Nidome no Yuusha Chapter 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Nidome no Yuusha Chapter 2 Bahasa Indonesia

September 15, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Alice
Editor: Exicore


Chapter 2: Untuk Saat Ini Hero Menyerang

"Selamat datang, Terimakasih untuk kedatanganmu, Hero-sa.. ga~fu!!"

Saat aku membuka mataku, Objek dari kebencianku yang ada didepanku terkena pukulan dengan kekuatan penuhku.

Karena instingku aku memukul dan mengenai perutnya dengan kekuatan penuhku. Rambut silver dari Putri Alesia Aurelia tergoyang dan dia mundur beberapa langkah secara sempoyongan, berjongkok dan memegang perutnya.

Sebenarnya aku ingin mengincar wajahnya, tapi karena aku sedang berbaring, pukulanku tidak mengenainya dan beban pukulan tidak benar-benar dilepaskan.

"YANG MULIA!!"

"TUAN PUTRI!!"

Tak bisa mengerti apa yang sedang terjadi, para Kstaria untuk sementara terdiam, dan kemudian buru-buru untuk menolong putri dengan panik. Beberapa sesegera mungkin merapalkan mantra penyembuhan kelas rendah dan cahaya yang samar menyelimuti daerah di sekitar sang putri.

Melihat hal itu, Aku sama sekali tidak puas.

Meskipun aku tak menggunakan senjata, meskipun itu adalah pukulan tanpa kekuatan, penguatan dengan sihir ataupun berkat, aku tak bisa mengerti kenapa dia yang tanpa peralatan bisa menerima pukulanku dan tidak terluka parah.

Saat satu pertanyaan muncul, lebih bayak pertanyaan yang lain muncul mengenai situasi yang sekarang mengikutinya.

"Uh.. oh? Dimana aku? Apakah ini mimpi? Ada lentera yang bergulir*?"

[lentera yang bergulir(Soumatou) : Perumpaan mengenai hidup yang menyala didepan matamu fenomena yang terjadi sebelum kematian]


Meskipun aku seharusnya sudah mati, Aku tak melihat ada yang salah dengan tubuhku saat aku melihatnya.

Tak ada jejak atau bekas dari pedang [Deus Slayer] yang seharusnya menusuk ke dadaku bisa ditemukan, bahkan tidak ada pada baju yang kupakai.

Sudah lebih dari 4 tahun yang lalu, Baju hitam yang kumiliki ini saat aku berangkat dalam perjalanan didunia ini untuk pertama kali.

Ini adalah seragam SMA dariku, yang Ukei Kaito hadiri.

"Sialan, Apa yang kau lakukan!!"

"Meskipun kau adalah Hero, kau tak bisa menyakiti tuan putri!!"

Meskipun Ksatria menodongkan pedang mereka padaku secepatnya, Tekanan mereka tidak memiliki keinginan membunuh. Mereka pasti berfikir kalau aku tak punya pengalaman dalam bertarung, jadi tekanan yang mereka keluarkan seperti angin sepoi-sepoi yang lembut.

Aku mengabaikannya dan mencoba untuk memahami situasi sekarang sesegera mungkin.

Berdasarkan pada keadaan sekelilingku, Aku seharusnya berada di area pemanggilan didalam kastil di Ibukota.

Beberapa saat yang lalu, Aku berada di bagian terdalam dari Ryuudouden di kedalaman wilayah yang tak terjelajah, Kuburan Naga.

Tempat yang seharusnya sangat jauh itu yang jaraknya sekitar 10,000 kilometers. Mengasumsi kalau sihir transfer digunakan, kau akan harus melakukan transfer jarak jauh lebih dari 10 kali, ini bahkan mustahil untuk Demon Lord yang bangga pada jumlah kekuatan sihirnya yang tak masuk akalnya itu untuk bisa melakukannya dalam satu perjalanan.

Kemudian mungkin saja ini seperti hidupku menyala didepanku seperti lentera yang bergulir.. Nah, Ilusi yang bisa dianggap sebagai mengulang kembali hidupku benar-benar mustahil.

Sejak aku memimpikan hal itu, aku tersadar akan sesuatu dan rasa permusuhan yang tadi aku rasakan pelan-pelan muncul kembali.

Jika ini bukan mimpi atau Lentera yang bergulir, lalu apa? Sayangnya aku masih belum bisa menemukan penjelasan atas situasi yang sekarang.

"Oi, Apa kau dengar!?"

"Tidak juga"

"Ap!? Sialan!!"

Bagai ditampar tepat diwajah mereka, Kebanggaan para Kesatria rendahan itu jadi rusak karena jawaban setengah hati. Permusuhan mereka berubah menjadi rasa haus darah yang sesungguhnya dan mereka pun menodongkan pedangnya.

Sebaliknya, Rasa haus darah yang diberikan padaku terasa seperti kehangatan yang lembut sekarang.

Saat mereka berfikir bahwa aku tidak benar-benar sekuat itu karena jawaban setengah hati itu melemahkan mereka, tubuhku bereaksi dan berlari ke arah mereka.

"Eh? Ap--!?"

Aku menginjak kakinya dan menghantamkan sikuku ke lehernya, yang mana memikul seluruh berat badanku. Aku tidak menahan diri dalam segala pergerakanku.

Aku dipanggil sebagai hero selama 3 tahun.

Setelah mengalahkan Demon Lord, Aku dikejar selama setahun, diburu oleh dunia sebagai pengorbanan dalam pemulihan pasca perang.

Jika seseorang tidak terbiasa memberikan pukulan fatal dan ragu, kemudian mereka tak akan hidup selama itu.

Terlebih lagi, Ksatria telah berhenti bergerak karena kejadian yang tak terduga. Orang yang datang kearahku terbanting ke dinding, dengan tenggorokan yang sebagiannya telah hancur, dan sekarang mulutnya berbusa. Tubuhnya mengendur dan dia tersandung.

"Ah? Lehernya tidak patah? Errr~.. Apakah lehernya dilindungi oleh sihir penguat? Nah, Aku tak merasakan sejenis sihir seperti itu digunakan disini.. Mungkinkah, itu karena tubuhku masih tidak terbiasa? Hmmmm?"

Keheningan memenuhi ruangan dan hanya suaraku yang terdengar.

Tak masalah seberapa ahli atau kuatnya dia, Meskipun dia terlihat kuat atau seperti seorang ahli. Meskipun aku tak menggunakan senjata, sulit untuk berfikir kalau itu tidak efektif.

Seharusnya,Lehernya sudah patah dan menimbulkan suara 'Kruryuk'. Tapi kenyataannya, itu tak terjadi.

"L-Lauren!!"

Dalam beberapa detik kemudian, Ksatria memecahkan keadaan membatu mereka dan berkumpul didekat ksatria yang jatuh. Mereka segera merapalkan mantra penyembuhan dan meminumkan ramuan penyembuhan kelas menengah pada leher ksatria yang jatuh tersebut.

"A-Apa ada sesuatu yang tidak memuaskan bagimu, Hero-sa..ma-"

Sang Putri baru saja mengeluarkan kata-kata itu, saat dia sembuh dari muntah dengan wajah biru yang pucat yang meraih telinganya. Dia terintimidasi saat rasa haus darah yang aku bocorkan tanpa sadar memenuhi ruangan.

Dengan wajah pucat dan entah bagaimana sembuh dari sakitnya, sang Putri baru saja menggumamkan kata-kata itu. Mendengarnya menyebabkan rasa haus darahku tak sengaja bocor keluar, mengintimidasi setiap orang yang ada disini.

"Kau bisa mengatakannya seperti itu, Alesia. Seperti yang diharapkan dari seorang putri. Aku hanya tidak menyukai segalanya mengenai dirimu, suara itu, mata itu, sosok itu, Sikap itu, aku tak menyukai semuanya. Aku merasa jengkel hanya dari mendengar kata-kata itu dari mulutmu"

Ksatria merasakan rasa bahaya yang luar biasa dan memaksa tubuh gemetarnya untuk bergerak. Dia berganti posisi dengan putri untuk melindunginya, tapi mereka tidak tau kalau itu tak ada gunanya.

Karena, Aku yang bisa bergerak dengan kecepatan yang tak manusiawi, tak ada lagi disana.

"Kyaaarghh!! Uggu~... Kku~..."

Aku meluncur melewati para ksatria dan berlari cepat kesamping tuan putri kemudian aku menggenggam lehernya dengan satu tangan dan membantingnya ke dinding.

"Dulu aku cuma pria polos yang dipanggil secara egois, dipaksa kedalam peran seorang hero. Jika aku mengalahkan demon lord lagi, semua yang menungguku adalah disalahkan untuk kejahatan yang tidak kulakukan, dikhianati dan ditertawakan"

"A... Apa maksudmu... kuh.. huff.."

Hal itu masih segar diingatanku, Aku tak akan pernah melupakannya.

Segera setelah Demon Lord dikalahkan, dunia akan berubah seratus delapan puluh derajat.

Saint mengikrarkan diriku sebagai musuh dunia, Kerajaan membenarkannya. dan Seluruh kejahatan yang dilakukan dibelakang layar disalahkan padaku.

Rekan-rekanku yang telah bertarung disisiku, teman yang kupikir membagi ikatan yang kuat denganku, semuanya akan mengkhianatiku tanpa pengecualian.

Tanpa ragu, Orang-orang yang sama yang aku selamatkan hanya karena dia meminta bantuan sekali akan mengkhianatiku, akan melempar batu padaku, menghinaku dan meludah kearahku.

sang Putri ini juga salah satu dari orang-orang itu.

Setelah aku mengalahkan Demon Lord. Dunia akan menjadi musuhku, dan seluruh rekanku akan menghilang.

Diantara mereka sang putri akan berpura-pura sebagai rekanku. Dia mendekatiku mengatakan " Aku akan membantumu" dan " Aku akan memberimu sebuah perlindungan"

Hidup sebagai buronan benar-benar melelahkan. Perubahan dramatis ini bisa benar-benar sangat melelahkan sampai aku dengan mudah percaya pada kata-kata bantuan tersebut. Hanya untuk dikhianati dan ditertawakan.

Selama mengatakan kalau itu adalah tempat yang aman, Aku dibawa ke gem teleportasi. dimana aku bisa menggunakan sihir untuk masuk tapi tidak untuk keluar. itu adalah ruangan jebakan didalam sebuah dungeon.

Dan saat aku berhasil keluar dari tempat itu, Aku punya luka yang serius yang butuh waktu lama untuk sembuh.

[Gem=Batu permata/Mestika , Dungeon=penjara bawah tanah]

"Ah, Saat kau menjebakku, yang merupakan rekanmu, pada waktu itu kau memberitahuku ' Aku tak pernah mengkhianatimu, Dari awal aku tak pernah menjadi rekanmu dan seharusnya itu sudah jelas sekali.' Dari awal, seseorang dari dunia yang berbeda itu bukan manusia, Bukankah kau memberitahuku itu?"

"Aku, Aku tak tahu apa yang kau..."

Mereka memperlakukanku seperti orang bodoh. Dan Sebenarnya dulu aku memang bodoh.

Aku akan menyadarinya jika aku sudah menilainya dengan benar, bahwa dia menyembunyikan kebenciannya padaku. Jika saja aku mengabaikan kata 'percaya', maka hal ini tak kan pernah terjadi.

Lagipula, Aku bisa dengan jelas merasakan niat jahat yang bersembunyi didalam hatinya si putri itu sekarang. itu jelas meskipun dia terlihat kesakitan dan kebingungan.

Pergerakan kecil, Kontak mata, pola nafas dan perubahan dalam ekspresinya.

Ini adalah caraku mendapatkan informasi untuk memprediksi pikiran dan pergerakan lawan dalam pertarungan. Kau tak kan pernah menutupi keinginan jahat dariku.

"Hah-, kau benar-benar punya topeng tebal dibawah kulitmu. Yah, Meskipun aku tak mengerti situasinya, ini tak terlihat seperti sebuah mimpi atau lentera yang bergulir, tapi yang manapun tidak apa. Aku akan meninggalkan hal-hal yang sulit untuk ku urus nanti."


Ah, Aku tak sengaja mengeluarkan suaraku.

"Aku tak tahu berapa lama waktu tambahan yang kumiliki ini akan berakhir.. Aku bersumpah.."

Suaraku mulai dipenuhi dengan kegembiraan, Ekspresiku berubah menjadi penuh dengan kebahagiaan dengan cepat, kemudian jantungku mulai berdetak lebih cepat menyebabkan tanganku penuh dengan kegembiraan dan bertindak tergesa-gesa.

Kemudian, Kebencian dari putri pudar dengan cepat.

"Aa... Ugguhk..."

Aku melepaskan peganganku dan genggaman yang kumiliki pada lehernya mengendur. Dia terjatuh kebelakang, melihatku dengan ekspresi yang benar-benar mengganggu

Tapi, Bagus.. Semuanya bagus.

Aku ingin hidup didunia yang indah ini selamanya. Karena ini adalah sebuah dunia dimana seseorang bisa menjadi Hero

Tapi, Didunia ini Hasil akhirnya hanyalah untuk dikhianati dan difitnah sebagai penjahat. Menjadi bahan tertawaan.

Tentu saja dulu aku seorang yang polos, tapi tidak lagi, Aku hancur sudah sejak lama.

Aku bersumpah, Aku akan balas dendam.

Wajah yang aku harus perlihatkan pada yang lain haruslah wajah yang dipenuhi kegilaan. Yang harus berkebalikan dengan ide kehormatan mereka.

"T-tolong... B-bantu a...."

"Memuakkan. Menderitalah sebanyak mungkin, Alesia"

"GYAU!!!"

Kiri, kanan, kiri, kanan.. Aku memukul wajahnya sampai kesadarannya melemah dan wajahnya mati rasa. Aku memukulnya jadi dia bisa merasakan rasa sakit sebanyak mungkin.

"Bajingan Kau!, Gya!?"

"Gguuhkk!!!"

"Lihat! Lihat! Lihat! Lihat!! Tuan putrimu yang penting ini sedang dipukuli sampai menjadi bubur. Tak bisakah kau melakukan sesuatu? Huh!?"

Marah karena putri dipukuli, para Ksatria akhirnya bergerak dan melompat untuk bergerak. Aku dikelilingi oleh 5, tidak, 6 Ksatria, Sebanyak ini tidaklah masalah bagiku.

Aku mengarahkan sikuku pada persendian kaki salah seorang ksatria, menghancurkan pusat gravitasinya. Kemudian aku memberikan tekanan untuk memberikan rasa sakit sebanyak mungkin. Tulangnya kemudian melilit dan hancur. Kemudian Aku melanjutkan untuk mencungkil matanya, menghancurkan telinganya dan mencabik-cabik hidungnya menjadi potongan-potongan kecil.

"Ahaha...AHAHAHAHHAHA!!!"

Seperti biasa, tubuhku terasa berat, lamban, tapi aku tak perlu menggunakan Spirit Sword.

Memang disayangkan tapi, Mereka tak layak untuk dibunuh dengan Spirit Swordku. Dan juga, Aku tidak ingin membunuh.

Aku ingin balas dendam.

Aku ingin mereka menderita.

Aku ingin mereka menderita sebanyak mungkin.

Jika aku tak bisa, Hatiku tak akan pernah mendapat kedamaian.

"AHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHA!!!!!"

Teriakan kesakitan mereka dan rasa takut mereka terdengar seperti musik ditelingaku, sensasi ini tak bisa dihentikan.. terasa terlalu nikmat.

Suara tersebut tidak berhenti, suara itu ingin menyiksa mereka sampai pada titik kematian mereka. Jika mereka pingsan, Aku bisa memberikan rasa sakit sampai mereka bangun lagi.

Itu benar-benar adalah sebuah neraka untuk para ksatria.

Itu benar-benar adalah sebuah neraka untuk sang putri.

Bagiku, ini adalah surga dimana harapanku menjadi nyata.

Suara gelak tawa yang tak pernah berakhir. Dan itu tak akan pernah berakhir.

Teriakan yang tak pernah berhenti. Dan itu tak akan pernah berhenti.

No comments:

DMCA.com Protection Status