Nidome no Yuusha Chapter 4 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Nidome no Yuusha Chapter 4 Bahasa Indonesia

September 30, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Alice
Editor: An-chan
Proofreader: Ise-kun

Chapter 4 : Hero Menulis Sebuah Surat

------------------------------
Chapter ini berisi kekerasan, gore atau bahasa yang tidak sesuai dengan anak-anak dibawah umur. Tidak disarankan untuk anak dibawah umur 18 untuk membaca ini. Anda telah diperingatkan
------------------------------

======================================================
Ketika kau membaca ini, kau belumlah menjadi pikun, tapi kau sudah mati sekali.

Tidak, ini bukan lelucon.

Aku tidak tahu bagaimana kau mati, tapi kau benar-benar sudah mati sekali.

Ketika HPmu mencapai angka nol setelah kau mati, kau pasti akan diteleport kembali.

Apa yang kau alami sampai sekarang adalah 【Tutorial Mode】

Dalam kasus seseorang yang ditransfer ke dunia lain, mereka mendapatkan 『kekuatan unik』 di bumi ini, di dunia ini.

Karena itu dibandingkan dengan masyarakat lokal, mereka memiliki kekuatan yang sangat besar. Tapi banyak dari mereka yang mati dengan begitu cepat, tak peduli kemampuan apa yang mereka miliki.

Mereka pasti akan segera dibunuh.

Bahkan aku tidak tahu mereka dikirim ke dunia mana oleh Dewa Bumi, bahkan aku juga tidak bisa ikut campur. Namun, meskipun aku menjelaskan pada mereka kalau mereka harus berhati-hati, kelihatannya hanya sedikit yang bisa beradaptasi, karena banyak yang jauh berbeda dengan nalar mereka, penalaran mereka tetaplah berasal dari dunia lain.

Jadi, aku berhenti menjelaskan hal-hal tersebut di depan orang-orang dari dunia lain.

Apa yang kugunakan adalah 【Tutorial Mode】

Kupikir, dilemparkan ke dalam situasi tanpa penjelasan apapun ini sangat membingungkan, tapi MELIHAT ADALAH MEMPERCAYAI. Jadi hadiah terakhir (Cheat) yang Dewamu berikan adalah 【Tutorial Mode】.

Setelah diteleportasi, kecuali untuk kematian alami, ketika HPmu mencapai angka nol dan kau mati, kau akan kembali ke titik permulaan.

Setiap poin experience yang didapat, setiap skill yang kau miliki sampai sekarang, saat-saat yang pernah kau alami akan diambil kembali dan diubah menjadi poin experience.

Singkatnya, ini adalah New Game+.

Itu karena ketika level karaktermu naik, skillmu tidaklah seperti itu. Jika kau tidak berusaha, seperti yang kubilang tadi, kau akan mati dalam kematian yang menyakitkan. Jadi aku percaya kalau aku harus membiarkanmu merasakan 「kecenderungan untuk mati」. Itu merupakan cheat terbaik yang Dewa Bumi bisa lakukan.

Kalau dibandingkan, sihir di duniamu sangatlah lemah, awalnya mereka benar-benar tak berdaya sebagai individu. Dan meskipun hampir tak ada bedanya antara tubuh mereka yang ada di sini, saat kau melewati dunia lain, 「kekuatan Unik」 pun diaktifkan. Dan bahkan kau bisa mengalahkan slime dengan kekuatan awalmu. Jika kau tak memiliki kekuatan unik, bahkan kau sendiri pun tidak akan lebih dari seorang Villager A dalam hal kekuatan.
[TLnote: Villager=Orang Desa]

Jadi itu sebabnya, jika kau ingin selamat, berusahalah, berfikir dan berlatihlah.

Hampir seluruh dunia lebih berbahaya dari pada di Bumi.

Aku minta maaf telah menjadi dewa yang tidak kompeten, tapi kumohon, jalani hidupmu dengan bahagia.

Dari sang Dewa
======================================================

"Oooh Begitu, Jadi ini beneran New Game+"

Apa yang keluar dari ikon email adalah surat tersebut.

Ada beberapa hal tertentu yang membuatku ragu, tapi kelihatannya Dewa benar-benar ada. Level dan lain sebagainya, kelihatannya juga sudah ada di bumi, di duniaku yang dulu.

Dewa bumi, demi orang-orang dari bumi yang meskipun mereka mendapatkan Cheat skill, mereka terbunuh semudah itu. Dari pada memberikan penjelasan, mereka menggunakan metode 「mangalaminya sekali dan kemudian membatalkannya」.

Yah, aku diselamatkan dengan itu, dan beberapa pertanyaan yang kumiliki telah dijelaskan.

Sekarang aku tahu apa yang terjadi pada levelku, tapi faktanya kalau itu tiba-tiba menurun bukanlah suatu alasan kenapa kau tak bisa hidup lama?

...Meskipun begitu.

"Kuhahaha..."

Ya, Mari bersyukur..

Sekarang, aku bisa menyelesaikan balas dendam yang telah kusumpahkan waktu itu.

"KUHAHAHHAHAHAHAHHAAHAHAH!!!!"

Tawaku tak bisa berhenti, aku tidak berada dalam mood untuk berhenti.

Aku tak pernah membayangkan kalau ternyata akan ada kesempatan lain.

Meskipun begitu, keinginanku untuk balas dendam, dan kebencian yang kurangkul di dalam hatiku ini, bukanlah sebuah kebohongan. 

Dengan mengalami semua itu sendiri, sedikit demi sedikit, aku mulai bersemangat. Sebuah getaran kenikmatan mengalir kencang di dalam tubuhku dan tidak bisa berhenti.

Ini bukanlah mimpi, dan tak ada batas waktu juga. Aku bisa menyelesaikan balas dendamku, aku bisa membunuh mereka.

Setelah tertawa sebentar, sekarang aku bisa berfikir dengan jelas.

Apa yang akan kulakukan, dari mana aku harus memulai.

Bahkan sekarang aku ingin menghancurkan orang-orang ini, mereka semua.

Di kakiku, ada salau satu-nya, seorang target untuk balas dendamku.

Sekarang, mulutnya telah terbakar karena bola api yang ia buat sendiri, dan berkali-kali aku menginjaknya, gaun yang ia kenakan pun sekarang menjadi usang dan kotor.

Dia akhirnya mengerti jika melawanku atau menjadi penurut, keduanya tidak ada gunanya. Semua yang bisa dia lakukan sia-sia, meskipun begitu ia menatapku dengan kebencian.

Ya, ini. Ini.. aku ingin balas dendam.

Jika aku biarkan insting mengontrolku, maka aku bisa mengakhiri hidup mereka dengan mudah.

Jika levelku telah menurun, maka seperti ku, level mereka juga menurun kan?

Aku memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kuperoleh dari mode tutorial.

Meskipun aku kehilangan seluruh skillku, dalam sisi kemampuan aku tak kan kalah dalam teknik untuk mengontrolnya dengan tubuhku.

Masih ada banyak Spirit Sword yang bisa kugunakan yang memiliki efek untuk melampaui status sekitar 50 level, dan di sekelilingku, masih ada ksatria yang terlihat tidak memiliki pengalaman bertempur. Jika hanya ada sekitar 10 ksatria, aku bisa mengurus mereka tanpa ada masalah.

Jika aku bersembunyi untuk sementara sambil meningkatkan levelku, kemudian aku bisa berkeliling dan membunuh para bajingan sialan itu sebelum aku memperkuat diriku dan memulai perjalanan.

"Tak bagus, Hanya dengan cara sepert itu saja tidak bagus, Karena.."

Aku menderita selama satu tahun.

Selama hatiku menjerit dan meretak, kepingan hati yang telah jatuh ini terbangun untuk mencapai keinginanku untuk membalas dendam sekarang.

Seiring waktu sesuatu itu tumbuh dan menempel padaku seperti segumpal lumpur kental yang panas, memberitahuku bahwa segalanya tidak akan cukup dan terpuaskan hanya dengan membunuh, meneriakkan kata-kata bahwa segalanya tak bisa dimaafkan.

Meskipun menyenangkan melihat penampilan wajahnya, hanya saja ini tidaklah cukup.

Jadi, aku tak kan membunuhnya sekarang.

Jadi segalanya tak kan hanya berakhir disini.

Perlahan ayo berpikir, aku punya waktu, jadi aku sendiri tak harus buru-buru saat membunuhnya.

Aku harus membiarkannya mengalami rasa sakit, ingatan yang menyakitkan. Aku harus menenggelamkannya kedalam rawa beracun yang dipenuhi oleh penyesalan dan penderitaan.

Lebih, lebih!, lebih!, aku perlu membuatnya lebih menderita!

Karena dengan itu, dendam pertamaku akan terselesaikan.

"Aah, aku tidak akan membunuhmu sekarang. Setelah aku bersusah payah untuk menyembuhkanmu, benarkan?. Meskipun aku sudah memikirkan banyak cara untuk membunuhmu"

Secara tak sengaja aku menghela napas. Sayang sekali..

Aku memikirkan beberapa hal, seperti membiarkan serangga karnivora kecil memakan tubuhnya selama dia masih sadarkan diri, seperti menunaskan sebuah biji kedalam tubuh inangnya yang telah dewasa, lalu mengubahnya menjadi sebatang pohon, menghapus seluruh sensasinya dan hanya menyisakan kemampuan untuk berfikir.

Apalagi, kelihatannya kemampuan ini disegel dengan Spirit Sword, jadi apa boleh buat..

Sekarang, aku butuh waktu.

Perlahan-lahan tapi pasti, aku perlu memulai persiapan untuk balas dendamku.

Tentu saja, aku harus menikmati persiapannya.

"Pertama..."

Aku menyembuhkan organ dalam sekitar mulutnya dengan 【Verdant Green Crystal Sword】 sampai pada tingkat yang memungkinkan sang putri mampu untuk berbicara.

"Hey, Ada sesuatu yang aku ingin tanyakan padamu.."

"....Siapa yang akan mendengarkan pertanyaan dari moster seperti kau?"

Sungguh, dia adalah target sempurna untuk balas dendamku, Tuan Putri Alesia.

"Pfft, Ahahahahhaa"

"Ap- Apanya yang lucu"

"kau tahu, kau benar-benar bereaksi seperti apa yang kuharapkan. Jangan pernah kehilangan perasaan itu, karena jika tidak, balas dendamku akan menjadi sangat membosankan"

Selama aku merendahkannya, menyeringai dan tertawa, Putri Alesia sekali lagi melihatku dengan tatapan kebencian yang lebih dari matanya.

"Kau, dasar Orang Gila!! Kenapa! Apa yang telah kuperbuat.."

"Apa yang kau perbuat, meskipun kau tak tahu, tapi aku mengetahuinya. Aku tau seberapa sakitnya dikhianati. Aku tahu seberapa sakitnya ditipu. Aku tahu seberapa sakitnya diperlakukan seperti orang bodoh. Aku mengingat seluruh rasa sakit yang kurasakan karena mempercayaimu seperti orang bodoh, aku mengingat segalanya, Tuan Putri Alesia Aurelia."

"Uu, guu..."

Tatapan penuh kebencian seolah seperti magma yang terbakar dan suara yang dingin seperti Pedang yang bersinar.

Mungkin putri tidak mengerti arti dari kata-kataku, tapi dia mengerti kalau aku benar-benar membencinya.

"Sekarang, kita akan berbicara lagi, tapi aku punya sebuah permintaan."

Pa-- Aku mengulurkan tanganku kearah putri.

Tanpa adanya tanda dari keadaannya yang tadi, dia membuat senyuman yang sempurna.
(TLnote: Kelihatannya si putri salah paham kalau si MC ini bakal menghentikan kekerasannya karena dia mengulurkan tangannya, makanya putrinya tersenyum.. padahal..)

"Mau bagaimana lagi, bila kau tidak mau mendengarkanku, kan? Hal itu benar-benar membuatku sedih meskipun alasanku menyembuhkan mulutmu untuk tujuan itu, tapi jika kau tidak menginginkannya, mau bagaimana lagi, kan?"

Seperti yang kuduga? Aku tak tahu apapun, aku tak pernah berfikir untuk menentangmu?
(TLnote: ini mungkin monolog dihatinya si MC yang mengira apa yang dipikirkan oleh putri mengenai dirinya. putrinya mungkin tadi mikir MC mau tobat dan tidak menentangnya.. tapi itu salah kaprah)

"A-Apa yang kau..?"

Dari tadi sampai sekarang, benda itu kelihatan. Dari pada bingung, kecemasannya telah meningkat. Dia memiliki intuisi yang bagus.

"Umm~, Dadamu akan menjadi kendala untuk menulis"

"Kyaa!? H-Hentikan!!!"

Saat aku menendangnya terbang, wajahnya berakhir menghadap ke bawah, dan aku merobek bagian belakang gaunnya, memperlihatkan punggungnya.

"Tapi kau tau apa, pertama kalinya aku melihatmu, aku pikir aku melihat seorang gadis cantik, tapi sekarang aku sama sekali tak merasakan apapun, aneh ya?"

Rambut peraknya yang bercahaya bergantung di bahunya, mata emasnya, fitur wajahnya yang bagus dan proporsi tubuh yang baik, semua itulah yang membuatnya terlihat seperti boneka.

sama seperti sebuah pola, hal-hal yang disebut sebagai kecantikan dari Aurelia, seorang gadis yang cantik.

Saat melihat dunia ini untuk pertama kalinya, gadis-gadis disini terlihat lebih cantik dari pada gadis-gadis di Jepang yang Modern, dan saat aku tak sengaja mengintip mereka saat mereka ganti baju, hal tersebut membuat jantungku berdegup kencang.

Tapi, selain pada saat itu, melihat penampilan seperti itu dari dekat seperti kali ini, sama sekali tidak membuat hatiku melonjak atau tergerak.

"Merampas dengan paksa keperawanan seorang wanita.. seperti yang kuduga, orang-orang dari dunia lain adalah binatang buas yang vulgar.. "

"Huh? apa yang kau bicarakan? dengan kepribadian burukmu yang seperti itu, tentu saja aku akan menolak(untuk melakukan itu), jangan bingung. Kepercayaan dirimu itu menjijikkan"

Saat aku membayangkan apa yang dikatakannya barusan, itu benar-benar membuatku merasa sakit sampai-sampai aku ingin muntah.

"wha...!!"

"Jika kau mengatakan kau tak akan mendengarkan permintaanku, kalau begitu aku akan menulis surat saja daripada pesan verbal."

"...Ja,Jangan-jangan!!"

"Kau lihat, pesan verbal akan lebih mudah kan? tapi jika kau tak mendengarkan permintaanku, ya mau bagaimana lagi, jadi apa yang aku harus lakukan sekarang adalah menulis surat yang bagus~"

Aku tersenyum ceria kearahnya, menunjukkan kalau dia menebaknya dengan benar mengenai apa yang akan kulakukan.

"Sekarang, bisakah kau diam? Jika tidak, aku tak kan bisa menulis surat yang bagus"

"Tidak, kyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!"

Apa yang telah kukeluarkan adalah 【Fire Spider Leg Sword】
Sebuah pedang pendek dengan panjang 20cm termasuk mata pisaunya, Spirit Sword yang dipenuhi dengan warna merah.

Ini adalah kedua kali aku menggunakannya, awalnya pedang ini hanya menyebabkan api kecil. Jadi ini cocok untuk digunakan saat ini.

"Senangnya, fu~fufu~n♪ "

"Ugya, gyaaa, panaaaaas!! H-Hentikan!!!"

Sementara itu, aku sedang menyanyikan senandung sambil mengukir kata-kata dengan api di punggungnya.

"Seseorang, seseorang tolong akuuuu...."

"Ahaha, tak ada satupun yang akan membantumu, seperti halnya bagaimana kau telah merencanakan setiap trik itu tadi, jadi agar itu tak terjadi, aku menghancurkan semuanya yang ada di sini."

Meskipun Alesia menggapai dengan tangannya ke arah ksatria sambil merintih. Semuanya di sini memiliki sendi siku dan lutut yang menghadap ke arah yang berlawanan, jadi mereka tak bisa bergerak. Meskipun mereka tidak kehilangan kesadaran mereka, pastilah suaranya putri tidak mencapai mereka, berkat teriakan dari rasa sakit mereka sendiri saat mereka mencoba untuk bangkit.

"Ayolah, Ayolah, bahkan aku masih belum menulis setengahnya. Lagipula, aku harus memikirkannya dengan hati-hati tentang apa yang akan kutulis. Tolonglah, bisakah kau berhenti bergerak? "

Aku tertawa sambil tersenyum sembari mengatakannya.

No comments:

DMCA.com Protection Status