Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 6 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 6 Bahasa Indonesia

September 29, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 6: The Marketplace, the Princess and the Slave Trade

Satou di sini. Nama ku adalah Suzuki tapi aku Satou. Ini mimpi kan? Tolong katakan pada ku kalau ini adalah mimpi, tolong.




Sedikit kegelisahan mulai tumbuh di dalam pikiranku, pada saat aku berbelanja di daerah perkotaan di bawah kekuasaan seorang dengan gelar kebangsawaan yang tinggi, kota Seryuu.

Waktu yang dibutuhkan menuju bagian timur hanyalah beberapa menit dari penginapan milik ibu Martha.
Kalau dipikir-pikir, aku belum mendengar nama dari penginapannya, di peta katanya Monzen Inn; apa iya?

Segera setelah memasuki beberapa baris kios makanan, aku mencium sesuatu yang enak.

Okonomiyaki dan crepes sedang dipanggang di atas piring besi. Bumbu yang digunakan sepertinya adalah kecap. Seperti yang aku duga, tidak apa menyebut semua ini sebagai mimpi. Tidak mungkin kecap ada dunia fantasi!

Meski aku baru saja makan, aku membeli masing-masing satu buah.

"Yup, rasanya enak."

Aku lebih ingin pork cutlet sauca ketimbang kecap. Kios lainnya sepertinya sedang menggoreng sesuatu yang kelihatannya seperti kroket. Bener-bener kebudayaan makanan yang tinggi untuk dunia fantasy!

Aku pergi ke berbagai kios, mencoba berbagai makanan.

"Berapa harga gabo ini untuk 3 hidangan?”

"2 Penny.”

"Mahalnya, bukankah harganya 1 penny?”

"Nyonya muda, Kalau seperti itu, kami tidak bisa makan; Bagaimana kalau 2 penny untuk 4 hidangan?”

"2 penny untuk 5 hidangan?.”
<TLN: Yang dimaksud di sini adalah 5 buah gabo untuk 2 pennies.>

“Apa boleh buat, karena nyonya muda terlihat begitu cantik, aku ngalah saja.”

Aku mendengarkan percakapan yang menarik antara seorang bibi dan penjual di kios makanan. Dasar dalam menawar ya? Karena aku terbiasa dengan membeli sesuatu dengan harga yang sudah ditetapkan, kelihatannya sulit.

>[Eavesdropping Skill Didapatkan]

"Ada yang bisa saya bantu, anak muda?”

Funmu, dari percakapan tadi sepertinya satu gabo sekitar 0.4-0,5 pennies. Karena paman ini sepertinya memiliki skill arithmetic, dia seharusnya bisa memperhitungkan jumlah minimal.
(Note: Arithmetic = skill berhitung)

"Aku mau beli 2 gabo, apa tidak apa dengan 1 penny?"

"Kau baru saja mendengar percakapan tadi ya? Tak apa kalau begitu. Anak muda pastinya memiliki skill arithmetic kan. Kau lumayan hebat untuk seorang anak muda.”

Itu cuma arithemetic biasa padahal...

Aku mendapatkan 2 gabo dengan 1 penny. Gabo sebenarnya labu merah berukuran satu genggaman tangan. Secara kebetulan, penny adalah sebuah koin dengan bentuk oblong berbobot sekitar 1 gram, sebuah koin yang berwarna kekuningan dengan tingkat kemurnian rendah.

>[Estimation Skill Didapatkan]
>[Haggling Skill Didapatkan]

Tapi aku tidak menawarnya kan?

Apa ini karena aku melihat bibi yang sedang menawar tadi?

Ketika sedang memikirkan apa yang harus kulakukan dengan buah gabo, aku melihat-lihat sekelilingku. Kios yang ada memiliki ukuran setengah tatami tapi jumlah mereka banyak sekali. Juga mereka semua begitu hidup.

Sementara melihat kios yang ada di seklilingku aku menaikan skill [Estimation], [Haggling], [Arithemic], [Negotiation], dan [Scamming] ke level maksimal.

Setelah berkeliling selama sepuluh menit, aku menemukan tujuanku..

Aku memilih sebuah tas bahu dari salah satu kios. Harganya diperlihatkan karena skill estimation. Sungguh praktisnya.

Sepertinya aku akan dibenci kalau aku membeli barang dengan harga pasar. Aku mengerti triknya setelah 3 toko. Aku bisa mendapatkan setengah dari harga pasar jika aku mencoba untuk menawarnya 3-4 kali... tapi jujur, rasanya merepotkan.

Barang yang berhasil diperoleh dari Kios... [Large Shoulder Bag], [A Bit Stylish Bag], [Commoner’s Underwear fot Top and Bottom +10 set], [Hand Towel in Various Size dan Handkerchief]. Handuk hanyalah dua kain yang ditumpuk menjadi satu, aku merasa sedikit kurang puas.


Juga, meskipun aku tidak bisa menjahit, [2 Meter Hemp Cord – 5 Bundles], [Cotton Thread – Roll], [Sewing Needle – 5], [Sewing Scissors], [Cotton Cloth], entah bagaimana terdapat banyak sekali jumlah mereka. Karena aku memiliki storage, aku tidak memiliki masalah dalam menyimpannya bahkan kalau mereka berakhir tidak pernah kugunakan.

Semuanya menghabiskan 4 silver coin. Di luar dugaan, pakaian lebih mahal daripada makanan.

Aku pikir tidak perlu untuk mengatakan hal ini, tapi benda pertama yang kubeli, shoulder bag, cuman tipuan. Aku memasukan apa yang kubeli ke dalam tas dan akan langsung menyimpannya ke dalam storage tanpa terlihat. Aku memasukan beberapa baju rakyat jelata ke dalam tas agar tidak terlihat terlalu datar.

Aku mau beli beberapa jugah atau mantel, tapi yang tersisa hanyalah pakaian usang atau yang terlihat murahan jadinya aku tidak jadi membelinya.

Oh iya, aku mau memastikan ketahanan panas dari storage. Aku akan membeli beberapa benda yang panas dan memasukannya ke dalam.

Berbelanja itu menyenangkan~

"Sekarang, apa lagi yang harus kulakukan?”

Kursi berbaris di depan kios dan terdapat banyak orang tua sedang minum-minum sake sejak pagi hari.

"Minum-minum pada siang hari... Oh iya, alat makan dan minum!”

Seharusnya ada toko yang menjual peralatan makan dan minum diantara semua toko yang kukunjungi sejauh ini.

Iya juga, sepatu! Aku lupa soal sepatu.

Aku mau pengingat~. Terdapat memo field di dalam laman [Exchange] di menu, mari kita memasukan daftar belanjaan ke sana.

Sudah cukup lama sejak terakhir aku melihat laman Exchanger, di sana aku menemukan alasan mengapa aku masih level 1 pada saat memasuki kota.
Status yang sama tertulis di halaman ini. Upper limit dari setiap atribut dapat dipilih dengan menaruh box di sini, bahkan skill dan title dapat dipilih menjadi [None].

Aku bisa memberikan informas palsu semauku, ya..

Aku membeli sepasang sepatu yang cocok untuk perjalanan panjang, dan jubah yang seragam dengan sepatu ku, juga sandal untuk setiap kaki.

Aku sempat berpikir untuk membeli semuanya karena aku memiliki storage tapi aku tidak menemukan sepatu dengan ukuran yang pas. Aku akan memesannya di toko yang berada di jalan utama nanti.

Kelaparan setelah perjalanan kedua, aku langsung menetapkan tujuan mataku ke kios yang kelihatannya menjual ramen shoyu dan aku pergi ke sana. Meskipun mienya berbeda, ini memang benar-benar ramen.

Lainnya adalah tepung yang sudah diremas lalu ditusukan ke batang kayu dan dipernis dengan suatu bahan seperti miso dan kemudian dipanggang. Terasa tidak cocok, tapi benar-benar enak.

Aku juga membeli cangkir, pot, dan berbagai alat makan dan minum yang menarik perhatianku, aku membeli semuanya. Juga, pisau dapur, kuali dan wajan. Anehnya tidak ada telenan, apa orang-orang di sini tidak menggunakannya.
(Note: Buat yg ga tau talenan, goo.gl/tuf9y1 )

Aku membeli bak mandi yang terbuat dari besi. Seperti yang sudah dapat diduga, baknya terlalu besar untuk dimasukan ke dalam tas jadi aku membawanya ke gang belakang dan memasukannya ke dalam storage. Karena akan terlihat tidak waja jika aku kembali ke jalan timur, aku memutuskan untuk pergi ke jalan utama.






Di jalan timur kios-kios memenuhi jalan, membuat jalan di sana terhimpit di tengah. Di sini, jalan utama memiliki lebar 6 meter, kereta kuda dan kereta berteanaga manusia lalu lalang ke sana ke mari.

Seperti jalan sebelumnya, berbeda dengan apa yang kubayangkan dari dunia fantasi, jalanya sangatlah bersih. Tidak ada tubuh dari hewan yang sudah mati. Juga tidak ada gelandangan di gang-gang.

Kios di sini tidak terlalu banyak seperti di jalan timur tadi, sebagai gantinys terdapat banya sekali toko. Terdapat banyak orang dengan pakaian yang bagus berjalan di jalanan.

"Apa ikat leher sedang populer ya?"

Orang-orang yang menarik kereta rata-rata memakai ikat leher. Pada saat aku melakukan search untuk itu, ternyata mereka adalah budak. Anehnya, semua budak menggunakan ikat leher, alasannya tidak kuketahui.

Kereta datang dari pusat kota menunrunkan kecepatannya untuk menyamai kecepataan langkah para pejalan kaki.

Kereta itu lewat tepat di depanku. Terdapat sekitar 10 budak wanita di dalamnya.

Mataku terpaku ketika melihat salah satu budak itu. Seorang gadis yang cocok untuk dipanggil sebagai Yamato Nadeshiko dengan rambut hitam dan mata hitam, meskipun dia terlihat seperti baru saja melakukan perjalanan panjang. Karena kebanyakan orang terlihat memiliki wajah seperti orang Eropa utara, ini mungkin adalah kali pertama aku melihat wajah Asia.

Mata sang gadis terarahkan ke bawah, mata kami bertemu pada saat dia mengangkatnya ke atas dan meski tidak ada perkembangan yang dramatis, seorang gadis dengan wajah Eropa biasa yang memiliki rambut ikal berwarna violet terang yang berada di sebelah sang gadis itu terlihat begitu terkejut pada saat melihatku.

Yah, ini sangat merepotkan kalau kau memandangiku terus... aku tidak memiliki ketertarikan terhadap loli.
(Note: Padahal semua haremnya loli semua, asu emang, goblk, mati aja sana, seseorang panggilkan polisi, cepat!!)

Pada saat aku melihat sang gadis dengan waktu yang cukup lama, sebuah pop up dengan nama dan level miliknya muncul di sebelahnya.

Arisa. Level 10. Level miliknya cukup tinggi untuk seorang gadis kecil.

Informasi lebih lanjut muncul.

11 tahun.

Title: [Witch of the Lost Kingdom][Mad Princess]

Skill: Tidak diketahui.

Kereta itu menghilang menuju jalan barat.

Jujur, title yang dimilikinya terlihat tipe title yang akan memancing masalah... tidak tidak, aku tidak akan mendekatinya, ok? Benar-benar tidak akan!




Mari kita kembali ke tujuan awalku.

Aku meakukan search di map untuk mencari tukang jahit atau tukang sepatu, dan aku menemukan nya berada di dekat sisi jalan, jadi aku pergi ke sana. Kebanyakan dari mereka memiliki wanita muda sebagai pegawai toko yang tidak cocok untuk seorang paman-paman, jadi aku pergi ke toko dengan pegawai sepasang pasangan yang berusia cukup tua dan terlihat baik.

"Maafkan aku, apa anda memiliki jubah yang kuat dan terlihat seperti milik pedagang yang memiliki warna menenangkan?”

"Selamat datang, silahkan kemari, kami akan membawakan mu contoh kain. Terdapat 5 pakaian yang sudah jadi di rak sebelah sana, tapi akhir-akhir ini mereka terjual dengan baik.”

Sang suami mengantarku ke ruang tunggu dan mengeluarkan kain contoh dari interior. Di saat yang bersamaan, sang istri membawakan minuman yang mirip dengan teh. Cangkirnya terlihat elegan.

"Karena akan dingin sebentar lagi, bagaimana dengan kain tebal ini? Jika kau akan pergi meengembara, maka aku bisa menyiapkan mantel tahan air, bagaimana tuan?”

Ini semua adalah barang-barang bagus. Mungkin. Ini adalah kain-kain yang akan dibeli toko pakaian besar dalam jumlah banyak dan memiliki berbagai jenis warna, terdapat 5 jenis barang jualan yang juga memiliki mantel untuk menjadi pasangannya.
<TLN: Maafkan aku para pembaca, raw-nya ini susah dimengerti bahkan oleh diriku, maaf kalau hasilnya ampas. orz.> 

Penjahitannya memerlukan waktu 5 hari untuk selesai. Kalau aku cuman membeli satu maka hanya perlu 3 hari.

5 gold itu jumlah yang lumayan besar, tapi ini adalah uang untuk hal-hal yang diperlukan.

Meskipun begitu, aku setidaknya menginginkan 1 jubah cadangan sebelum menjelang malam. Aku rasa aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadaku jika aku pergi ke tembok dalam menggunakan jubah usang yang kukenakan sekarang.

"Tuan, karena ini hanyalah toko untuk menjahit, apakah anda tahu toko untuk barang yang sudah jadi? Seperti yang dapat anda lihat jubah yang kukenakan usang karena perjalananku, aku ingin membeli baju sementara sebelum penjahitan selesai.”
<TLN: Gak paham aku kenapa Satou manggil pemilik toko sebagai Goshujin/Master, jadi let just go with the flow -w-.>

"Untuk baju langsung jadi, aku merekomendasikan Poel Clothing di Jalan Teputa. Meskipun itu adalah pakaian dari anak ku yang bodoh, tapi aku bisa menjamin kemampuannya dalam membuat kain. Namanya sudah cukup terkenal di kalangan rakyat jelata, sehingga aku yakin sudah cukup untuk baju sementara.”

Mempromosikan toko anaknya ya... Aku menolak dengan halus ketika dia menawarkan diri untuk menggambar peta, sudah cukup hanya dengan instruksi mulut saja, jadi aku pergi keluar dari toko. Aku hamper lupa untuk mengambil penerimaan setoran sampai aku dipanggil oleh nyonya pemilik took dengan terburu-buru.

Aku membeli dua jubah, satu berwarna coklat gelap dan satunya lagi berwarna merah mencolok dengan garis-garis kuning.

Tentu saja aku juga memesan sepatu di tukang jahit. 1 buat jalan-jalan di kota, 2 lagi untuk perjalanan panjang.

Ketika aku kembali ke penginapan Martha setelah berbelanja, matahari sudah tenggelam.

No comments:

DMCA.com Protection Status