Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 2 Bahasa Indonesia

August 28, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 02: Hidup di dunia ini tidaklah mudah

Sejak aku tiba di dunia ini, satu bulan sudah terlewati. Nenek Stella selalu baik kepadaku. Dia mengajariku cara menulis, akal sehat, sampai mengenai keuangan.

Nenek Stella tidak percaya kepadaku, ketika aku bilang kalau aku dari dunia lain, tapi dia tetap mengajari ku dengan senyuman.

Uang yang biasa mereka gunakan disini:
moon coin, cooper moon koin, half silver moon coin, silver moon coin, gold moon coin, white gold coin.

100 moon coin = 1 cooper

1 half silver coin = 1000 moon coin (10 cooper)

1 silver = 10.000 moon coin (10 half silver)

1 gold = 100.000 moon coin (10 silver)

1 white gold = 1.000.000 moon coin (10 gold)

Konsep uang disini, aku sudah menguasainya. Sementara untuk bisa menguasai karakter dunia ini, satu bulan tidaklah cukup, tapi aku akan jadi lebih baik nantinya.

Ngomong-ngomong, hidup di dunia ini tidaklah mudah.

Ada monster yang dinamakan demons. Untungnya, nggak ada demons kuat disekitar sini.

Selain itu, semua orang di dunia ini terdaftar ke dalam organisasi yang dinamakan Guild. Dimana kartu Guild bisa digunakan sebagai kartu pengenal (KTP).

Adventurer Guild, Guild Pedagang, Blacksmith Guild, dan masih banyak lagi macam-macam guild. Desa Resser merupakan desa yang kecil. Karena itulah, setiap penduduk terdaftar ke dalam Adventurer Guild.

Hari ini, aku pergi ke Adventurer Guild. Ada semacam quest mengumpulkan tanaman herbal disana dan aku sudah menyelesaikannya. Aku pergi kesana dan memberikan laporan untuk menerima hadiah quest nya.

Rumah nenek sedikit terpencil dari desa. Butuh sekitar 20 menit kalau jalan kaki. Aku tiba di gedung guild yang terlihat seperti kedai minuman yang mau ambruk.

Begitu tiba disana, aku sudah langsung dihadapkan oleh masalah.

"Hei, bau apa ini? Apa kalian mencium bau Goblin berambut hitam?" - ucap dia sembari tertawa. Dia salah satu dari lima adventurer yang melindungi desa ini. Meskipun dia botak, dia kuat. Tanpa sadar mata ku mengarah ke kepalanya yang kinclong.

"Huh?! Apa kau liat-liat?" (Si botak)

Setelah itu, aku merasakan pukulannya di perut ku. Aku terlempar beberapa meter ke belakang. Dia tidak menahan diri ketika membully anak berumur 12 tahun. Aku ingin membalasnya, tapi perbedaan kekuatan kami terlalu besar.

— —
— —

Ya, memang tidak masuk akal. Semua orang senang melihat ku menderita. Paman gendut yang ada dibalik conter pun mulai meminum anggur nya. Mau atau tidak mau aku pun menghampirinya. Guild di tempat ini tidak memiliki uang untuk menyewa resepsionis.

"Quest mengumpulkan tanaman herbal selesai." (Yu)

Quest ini adalah quest yang paling mudah yang tersedia dan selalu muncul tiap beberapa hari. Upahnya 900 moon coin atau 9 cooper moon coin.

*cring*

Paman gendut memberikan ku upahnya tapi hanya 3 cooper coin. Sama seperti biasanya.

"Apa? Mau komplain? Kau harusnya bersyukur bisa dapet upah. Dimana memangnya si Stella itu mungut orang gak berguna ini." (Si gendut)

Di saat nama nenek Stella di singgung, darahku mendidih. Tapi aku menahannya dan langsung keluar dari sana. Aku hanya akan membawa masalah bagi nenek Stella kalau aku meladeninya. Aku pergi keluar dan menaruh uang di saku ku.

Desa ini kecil. Tidak ada toko kecuali toko peralatan sederhana disini. Aku sudah mencoba membeli pisau, tapi aku diusir... mereka berkata kalau mereka tidak menjual apa pun kepada ku. Alasanya karena kartu Guild ku. Mata ku dapat melihat status seseorang dan juga beberapa hal lainnya. Aku menaruh konsentrasi pada kartu Guild ku.

[Guild card: fake]

Aku benar-benar sangat ingin menghabisi si gendut itu saat ini. Kalau seperti ini terus, nggak ada toko yang mau menerima ku karena kartu Guild ku tidak bisa menunjukan identitas ku. Aku tidak punya pilihan lain kecuali pulang. Nenek Stella sedang mempersiapkan makan malam ketika aku tiba.

"Yu, Selamat datang. Makan malam akan segera jadi bentar lagi." (Stella)

Nenek Stella tidak ingin menerima upah quest yang aku selesaikan ketika aku mencoba memberikannya kepadanya. Dia berkata kalau uang itu adalah uang yang aku dapatkan dari hasil kerja keras ku. Karena diri ku, nenek Stella juga mendapatkan perlakukan yang buruk dari para penduduk. Suatu hari nanti, aku akan membalas kebaikan nenek.

Pertama, aku harus menjadi lebih kuat. Itu berarti meningkatkan level ku. Level juga penting dalam game. Untuk meningkatkannya, kau harus mengalahkan mosnter dan mendapatkan [Exp] darinya. Meskipun begitu, aku yang sekarang bahkan tidak mempu melawan seekor goblin.

Penjual peralatan itu tidak mau menjual senjata apapun (pisau) kepada ku. Tanpanya, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk membunuh monster. Setelah makan malam, aku tidur sembari memikirkan rencana ke depan ku.

No comments:

DMCA.com Protection Status