Lazy Dungeon Master Chapter 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Lazy Dungeon Master Chapter 2 Bahasa Indonesia

August 30, 2016 Pipo Narwastu

 Asli, sakit kepala gw translate nih chapter -_- Btw, selamat membaca :)

Chapter 2: Mati Karena Bekerja...!?

"Menu! Tunggu! Jangan sekarang! Cancel! Undo!" (Rokuko)

Membuka jendela semi-transparan di udara, si loli berambut pirang... Rokuko sedang teriak-teriak ke jendela tersebut, tapi nampaknya jendela tersebut tidak memberikan respon apapun. Ah, dia bener-bener berisik. Itulah kenapa anak-anak itu...

"Oi, bisa diem gak? Berisik tau!" (Keima)
"A-apa, kau memerin... -..." (Rokuko)
Hening.
Ya, begitu ya, aku dungeon masternya, dan apa yang dikatakan oleh dungeon master itu mutlak huh.
Fufufu.
Meskipun aku tidak merencanakannya, mungkin kehidupan elegan [Tidak perlu bekerja] telah jatuh ke dalam genggaman ku?
Iya juga ya, aku tidak perlu bekerja. Aku suruh aja nih loli pirang yang kerja dan aku tinggal tidur bebas jauh dari kekhawatiran dunia.
...Ya, meskipun luar biasa, kalau dibayangin rasanya percuma.

"...Semua sama, sama seperti yang dikatakan nih loli. Berpikirlah dengan akal sehat..." (Keima)

Menikmati hidup secara maksimal dengan tidur selama dan sesuka ku merupakan sesuatu yang aku inginkan dari lubuk hati ku yang terdalam, tapi aku merasa kalau bergantung pada wanita yang bukan senior ku juga berumur sama dengan ku itu... Aku bahkan ragu kalau usianya dua digit.
(TL Note: usia 2 digit = umur 10 tahun ke atas)
"Etooo, menu? Oh, beneran keluar. Etooo, apa ini..." (Keima)

Jendela semi-transparan muncul menanggapi kata-kata ku... oke, ini jendela menu. Memberi perintah seperti itu gampang dimengerti. Jendela menu dibagi 3.

・Labyrinth
・Subordinates
・DP

Jendela menu nya make bahasa yang lumayan sopan... Nggak, apa karena Kami-sama aku bisa mengerti tulisannya? Mungkin aja begitu.

"... -!... -!"

Oh, Rokuko sedang menatapku dengan tatapan yang mayan sesuatu. Hahah, bahkan seorang loli sedang menatapku, imutnya! Aku membelai kepalanya. Oh, dia tambah marah tuh. Dia meneriakan sesuatu dalam hatinya.

"Kalau kau pengen ngomong sesuatu, ngomong!" (Keima)
"Bangsat! Gblk! Su-suaraku akhirnya kembali, dasar idiot! Apa yang barusan kau lakukan?!" (Rokuko)
"Ya, Rokuko emang idiot, idiot. Sepertinya aku master mu, dengan kata lain kelihatannya aku dungeon master sekarang." (Keima)
"Batalkan! (Rokuko)
"Kenapa?" (Keima)
"A-ak-aku lah terhebat! Jadi-! Patuhi aku!" (Rokuko)

Si loli pirang melihat ke arah ku dengan mata berkaca-kaca sementara wajahnya menjadi merah kelam karena amarah... jadi masalah nih.
Aku mengerti, dia ini idiot.

"Siapa yang idiot!?" (Rokuko)
"Oops, Aku bilangnya kekencengan. Tapi kalau dipikir-pikir... Kenapa kau men-summon ku?" (Keima)
"Itu... untuk membuat mu jadi monster dungeon." (Rokuko)
"Dengan kata lain, kalau aku menuruti mu, aku harus bertarung sebagai monster dungeon, dan mati kalau gagal. Juga, aku mungkin akan mati juga meskipung nggak gagal. Walaupun aku suka tidur, aku lebih memilih menghindari tidur abadi di usia ku." (Keima)
"Y-yaah seperti itulah monster dungeon itu... dan juga kau lemah..." (Rokuko)
"Panggil aja aku Keima." (Keima)
"Nn, baiklah Kehma... gu—, Aku nggak bisa menolaknya...!" (Rokuko)
"Untuk sekarang, aku yang akan mengecek dungeonnya" (Keima)

Aku memilih [Labyrinth] di menu. Meskipun aku menggerakannya seperti layar sentuh, Sepertinya bisa bekerja dengan pengenal suara juga.
Well, kondisi dungeon ditampilkan dihadapan ku... dan aku membeku.

"...Oi, kenapa cuma ada satu pintu masuk, satu jalan, dan satu ruangan?" (Keima)
"Rencana awal sih untuk mendapatkan monster dulu! Denger-denger itu cara yang terbaik." (English: The plan was to get a monster first! I heard that was the strongest way. Nggak yakin ini maksudnya apa dan siapa yang ngomong)
"O-oh, di dalam dungeon ini... apa bandit berbeda dari para monster? (Keima)
"Ah, mereka penyusup!" (Rokuko)


(TL Note: Disini yang membedakan Web Novel dengan Light Novel. Di Light Novel Rokuko sudah berubah jadi montok di awal-awal chapter, sementara di web novel baru dikisaran chapter 90an)

Oh iya, bahkan ketika aku melihat ke dungeon map, ada semacam indikator musuh disana.

"Ngomong-ngomong, dimana ini? Bukannya kita lagi ada di dungeon ya?" (Keima)
"Tempat ini adalah master room di dalam inti dungeon. Yah, dimensi lain? Semacam itu?" (Rokuko)
"Jadi... dengan kata lain, di dalam Rokuko?" (Keima)
"Ah, iya. Aku bisa merasakannya di dalam tubuh utama ku... bentar, ada apa dengan ekspresi cabul itu... mesum!" (Rokuko)

Pipi Rokuko sedikit memerah ketika dia melihat ku dengan tatapan menjijikan.
Tuduhan palsunya nyakitin. Aku menuntut permintaan maaf dan kompensasi. Tapi aku ingin mengonfirmasi hal penting dulu.

"Dari apa yang aku lihat, inti dungeonnya ada di ruang dimana para bandit itu berkumpul?" (Keima)
"Seperti yang kau liat, begitulah." (Rokuko)
"...Kenapa?" (Keima)
"Eh, inti dungeon nggak akan aktif lho kalau nggak di instal di dungeon, tau... Sudah rahasia umum itu." (Rokuko)

Kepala ku pusing
Kalau inti dungeon nggak di set ke dalam dungeon, jadi nggak aktif.
Dungeon cuma punya satu ruangan.
Terus, inti dungeonnya ada di ruangan itu.
Dan ada sekitar delapan bandit di ruangan tempat inti dungeon itu.
(TL Note: Keima aja bingung, apalagi saya coba)
"...Well? Bukankah ini udah skakmat? ...("Am I starting second right off the bat?" ada yang ngerti maksudnya apa? asli gagal paham :v )
"Itulah kenapa aku memakai DP terakhir ku untuk men-summon monster dan mengusir para bandit itu. Terus Kehma muncul. Yah mau gimana lagi, udah nggak bisa dikembaliin lagi sekarang..."
"ya, jadi meskipun aku ingin kembali ke dunia asal ku itu mustahil?"
"Mustahil. Nggak, semenjak kau di summon bukan berarti nggak mungkin, tapi... DPnya mungkin sangat-sangat tidak cukup?"
(TL Note: Asli nih paragraf bener-bener bikin sakit kepala. Ntah karna cara nulis authornya atau emg terjemahan english nya yang buruk -_- )
DP merupakan dungeon points, [Ada kemungkinan!] Itulah yang dia katakan.
Well, kalau begitu bagus lah untuk sekarang.
Karena aku dungeon master, apa yang akan terjadi kalau inti dungeonnya hancur?

"Well, kau akan mati. Karena master dan inti itu satu kesatuan, nasib mu akan sama." (Rokuko)
"Gawat dong kalau begitu..." (Keima)
"Tidak apa-apa, karena kalau master mati, intinya akan tidak apa-apa" (Rokuko)
"Berarti itu bukan satu-kesatuan namanya!?" (Keima)
"Ah, ya, tidak apa-apa, aku tidak akan mati kok, ya." (Rokuko)
"Kok bisa!?" (Keima)
"Bandit-bandit itu, meskipun sudah 10 hari semenjak menjadikan goa ini sebagai markas mereka, mereka bukan datang untuk menghancurkan inti dungeonnya." (Rokuko)
"...Eh?" (Keima)

Ngomong-ngomong, ukuran dari inti dungeon kira-kira sama dengan ukuran bola basket. Dinding dan lantai ruangan ini juga nampak bersinar. Sebaliknya dungeon tidak menyala, jadi nggak mungkin kalau nggak ketemu. Atau mungkin aku harus mengatakan ini luar biasa inti dungeonnya diletakan begitu saja.

"...Jadi, tidak apa-apa. Selain itu meskipun penyusup saat ini tidak memberikan cukup DP, beberapa lagi akan datang." (Rokuko)
(TL note: Aaaaahhh, kepala saya...)
 Apa beneran nggak apa-apa?
Tidak, mungkin akan jadi masalah. Karena dia mencoba men-summon monster menggunakan DPnya.

"...ngerti-ngerti. Ngomong-ngomong, gimana cara meningkatkan DP?" (Keima)
"Yah—” (Rokuko)

Kesimpulan,
1. Meningkat secara alami dari sananya (10 DP/hari)
2. Mempertahankan keadaan penyusup di dalam dungeon (DP yang didapat tergantung dari seberapa kuat penyusup)
3. Membunuh penyusup (Tergantung pada kekuatan penyusup)
4. Mempersembahkan mayat (Tergantung pada seberapa kuat mayat tersebut pada awalnya)
5. Mempersembahkan harta (Tergantung pada hartanya)
Begitulah.
Ngomong-ngomong, sepertinya membutuhkan 20 DP untuk men-summon satu goblin.
Kalau di saat yang normal, kau bisa summon satu tiap beberapa hari, tapi dengan delapan bandit yang sedang ada di dungeon selama 10 terakhir ini, jadi sekitar 80+ DP per hari.

Jadi, dengan 900 DP yang didapat selama 10 hari terakhir ini dari para bandit dan ditambah dengan 100 DP dari ketentuan nomor 1 di atas, jadi 1000 DP, dia kemudian memakai monster gacha.
(TL Note: ALL HAILL GACHA!!! SELALU MEMBERIKAN HARAPAN YANG SEMU) 
 Jadi begitu, kalau gacha memakan 50x dari summon goblin, dia pikir jadi bakal lebih kuat dari 50 goblin huh. Tapi kau juga bisa kalah dari gachapon. (TL Note: Ya iya lah, namanya juga harapan semu). Atau mungkin kau bisa menyebut ku sebagai grand prize? Well, meskipun dia menyebutnya gachapon, palingan karna translasi otomatis... Perasaan ku jadi campur aduk. Aneh.
Jadi intinya, ada beberapa peringkat dalam gachapon: 100, 1000, 10000... naik tiap 10x lipat tanpa batas. 1000 DP gachapon yang membuat ku di summon datang dari kedua dari bawah.
Rumor mengatakan kalau goblin bisa muncul dari 10000 DP gachapon dan naga dari 1000 DP. Kemungkinannya naik bersamaan dengan harganya, intinya keberuntungan huh?

"Kenapa nggak mau naga sih!?" (Rokuko)
"Ah, rasanya wajar juga kalau malah goblin yang muncul, bukankah target mu itu ketinggian?" (Keima)


Nih ego loli pirang levelnya bener-bener warbyasah ya. Sesuatu yang praktis semacam itu nggak akan selalu terjadi. Meskipun aku cuma ingin tidur, aku di summon ke dunia lain untuk kerja.

"...Well, DP yang masih tersisa... 9?" (Keima)

Begitu dia dapet 1000 DP dia langsung menarik tuas nya? OK sekarang kita bangkrut. Liat-liat katalog dari DP di menu, aku bahkan nggak bisa summon goblin.
Naga? Yang terlemah aja 100000 DP, mbak. Haha, mereka yang mengira bisa dapet naga hanya dengan 1000 DP bener-bener idiot.
Ngeliat halaman item sehari-hari, cuma ada beberapa yang bisa dibeli dengan 9 DP.

"Yosh, udah aku putuskan." (Keima)
"Apa itu, Kehma?" (Rokuko)

Menggunakan 5 DP, aku men-summon [Bantal Soba].

"Aku mau bobo."
"Eh, tung-!?"
"Ketika aku bobo, tolong diem ya. Met malam."

Ya, praktis banget. Berikutnya yang aku summon [Futon].
10000 DP buat [Bantal Sorgawi] dan 100000 DP buat [Futon Kualitas Terbaik].
Ketika aku berbaring dan menutup mata ku, suara ocehan perlahan menghilang

No comments:

DMCA.com Protection Status