Tilea no Nayamigoto Chapter 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tilea no Nayamigoto Chapter 3 Bahasa Indonesia

September 06, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Liber Koibito
Editor: Dody
Proofreader: Ise-kun

Chapter 3: Aku Adalah Jendral Iblis Camilla

Namaku adalah Camilla Bo Malferand, salah satu dari enam jendral iblis yang secara langsung melayani Raja Iblis Zorg.

Dengan Zorg-sama sebagai pemimpin kami, kami pasukan iblis, menghancurkan begitu banyak kehidupan di perang terdahulu, dan menjatuhkan umat manusia kedalam teror yang begitu dalam.

Prajurit dari ibukota kerajaan, Petualang berperingkat-S, berbagai macam pahlawan , orang yang biasa disebut penguasa; kami membunuh mereka semua. Orang-orang meratap dalam keputusasaan, dan kami percaya bahwa kejayaan pasukan iblis kami akan terus berlanjut, tapi----

Ku-, bisa-bisanya kami berakhir tersegel oleh para dewa-dewa yang memuakkan itu!

Memang, pada hari itu, Para dewa bekerja sama dan menghunuskan pedang mereka kepada kami, dan tidak hanya Zorg-sama, tapi semua anggota pasukan iblis yang kuat, jiwanya disegel oleh para dewa.
Selain itu, tubuh iblis kami hancur, dan jiwa kami tersegel ke dalam tubuh manusia, 'beastmen', dan spesies rendahan lainnya.

Sungguh memalukan!

Dan mereka yang tak tersegel hancur menjadi roh, dan pasukan iblis kami hancur lebur.

Hu~hu, itu sudah terjadi beribu-ribu tahun yang lalu, dan bahkan jiwa-jiwa yang tersegel melarikan diri dari segel mereka. Banyak korban berjatuhan akibat dewa-dewa yang menjijikkan itu di perang terdahulu, tapi akhirnya kami bangkit kembali.

Coba pikir lagi, sejak saat aku hidup sebagai manusia lemah, ada rasa kegelisahan di pikiranku. Aku mencoba mengingat ingatanku sebagai iblis, tapi tak bisa.

Dan kemudian, akhirnya aku bisa mengingatnya. Aku bukanlah makhluk lemah seperti manusia. Aku adalah iblis;seorang penguasa mutlak, sebuah keberadaan yang  bisa membuktikan kekuatan mereka, meremukkan dan menghancurkan semua makhluk hidup.

Aku telah terbangun beberapa hari lalu sebagai Jendral Iblis Camilla. Saat ini, aku baru saja bangkit.
Sehingga aku harus membiasakan diri menggunakan tubuh ini, dan mengumpulkan informasi mengenai dunia luar, aku tinggal bersama dan bertingkah normal kepada keluargaku yang ‘sementara’.

Tapi, aku sudah mencapai batasku!

Meskipun menjadi makhluk lemah, Tilea itu manusia yang tak mengenal kebijaksanaan. Dia berani menyentuhku. Aku bahkan ingin membunuhnya, tapi aku masih khawatir dengan keberadaan para dewa jadi bukan keputusan bijak kalau sampai menarik perhatiannya , sehingga aku menahan amarahku.

Beberapa hari ini, aku menyelinap keluar dalam bayangan malam, dan berhubungan dengan kerabatku yang sudah bangkit lebih awal. Menurut informasi yang mereka berikan, para dewa tidak hidup dengan selamat setelah perang, dan kehilangan sebagian besar kekuatan mereka, dan ini sangat bagus mengetahui para dewa itu sekarang sedang tidak berdaya.

Sekarang adalah waktu yang tepat, semua pengikutku sudah bangkit.

Tampaknya hari ini, sebagai tangan kanan Zorg-sama dan orang yang mengontrol enam jendral iblis, Viceroy Hidler akan memberikan perintah kepada kami semua untuk berkumpul di Gua Pinedelia. Dibawah kekuasaan Zorg-sama, ini adalah kebangkitan dari pasukan iblis.

Hatiku seperti menari dengan penuh sukacita. Ketika aku tidak bisa menahan kegembiraan dihatiku, manusia itu menyentuhku lagi.

“Ti~mu, jadi disini toh kamu? Sekarang waktunya bantu-bantu di restoran, kamu inget kan?”

Dengan suara yang sok akrab. Aku tidak lagi memiliki alasan untuk menyembunyikan identitasku.

“Manusia, jaga ucapanmu! Aku salah satu dari enam jendral iblis di bawah kekuasaan raja iblis Zorg, Camilla!”

Takutlah kepadaku! Gemetarlah selama yang kau bisa!”

Aku menghembuskan hawa membunuh yang kuat.

“Timu...”

Hmph, sepertinya dia terpaku dengan kekuatanku yang luar biasa. Tidak ada manusia yang bisa hidup setelah menerima hawa membunuhku. Aku terkejut dia tidak mati ditempat, tapi aku baru saja bangkit, mungkin kekuatanku tidak sedang dalam kondisi prima.

“Hmph! baikklah, tidak usah dipedulikan, Hari ini adalah hari yang harus dirayakan, untuk kerabatku yang baru saja bangkit, atas belas kasih ku, aku mangampuni hidupmu!”

Sesungguhnya, aku tidak peduli pada satu manusia pun. Saat ini adalah saatnya bagi kita pasukan iblis untuk menguasai dunia. Ini hanyalah masalah waktu bagi mereka, mati sekarang atau mati besok. Tanpa perlu mengibaskan taringku lagi kepada para makhluk lemah itu, aku pun bergegas menuju gua Pinedelia.
(TL Note: Maksudnya tanpa basa basi lagi..)

Huhuhu, sesekali berlari itu rasanya lumayan juga. Dalam perang terdahulu, aku mengendarai kerabatku, Sang 'Magic Beast Gargan' dan mengamuk dengan bebas ke segala penjuru. Magic Beast Garganku baru saja bangkit, dan aku bisa mengendarainya, tapi dia sedang dalam keadaan siaga (standby).

------ Setelah berlari beberapa saat, anehnya aku merasakan ada yang menatapku.

Apa aku sedang dibuntuti?

Aku menoleh, tapi tak ada siapapun.

Apa aku sedang menjadi target dari petualang kelas S atau semacamnya?

Tidak, kecuali mereka adalah iblis sepertiku, dan memiliki kedudukan setara jendral iblis, membuntutiku adalah hal yang sangat mustahil.

Mungkin itu cuma imajinasiku?

Hmmm. Aku baru saja bangkit. Hawa membunuh yang kupancarkan sebelumnya juga tak begitu baik, jadi mungkin aku tidak sedang dalam kondisi normal.

Setelah menyimpulkan hal itu, aku menuju ke gua dimana rekan ku sedang menunggu.

Ketika aku memasuki gua, aku melihat beberapa orang asing. 'Demonic Birdman Bard', dan 'Demonic Dragonoid Drag' juga berada disana. Para pasukan andalan Demon Army lainnya pun sedang berkerumun disana.

“Camilla, kami sudah menunggumu!”

Suara Viceroy yang begitu kuat menggema di sekitar. Seperti biasa, itu adalah suara yang penuh dengan keagungan.  Selain itu, kekuatan 'Mana' juga terlihat meluap-luap dari baju besi Viceroy. Walaupun Viceroy juga baru saja bangkit, ia memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatannya sejak perang terdahulu. Tanpa menggunakan 'Mana' pun aku tahu, menurut dugaanku kekuatannya 50% jauh lebih banyak daripada saat perang terdahulu.

“'Mana'-mu kuat seperti biasa, Viceroy”

“Orang yang kita sayangi hampir tiba. Jadi, aku berlatih dengan sangat antusias”

“Jadi apa benar kebangkitan Zorg-sama sudah dekat?”

“Benar, dengan waktu yang tepat, semuanya sudah berkumpul. Nanti akan kujelaskan lagi lebih rinci-nya”

Viceroy mengumpulkan semua orang di lapangan. Aku segera berbaris juga. Viceroy berbicara mengenai kebangkitan Zorg-sama yang sudah dekat, dan bagaimana dengan kebangkitan itu, kami perlu korban manusia. Akhirnya, atas perintah Viceroy, banyak iblis yang berangkat untuk menyerang lokasi penting manusia.

Dan kemudian, unitku bertugas menghancurkan lokasi yang paling penting bagi manusia; ibukota kerajaan. Aku dan bawahanku bisa menjadi liar untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun. Ketika aku sedang membara dalam semangatku, seorang manusia tiba-tiba berdiri di depan kami.

“Ah~ Hallo, aku kakaknya Timu, Tilea. Tampaknya akhir-akhir ini kalian sudah berbaik hati mau membiarkan Timu bermain dengan kalian”

“....”

Karena situasi yang tiba-tiba ini, aku dan Viceroy tak bisa berkata-kata. Dan kemudian, manusia itu menoleh ke arahku, dan

“Timu! Gimana bantuin restorannya!? Aku gak bilang kamu gak boleh main sama sekali. Tapi kamu tetap harus melakukan apa yang harus kamu lakuin!”

Dia pun kemudian mulai menceramahiku.


No comments:

DMCA.com Protection Status