Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 5 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 5 Bahasa Indonesia

September 25, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 5: Fortress City Life Begin!

Aku akhirnya sampai di kota Seryuu.
Mari kita lihat semua yang ada di kota dengan [All Map Exploration]!

Populasinya berada di sekitar angka 120,000. Tempat ini adalah daerah terpencil yang berada di dalam Shiga Kingdom dan diperintah oleh seorang dengan gelar kebangsawaan yang tinggi. 95% populasinya terdiri dari manusia, sisa 5% persennya berasal dari beast tribe, scale tribe dan fairy tribes. Level rata-rata adalah 2-3. Level tertinggi adalah seorang magician tua dengan level 48. Para ksatria memiliki level antara 3-20 dengan rata-rata dari mereka memiliki level 8-12. Prajurit normal berada di sekitar level 5-7. Terdapat banyak sekali anak panah untuk mengantisipasi naga. Rasio pria dan wanita adalah 5:6 dengan didominasi oleh wanita. Tidak diketahui apakah ini karena perbedaan angka kelahiran atau karena tingginya tingkat kematian para pria.
(Editor Note: Beast tribe = Ras hewan, Scale tribe = Ras bersisik, Fairy tribe = Ras peri)

Tidak seperti yang sudah kuduga, orang-orang kota hanya memiliki sedikit skill. Kebanyakan dari mereka memiliki 1-3 skill, beberapa bahkan tidak ada. Memiliki 20 skill atau lebih adalah sebuah pengecualian daripada aturannya.

Hanya ada beberepa magician yang ada. Terdapat sekitar 2000 orang dengan skill magic. 90% dari mereka memiliki Livelihood magic sementara sisa 10% berada sebagai prajurit negara.

Ini sudah diduga dalam suatu arti, tapi level 310 benar-benar tidak biasa. Ditambah lagi, aku terbawa suasana dan mempelajari banyak sekali skill tidak berguna yang akan membuatku mencurigakan.

Peta bahkan bisa menunjukan nama jalan dan rumah pedagang walau masih ada batasnya. Meskipun tidak memberitahu benda macam apa atau bagaimana reputasi mereka, setidaknya ini cukup berguna untuk mengetahui bagaimana kota ini untuk pertama kali. Sayangnya, fungsi pencarian hanya dapat bekerja pada makhluk hidup saja, aku tidak bisa menggunakannya untuk menemukan sebuah toko.
Dilihat dari skala yang sudah dikurangi, kota ini terlihat seperti sebuah bangunan oval dengan diamter 6km, bersamaan dengan dua bentuk [くの] yang memiliki panjang 3 Km, menunduk seperti sebuah daruma yang menempel satu sama lain.

Aku memperbesar peta dan memastikan setiap area...
Pertama, yang paling dekat dengan gerbang, terdapat sebuah area perumahan biasa. Di samping gerbang ada kandang kuda dan penginapan. Kemudian, kastil dari bangsawan lokal terletak di tengahnya. Sesuatu yang terlihat seperti sebuah candi atau sesuatu yang magis berada di tengah bagian kota. Jauh dari gerbang, berdirilah mansion sang penguasa. Dan sebuah kafetaria yang sepertinya terlalu kecil untuk digunakan seluruh kota, namun terlalu besar untuk digunakan para bangsawan.


Pada saat aku mencoba mencari orang dengan [Adventurer] sebagai pekerjaanya, aku bisa menemukan siapapun. Tidak ada [Librarian] juga, yang mungkin berarti tidak ada perpustakaan. Tetapi, ada beberapa [Slaves]...
<TLN: Kagak tahu apa itu Slaves? Budak jawabannya.>

Setelah memastikan begitu banyak hal, aku telah sampai di depan gerbang. Dengan bersamaan muncul matahari di cakrawala, timing yang tepat! Meskipun gerbangnya sedang tertutup untuk saat ini.

Aku berpikir setidaknya akan ada orang di depan gerbang tetapi pada kenyataanya tidak ada satupun.
Akan senangnya diriku jika ada penduduk yang menjual sayuran mereka pada pagi hari.

Apa cuma di mimpi saja ya kalau toko tidak buka sampai jam 10 pada pagi hari?!

Menggunakan kaus polo dan celana chino akan terlalu mencolok. Aku mencari di storage, menemukan beberapa jubah dan mengeluarkan jubah dengan warna hijau gelap yang tidak terlalu usang untuk dikenakan. Jubah sisanya adalah magic tools tapi jubah-jubah tersebut terlalu usang, aku tidak ingin mengenakan itu. Jubah ini sedikit berbau seperti jamur.

Tubuhku seperti pada saat umurku 15 tahun dengan ukuran yang kecil. Jubah ini terlalu besar dan sedikit terseret di atas lantai. Untungnya karena hal ini, sepatu sneakers yang kukenakan tidak terlihat. Kumisku bahkan tidak tumbuh setelah satu minggu. Aku begitu senang dan memamerkannya begitu tumbuh pada saat awal aku menjadi seorang mahasiswa di sebuah universitas. Walaupun, aku langsung mencukurnya pada saat aku mendapatkan pacar.

Sambil mengingat kenangan di masa lalu, aku terus menunggu gerbang itu terbuka.




「●●! ●●●●●● ●●●●●●●●●!!」

Pada saat aku mendekati gerbang terdapat seorang paman prajuirt yang mengatakan beberapa kata yang tidak kumengerti.
Momen percakapan dengan menggunakan bahasa misterius yang sudah kutunggu-tunggu akhirnya tiba!!

>Shiga Language Skill Didapatkan!

Aku menyukai Easy Mode!
Dewa masih belum meninggalkanku!!

Aku mengoprasikan menu dan mendapatkan skill Shiga language dengan begitu cepat!
Dengan semangat yang berlebihan aku mengalokasikan 10 point skill dengan sebuah senyuman.

"Ada apa nak? Apakah kau sedang sakit perut?”

Seorang prajurit berjanggut menyusul. Aku pikir memanggil seseorang yang berada di paruh akhir umur dua puluhan dengan sebutan “nak”, bukanlah hal yang tepat... Oh iya juga ya, penampilan luarku sekarang terlihat seperti orang berumur 15 tahun.

"Selamat pagi. Ya, aku baik-baik saja."

Aku membalas dengan ramah sambil memasang senyum tidak jelas, ciri khas orang Jepang. Meskipun lawan bicaraku adalah seorang paman yang sudah cukup tua, setidaknya dia adalah manusia setelah sekian lama ini. Sebuah senyuman hanya seharga 0 Yen, tidak masalah!

Gerbang berat yang ada di belakang kami terbuka pada saat kami berdua bercakap-cakap.

"Nak, tunjukan identifikasimu seperti yang sudah ditetapkan. Jika kau tidak memiliki satu, baya pajak 1 copper coin.”

Apa--! ID di dalam mimpi!
Aku sempat berpikir untuk menunjukan SIM milikku dari dompet ku tetapi sepertinya akan menjadi masalah sehingga aku berhenti.

"Aku minta maaf, tapi aku tidak memiliki kartu ID.”

Aku mengatakan hal yang sejujurnya. Jika aku menolak maka aku bisa masuk ke dalam secara diam-diam, jika aku ketahuan maka aku akan langsung kabur. Aku benar-benar bertingkah sombong di dalam mimpi! Ya, mimpi! Ini adalah mimpi!

"Apakah kau menghilangkannya? Kami bisa membuatkannya yang baru tapi kau harus membayar 1 silver coin, kau tidak apa dengan itu?”

Oi oi, kau bisa dengan mudahnya membuat yang baru?
Ada beberapa Shiga silver coin di storage kalau aku tidak salah.

"Tolong buatkan aku yang baru! Kudaku, terkejut oleh ledakan keras 8 hari lalu, kabur sambil membawa barang bawaanku. Kalau aku tidak punya dendeng di kantongku dan menemukan beberapa mata air ketika diperjalanan kemari, aku pasti akan mati duluan!”

Aku seorang yang cukup ahli berbicara kalau aku boleh berpendapat sendiri~ aku benar-benar memiliki bakat untuk menipu.
Seolah menanggapi monolog di dalam pikiranku:

>[Excuse Skill Didapatkan]
>[Deception Skill Didapatkan]
>[Negotiation Skill Didpatkan]

Skill murahan!!!

"Kemari nak!"

Paman prajurit membiriku isyarat untuk pergi ke pos jaga yang terletak di sisi gerbang.
Bahkan setelah menceritakan alasan dengan penuh kepedihan, paman prajurit tidak menghiraukannya. Kekuatan level ketidakpeduliannya terlalu tinggi!

"Hanya untuk berjaga-jaga, kau tidak sedang berada di dalam daftar pencarian atau seorang pencuri, kan?”
"Ya, tentu saja."

Aku adalah anggota dari masyarakat biasa yang tidak memiliki hubungan dengan kejahatan~

"Kalau begitu, letakan kedua tanganmu ke atas batu Yamato lalu ucapkan namamu.”

Paman itu pun memanduku ke sebuah tempat dengan LCD display berukuran 20" di dalam pos penjaga. Ke mana si Yamato batu Yamato ini bisa membawaku? Apakah bisa pergi ke luar angkasa?
<TLN: Yamato... yang dimaksud di sini adalah Space Battleship Yamato.>

Untuk nama, tentunya harus nama karkater kan~

"Satou."

Setelah aku mengucapkan nama karakterku. Sebuah lithograph bersinar dengan redup dan memiliki warna biru terang, dan beberapa huruf muncul.
Ini adalah huruf yang sama dengan tiang penunjuk jalan sebelumnya. Aku bisa membacanya dengan benar karena skill Shiga language. Aku jadi pengen skill English language.

"Nak, sekarang tak apa untuk melepaskan kedua tanganmu.”

Di lithograph tertulis, [Race: Human],[Level: 1],[Class: Commoner],[Affiliation: None]. [Occupation Type: Management],[Title: None],[Skill: None], [Reward and Punishment: None].

Eh, bukankah levelnya berbeda?

Meninggalkanku yang kebingungan, paman prajurit dengan lancar menulis apa yang muncul di layar dari lithograph ke sebuah kertas dengan menggunakan sebuah pena. Akhirnya, dia menstempel formulir pemasukan, [Orang yang memberi ijin: bawahan dari Earl Souryuu, Ksatria Soun] dengan ring miliknya di tempat dimana namanya tertulis.

"Ini, jangan menghilangkannya lain kali.”

Paman prajurit menyerahkan sertifikat yang ada di tangannya sementara aku menyerahkan satu silver dan big copper coin dari kantongku.

"Apa, ternyata kau bisa memasukan uang dengan benar ke kantong. Tidakkah kau cukup berhati-hati! Jaga ID milikmu dari sekarang.”

“Juga, jangan lupakan ini. Ijin tinggal hanya berlaku untuk 10 hari. Jika kau ingin tinggal lebih lama, maka ajukan permintaanmu di sini atau di ward yang ada di balai kota. Dimanapun itu, prosedurnya membutuhkan 3 copper coin.”

"Jika kau ketahuan memiliki ijin yang sudah kadaluarsa di kota pada saat pencarian gelandangan, maka hukumannya adalah 1 silver coin. Jika kau tidak bisa membayarnya, kau akan dipaksa menjadi budak.”

Penjelasan tersebut keluar dari mulutnya dengan lancar, seolah dia selalu melakukannya.
Mari berhati-hati untuk tidak melupakannya.
Jatuh dari seorang pengembara menjadi seorang slave itu benar-benar kejam! Aku ingin tahu apakah ini sama dengan perburan gelandangan pada saat jaman Edo?

"Terima kasih banyak.”
"Ou, kau boleh ke pos penjaga kapan saja untuk konsultasi jika ada masalah. Jangan pikirkan tentang banyarannya.”

Aku baru saja mendengar hal yang bagus. Terima kasih, ksatria Soun.
Aku keluar dari pos penjaga dengan ucapan selamat tinggal yang sopan.

Aku menghabiskan cukup banyak waktu di dalam pos, jalan utama yang sebelumnya sekarang dipenuhi orang dengan nuansa eksotis.




Terdapat sebuah ruangan berbentuk setengah lingkaran dengan radius sekitar 20m diantara gerbang dan kota. Entah untuk menghindari kebingungan atau untuk perang, aku sama sekali tidak tahu.

Sertifikatnya dibuat dari bahan yang menyerupai kertas Jepang. Meskipun pemandangan kota bergaya barat, perkamen-nya… Apa ini batas mimpinya?


Aku melipatnya dengan hati-hati ke dalam kantongku. Tentu saja, aku langsung memasukannya ke dalam folder Favorit di dalam kantongku.

Untuk saat ini mari kita cari pakaian ganti sambil berjalan di jalan utama! Bahkan setelah mencuci berkali-kali, tetap menyakitkan rasanya untuk mengenakan satu jenis pakaian saja.

"Aku ingin mandi sebelum ganti baju...”

Aku mencoba untuk melakukan search dengan kata bathhouse attendant, tapi tidak bisa dilakukan. Apa aku salah menuliskan pekerjaan ataukah emang tidak ada tempat pemandian ya? Kalau memang benar tidak ada tempat pemandian berarti aku tidak memiliki pilihan lain selain mengambil air panas dan mandi di dalam kamarku di penginapan nanti.

"Kau yang ada di sana! Kalau kau belum menentukan untuk menginap dimana, menginaplah di tempat kami! Kami akan memberikan service untukmu~!”
"A-apa..."
"Tidak apa, tidak apa, penginapan kami lebih murah daripada yang lain—tidak, tapi penginapan kami dipenuhi dengan kecintaan terhadap makanan lezat dan tempat tidur yang bersih!”

Pada saat aku sedang berpikir tentang bagaimana caranya untuk mandi, seseorang secara tiba-tiba menarik lenganku dan kesadaranku kembali. Seorang gadis random yang penuh semangat memeluk tanganku sambil menariknya. Aku jadi ingin tahu apakah dia seorang barker, ini adalah adegan yang sering kau lihat di festival kampus di Jepang modern.

Aku diseret menuju sebuah toko yang terlihat seperti bar sambil menikmati suatu perasaan lembut yang menyelimuti daerah sekitar lenganku.

"Ibu! Ibu! Aku membawa seorang tamu!”

Dengan pertimbangan kelembutan yang tersalurkan di lenganku, aku tidak memiliki keragaun untuk menginap di penginapan ini. Yap, poyopoyo adalah keadilan!

"Dia pelanggan pertama semenjak bintang jatuh itu, kan… Hm? Dia tidak membawa barang bawaan sama sekali, apakah dia benar-benar seorang tamu?”

Seorang bibi dengan tubuh besar keluar dari konter bar. Berkebalikan dengan besarnya tubuhnya, dia adalah seorang wanita yang cantik dengan wajah yang dipenuhi dengan kerhomatan. Sepertinya dia berumur sekitar 30 tahuan? Maafkan aku karena sudah memanggilmu seorang bibi.

Tetapi, meskipun pasangan ibu-anak ini cantik secara alami, mengapa mereka gemuk! Hilangkan 10, tidak 20 Kg, dan mereka akan berada di strike zone-ku!!

Meskipun aku akan menyerah kalau dia sudah menikah. Sebuah perselingkuhan hanya akan membuat semua orang yang terlibat tidak bahagia!

"Karena, er, bintang jatuh? Barang bawaanku dibawa lari oleh kudaku karena kekacauan… untungnya dompetku masih selamat, dan secara ajaib aku bias sampai di kota ini~”
"Sungguh sebuah petaka. Harga per malamnya di penginapan kami adalah 1 big copper coin. Kalau kau tidak apa-apa untuk tidur dengan tamu lain di sebuah ruangan besar maka akan menjadi 2 copper coin. Makanan disiapkan di bar ini untuk satu porsi. Ini pelayanan terbatas untuk sebuah akomodasi.”

Fumu, aku tidak tahu harga pasar, jadi mari kita mencari tahu seberapa berharganya sebuah big copper coin dan silver coin dengan membayar untuk sepuluh hari.
Nyonya pemiliki penginapan memiliki skill arithmetic dan cleaning jadi tidak akan ada yang salah dengan perhitungannya.

"Kalau begitu, ini untuk 10 hari tolong.”
"Baiklah, biayanya tepat 2 silver coin.”

Aku mengeluarkan 2 silver coin dan memberikannya kepada nyonya pemilik penginapan.

Sepertinya 5 big copper coin sama dengan 1 silver. Dia juga sepertinya tidak salah hitung.

"Nyonya, bisakah aku makan sekarang? Kalau bisa makanan yang ringan.”
"Kalau semacam oatmeal, black bread, atau sayuran maka aku bisa membuatkannya sekarang. Aku minta maaf tapi daging masih belum ada di pasar, sehingga daging tidak bisa kusiapkan.”
"Kalau begitu, tolong black bread dan sepiring sup.”
"Baiklah, aku akan membawakannya secepatnya, jadi kau hanya perlu duduk di sana. Martha, tulislah nama pelanggan kita di buku tamu.”

Nyonya pemilik penginapan pergi ke sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah dapur, dan untuk menggantikan tempatnya, seorang gadis yang merupakan ciri khas dari tempat ini yang terlihat seperti seorang kepala klerk dari sebuah drama sejarah memegang sebuah buku yang diikat oleh sebuah benang, Martha-chan, lewati hal ini.
Dia manis tapi dia sepertinya berada di kisaran umur anak SMA? Sedikit terlalu muda untukku.

"Ben~ar, aku menuliskannya untukmu, jadi bisakah kau memberi tahu ku namamu?”
"Satou."
"Baik Satou, pekerjaan dan umur?”

Aku hampir mengatakan umurku 29 tahun dan pekerjaanku sebagai programmer. Menurut layar Status, harusnya 15 tahun.

"Pedagang, 15 tahun.”
Martha-chan dengan lancar mengisi buku itu. Sepertinya buku yang ada di tangannya menggunakan kertas kuning yang biasa digunakan untuk kaligrafi Jepang.
Ketika Martha mencoba untuk memulai sebuah obrolan setelah menulis buku tamu, nyonya pemilik penginapan datang dan menyuruh dia untuk memberishkan lantai dua..

Sup yang terlihat amat jelas dengan sup yang terlihat seperti kaldu, dengan sayuran yang mirip dengan kubis dan wortel, dan seperti yang sudah diberitahu sebelumnya, tanpa daging, rasanya lebih lezat daripada yang kubayangkan. Terdapat 3 potong black bread dengan tebal 2 cm. Teksturnya lebih keras daripada apa yang kudengar, tapi terasa sekeras seperti senbei. Terlihat seperti akan memenuhi perutmu. Aku mengigitnya karena penasaran. Rasanya seperti makanan yang penuh dengan SFX aneh.
<TLN: Senbei itu keripik asli Jepang.>

Merasa puas dengan makanan itu setelah sekian lama, aku membayarnya. 1 copper coin. Biasanya sih dibayar terlebih dahulu.

Ngomong-ngomong, Martha dan nyonya pemilik penginapan menggunakan kalimat serapan macam pelayanan sebagai service dan oatmeal dengan normal, tapi pada saat aku memperhatikan bibir mereka, aku tahu kalau mereka mengatakan kata yang berbeda. Aku jadi ingin tahu apakah itu adalah pengucapan yang benar dari kata bahasa Shiga.

>[Lip Reading Skill Didapatkan]

...Ya~y, Aku bisa menjadi seorang mata-mata atau pun detektif~

Tapi daripada itu,

"Nyonya, aku ingin membeli beberapa barang belanjaan dan pakaian ganti, apakah anda tahu tempat yang bagus?”

Meskipun aku tahu lokasi toko-toko dari peta, jumlahnya terlalu banyak, aku tidak memiliki niat untuk mengunjungi mereka semua.

"Kalau kau ingin sesuatu yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi, maka penjahit di pusat kota adalah pilihan terbaik. Untuk sesuatu yang lebih bisa diterima dompet maka di timur bagus, dan jika kau ingin yang benar-benar murah maka bagian barat. Seandainya saja kau memiliki uang berlebih maka kau bisa menjahitkan pakaian di toko kelas atas di dalam tembok, tapi kau perlu gold coin. Barang kebutuhan sehari-hari juga berada di dekat toko pakaian, jadi tolong rencanakan pengeluarnmu dengan hati-hati.”
(Editor note: Didalam tembok ini maksudnya jauh masuk kedalam kota)

“Terima kasih banyak. Aku akan pergi ke jalan timur karena sepertinya menjahit itu akan memerlukan banyak waktu.”
“Baiklah, meskipun keamanan lumayan bagus di bagian timur, berhati-hatulah dengan para pencopet. Karena terkadang ada beberapa pekerja migran dari barat ke sana.”

“Baik, aku akan berhati-hati.”

Aku meninggalkan penginapan sambil mengucapkan rasa terima kasih kepada nyonya pemilik penginapan untuk sarannya.

Rasanya semakin susah untuk mengatakan kalau ini adalah mimpi. Tapi aku akan bekerja dengan keras!

No comments:

DMCA.com Protection Status