Daraku no Ou Chapter 1 Part 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Daraku no Ou Chapter 1 Part 3 Bahasa Indonesia

September 23, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Lord D
Proofreader: Ise-kun

The Lazy King Chapter 1 : Acedia [Kemalasan]

Part 3 : Ini Bukan Berarti Aku Seorang NEET atau Semacamnya

Aku tidak bermaksud untuk membual, tapi ini tidak seperti yang kulakukan hanya tidur.
Ketika aku lapar, Aku makan, dan ketika waktunya bersih-bersih, Aku bangun dari tempat tidur.

Benar, aku hanya tidak bekerja. Ini tidak seperti aku seorang NEET atau semacamnya.

"Kau benar-benar yang terburuk. Itulah yang orang-orang katakan NEET."

"Aku dalam keadaan tidak bekerja tapi dibayar dari investasi."

(ED Note: TL-nya agak mabuk di sini jadi terjemahannya yang ngawur sudah kuganti, pasti habis nyimeng bareng PF-nya.)

"Tidak, ini bukan seperti kau hidup seperti ini dengan gratis atau semacamnya, kan!?"

Tidak untukku, hal ini memang terasa sedikit gratis.
Aku tidak terlalu khawatir tentang itu, tapi jika mungkin, aku lebih memilih tempat tidur yang lembut. Dan saat mereka datang untuk membersihkannya, aku pergi dari sana. Untuk merubah suasana, aku memang berpikir untuk mengganti dekorasi kamarku beberapa kali, tapi karena Aku tidak ingin berjalan di koridor, jadi ide itu ditolak. Aku tidak terlalu ingin sebuah kasur yang lembut.

Alasan terbesarku bersyukur untuk dilahirkan kembali sebagai seorang iblis, adalah tidak peduli seberapa banyak aku tidur, Aku tidak pernah merasa sakit kepala.
Aku meregangkan tubuh setelah aku menjauh dari kasur, dan menurunkan diriku ke sebuah kursi kokoh yang terbuah dari kayu.
Kursi ini adalah favoritku. Tampaknya kursi tersebut cukup memiliki sejarah dibaliknya, dan cukup berharga, tapi aku tidak begitu memahaminya. Saat aku bersandar dan membiarkannya berayun bolak-balik, seolah-olah aku seorang bayi yang tidur di buaian. Hal tersebut membuatku mengantuk.

"Oi, selimuti diriku."

"Ya. Sesuai permintaanmu, Liege-sama."

Maid yang datang untuk bersih-bersih memiliki senyum ceria di wajahnya saat dia membawa selimut.
Inilah. Inilah bagaimana seharusnya kau memperlakukan keberadaan yang disebut Demon Lord.
Demon Lord bukan hanya suatu gelar acak. Aku memiliki pengikut, dan beberapa tanah.
Itu semua apa yang diberikan padaku oleh The Great Demon King, tapi aku benar-benar tidak peduli. Apa yang penting adalah orang yang telah kukabulkan semua keinginannya akan mengurusku dengan baik.

Aku tidak bermaksud untuk membual, tapi aku tidak bisa bersih-bersih, memasak atau mencuci pakaian. Satu-satunya hal yang ku bisa adalah tidur.

Aku ucapkan terima kasihku, lalu dia menyelimuti disekitar tangan kursi.
Dan karena Aku hanya santai seperti itu, bawahan The Great Demon Lord mengiramku terbang. Dia mendorong kursi dengan jumlah kekuatan yang luar biasa. Badanku mengambang di udara untuk beberapa saat sebelum aku menabrak ke dinding dengan kepala lebih dulu.
Kekuataan macam apa itu. Dia memukulku setiap saat, Aku mulai untuk mengingat kehidupanku dulu disaat aku masih seorang manusia, dan menerima fakta kalau ini adalah, memang, dunia lain.

Apa ini cuma imajinasiku, atau wanita ini memang  memperlakukanku semakin parah, dan parah?

"Ah...Tuanku!? A-Apa anda tidak apa-apa!?" (Maid)

"Iya." (Liege)

"Berhenti main-main!"

Wanita itu menghentakan kakinya dengan frustasi. Dengan hanya tindakan itu, lantai yang seharusnya dilindungi dengan Barrier dari kelas tertinggi mulai retak.
Ekspresinya itu seperti iblis. Um, sejak kapan dia ada disini?
Maid mengangkatku dengan melingkari ketiakku dengan tangannya, dan menempatkan ku kembali di kursi.

Dia menaikan jarinya ke arah pengikut The Great Demon King.
Karena dia pelayanku, tentu saja, pelayan maid itu juga adalah seorang iblis. Aku tidak tahu atributnya. Jika aku dapat menambahkan, aku juga tidak tahu namanya.
Aku cukup buruk dalam mengingat nama seseorang. Itu karena kebanyakan aku tidak memiliki ketertarikan dalam mengingat hal-hal tersebut.

"Orang yang harus berhenti adalah kau, Lize Bloodcross! Bahkan jika kau seorang pengawas yang dikirim langsung dari Kanon-sama, sikap mu terhadap Demon Lord kami melampaui apa yang bisa disebut kasar!" (Maid)

Aku mengerti. Jadi wanita ini bernama Lize.
Sekarang yang kau sebutkan itu, Aku mendapat perasaan kalau dia memperkenalkan dirinya ketika dia pertama kali ditempatkan di sini.



"Apa yang kau katakan!? Itu karena kalian semua seperti ini, Demon Lord di sebelah sana itu nggak pernah niat buat kerja!" (Lize)

Bahkan aku tidak bisa tinggal diam mendengar komentar seperti itu.

"Tidak, bahkan meski kalian tidak ada disini pun, aku tidak punya niat bekerja, kau tahu." (Liege)

"Seperti yang diharapkan dari Liege-sama!" (Maid)

Si maid menatap ke arahku dengan mata berbinar dari kekaguman. Apa dia sadar kalau aku tidak tahu namanya?
Dan bagian mana kira-kira yang dia kagumi dariku?
Yah, Semua itu tidak terlalu penting.

Dengan perasaan pasrah, aku menutup mataku.

"Tunggu...Jangan tidur! Bukannya kau baru bangun!?" (Lize)

"Lize, Demon Lord sedang tidur! Tolong diam!" (Maid)

"Haaaaa!? Kenapa semua orang disini begitu lembut dengan Demon Lord ini!? Dan tunggu, kenapa orang ini bisa jadi Demon Lord sih!? Semua yang dia lakukan cuma tidur!" (Lize)

Ah, dia berisik.
Ah, ini semua menyebalkan.

Ada banyak sekali iblis, tapi jumlah Demon Lord sangat sedikit.
Metode untuk menentukan seseorang adalah seorang Demon Lord sederhana.

Class : [Demon Lord]

Orang yang memiliki itu adalah Demon Lord.

Class adalah konsep yang tidak ada di duniaku sebelumnya, tapi untuk membuatnya lebih sederhana, itu seperti pekerjaanmu.
Dengan meningkatkan Class, manusia mampu mengakses berbagai kekuatan yang tidak dapat dimengerti... berbagai bentuk dari sesuatu yang disebut Skills. Aku tidak tahu detailnya, dan aku tidak tau dalam sistem macam apa yang bekerja. Aku bahkan tidak tau apakah itu di atur sistem. Apa yang penting adalah kalau dengan berkecimpung di class-mu, kau bisa untuk menggunakan beberapa kekuatan yang berguna, dan seperti itulah. Bahkan tanpa usaha apapun.

Terlebih lagi, reinkarnasi biasanya berakhir dengan beberapa Class spesial. Seperti Pahlawan, atau Penyelamat atau Sage.
Dalam kasusku, Aku lahir dengan [Demon] sebagai Class ku.
Setelah beberapa tahun hidup dengan begitu penuh akan kemalasan, Class-ku menjadi [Demon Lord] sebelum aku menyadarinya. Memiliki perubahan Class tampaknya adalah sesuatu yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Aku mendapatkan peraaan kalau ada beberapa kriteria yang dibutuhkan untuk naik Class, tapi aku tidak begitu ingat.

Lagian, pada akhirnya, aku menjadi seorang Demon Lord tanpa melakukan upaya apapun, dan aku tiba-tiba bisa menggunakan beberapa kekuatan aneh dengan bebas.
Dalam hal ini, memberikan jawaban untuk pertanyaan wanita ini akan mudah.

Aku menjadi seorang Demon Lord dengan tidak melakukan apa-apa selain tidur. itu bukanlah kehendaku.

itu semua yang bisa kukatakan, dan Aku tidak punya jawaban selain itu.
Tapi itu akan merepotkan, jadi Aku tidak akan mengatakannya.

"Demon Lord tuan dari Slaughter Dolls! Sebagai anggota pribadi [Order of Black] dari The Great Demon King, Kuperintahkan kau dalam nama besar Great Demon King [Kanon]! Memimpin prjuritmu, dan menuju ke Prison of Flames. Bawakan kehancuran ke Demon Lord yang telah melawan kita, Granzer Esther!"

"Nggak mau."

Kenapa? untuk alasan apa aku harus pergi ke beberapa tempat yang tidak kukenal untuk beberapa orang yang aku tidak tau?

"Huh? Kau berencana untuk menolak perintah langsung di bawah nama besar Great Demon King ini? Apakah kau benar-benar memahami makna dari tindakan semacam itu?"

"..."

Aku benar-benar tidak peduli, jadi aku akan menjawab. 'Tidak tau' tapi aku rasa itu akan membuat hal ini semakin rumit, jadi aku diam saja.
Ini masalah kepribadian. Aku tidak berpikir aku akan sepemikiran dengan wanita ini. Aku benci sesuatu yang sia-sia, dan aku benci lebih membenci hal yang merepotkan. Apa yang aku suka adalah tidur dan waktu luang, dan aku tidak peduli dengan hal lainnya.

Aku memanggil ke maid yang menonton kami, dan mengakatan satu kata.

"Iyo."

"...Dipahami."

Si maid menundukan kepalanya dengan penuh hormat.
Dia membuat langkah tenang karena ia beranjak dari ruangan. Aku akhirnya menutup mata sekali lagi, hanya untuk merasa kepalaku mendapatkan hantaman lagi.

Sungguh kekuatan yang luar biasa. Kursi favoritku hancur berkeping-keping  di bawahku, dan retakan tersebar di tanah seolah aku jatuh menimpa kursi tersebut.

Lengan wanita itu ramping. Benar-benar selemah punyaku.
Tapi ini adalah dunia fantasi, sehingga penampilan dan kekuatan jadi tidak proporsional.
Dia terengah-engah sambil mengangkat matanya. Aku mengambil lirikan padanya, dan karena kursiku telah di hancurkan, aku berbaring di tanah di mana aku berada.

Aku tidak bisa kembali ke tempat tidur. Terlalu tinggi. Dan mendaki ke atas tempat tidur adalah merepotkan.
Wanita itu menatapku dengan ekspresi tercengang karena aku merebahkan diriku sendiri di tanah.

"A-apa!? K-kenapa... kau... semalas itu!? Gi-gimana kalau setidaknya kau katakan sesuatu dulu?" (Lize)

Dia seorang wanita yang sangat merepotkan.
Terutama bagian di mana dia langsung menggunakan kekerasan. Biar kutambahkan kalau wanita ini adalah pengikut langsung dari Kanon, dia jauh lebih kuat daripada iblis biasa.
Iblis memiliki berbagai jajaran, dan antara Demon normal dan Demon Lord, ada banyak posisi. Dalam hal itu, satu posisi lebih rendah dari Demon Lord... Kupikir dia memiliki banyak kekuatan sebagai Jendral. Dunia ini jelas merupakan suatu Fantasy, tetapi karena pemisahan dengan peringkat, dan langit-langit kaca, kukira tidak ada yang benar-benar berbeda antara dunia ini dan yang satu itu. Yah, Kupikir tingkat skillnya itu layak diberikan pujian, tapi...
Ini menyushkan.

"Aku menentang kekerasan."

Dia meraih dan menarik kemejaku, dan mengguncangku kebelakang dan ke depan. Yang terjadi adalah seorang wanita bertubuh kecil mengancam seorang pria yang jauh lebih besar daripada dia. Tapi pada akhirnya, dengan sesuatu seperti ini, mengganggu tidurku adalah.... mustahil.

"Apa? Kau beranjak untuk menutup matamu di situasi seperti ini!? Mustahil, tidak masuk akal, ada apa sih dengan Demon Lord ini!!?"

Dia menampar wajahku kiri dan kanan, dan mendatapkan beberapa pukulan yang ditempatkan di tubuh.
Dia menggunakan pukulan Uppercut ( TL note : Uppercute = Pukulan di dagu ) di daguku untuk membuatku melayang, dan melanjutkan dengan tendangan kombo yang indah. Gerakan mengalirnya telah sangat dipoles, memberiku pikiran bahwa wanita ini cukup terbiasa untuk memukuli manusia.
Dia ini... Bahkan setelah memindahkan pekerjaan, dia tidak menunjukkan belas kasihan.
Gelombang kejut yang berasal dari masing-masing pukulan membelah selimut, dan bulu terbang di mana-mana dalam tampilan mencolok.

Si Kanon itu akan mendapatkan laporan kerugian untuk ini... tentu saja, aku tidak akan menjadi orang yang mengirimkannya.

Tapi pada akhirnya, mencoba untuk mengganggu tidurku dengan semua ini adalah... mustahil.

Ini tidak seperti aku kuat terhadap rasa sakit atau apapun. Aku tidak mendapatkan cedera.
Perbedaan antara disini dan Jepang adalah kalau beberapa hal dari dunia yang telah sistematis ditempatkan di bawah sesuatu yang disebut HP, dan selama itu tidak berkurang, tubuhku tidak akan mendapatkan luka apapun, dan aku tidak akan merasa sakit.
Tendangan normal dan Skill akan membuat HP ku turun, tapi disini, dengan penilaian dari sebuah bidang yang disebut Vitality...Semakin tinggi VIT(Vitality)-Mu, cedera akan semakin rendah.
Seluruh dunia ini dibangun dari parameter, dan menggunakan status tersebut, Kau dapat membuat perbandingan kalkulatif jelas. Ini cukup merepotkan.

Dan meskipun semuanya itu, Aku yang menjadi Demon Lord membuat VIT tinggi ku sia-sia.
Setiap kali wanita itu memukulku, VIT ku akan aktif, dan tubuhku seolah akan mendapatkan pukulan dari seorang bayi.

Ini membuatku mengantuk.
Tapi dia sungguh adalah wanita yang menjengkelkan. Sebenarnya apa atribut miliknya?
Rasa ingin tauku telah sedikit mencapai puncaknya.

"Hey, Kau. Apa..."

Dan disana, aku menghirup napas dalam-dalam. Aku menjatuhkan diri ke lantai, dan berguling seperti aku mengalihkan pandanganku.

"Jangan. Berhenti. Di. Tengah. Kalimat. Mu!!!!!!"

Dia benar-benar seorang wanita yang berisik. Aku benar-benar tidak terlalu tertarik padamu, kau tahu.
Aku membuka mulutku karena aku merasa seperti itu, tapi sepanjang jalan, aku sadar kalau aku tidak peduli.
Telapak kakinya turun ke arahku yang tanpa pertahanan berkali-kali. Kepalaku sedang ditendang seperti bola sepak, dan akhirnya, dia mengacungkan pedangnya di wajahku.
Jangan mengangkat pedang disini. Bukannya aku berencana untuk mengatakan sesuatu, tapi...
Beberapa menit kemudian, setelah tingkah berlebihannya, semua yang tersisa adalah bawahan Great Demon King ini telah menggunakan semua energinya, dan aku, tidak mendapatkan cedera.

"Hah...hah...Pria ini...Aku pernah mendengar tentang ini, tapi...D-dia kuat..."

Tentu saja. Selama VIT-ku tinggi, aku bisa tidur tanpa menghiraukan keadaan sekitarku.
Dengan VIT-ku yang melimpah, suhu tinggi, suhu rendah, racun, dan bahkan kelumpuhan, dan semua status penyakit lainnya, serta kelainan tidak akan bekerja terhadapku.
Ini tidak seperti aku dilahirkan seperti ini, itu adalah Skill yang dimiliki oleh orang-orang dari Demon Lord Class.
Namun akan merepotkan untuk menjelaskan rinciannya, jadi aku akan meninggalkannya.

Wanita itu membuka tangannya, dan menatap telapak tangannya sendiri dalam takjub.

"Jadi inilah...Demon Lord dari [Acedia]..." (Acedia = Kemalasan)

Lihatlah baik-baik, dan saksikanlah. Sekarang berlutut di hadapan kekuatanku.
Dan kalau boleh aku menasihatimu, tolong tenanglah. Aku meyakinkanmu kalau ini satu-satunya jalan yang akan membuat semua orang senang.

No comments:

DMCA.com Protection Status