Tilea no Nayamigoto Chapter 5 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tilea no Nayamigoto Chapter 5 Bahasa Indonesia

September 11, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Liber Koibito Shareturee Dreamorire Syalala Helgeum Doo'ranbolt Xersteriium Grodserius Schnaider Bailer Stagrium Xreearin Dreafo'or Vrendelis Crekion Bachigone pepepepepe pepepepepe Vrokiore Safiuty Qweolope Sreast Dretrol Rembelton Sadero-o-whisp rururururu
Editor: Exicore, Kirz
Proofreader: Ise-kun

Chapter 5: Kenapa Sama Nih Jii-san Chuunibyou Ini!?

Timu menyerangku. Dia mengacungkan tangannya terhadap kakaknya. Bisa jadi ia berakting sebagai pasukan demon ini cuma sebagai alasannya doang, untuk menyerangku karena aku memarahinya tadi. Seperti yang aku pikirkan, chuunibyou yang berlebihan kaya gini gak bakalan ada baiknya.

Aku ingat. Aku ingat bagaimana aku dulu, aku juga terobsesi terhadap chuunibyou, dan mengacungkan tanganku pada kedua orang tuaku. Orang tuaku memarahiku karena mereka peduli pada masa depanku, jadi aku melempar barang kepada mereka, dan mengamuk. Selain itu aku bahkan memaki mereka “Aku adalah Evil God, Dark Matter. Masa depan? Pekerjaan? Dalam menghadapi krisis di dunia ini, semua itu tak ada artinya. Itu semua tak lebih dari sekedar hal yang bodoh!” Dan akhirnya, aku mengunci diri di kamarku.
Orang tuaku gak bisa berbuat apa-apa, dan mereka terlihat sedih....

Aku tidak ingin Timu mengalami hal yang sama. Aku bersumpah kalau kali ini aku akan menghargai keluargaku. Timu mungkin sedang dalam fase ‘pemberontakan’ sekarang. Sejak awal tahun, kami membuat Timu tidak melakukan apapun selain membantu di restoran. Aku begitu menikmati hari-hariku membantu toko berdua dan juga memasak, jadi aku mengira kalau Timu juga merasakan hal yang sama.

....Iya.

Timu masih anak-anak, di usia dimana dia ingin selalu bermain. Karena aku terlalu terikat dengan urusan memasakku, aku tidak pernah bermain bersama Timu. Itulah kesalahanku yang membuat Timu merasa kesepian dan berakhir mengikuti event perkumpulan ini.

Timu, maafkanlah kakakmu ini.

---- tapi ada hal yang semestinya kamu lakukan, dan hal yang gak semestinya kamu lakukan. Bermain hingga larut malam seperti ini. Mengacungkan tangan pada keluargamu ketika mereka menasehatimu. Demi masa depannya, sebagai kakaknya aku ingin membuat ini semua jelas, mana yang dapat diterima olehnya dan mana yang tidak.

Aku akan menguatkan hatiku sekuat baja!

Di dunia lamaku, dunia memperdebatkan dengan penuh semangat tentang apakah hukuman fisik itu benar atau salah. Menurutku kuncinya adalah adakah kasih sayang di dalamnya atau tidak. Aku ingin Timu tumbuh menjadi orang dewasa yang baik. Itulah sebabnya mengapa ia akhirnya membenciku, sekarang aku harus mengayunkan tongkat cint- oh tunggu, tunggu, tunggu. Begitu banyak saksi mata disini. Melakukannya di depan umum seperti ini akan menimbulkan efek yang berlawanan. Sebaliknya, dia akan memberontak dan kehilangan kepercayaannya padaku. Kebanyakan orang-orang bilang jangan pernah mengomeli seorang anak didepan umum.

(Editor Note: Wkwkw hampir aja itu Timu kena gaplok kakaknya xD )

Apa yang harus kulakukan?

Ketika aku sedang tersiksa memikirkan bagaimana seharusnya mendisiplinkan Timu.

“Camilla, aku akan menyerahkan manusia itu padamu. Semuanya, mari kita pergi!”

Tiba-tiba, pria berarmor-san itu mengatakan hal itu, dan membawa semua orang pergi keluar gua.

Oooh! Seperti yang diharapkan dari pria berarmor-san. Cowok teladan emang beda!

Tanpa perlu merusak suasana di event ini, menurutku dia sebenarnya mengatakan “Sisanya diskusikan secara kekeluargaan oke? ♪ ” lalu meninggalkan kami berdua. Dengan begini, aku gak enak kalau memanggilnya tanpa menambahkan –san lagi.

Setelah aku menyampaikan rasa terima kasihku pada pria berarmor-san itu melalui tatapan mataku, aku berbalik ke arah Timu lalu memarahinya.

-----Mn!?

Masih ada satu orang yang tersisa. Ketika semua orang sudah pergi meninggalkan tempat ini satu persatu, tanpa disangka masih ada pria yang tetap berdiri di sampingnya Timu.

Mungkin… umurnya sekitar 60 tahun-an?

Rambutnya berwarna perak abu-abu, dia tinggi dan memiliki kumis yang trendi banget. Dia mengenakan pakaian dengan emblem di dadanya, terlihat seperti seseorang yang bisa kamu temukan di film Holywood. Kurasa kalian bisa menyebutnya akik-akik gahul.

....Tapi kenapa sih dia masih disini? meskipun Pria berarmor-san telah menuntaskan segala masalah yang harus dituntaskan, orang ini mementahkan itu semua. Padahal semuanya telah mengerti tujuan sebenarnya Pria Berarmor-san dan dengan baik hati pergi keluar.

Jii-san, belajarlah untuk membaca situasi ini!

“Camilla-sama, serahkan ini pada saya”


Pria tua itu mengatakannya, Jiisan melangkah ke depan Timu seolah-olah melindunginya, dan memasang posisi siap bertempur.

Apa-apaan ini?

Dia berencana untuk berubah ke Mode Tempur?

Kenapa pria tua itu melotot kepadaku dengan ekpresi yang tidak takut kaya gitu?

“Nielsen, kau tak perlu bertindak, aku sudah menerima perintahku”

“Tidak, anda baru saja bangkit, Camilla-sama. Saya tidak yakin kekuatan anda sudah kembali seutuhnya. Ini sudah menjadi tugas saya, pemimpin dari pasukan anda”

“Um.... Ada yang ingin ku obrolin dengan Timu.....”

“Manusia, kau telah mencoreng nama baik Camilla-sama. Aku akan menggantinya dengan hidupmu!”

"-------Aku akan bertanya hanya untuk memastikan sih tapi, apa mungkin kau itu serius?”

Dia tau kalau semua ini Cuma event ‘kan?? Tatapan haus darahnya itu sama sekali gak keliatan kalau lagi bercanda sih, tapi....

“Apakah aku serius, katamu? Hmph, anggaplah ini sebagai kehormatan untukmu. Karena aku akan membiarkanmu menyaksikan teknik rahasia andalanku!”

“'Teknik rahasia andalan?' Jangan-jangan maksudmu itu—"

Jiisan mengepal tangannya dan terlihat bersemangat. Tubuhnya sampai gemetar, dan sepertinya pembuluh darahnya akan keliatan menonjol keluar.

“Teknik rahasia, Fire Bomber! [Super Demonic Flame Burst Fist]

Perasaan ku ngga enak nih.

"D-, Dia serius... dia beneran serius jadi anak buah-nya Camilla, dan dengan bodohnya menganggap kata-kata dari Pria Berarmor-san sebagai sesuatu yang serius."

O-, orang ini Chuunibyouuuuuu!

“UUUUOOOOHH! MATIIII KAUUUUUUUUUUUUUUU!”

Saat dia mengeraskan raungannya itu, jiisan itu menyerang kedepan dan mengulurkan tinjuannya ke kepalaku. Pukulannya membentur tepat di pelipisku

“Ow-!”

Orang ini beneran serius mukulin aku. Jiisan itu memukuli ku. Pukulannya tepat mengenai daguku, lalu dilanjutnya ke arah perutku.

Orang ini waras gak sih? Secara teknis aku ini Cewe kan! Dan meskipun gitu, orang ini tetap saja menyerangku tanpa keraguan sama sekali lho. Coba pikir deh secara normal, ini tuh namanya penyerangan, dan memang sudah gak bisa dipungkiri lagi, oleh masyarakat sekalipun.

Sial, tadi itu mengerikan. Dari awal dia yang duluan memberikan seruan untuk perang kepada ku dan lalu dia tiba-tiba saja maju ke arahku lalu menyerangku, aku terkejut.

Tapi....ini sih lemah, lemah banget.

Gimana ya jelasinnya, sebenarnya pukulannya itu tidak memiliki kekuatan sama sekali.

Kenapa..? Pukulannya itu rasanya kaya anak SD yang lagi nangis, terus ngehajar kamu dengan kemaharannya yang muncul tiba-tiba. Orang tua yang gila-gilaan menghajar cewek dengan seluruh kekuatannya. Uuh pemandangan ini seperti mimpi aja. Mengingat tindakkan menjijikkannya ini, dan tanda-tanda chuuni nya yang lagi kumat, dan faktanya kalau dia tidak bisa menerima kenyataan dari permainan, kayanya sih gak mungkin kalau orang ini punya pekerjaan. Gak salah lagi. Jiisan ini adalah NEET versi dunia ini, yaitu M.A.N (Middle-aged-NEET/NEET-usia-lanjut).

------Baiklah! ini adalah saat yang tepat untuk membuat Timu melihat kenyataan. Aku akan menunjukkan kepadanya, bagaimana nasib orang yang gak berguna menderita chuunibyou. Sebenarnya gampang sih menaklukkannya, tapi aku memutuskan untuk membiarkannya tetap memukulku..

“HAAAHHH! E! HAHP! YAH!”

Jiisan ini terus meluncurkan tinjunya padaku, sambil meneriakkan kalimat gak jelas

Tuh lihat! Lihat itu Timu! Lihatlah pria tua menyedihkan ini. Kalau kamu tidak mendapatkan pekerjaan ketika dewasa nanti, dan menutup matamu dari kenyataan, dan terus berkhayal, nanti kamu bias jadi kayak gini, 'tau!

....Hmmn, apa Timu bener-bener sudah mengerti?

Ketika aku kebetulan melirik Timu, aku melihatnya memandangi jiisan dengan cemas. pandangannya benar-benar terlihat khawatir pada Jiisan.

Tapi kenapa? Kenapa dia khawatir kepada pria tua berbahaya yang bahkan gak ragu sama sekali untuk memukul seorang gadis sepertiku?

----------Aaah aku tau! Aku yakin kalau kemungkinan Jiisan ini adalah penyebab utama kenapa Timu menjadi chuunibyou. Dia terus aja memanggil 'Camilla-sama, Camilla-sama', dan membuat adikku merasa dirinya begitu penting. Dan lalu dia mengambil kesempatan mempengaruhi hati adikku untuk memperparah chuunibyou-nya!

E-enggak salah lagi....

Tapi kalau kamu berpikir sosoknya adalah orang yang seperti itu, biarpun dia itu jiisan yang berbahaya, yang akan menyerang siapa saja yang terlihat seperti seorang perempuan, dari sisi pandangannya timu, dia itu tetap saja terlihat seperti ksatria yang akan melindunginya dari musuh.

Aduh sialan banget! Kayaknya Chuunibyou-nya Timu lebih parah dari yang kuperkirakan.

Ah~ kalau dipikir lagi, jiisan ini beneran membuat ku kesel deh. Sepertinya semuanya sudah jelas, dialah penjahatnya, yang dari belakang menuntun timu menuju bencana ini(chuunibyou). Dan selain itu, Aku benar-benar mulai merasa sakit dipukuli oleh orang ini. Meskipun dari nafasnya mulai keliatan kalau dia kecape’an, tetap saja dia terus terusan memukulku bahkan sampai sekarang. Meskipun aku kena pukul, aku gak yakin bisa berbuat kasar sama orang yang beneran aku gak kenal, tapi aku udah gak kuat lagi.

“Kau-, hentikan ini semua! Dasar pengidap Chuunibyou bajingan!”

Aku tangkap tangannya yang ingin menyerangku, dan mendorongnya kebelakang. Didorong olehku, orang itu akhirnya kehilangan keseimbangannya. Tubuh Jiisan itu sekarang benar-benar terbuka lebar.

Nah inilah kesempatanku!

Aku berlari cepat menuju jiisan dan melesatkan tinjuku ke perutnya.

“Hukuman! Hukuman! Hukuman!”

Seperti petinju, aku melesatkan tinjuku lurus ke wajahnya, rahang, dan ulu hati; semua sudah kubereskan.

“Guha-, gahu-, gohah-! Hahh, hahh-----ap-, apa-apaan pukulan dengan kecepatan kilat dan berat ini....ak-, aku akan mati”

Setelah menahan pukulanku, jiisan langsung ambruk ke lantai.

Bahkan sebelum ambruk dia mengucapkan kalimat yang sangat Chuuni

“aku akan mati” katanya.

Seolah-olah mereka semua memiliki kekuatan yang besar!

Tapi yahh, mungkin saja Jiisan tidak menduga ini. Dia mungkin gak nyangka kalau ternyata dia akan kalah oleh seorang gadis seperti ku ini, setelah apa yang tadi terjadi. Padahal kehidupan itu gak selalu sesuai seperti yang kamu rencanakan. Meskipun aku terlihat seperti ini, aku ini cuma tukang masak; ototku terlatih cuma karena sering ngangkat peralatan memasak. Kalau nanti ada seseorang yang memiliki kekuatan seperti si Jiisan yang NEET ini, aku pasti akan bisa menaklukkannya dengan mudah.

No comments:

DMCA.com Protection Status