan melodi seruling sihir.

Tidak hanya melodi indahnya menyebar di arena panggung, itu bahkan meluas sampai menelas kaki tembok perbatasan.

Seruling sihir yang dapat memanipulasi orang mulai perlahan demi perlahan mengikis kesadaran peserta. Peserta yang kesadarannya telah tertangkap mulai menyerang rekan mereka atau menyebarkan kehancuran di sekitarnya.

Karena kekuatan utama peserta saat ini sedang dalam pertempuran, tidak ada yang dapat menghentikan Ratten.

Dengan pikiran mereka yang telah dikuasai, komunitas-komunitas yang dipaksa untuk menyerah satu demi satu mulai meninggalkan permainan.

Ketika semuanya berpikir bahwa pemenang akan segera diputuskan, sebuah suara petir yang keras terdengar.

"Berhenti!" (Ratten)

Ratten menghentikan musiknya dan melihat ke arah langit.

"Petir barusan itu... jangan-jangan..." (Ratten)

Ratten melompat dari balkon menuju atap istana. Sumber suara petir yang memekakkan telinga adalah gift yang dimiliki oleh dewa Indra—[Simulation of Godhead.Vajra], dengan pemiliknya yang sekarang Kuro Usagi.

Mengangkat Vajra yang bersinar dan bercahaya, Kuro Usagi dengan keras mengumumkan:

"[Percobaan Yurisdiksi] telah diterima! Gift Game, [The Pied Piper of Hamelin], akan ditangguhkan, sementara pertimbangan menuju resolusi untuk masalah ini akan dihelat. Pemain dan Host, tolong hentikan permusuhan! Ulangi ini satu kali—"

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

Read More

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 16 Part 1 Bahasa Indonesia

August 26, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Eros-sama

Volume 2 Chapter 6

Part 1


Dinding pembatas, 2000 meter dari permukaan tanah.

Muncul 4 sosok yang berdiri diatas dinding tersebut yang terletak di atas langit.

Salah satu dari 4 sosok tersebut adalah seorang wanita yang memakai pakaian minim. Rambutnya berwarna putih dan dia terlihat masih berumur sekitar 20 tahun dari penampilannya. Dia bermain dengan seruling yang dia pegang di tangan kanannya sembari memandang arena yang terletak di bawah kakinya.

“Jadi, penantang yang pantas untuk menjadi lawan kita…… dengan ojou-san yang berasal dari [Salamandra], menjadi berjumlah 4 orang ya, Weser?”

“Tidak, Cuma ada 3 orang. Si buah labu (pumpkin)tidak pantas menjadi lawan kita. Yang bakal menjadi lawan yang alot adalah si Vampire dan si Floor master naga api ---- Kita harus segera membereskan mereka termasuk si peniru dari [Rattenfanger]”

Orang yang menjawab pertanyaan si gadis berpakaian putih adalah seorang pria bernama Weser. Rambutnya hitam dan dia memakai seragam militer yang juga berwarna hitam.

Seruling yang dia pegang berbeda dengan seruling yang dipegang oleh si gadis berambut putih yang mana panjangnya hampir sama dengan tinggi lelaki tersebut. Jika seruling itu benar benar sebuah instrumen musik, panjang instrumen musik tersebut jauh melebihi normal.

Sosok ketiga di tempat tersebut bisa dipastikan bukan manusia.

Permukaan luarnya sangat halus seperti terbuat dari keramik dan dari bagian atas sampai bagian bawah tubuhnya, terlihat banyak sekali lubang udara. Secara sederhana, dia adalah bentuk anthropomorphic (suatu benda yang dimanusiakan) dari sebuah seruling yang tingginya sekitar 15 kaki(sekitar 450cm). Dia sekilas tampak seperti seorang prajurit yang berbadan besar.

Pada posisi di mana kepala si seruling anthropomorph seharusnya berada, terdapat lubang ventilasi yang jelas terlihat lebih besar daripada lubang yang lain yang darimana dia bisa mengeluarkan suara suara dan virbrasi aneh.

Di tempat lain, terlihat sosok seorang gadis yang memakai baju polkadot berwarna hitam dan putih berdiri di bawah pohon.

Setelah dia melihat wajah ketiga orang tersebut, gadis polkadot tersebut, dengan suara yang tidak antusias, mengumumkan:

“---- Gift game telah dimulai. Mohon kerjasamanya untuk mematuhi jadwal yang telah ada”

“Kami dengar dan siap laksanakan! Apa yang harus kami lakukan jika ada yang menghalangi kami?”

“Bunuh mereka”

“Kami mengerti master ♪”


Part 2

Perubahan itu terjadi bermula dari balkoni istana.

Angin berwarna gelap tiba tiba muncul dan menyelubungi Shiroyasha dan membentuk lapisan tembus pandang berbentuk bola di sekitarnya.

“Wuhh…… Apa yang……!”

“Shiroyasha-sama!”

Sandora mencoba mengulurkan tangannya ke arah Shiroyasha tetapi tangannya terhalang oleh angin gelap yang berhembus semakin kencang.

Angin gelap tersebut berhembus lebih kencang dan lebih kencang lagi dan akhirnya berhasil meniup jatuh semua orang yang berada di balkoni selain Shiroyasha.

“Yaaaa……!”

“Ojou-sama, pegangan yang erat!”

Izayoi yang juga terlempar jatuh segera mendekap Asuka sembari melihat sosok manusia yang melayang jauh di angkasa.

“Cih! Anggota [Salamandra] semuanya terlempar ke area kursi penonton!”

Semua anggota [No Name] jatuh ke dalam arena.

Sedangkan anggota dari [Salamandra] semuanya terlempar ke area kursi penonton.

Setelah memastikan Jin dan anggotanya berhasil keluar dari area arena dengan selamat, Izayoi mencari Kuro Usagi dan bertanya kepadanya:

“Situasi seperti ini…… Ada Demon Lord yang muncul kan?”

“Apa yang kau pikirkan adalah benar”

Kuro Usagi menjawab dengan jujur sembari mengganggukkan kepalanya. Mendengar jawabanya, ketegangan mulai timbul di sekitar mereka.

Massa yang berkumpul di sekitar area menjadi panik setelah menyaksikan kejadian tersebut. Semuanya mencoba melarikan diri jauh dari tempat kemunculan Maou. Keadaan massa tersebut sekarang seperti sebuah kata pepatah: “Menundukkan kepala sambil tergopoh-gopoh lari bagaikan tikus kabur ke lubangnya”
(ga yakin ini. Perlu dicari peribahasa Indonesia yang sesuai juga ga?)

Ketika orang orang disekitar berteriak dalam ketakutan, Izayoi berdiri di tengah tengah kekacauan tersebut. Tetapi, ekspresi yang dia tunjukkan di wajahnya adalah senyum licik yang biasa dia tunjukkan.

Lalu dia merubah ekspresinya menjadi serius dan memandang Kuro Usagi. Ekspresi ini lain dari ekspresinya yang biasa.

“[Ijin Hoster] Shiroyasha masih belum di tembus kan?”

“Belum, Kuro Usagi juga kontroler dari judgement. Tidak akan semudah itu Kuro Usagi biarkan tembus”

“Jadi orang-orang itu muncul di game disc sambil tetap menghomati aturan ya…… Haha, emang Demon Lord-sama yang asli tidak mengecewakan”

“Jadi, gimana? Hadapi mereka di sini?”

“Jangan bercanda. Menghadapi mereka di sini di mana masih banyak orang yang tidak berhubungan berkumpul bukan ide yang bagus. Aku juga penasaran sama situasinya di pihak [Salamandra]. Orang orang itu menyerangnya ke arah mereka kan?”

“Kalau begitu Kuro Usagi akan mencari Sandora-sama dulu. Izayoi-san dan Leticia-sama akan bertanggung jawab untuk bergerak secara offensif untuk menghadapi Maou. Kuro Usagi akan mempercayakan keamanan Shiroyasha-sama di tangan Jin-bocchan”

“Baiklah, aku mengerti”

Leticia dan Jin menganggukkan kepala mereka. Sebaliknya wajah Asuka menunjukkan ekspresi penuh dengan ketidakpuasan.

“Heh…… kenapa diriku tidak diikutsertakan dalam sesuatu yang menarik seperti ini”

“Jangan mengeluh begitu Ojou-sama. [Geass Roll] kan sudah menyatakan Shiroyasha sebagai game leader. Kita harus pastikan dulu apakah point ini ada pengaruhnya----”

“Tunggu sebentar”

Semua anggota segera mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara. Di sana, terlihat sosok Ayesha dan Jack dari [Will O’ Wisp].

“Kami mendengar pokok masalah dari ini semua. Jika kalian berencana untuk menghadapi Demon Lord, kami dari komunitas [Will O’ Wisp] bersedia membantu kalian. Bukan begitu Ayesha?”

“Iya…… iya betul. Saya juga akan lakukan yang terbaik yang saya bisa”

Ayesha yang sebenarnya dipaksa untuk ikut berpartisipasi dalam game melawan Maou ini menjawab dengan nada yang gelisah.

“Kalau begitu kalian berdua akan membantu Kuro Usagi dalam mencari Sandora-sama dan akan mendengarkan instruksinya”

Setelah semua anggota yang hadir mengganggukkan kepala mereka, mereka berpencar untuk memenuhi tugas mereka masing-masing.

Setelah beberapa saat mereka berpencar, salah seorang dari massa yang sibuk melarikan diri tiba-tiba berteriak:

“Hey, lihat itu! Demon Lord mulai turun dari langit!”

Sosok sosok yang sebelumnya berada di langit mulai turun perlahan ke permukaan.

Melihat situasi di arena, Izayoi menggenggam erat kepalan tangannya dan berteriak kepada Leticia:

“Ayo kita pergi! Aku akan hadapi yang hitam dan putih, aku serahkan yang besar dan yang kecil kepadamu!”

“Aku mengerti, Master”

Leticia menjawab dengan nada yang datar. Izayoi mengambil posisi untuk bersiap melompat dan dengan tolakan kakinya yang dapat dengan mudah menghancurkan panggung arena, dia melompat menuju dinding pembatas.

Part 3

“Apa itu!?”

Teriakan panik  itu berasal dari lelaki yang memakai seragam berwarna hitam.

Dalam hitungan detik, Izayoi yang menggunakan seluruh kekuatannya untuk melompat berhasil mencapai depan muka dari si lelaki berseragam hitam dan memukulnya sehingga dia terlontarkan menuju dinding pembatas lebih cepat dari kecepatan cosmic ketiga.

Lelaki berseragam hitam menabrak dinding pembatas dalam kecepatan tinggi yang menyebabkan retakan yang cukup besar muncul di dinding pembatas. Lelaki itu memelototi Izayoi dan berteriak:

“Kau…… Apa yang kau lakukan!”

“Aku sudah menantikanmu Maou-sama. Bagaimana kalau kau menemaniku berdansa?”

Izayoi mengeluarkan suara tawa ‘YAHAHA’ dan mulai menyeret lelaki berseragam hitam agar bergesekan dengan dinding pembatas dengan murni menggunakan kekuatan supernya seperti perahu motor menarik peselancar diatas permukaan air.

Walaupun lelaki berseragam hitam dalam keadaan terseret dengan mukanya bergesekan langsung dengan dinding pembatas, dia tidak terluka sedikit pun dan masih bisa berteriak keras:

“Jangan meremehkan kami kau serangga kecil!”

Lelaki itu menggerakkan serulingnya yang terlihat seperti sebuah tongkat dan seruling itu mulai mengeluarkan suara-suara aneh.

Keanehan tiba tiba terjadi di dinding pembatas yang mana memaksa Izayoi untuk berhenti. Lelaki berseragam hitam tidak melewatkan kesempatan ini untuk membebaskan dirinya dari cengkraman Izayoi.

Serangan Izayoi sepertinya berhasil sedikit melukai lelaki berseragam hitam karena setelah dia berhasil membebaskan dirinya, dia meludahkan cairan berwarna merah. Dia lalu berkata pada Izayoi:

“…… Kau sepertinya memiliki sedikit kemampuan, aku tidak pernah menduga kita yang diserang duluan”

“Aku harus berterima kasih pada kalian yang telah memberikan aku kesempatan. Sebenarnya, rapotku juga selalu menilaiku sebagai [anak yang penuh dengan malapetaka]. Aku percaya pada diriku bahwa aku akan selalu, baik dalam arti baik maupun buruk, menghancurkan ekspektasi orang lain karena itu adalah keahlian utamaku”

Izayoi mengeluarkan suara tawa ‘YAHAHA’ sekali lagi sambil berdiri terbalik dibawah dinding pembatas.

Jika diperhatikan baik baik, dari tumit ke bawah, kakinya menancap kedalam dinding seperti sebuah pasak.

Ketika kedua lelaki sedang berdialog, gadis berbaju polka dot dan prajurit berbadan besar yang seperti terbuat dari keramik meneruskan perjalanan mereka untuk turun ke permukaan. Hanya gadis berambut putih yang masih bergantungan di tembok meneriakkan sesuatu kepada lelaki bereragam:

“Weser! Apa yang kamu lakukan? Cepat bereskan dia!”

“Itu yang sedang aku lakukan. Tetapi mungkin kita bisa membereskan dia lebih cepat jika kau juga menggunakan suara serulingmu untuk menghentikan gerakannya”

Gadis itu kemudian mengerutkan bibirnya dan mendekatkan serulingnya ke bibirnya.

Pada momen yang sama, massa yang aktif bergerak melarikan diri tiba-tiba berhenti mendadak.

Nada nada kekacauan tiba tiba berkumandang melingkupi seluruh area arena. Ketika orang orang tersebut mendengarkannya, mereka tidak bisa menangkal efek negatif  yang ditimbulkan dan jatuh berlutut karena tidak kuat menahan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan.

Melihat situasi abnormal terjadi di depan matanya, Izayoi terbelalak untuk beberapa saat. Tetapi ekspresi terkejut itu segera berganti dengan senyum penuh percaya diri dan diapun berkata:

“Oh……? Apakah itu seruling ajaib? Jadi gadis itu adalah wujud asli dari [Badut penangkap tikus]?”

Ketika massa di bawah mulai kehilangan akal sehat mereka karena suara seruling ajaib, Izayoi tetap berdiri di tempat dia berada dan menunjukkan kalau dia tidak terpengaruh oleh suara tersebut.

“Apa…… apa-apaan ini orang……! Musikku tidak bisa mempengaruhinya……?”

Gadis berbaju putih hanya bisa menarik nafas panjang karena shock. Bahkan bibir tipisnya tidak bisa berhenti bergetar.
Sebaliknya, Weser berhasil menenangkan dirinya dan melemparkan sebuah kedipan mata terhadap si gadis.

“Ratten, pergilah duluan. Jika master sendirian, aku takut dia akan lepas kendali dan membunuh mereka semua”

Ratten hanya bisa mengerutkan bibirnya lagi, tetapi karena dia memang tidak bisa berbuat apa apa disini, dia segera turun menuju ke permukaan.

Melihat Ratten pergi, Izayoi tetap berdiri di tempat. Dia tidak menunjukkan niatan untuk mengejarnya.

Mungkin karena merasa kebingungan dengan sikap Izayoi, Weser bertanya kepadanya sambil memberikan Izayoi pandangan yang penuh dengan tanda Tanya.

“…… Aku tidak mengerti, kenapa kau membiarkan dia pergi?”

“Aku tidak merasa membiarkan dia pergi adalah sebuah masalah serius, lagipula, aku bisa menangkap dia lagi secara perlahan setelah aku selesai berurusan denganmu, [Avatar dari sungai Weser]”

Ekspresi wajah Weser menjadi tidak karuan karena dia telah dikejutkan berkali-kali oelh Izayoi. Sungai Weser yang disebutkan oleh Izayoi adalah sebuah sungai besar yang berada dekat dengan kota Hamelin. Setelah melihat ekspresi wajah lelaki berseragam hitam tersebut, Izayoi menjadi semakin yakin dengan pemikirannya dan dengan ekspresi penuh percaya diri, dia mulai mencela lawannya.

“Heh, dari kata [Ratten] dan [Weser], semuanya sudah jelas. [Gulungan Geass] juga sudah mengatakan [Hancurkan legenda palsu, sebarkan legenda yang sebenarnya ]…… Oi oi, beneran engga apa apa nih membiarkan aku memecahkan gamenya secepat ini? Dalam kata lain, kalian adalah para iblis yang lahir dari legenda [Seruling Hamelin]. Kalian adalah [Metode Pembunuhan] yang telah mendapatkan tumbal nyawa dari 130 anak anak dan akhirnya memiliki kekuatan jiwa sendiri kan?”

Izayoi tetap menjaga senyumnya sembari memberikan pandangan yang tajam ke arah Weser.

Senyumnya sekarang berbeda dari senyum meremehkan yang biasa dia tunjukkan. Senyumnya sekarang terlihat lebih haus darah dari sebelumnya.

Legenda yang disebutkan oleh Izayoi adalah legenda yang terukir di permukaan dekorasi kaca berwarna yang Jin telah beritahukan kepadanya sebelumnya.

---- Jurnal dari John dan Paul, pada 26 Juni tahun 1284.
130 anak anak yang lahir di kota Hamelin terpelet oleh suara seruling, dipakaikan baju berwarna warni, dan akhirnya anak anak tersebut menghilang di dekat sebuah bukit yang mana sering dipakai untuk menghukum mati kriminal. ----

Bangsa iblis mendapatkan kekuatan jiwa [Berdasarakan dari besarnya pengaruh yang mereka sebabkan terhadap dunia nyata. Pengaruh tersebut bisa berupa wibawa, kontribusi, kompensasi, dan hadiah].

Berdasarkan hal tersebut, Izayoi menyimpulkan bahwa, jika para iblis tersebut berhasil mendapatkan kekuatan jiwa melalui cerita Brother Grimms tentang legenda [Seruling Hamelin], maka itu hanya bisa disebabkan dari penumbalan 130 anak anak tersebut.

“Ada banyak versi dan asumsi dibalik legenda kota Hamelin seperti anak anak yang diculik itu terdampar ke alam lain, dipakai sebagai tumbal untuk ritual sihir sesat, dan sebagainya…… Sedangkan legenda mengenai [Sungai Weser] adalah sebuah sungai sumber bencana alam. Maka dari itu, kekuatan jiwa yang kamu miliki dan kamu gunakan untuk membuat kekacauan di dinding pembatas adalah kekuatan yang berhubungan dengan banjir dan longsor. Dan untuk memenuhi syarat dari game [Hancurkan legenda palsu, sebarkan legenda yang sebenarnya ], salah satu pengartiannya adalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Hamelin kala itu untuk bisa memenangkannya……  Bagaimana logikaku? Mungkin hasil analisisku masih belum sempurna tapi paling tidak, aku percaya analisaku benar 80%”

Izayoi tertawa bangga. Weser yang tetap diam mendengarkan penjelasannya  hanya bisa menggaruk kepalanya sambil menunjukkan senyuman pahit.

“Chi, aku kira kau cuma sekedar bocah biasa…… tapi kau punya otak juga"

“Oh, begitu ya?”

“Yah, apa boleh buat……… Peraturan adalah peraturan. Sepertinya kamu cukup memenuhi persyaratan. Kalau begitu, aku akan mengajukan beberapa pertanyaan……”

“Aku menolaknya”

“Cepat sekali kau menolak!”

“Itu karena aku tidak tertarik untuk menyelesaikan game terlalu cepat begini. Jangan membuat aku kecewa Demon Lord-sama. Game ini tidak akan menyenangkan bila terlalu cepat selesai bukan? Apakah kamu tau kalau aku datang ke dunia ini hanya agar dapat bisa bertemu dengan para Maou?”

Apa yang Izayoi katakan adalah jujur dari dalam hatinya. Setelah datang ke dunia Little Garden selama lebih dari sebulan ---- mimpi terbesarnya adalah untuk berpartisipasi dalam Maou-game. Izayoi mengatakan mimpinya tersebut sambil membusungkan dada penuh dengan kepercayaan pada dirinya.

“…… Oh begitu ya? Kalau begitu aku harus minta maaf padamu bocah”

Weser merespon dengan nada yang cukup sentimental.
Dia mengeluarkan senyuman yang brutal sebelum mengayunkan tongkatnya yang berbentuk seperti seruling dengan penuh tenaga. Suara suara bernada keras menyelimuti area sekitar Weser dan perubahan mulai terjadi di bebatuan yang ada dalam lingkup suara tersebut. Pada akhirnya, daerah yang terlingkupi oleh suara tersebut menjadi bersih dari segala macam halangan.

Weser mendarat di permukaan datar yang dia buat dan segera mengambil kuda kuda.

“Untuk menjawab expektasimu, aku harus mengoreksi salah satu perkataanmu ---- Aku bukanlah Demon Lord. Aku hanya salah satu iblis berlevel rendah. Sedangkan yang mulia Demon Lord adalah, salah satu dari mereka yang turun ke bawah duluan”

Izayoi melihat kearah di mana Weser menunjuk dan dia melihat monster berbadan besar yang terlihat seperti terbuat dari tanah liat dan seorang gadis kecil yang memakai baju polkadot. Saat ini mereka sedang bertarung menghadapi Leticia.

Melihat Leticia terpojok, Izayoi dengan menggerutu mengatakan:

“Begitu ya? Kalau begitu mari kita segera selesaikan adegan pembuka ini, atau nanti Demon Lord akan menganggap aku kurang punya tata krama”

“Hal bodoh apa yang kau katakan? Adegan pembuka adalah adegan yang mulai membakar gairah penonton. Adegan pembuka yang paling hebat adalah klimaks yang paling hebat pula ---- Lupakan yang aku katakan tadi. Melihat kamu, aku rasa kamu bahkan tidak cukup pantas untuk menjadi adegan pembuka, ya kan?”

“”Heh!””

Mereka saling mengejek satu sama lain dan mengambil kuda kuda untuk bersiap menghadapi musuh mereka sambil tersenyum.

Mereka mulai berlari sembari membuat retakan retakan besar di dinding pembatas. Kerikil dan debu beterbangan kemana mana.
Weser menggunakan tongkat serulingnya untuk menangkis tinju Izayoi yang mampu menghancurkan gunung dan sungai.

Tenaga di balik pukulan Izayoi membuat Weser terkejut, tetapi dia hanya butuh 1 langkah kebelakang untuk me-negasi tinju tersebut.

Setelah bertarung dengan mantan Maou dari [Perseus], Algol, jarang ada yang bisa bertahan setelah menerima 1 pukulan dari Izayoi.

Ketika bertarung, Izayoi tertawa bahagia.

“Hah! Sepertinya ini bakalan menjadi adegan pembuka yang hebat……!”

“Cih! Itu harusnya menjadi kata-kataku bocah!”

Setelah berteriak, Weser menggunakan kekuatannya untuk mengayunkan tongkat serulingnya sekali lagi.

1000 kaki diatas langit, pertarungan antara Izayoi dan iblis dari Hamelin mulai memanas.

Di sisi lain, Leticia mulai berkonfrontasi dengan gadis berbaju polkadot dan prajurit raksasa yang terbuat dari tanah liat. Prajurit dari tanah liat itu menghembuskan nafas dengan tenaga yang cukup besar melalui lubang ventilasi di tubuhnya yang mana menyebabkan munculnya beberapa tornado yang mengarah ke segala arah disekitarnya.

“BRUUUUUUUUM!”

“Guuu……”

Udara di sekitar merespon dengan mengeluarkan suara suara aneh karena getaran yang terjadi. Reruntuhan yang berserakan di tanah tersedot ke dalam tornado berhembus dengan sangat kencang.

Leticia sebenarnya berniat untuk mengembangkan sayapnya dan terbang tetapi tidak bisa menjalankannya dengan lancar karena terganggu tiupan angin kencang yang ditimbulkan oleh musuhnya. Gadis berbaju polkadot menggunakan matanya yang terlihat seperti mata orang mati untuk memandangi Leticia.

“Apakah kamu benar-benar Vampir berdarah murni?”
“Kritikmu benar-benar pedas! Aku juga bertarung dengan semua yang aku punya……!”

Leticia menjawab dengan nada yang terdengar sedih. Tetapi, ketika dia mendengar nama dari si prajurit raksasa, dia menyadari sesuatu.

(Storm ---- Artinya ‘Badai’ bukan? Kalau begitu prajurit raksasa itu adalah seekor iblis yang memiliki hubungan dengan bencana alam……!)

Walaupun dia telah kehilangan banyak dari kekuatan aslinya karena kehilangan kekuatan dewa-nya, Leticia telah mendapatkan banyak pengalaman dari berbagai macam game yang telah dia ikuti. Karena itu, dia tahu betapa berharganya informasi yang sepertinya tidak penting ketika menghadapi Maou games. Terlebih mengetahui nama dari musuh yang dia hadapi sering kali menjadi faktor yang penting untuk menyelesaikan game tersebut.

(Apapun yang terjadi, aku harus bisa mendapatkan informasi soal gadis polkadot ini)

“Sudah cukup Strom, aku sudah tidak tertarik lagi dengan wanita itu. Bunuh dia”

Gadis berbaju polkadot menyatakan hukuman mati terhadap musuhnya tanpa ekspresi di wajahnya. Dengan aba-aba tersebut, Strom menembakkan material material yang tersedot ke dalam tornadonya dalam keadaan terkompresi seperti menembakkan peluru mortar.

“BRUUUUUUUUM!”

Lubang ventilasi besar di ‘wajah’ prajurit raksasa menembakkan puing puing reruntuhan ke arah Leticia.
Tetapi pada saat itu, Leticia tiba-tiba mengepakkan sayapnya untuk meningkatkan kecepatannya dan terbang mendekat menuju si prajurit raksasa.;

“…… Eh?”

“Aku tidak akan meminta maaf! Itu salahmu karena mau ditipu!”

Leticia tertawa dengan bangga. Walaupun lawannya menyadari bahwa keadaannya yang terpojok sebelumnya hanyalah dia berakting lemah, semuanya sudah terlambat. Leticia mengambil kartu gift berwarna hitam keemasan yang darimana tombak panjang tiba-tiba muncul dan terbang ke arah si gadis berbaju polkadot lalu menusuk gadis itu tepat di dadanya.

“Apakah aku berhasil--!”

“Tidak, kau tidak berhasil”

Gadis itu menjawab dengan nada berirama. Yang lebih mengejutkan dari jawabannya yang berirama adalah keadaan tombak yang menghantam dada gadis tersebut. Tombak itu hanya berhasil sedikit mendorong gadis itu kebelakang. Ujung dari tombak tersebut yang telah menghantam dada gadis tersebut kini telah hancur dan menjadi tumpul.

Gadis berbaju polkadot dengan mudah menyingkirkan tombak tersebut dan dengan angin hitam yang dia lepaskan dari tangannya, dia melumpuhkan dan mengikat Leticia lalu menariknya mendekati dirinya sendiri.

(Apa…… apa ini? Angin ini sangat aneh……?)

Bahkan Leticia tidak tahu sama sekali tentang angin hitam tersebut.

Angin hitam tersebut tidak sama dengan manipulasi bayangan, atau tiupan angin yang kencang, juga jauh dari kategori udara panas.

Jika harus dideskripsikan, angin aneh itu berwarna gelap dan sedikit hangat.

Angin itu bergerak bagaikan mahluk hidup dan perlahan lahan merenggut kesadaran Leticia.

Gadis berbaju polkadot mengangkat wajah Leticia dari dagunya. Dia tersenyum kecil ketika melihat wajah Leticia.

“Seranganmu membuatku merasa sakit, benar benar merasa sakit. Tapi aku akan memaafkanmu…… dan aku juga akan menarik perkataanku sebelumnya. Kau punya potensi untuk menjadi bidak yang sempurna. Hehe”

Gadis berbaju polkadot mengeluarkan suara tawa kecil. Angin hitam yang dia hasilkan mulai menjalar ke seluruh tubuh Leticia seperti mau mengambil alih tubuhnya.

Ketika angin ribut yang dihasilkan oleh strom bahkan sampai berhasil menguncangkan lampu hias yang menerangi dinding pembatas ---- sebuah kelebat berwarna merah terlihat menembus badan prajurit raksasa yang seperti terbuat dari tanah liat tersebut.

“BRUUUUUUUUUUUUUM!”

Setelah menerima serangan tepat di tengah tubuhnya, prajurit raksasa tersebut mulai meleleh dan kemudian hancur menjadi puing puing lalu kembali menjadi debu. Mengambil kesempatan ketika gadis berbaju polka dot dengan terkejut melihat ke arah prajurit raksasa, Leticia mengerakkan kedua tangannya dan melepaskan dirinya dari genggaman musuhnya.

Tetapi, setelah menjauh dari gadis berbaju polkadot, badannya tidak bisa mengeluarkan tenaga lagi. Dia pun jatuh berlutut dengan lemas di tanah.

Gadis berbaju polkadot tidak memperdulikan Leticia. Dia memfokuskan pandangannya jauh di atas.

“…… Jadi kau muncul juga akhirnya”

Sesuatu yang lain selain lampu hias menyala terang di area tersebut. Sembari membiarkan Api dari naga api tetap terbakar di tubuhnya, [Floor Master] dari distrik utara, Sandora, telah hadir di area tersebut. Dia memandangi ke arah arena dari angkasa sembari terbalut dalam api naga api.

Angin berhembus dan meniup baju gadis polkadot. Melihat kedatangan Sandora, diapun mengeluarkan senyum simpul.

“Aku telah lama menunggumu. Aku takut kau akan tidak berani muncul dan kabur”

“…… Apa alasanmu membuat kekacauan, Demon Lord dari Hamelin?”

“Ah, panggilan itu kurang tepat. Panggilan yang tepat untuk gift ku adalah [Black Death Demon Lord]” *maut hitam, wabah penyakit dari Eropa abad pertengahan

“……… Generasi [Naga Api]ke 24, Sandora”
“Terima kasih telah memberi tahukan namamu. Kau tidak perlu bertanya apa alasanku melakukan ini semua karena itu sudah jelas bukan? Aku menginginkan hak atas Sun dominion yang dimiliki Shiroyasha dan jenazah dari Naga Xinghai. Atau dalam kata lain, apa yang kau pakai di kepalamu itu”

“Jadi berikan itu padaku”

Nada gadis itu berubah menjadi nada memerintah sambil menunjuk pada mahkota yang dipakai Sandora di kepalanya.

“…… Jadi itu ya. Kamu memang pantas menyandang gelar Demon Lord. Kamu sangat tidak sopan dan kurang ajar. Walaupun begitu, sebagai pelindung kedamaian, aku tidak bisa membiarkan angkara murka ini berlanjut. Aku pasti akan menghukummu atas nama bendera yang aku junjung”

“Apakah benar begitu? Kau sangat mengesankan Floor Master”

Badai angin hitam yang aneh tersebut menghalangi lidah api dari sang naga api.

Ketika serangan dari kedua belah pihak bertemu, terjadilah gelombang kejut yang sangat dasyat yang mana bahkan sampai menghancurkan lampu hias di dinding pembatas.

Kepingan kepingan dari lampu hias tersebut menerangi kedua belah pihak yang berkonfrontasi sekali lagi sebelum cahaya yang mereka hasilkan menghilang untuk selamanya.


Read More

World of Warcraft Foreign Realm Domination Chapter 3 Bahasa Indonesia

August 26, 2017 Pipo Narwastu


Chapter 3

Xiao Yu tidak sabar untuk mencoba Wind Walk.

Ia berpikir mengenai kemampuannya dan tubuhnya mulai menjadi ilusi. Tubuhnya tembus pandang dan dapat menyatu dengan pemandangan di sekitar.

Meskipun ia tidak benar-benar tidak terlihat, akan sangat sulit untuk mendeteksinya selama tidak ada siapapun di dekatnya.

"Hebat! Haha! Aku bisa mengintip saudari ipar cantikku. Aku terlalu senang untuk mengungkapkan diriku dengan kata-kata!" Xiao Yu berpikir mengnai hidup 'senang' yang sudah menunggunya.

"Sangat disayangkan waktu untuk mengendap-endap pada level 1 hanya 1 menit. Untungnya, waktu jedanya cuman 5 detik. Tidak akan ada masalah selama aku cukup berhati-hati." Xiao Yu ingin menggunakan poin sisa untuk meningkatkan Wind Walk ke level 2. Namun, ia membuang pikiran itu karena ia butuh untuk  mempelajari lebih banyak kemampuan menyerang yang berguna.

Disaat yang bersamaan, suara sistem menggema dan mengganggu khayalan Xiao Yu.

"Barrack telah dibangun. Apakah anda ingin membeli Warrior?"

"Bagus, akhirnya sudah jadi. Aku ingin membeli seratus Orc Warrior!" Ucap Xiao Yu dengan sikap angkuh.

Read More

World of Warcraft Foreign Realm Domination Chapter 2 Bahasa Indonesia

August 26, 2017 Pipo Narwastu


Chapter 2

Setelah si pelayan wanita pergi, Xiao Yu ditinggal sendiri di sebuah ruangan besar. Ia berbaring di kasur, merasa tidak enakkan.

"Kenapa keberuntunganku begitu buruk? Siapapun yang bertransmigrasi ke dunia lain akan mendapatkan pelukan di sana sini sementara aku ditinggal dengan takdir yang mengarahku kepada kebinasaan total."

Xiao Yu akhirnya mengakui kenyataan bahwa ia berada dalam situasi yang sudah tidak bisa dibalikkan jadi ia mulai memikirkan cara-cara untuk mengatasi keadaan. Haruskah ia bunuh diri saja dengan gantung diri?

"Apa masih ada jalan keluar? Aku adalah pria dari dunia modern... Aku bisa menciptkan bubuk mesiu dan mendapatkan beberapa senapan. Tapi itu tidak seperti aku akan mendapatkan bubuk mesiu dan senapan dalam sehari atau dua hari. Aku adalah seorang mahasiswa tapi aku tidak mempelajari apapun yang berguna di unit yang biasa aku gunakan di hari-hariku bermain Warcraft. Jika kau memberikanku markas Orc maka aku dapat menyapu dunia ini... Hm..."

Xiao Yu sedang terjerat dalam pikiran menyedihkannya ketika suara seorang wanita terdengar: "Anda dapat menjalankan permainan sekarang. Apakah anda ingin membuka sistem?"

Read More

World of Warcraft Foreign Realm Domination Chapter 1 Bahasa Indonesia

August 26, 2017 Pipo Narwastu


Chapter 1

"Xiao Yu, bangun." Xiao Yu dalam keadaan tak sadarkan diri ketika ia mendengar suara cantik nan lembut seorang wanita yang memanggilnya.

"Ya Tuhan, wanita cantik mana yang sedang memanggilku?" Xiao Yu secara sepontan membayangkan wajah cantik dan tubuh artis dari film yang sudah ia tonton beberapa hari yang lalu.

Akan tetapi, ketika ia mencoba untuk membuka matanya, ia mendapati bahwa ia mengalami sakit kepala parah. Sinar matahari langsung menusuk begitu ia membuka matanya.

"Ada apa? Oh." Ia mencoba untuk menggerakan tubuhnya tapi mendapati bahwa tubuhnya terasa sakit sampai mati. Rasanya seolah-olah seluruh tulang dalam tubunya hancur. "Di mana aku?" Xiao Yu hanya ingat ia sedang mengikuti kejuaraan 'World of Warcraft' dan memenangkannya. Ia mendapatkan hadiah. Si manajer membawanya ke sebuah ruangan dan Xiao Yu merasa kepalanya seolah-olah dihajar. Ia tidak mengingat apapun mulai dari situ.

"Mah, si manajer itu pasti yang membuatku pingsan dan mengambil hadiahnya! Tunggu dan lihat saja gimana aku akan membalasnya!"
(TL Note: Di english dia memakai "Mom" yang jika dibahasa indonesiakan lebih mendekati ke "Mamah" daripada "Ibu")

Read More

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 18 Bahasa Indonesia

August 23, 2017 Christian Tobing

Translator : CTian

CHAPTER 18 : MENUJU KUIL ANGIN

Sesudah menikmati sushi kami memutuskan untuk pulang dan mandi.
Karena Elena masih belum mengerti cara memakai kamar mandi, aku masuk bersama dengan dia dan dengan penuh perhatian aku mengajari.... itu tidak mungkin akan terjadi.
Aya dengan penuh antusias mengajarinya, aku bahkan bisa mendengarnya menjerit dari dalam kamar mandi.
I-ni bukan berarti aku cemburu atau apa, aku juga sama sekali tak berpikir untuk mengintip!
Sementara aku mengatasi derita mentalku, tugasku sekarang memasak nasi, lalu berkali-berkali memasukannya kedalam wadah plastik sesudah itu aku memasukannya kedalam Inventory.
Beberapa saat kemudian mereka berdua keluar, dan Elena memakai mantel mandiku yang pernah aku beli karena beberapa alasan, walaupun aku tak pernah memakainya.
Itu sedikit kebesaran untuknya dan lengan bajunya terlalu panjang. Cukup erotis, pemandangan yang indah sekali!
Aya memakai kaos yang bertuliskan 『Jika kau bekerja, kau kalah』 yang pernah aku beli karena beberapa alasan tapi tak pernah aku pakai akhirnya.
Itu sedikit kebesaran untuknya yang membuat dia hanya memakai kaos itu saja. Memakai kaosku tanpa izin! Hanya membuatku merasa jengkel.
(TLN: Fix ini mc terlalu kejam sama adiknya.... dasar pedhofil~~)
Aku juga mandi sesudah Elena dan Aya. Bagaimana pun juga kau tak berpikir bahwa air yang ada di bak mandi sama dengan Elena, dan kurasa Aya juga, pakai sama denganku, tidak sama sekali!
Memasuki bak, ini sangatlah nyaman sampai-sampai aku mengantuk, karena itu kami memutuskan tidur untuk hari ini, tapi–
Kami tidak punya cukup futon! (Tln: Kasur lipat yang orang Jepang biasa pakek)
Hanya ada futon yang biasa aku pakai untuk tidur.
Karena adikku datang, aku akan membiarkannya yang membawa kasurnya, namun sepertinya hari ini hanya kunjungan sehari dan kunjungan sebenarnya telah direncanakan
untuk minggu depan. Aku cukup senang bisa menghemat biaya pindahan dengan 【Teleportation】 dan 【Inventory】.
Jika aku tahu akan seperti ini, seharusnya aku tidak meninggalkan kasur Elena di gereja~
Akhirnya, Aya dan Elena tidur di kasurku sambil saling memeluk, dan aku tidur sendirian meringkuk di dalam kantung tidur yang aku beli untuk keadaan darurat.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Paginya, aku bangun bersamaan dengan terbitnya matahari, mereka berdua nampaknya masih tertidur lelap. Aku membuat sarapan dengan hati-hati agar tak membangunkan mereka.
Sarapannya adalah daging babi asap dan telur dengan salad dan sup miso. Masih ada sisa nasi dari kemarin, jadi aku memasaknya lagi untuk sarapan.
Saat aroma dari nasi memenuhi ruangan, akhirnya mereka berdua terbangun dan kami bertiga pun memutuskan untuk sarapan.

「Aku juga ingin mencoba menggunakan 【Sumpit】.」

Elena hanya satu-satunya orang yang tak menggunakan 【Sumpit】 jadi dia pun berkata demikian.

「Oke, kalau begitu cobalah 【Sumpit】 ini.」
「Ya!」

Dia menjawab dengan penuh antusias dan mulai mencoba, namun itu tidak berjalan dengan baik dan dia pun mulai berkaca-kaca.

「Oke, cukup untuk hari ini!」
「T-tapi.」
「Kau belum mampu menggunakannya saat ini. Kau bisa mencobanya sebanyak yang kamu mau dari sekarang, jadi tak masalah untuk mempelajarinya perlahan-lahan.」
「Oke!」

Kami entah bagaimana akhirnya telah selesai sarapan, jadi kami memutuskan untuk bersiap-siap dan pergi ke dunia lain.
Aku mengenakan jaket denim dan jeans-ku lagi, tapi Aya dan Elena mengenakan pakaian yang sama seperti kemarin.

「Kalian tidak ganti?」
「Yeah」「Ya」
「Kalau begitu ayo beli pakaian baru di sana.」
「Yey!」

Setelah memastikan tidak ada yang terlupa untuk dibawa, aku pun menggenggam tangan Aya dan Elena–

「【Teleportation】!」

Kami berteleportasi ke dunia lain.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Kami tiba di tujuan kami yaitu alun-alun air mancur di kota lagi. Aku lega kerena tempat ini adalah tempat yang kita pernah berteleportasi sebelumnya.

『Woah! Jadi ini dunia lain~ Ah, di sana ada orang bertelinga kucing!!』
「Huh? Aku tidak mengerti kata-kata Aya-san lagi.」
『Huh? Aku tiba-tiba tidak mengerti kata-kata Elena-chan lagi.』
「Elena, berilah 【Magic Stone of Temporary Language Acquisition】 ke Aya」
「Ah, itu dia!」
『Apa ini, Elena-chan? Kau memberiku ini?』

Elena memberi 【Magic Stone of Temporary Language Acquisition】 ke Aya, tubuh Aya sesudah itu diselimuti oleh cahaya dari 【Magic Stone】.

「Bagaimana? Apa kau mengerti apa yang aku katakan sekarang?」
「Ah, aku dapat mengerti sekarang. Mungkinkah ini adalah kekuatan dari batu ini?」
「Iya, batu itu disebut 【Magic Stone of Temporary Language Acquisition】, itu adalah 【Magic Stone】 yang membuatmu bisa berbahasa bahasa dari daerah tersebut jika kau menggunakannya.」
「Wow.」
「Sekarang, ayo kita pergi dan membeli pakaian.」
「Oooh~!」

Berbelanja di toko pakaian mengambil waktu sekitar 1 jam. Aku bertanya-tanya kenapa wanita terlalu lambat saat berbelanja... Selain itu, mereka juga menggunakan 1000 Aurum untuk membeli pakaian.
Jika membeli roti saja membutuhkan 1 Aurum, aku rasa 1 Aurum setidaknya sekitar 100 Yen? Dengan kata lain, jika kita mengkonversi 1000 Aurum ke Yen, jadi... 100.000 Yen!?
Sebenarnya mereka membeli berapa pakaian sih!?
Sesudah itu, mereka keluar dengan pakaian baru yang mereka beli. Meskipun mereka memakai pakaian yang sama, tapi warnanya berbeda. Mereka jadi terlihat seperti kakak adik.
Sambil Elena dan Aya gembira dengan pakaian baru mereka, kami pergi menuju 【Kuil Angin】.

「Biaya masuk untuk ke【Mana Crystal Angin】 adalah 『 4500 Aurum』 per orang.」
「Ap-!? Jadi mereka membuat pungutan! Dan diatas semua itu, itu sangatlah mahal!!」

TLN: Yoooo dengan CTian disini~~
Apa kabar nih pembaca-pembaca sekalian? Maaf udah gak lama update, udah hampir sebulan yah? hahaha gomenn~ sibuk dengan urusan dunia nyata~ (Padahal sih males....) Hmm... rencana sih saya mau bikin original story dan mau post di sini...... Sinopsis? nanti aja yah hehehe gak baik kasih harapan palsu :'v. Oke sekian untuk hari ini....






Kenapa? masih penasaran original storynya?(ke-geeran amet lu pak /plak) oke deh kasih tau judulnya aja yah.... judulnya adalah "Another World's Player" ...... Norak banget yah? hehehe support IsekaiNovel terus yah, tanpa kalian para pembaca, kami bukanlah apa-apa. Sekian!!~~







Read More

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 28 Bahasa Indonesia

August 20, 2017 Reisen

Chapter 28 - Verifikasi Sihir Tatsumi

Translator : Reisen
Sponsored by Junio



Read More
DMCA.com Protection Status