Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 3 Chapter 88 Part 4 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 3 Chapter 88 Part 4 Bahasa Indonesia

September 24, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Kirz
Editor: Ise-kun

Etoo... Ini juga merupakan chapter sponsor. Mayan banyak juga sponsored chapternya :v Katakan thx dulu dong ke para donatur-donatur kita :3

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Volume 3 Chapter 88 Part 4:  Sorezore ni, Karera no Chikai!

Suasana diruangan membeku. Hanya benak Subaru lah yang saat ini sedang memanas.

Sesuai dengan kalimat itu, Subaru merenung sejenak, dan secara diam-diam ia menjilati bibirnya.

"Membubarkan Aliansi? Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" (Subaru)

"Yah seperti yang aku bilang tadi nyan~. Sebagaimana keadaan kita sekarang ini, Aliansi kita tidak akan saling menguntungkan nyan~." (Ferris)

Bisa jadi karena Subaru tetap menunjukkan ketenangannya, ekspresi Ferris menunjukkan bahwa dia kagum terhadap perbuatan Subaru.

Agak kesal dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Ferris, Subaru bertanya-tanya, apakah Ferris membentuk Aliansi ini sebagai alat tawar-menawar untuk memperoleh keuntungan dalam suatu negosiasi. Semakin banyak ia mengira-ngira, semakin banyak pula ia memerintahkan dirinya untuk tetap tenang. Tetapi meskipun demikian, kepalanya sudah hampir mendidih.

(TL Note: Maksudnya Subaru pikir ferris membentuk aliansi ini cuma untuk ngambil keuntungannya aja)

"Kita kesampingkan hal itu dulu, kita telah mengeluarkan segala upaya kita untuk mengalahkan si Paus Putih itu, dan setelah semuanya berakhir, sekarang kau ingin mundur setelah menuai keuntungan? Dilihat darimanapun, hal tersebut bisa menjadi sedikit skandal." (Subaru)

"Bukannya keuntungan, malah kerugian yang ada, Subaru-kyun" (Ferris)

"Hah?" (Subaru)

Dibandingkan dengan sikap Subaru yang agresif, Ferris secara  kebetulan, menggoyangkan jarinya.

"Nyan? 'Kerakusan' dan 'Keserakahan' muncul bersamaan, itu untuk permulaannya. Setelah membunuh 'Kemalasan', aliansi bersama dengan Emilia-sama hanya akan membuat kita menjadi target para Pemuja Penyihir.. sebagai contohnya lihat apa yang telah terjadi pada Crusch-sama.. apa kamu masih percaya, kalau itu penting untuk kita membangun suatu aliansi saat ini?" (Ferris)

"Ah..." (Subaru)

Melihat ke arah Crusch yang sikapnya sudah benar-benar berbeda (Menjadi feminim dan lembut), Subaru ragu-ragu untuk melawan argumen nya Ferris. Karena dalam hatinya yang paling dalam, dia memikul berat yang sama.

(TL Note: Maksudnya dia juga sama-sama menderita seperti Ferris)

Sekarang, bukan cuma Subaru yang menolak ucapannya Ferris.

"Aku tidak setuju.. Ferris" (Wilhelm Ojii-san)

Bersandar kebelakang pada kursi duduknya, tatapan tegasnya menatap kearah kedua bola mata Ferris. Ferris, kelopak matanya menyempit, mengeluarkan kata-kata 'Eh-?' dengan senyumnya yang agak dipaksakan.

(TL Note: Kurang lebih seperti ini ekspresinya Ferris: http://imgur.com/a/wmdi6)

"Apa maksudmu nyan~? Setelah apa yang 'Kerakusan' perbuat terhadap Crusch-sama, apa menurutmu keuntungan yang didapat dari aliansi yang hanya akan menarik perhatian Pemuja Penyihir pada kita?" (Ferris)

"Dapat membunuh 'Kerakusan' .. Kesempatan untuk membalaskan dendam master kita" (Wilhelm Ojii-san)

"Balas dendam? Apakah itu jauh lebih penting untukmu daripada nyawa Crusch-sama ?!!!" (Ferris)

Terhadap Wilhelm, Ferris menolak untuk mundur.

Memikul beban yang berat dalam benak mereka, memikirkan master mereka.

"Kalau kita tetap melanjutkan untuk menghadapi 'Pemuja Penyihir' itu, bencana ini hanya akan terulang lagi! Crusch-sama saat ini tidak mampu melindungi dirinya sendiri! Saat hari itu tiba... Kalau luka fisik atau perasaanmu yang terluka, Ferris bisa menyembuhkanmu.. Tetapi jika kamu mati, habis sudah, bukan begitu?!" (Ferris)

"Tapi kita tidak bisa berdiam diri saja disaat para laknat itu bisa bebas. Ingatan Crusch-sama, saat kita mengalahkan 'Uskup Agung Pemuja Dosa', pasti ada kemungkinan ingatannya bisa kembali. Untuk menyerah diawal seperti ini, keputusan ini sangat terburu-buru menurutku." (Wilhelm ojii-san)

"Mengalahkan para bajingan itu dapat mengembalikan ingatannya kembali? Aduh, Wilhelm, menurutmu ingatan yang telah hilang bisa dikembalikan dengan mengalahkan sesuatu yang memakan ingatan itu... apa kamu sedang bermimpi atau kamu pikir ini sebuah dongeng deng-" (Ferris)

"—FELIX!!!!!!" (Wilhelm Ojii-san)

Dengan raungan yang memecah gendang telinga, aura dari sang pendekar pedang menggema di dalam ruangan. Seakan-akan tiupan angin menghembus kedalam ruangan – Begitulah sensasi dari apa yang dirasakan semua orang yang hadir saat ini.

Ketika semuanya masih meringis karena syok, hanya tatapan tajam Wilheim yang masih utuh.

"Felix.. apa yang kau katakan itu. Jangan pernah mengucapkan itu lagi didepan Subaru-dono" (Wilhelm Ojii-san)

".....Maaf" (Ferris)

..Dua kali, Dipanggil dengan nama aslinya, Ferris memejamkan kedua matanya dengan kesedihan dan rasa penyesalan.

Para tamu lainnya melirik kearah Subaru, yang telah kembali duduk sekali lagi. Kedua tangannya yang digenggam dengan erat, agak gemetaran, darah merembes keluar dari celah antara jari-jarinya, dan seakan-akan hendak ingin menutupi semua itu.

"........Emilia-tan" (Subaru)

"Tidak apa... Aku tidak akan mengucapkan apapun seperti 'Aku ngerti kok gimana perasaanmu' atau 'Enggak apa-apa kok'.. Meskipun aku ingin mengerti bagaimana perasaanmu... Gadis yang dilupakan itu(Rem).. karena aku ini enggak ngerti apa-apa terhadap perasaanmu, tidak peduli bagaimana aku mengatakannya, tetap saja tidak akan adil bagimu.." (Emilia)

(TL Note: Emilia ngomongnya terpatah-patah..,, intinya disitu Emilia tidak bisa mengerti perasaan subaru ketika ditanyai tentang pendapatnya terhadap apa yg harus subaru lakukan, sdangkan rem sbaliknya, pasti ia punya alasan utk membuat subaru tetap tegar)

Subaru melihat, kearah kedua kelopak mata Emilia yang ungu, yang berkelip-kelip dalam kesedihan.

Didalam kedua mata Emilia, Subaru melihat cerminan akan dirinya, penuh dalam kelemahan... apakah itu seorang Natsuki Subaru yang ia Lihat?

"Mengatakan sesuatu seperti 'Tidak apa'.. bahkan jika aku menyobek mulutku saat ini, aku gak akan sanggup mengatakan itu. Tapi aku baik-baik saja. Ferris, jangan khawatir terhadap hal ini. Aku.. tidak akan menyerah, selama masih ada harapan kecil yang tersisa" (Subaru)

"Benar-benar.. nyan~.. Subaru-kyun memang beneran enggak gampang nyerah ya.." (Ferris)

Melihat Subaru mencoba untuk berakting seolah-olah ia baik-baik saja, wajah Ferris seketika tersenyum. Tapi tetap saja tidak ada perubahan terhadap posisinya saat ini.

"Bagi Ferris nyan~, aku gak setuju kalau kita harus melanjutkan Aliansi ini. Aku akan mengembalikan Crusch-sama seperti sediakala, lihat saja. Jadi rencana seperti pembalasan kepada 'Kerakusan', mari kita kesampingkan itu dulu nyan~" (Ferris)

"Apa yang harus kita lakukan, dan bagaimana.. Crusch-sama, anda harus memutuskan. Karena bukan posisi kami untuk memutuskannya." (Wilhelm Ojii-san)

Pada akhirnya, semuanya di limpahkan padanya.

Semua mata tertuju padanya, dan Crusch, seakan-akan mengerti, Ia mengangguk.

"Sebenarnya masih ada beberapa hal yang aku tidak tahu. Dan seperti apa aku sebelumnya, aku tidak ingat. Aku ingin mengatakan ini sekarang, akan menjadi sangat membingungkan, untuk berada disisiku.. Akan tetapi, Aku berterima kasih karena menaruh rasa hormat kepadaku, dan percaya kepadaku. Dan jika aku bisa, aku ingin hidup dalam harapan seperti itu. Untuk itu, Aku akan mencoba melakukan yang terbaik." (Crusch)

Meskipun kehilangan ingatannya, tampaknya kekuatan dari karakternya telah kembali.

Terbuat dari apa orang ini? Melihat Crusch seperti ini sekali lagi, bahkan setelah melupakan segala yang ia tahu, Subaru tidak bisa berbuat apa-apa melainkan menanyakan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri.

Tapi bagi aliansi, tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan negosiasi ini untuk saat ini.

"Bagaimanapun, jika ada seseorang yang memegang segala kunci informasi yang melibatkan fraksi Emilia-sama... Tuan Roswaal tidak ada disini, sehingga tidak ada yang bisa kita lakukan nyan~. Jadi untuk negosiasi kita selanjutnya, kita lakukan ini dalam kondisi Tuan Roswaal ada dalam daftar hadirat." (Ferris)

"Ya, itu yang terbaik untuk saat ini. Kalau begitu pertemuan ini.." (Crusch)

"Akan dirahasiakan — Jadi berpura-pura aja kalau pertemuan ini membahas tentang lainnya, bukan berhubungan dengan Aliansi nyan~" (Ferris)

Ferris melirik dengan tajamnya kearah Subaru, mengatakan itu dalam suara pelannya yang tidak biasa.

Subaru menelan ludahnya, tapi melihat tidak ada alasan untuk tidak setuju, Ia mengangguk. Dari pandangan mereka, keputusan ini masuk akal. Jika kondisi Crusch yang seperti sekarang ini di ketahui publik, statusnya sebagai kandidat yang berkompeten akan lenyap. 

Sebenarnya, konsekuensi yang diterima dari amnesianya Crusch yang diketahui oleh publik sama besarnya dengan mendapat kehormatan telah membunuh 'Paus Putih'. Ini justru yang menjadi alasan Anastasia itu tidak di undang ke pertemuan ini.

"Bagaimanapun juga, Anastasia tentu saja akan menggunakan informasi ini untuk keuntungannya. Syukurlah kondisi Crusch-sama saat ini tidak dilihat oleh orang-orangnya dia." (Ferris)

"...Dia akan hadir dalam negosiasi bersama Victor, apa yang akan kita lakukan terhadap hal itu?" (Crusch)

"Kita akan berbohong dan mengatakan kalau kamu sedang dalam kondisi tidak sehat. Ferris akan memikirkan sesuatu. Untuk Subaru-kyun, tugasmu cuma tetap merahasiakan ini, mengerti?" (Ferris)

Cuma meminta untuk diam, Ferris tidak menginginkan keterlibatan lebih jauh lagi antara fraksinya dengan fraksi Anastasia. Subaru, menyadari hal ini dan hanya mengangguk.

Pada akhirnya, pertemuan ini diakhiri tanpa adanya kemajuan apapun.

Mengakui situasi mereka sedang dalam keputusasaan, lebih dari apapun, kedua fraksi ini sedang sama-sama dilanda ketidakpastian terhadap masa depan mereka.

No comments:

DMCA.com Protection Status