Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 1 Bahasa Indonesia

August 27, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 01: Kematian

Nama ku Sato Yu, 12 tahun.

Aku tau ini tiba-tiba, tapi saat ini aku sekarat...

Aku bisa merasakan kesadaran ku mulai menghilang. Orang yang aku lihat di depan ku ini... ya orang itu, orang yang selalu mengancam ayah tiriku untuk membayar hutangnya. Dia berbicara padaku dengan santainya.

"Maaf, aku tidak

punya pilihan lain. Aku harus melakukan ini. Anggap saja ini untuk membayar hutang ayah mu." - Dia pun kemudian memasang wajah menjijikan sembari tertawa.

Hal terakhir yang terlintas dipikiranku adalah mengenai orang-orang di dunia ini. Hanya ada 2 tipe manusia. Pertama, mereka yang tidak berdaya akan haknya yang selalu dirampas oleh orang lain. Kedua, mereka yang hidupnya selalu merampas hak orang lain. Andai saja aku mempunyai kesempatan kedua... Akan kusingkirkan semua perasaan kehilangan ini. Ketika aku sedang memikirkan masalah penderitaan ku ini untuk yang terakhir kalinya, Aku pun terjatuh ke dalam kegelapan.

.......

Aku terbangun dan mendapati diriku ada di kasur tempat tidur. Aku bergegas memeriksa diri. Aku sangat yakin diriku sedang tidak ada di rumah sakit. Aku melihat ke luar jendela dan yang aku lihat hanyalah pepohonan, hutan lebih tepatnya.

"Oh, kamu sudah sadar rupanya."

Kata-kata itu keluar dari seorang nenek yang terlihat ramah. Beliau berkata kalau aku dibawa kesini karena jatuh dari langit di sebuah pohon. Beliau pikir aku ini seorang peri karena rambut hitam ku. Jadi ada apa dengan rambut hitam ku ini?

Setelah berbincang sedikit dengannya, aku menyadari sesuatu yang menarik. Tempat ini bukanlah Jepang, bahkan juga bukan Bumi. Tempat ini dinamakan desa Resser di sebuah benua Furem. Meskipun aku hanyalah seorang anak SD (Sekolah Dasar), seenggaknya aku tau nama-nama benua Bumi. Saat ini aku ada di planet lain.

Bahasa yang mereka ucapkan sehari-hari bukanlah bahasa Jepang. Lantas kenapa aku bisa mengerti apa yang beliau katakan? Aku sama sekali tidak mengerti. Ketika beliau berkata kalau tidak ada manusia yang memiliki rambut dan mata berwarna hitam, Aku pun tambah yakin kalau ini bukanlah dunia yang sama dengan yang biasa aku tinggali.

Yang paling meyakinkan, Ketika aku melihat nenek Stella, sebuah jendela informasi aneh muncul di hadapan ku.
_ _ _ _


_ _ _ _
Aku tau hal seperti ini normalnya ada di game-game RPG. Kemudian aku pun mencoba melihat status ku sendiri.
_ _ _ _


Planet yang tidak diketahui? Bumi dimana biasa aku hidup, adalah planet yang tidak diketahui? Bukan berarti aku berencana mencari jalan pulang ya. Enggak masalah juga meskipun tidak diketahui. Dengan pengetahuan dasar tentang game yang aku kuasai ini, sudah cukup untuk bisa mengerti jendela status ini. Di dunia ini, aku lah orang yang akan merampas.

(TL note: Enggak yakin maksud dari kalimat terakhir itu apaan... yah liat aja chapter kedepannya :p)
  

No comments:

DMCA.com Protection Status