Tilea no Nayamigoto Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tilea no Nayamigoto Chapter 7 Bahasa Indonesia

September 18, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Liber Koibito Shareturee Dreamorire Syalala Helgeum Doo'ranbolt Xersteriium  Grodserius Schnaider Bailer Stagrium Xreearin Dreafo'or Vrendelis Crekion Bachigone pepepepepe pepepepepe Vrokiore Safiuty Qweolope Sreast Dretrol Rembelton Sadero-o-whisp rururururu
Editor: Kirz
Proofreader: Ise-kun

Chapter 7: Kakakku Adalah Evil God-sama

Ketika aku tenggelam dalam kebahagiaan karena menerima perintah untuk menghancurkan ibukota, manusia itu tiba-tiba muncul dan disambung dengan ucapannya yang ngelantur.

Manusia itu masih berpikir kalau aku adiknya? kesalahpahaman juga harus ada batasnya. Walaupun aku membiarkannya hidup karena rasa belas kasihku, dia ini terlalu bodoh!

Karena itulah manusia lemah itu tak layak untuk diselamatkan. Tapi meskipun mereka hanyalah keluarga sementaraku, aku sudah tinggal bersama mereka lebih dari sepuluh tahun. Aku akan mengambil kepalanya tanpa ia merasakan sakit. Aku memenuhi tanganku dengan 'Mana', merasakan sebuah emosi yang mirip dengan perasaan tidak tega.

“Manusia, bahkan walaupun hanya sementara, kau tetaplah kakakku. Setidaknya aku akan memberimu kematian yang tidak menyakitkan”

Dengan kecepatan kilat aku menghempaskan pisau lipatku ke arah leher manusia itu.

Hal itu membawa dampak suara yang menggema ke seluruh ruangan----

Aku sudah memotongnya.

Tapi untuk beberapa alasan tanganku merasakan sensasi yang aneh. Rasanya seperti memukul sebuah dinding yang dipenuhi kekuatan magic.

I-,itu tak mungkin, bagaimana....

Dengan semua itu, tak ada sedikitpun luka pada manusia itu.

Mustahil!?

Seharusnya kalau aku memasang kekuatan magic dalam seranganku, bahkan seekor naga sekalipun, yang terkenal sulit ditaklukkan itu, akan terpotong layaknya mentega.

"Kau tidak memberinya rasa belas kasihan kan?"

Viceroy pasti sudah berpikir kalau aku telah memberinya rasa belas kasihan, karena ia memang menanyakan hal itu.

"Viceroy, ini penghinaan buatku! aku sudah memasang kekuatan yang cukup bahkan bisa membelah naga menjadi dua!"

Aku memahami keraguan Viceroy ini. Tapi tadi aku benar-benar tidak menahan kekuatan ditanganku ini. Bisa-bisanya diragukan seperti itu merupakan penghinaan untukku. Setelah itu, Orang-orang disekitarku mulai melontarkan cacian mereka kepadaku.

Satu-satunya yang kalian para bajingan tidak kehabisan adalah kata-kata. Ada sesuatu yang aneh dengan ini. Apa dia benar-benar manusia?

Ketika diriku tengah terkejut, Viceroy membawa semua orang keluar. Dengan kata lain, sisanya terserah padaku.

Kuh-, mencemaskan hal ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Aku mungkin secara tidak sadar terlalu santai tadi karena kupikir dia itu hanyalah manusia biasa. Sekarang waktunya aku serius. Sebagaimana aku membangkitkan semangatku.

"Camilla-sama, serahkan ini pada saya"

Pengawalku Nielsen berkata demikian, dan melangkah maju kedepanku.

Nielsen selalu seperti ini. Bisa jadi dia orangnya selalu khawatiran, tapi dia selalu mengambil inisiatif menguji marabahaya seperti ini.

Tapi ini akan memalukan sekali kalau aku mundur setelah gagal seperti ini.

“Nielsen, kau tak perlu bertindak, aku sudah menerima perintahku”

“Tidak, anda baru saja bangkit, Camilla-sama. Saya tidak yakin kekuatan anda sudah kembali seutuhnya. Ini sudah menjadi tugas saya, pemimpin dari pasukan anda”

Dengan keras kepalanya dia menolak perintahku. Dia memang selalu keras kepala disaat seperti ini. Memang benar kalau aku baru saja bangkit, dan itu juga benar mengenai aku yang tidak sedang dalam kondisi normalku. Akhirnya aku memutuskan untuk menyerahkannya pada pemimpin pasukanku, aku melangkah mundur dengan arti aku menyerahkan ini padanya.

Melihatku melangkah mundur, Nielsen mengepalkan kedua tangannya dan membiarkan hawa membunuhnya keluar. Dipenuhi dengan semangat bertarung, Toukinya membesar dengan cepat.
(Note: Saya masih tidak tau "Touki" itu apa)

Hu hu, posisi yang seperti ini, bahkan diriku akan kesulitan menghadapi Nielsen.

Sekarang, manusia, apa yang akan kau lakukan?

"-------Aku akan bertanya hanya untuk memastikan sih tapi, mungkinkah kau itu serius" (Tilea)

Tak mempedulikan ketegangan Nielsen, ia memprovokasi Nielsen, mengisyaratkan bahwa Nielsen 'Harus serius'

Menarik sekali. Mari kita lihat kemampuanmu yang sesungguhnya!?

Dengan begitu, pertempuran Nielsen dan manusia itu dimulai. Nielsen menanggapi provokasinya, dan mengerahkan segala kemampuannya di awal. Ia menggunakan kartu rahasianya.

Bomber Fire [Super Demonic Flame Burst Fist]...

Jika dilihat dari serangan itu, bahkan aku yang salah satu jendral dari enam iblis, tidak akan bisa lari dari itu tanpa cedera. Banyak prajurit kuat yang tumbang dalam perang sebelumnya karena teknik yang dasyat ini. Membiarkan toukinya yang luar biasa keluar, Nielsen melompat ke depan.

Mmn. Aku bisa merasakan kekuatan sihir yang bahkan lebih kuat daripada saat perang sebelumnya. Makhluk seperti manusia pasti akan menjadi daging cincang dalam sekejap. Kemenangan ini sudah diputuskan, bukan begitu.

Tapi situasinya jauh di luar harapanku.

Sebenarnya dia itu apa?

Dia terkena pukulan Nielsen secara telak. Tapi meskipun begitu, dia tampak tak peduli, seolah-olah sedang menghadapi anak kecil.

Haruskah aku ikut bergabung juga dalam perkelahian itu?

Sungguh menyakitkan kalau harus mencemari nama baik jalan kesatria Nielsen ini, tapi aku tidak bisa membiarkan bawahanku yang terpercaya dikalahkan.

Diam-diam aku mengeluarkan kekuatan sihirku, dan mencari celah untuk menyerang balik. Tapi jangankan menemukan celah, saat aku menunjukan tanda-tanda akan menyerang, ia langsung menatap ke arahku.

M-, mungkinkah dia merasakan hawa membunuhku atau semacamnya?

Ketika menerima pukulan Nielsen, dia tidak membiarkan kewaspadaannya padaku turun sedikitpun.

Sungguh orang yang menakjubkan.

Pada kondisi yang seperti ini, Nielsen bisa-bisa terbunuh!

Tapi tak ada sedikitpun celah untukku. Aku tak bisa melakukan apapun selain melihat pertarungan ini dengan kebingungan.

Dan kemudian, pada akhirnya....

Dia meneriakkan sesuatu, dan dengan tiga pukulan, hanya tiga pukulan, dia menumbangkan bawahanku yang paling terpercaya dari semua kerabatku.

Ketika aku masih diam terbujur kaku atas kekalahan Nielsen,

"Timu, ada sesuatu yang ingin kamu katakan?"

Dia dengan berani mendekatiku, dan memprovokasiku seperti itu.

Hmph, kau ingin aku memujimu? aku jengkel mendengar ucapan angkuhnya, tapi kekuatannya memang sangat nyata. Aku tidak pernah menemui kekuatan sebesar ini dalam perang sebelumnya.

"Manusia-, tidak, dengan kekuatanmu yang seperti itu tidak mungkin kau itu manusia. Sebenarnya kau ini apa?"

Tidak mungkin dia ini manusia biasa. Jika kau mempertimbangkannya lagi, Kekuatan Nielsen dalam pertarungan jarak dekat setara dengan enam jendral iblis. Dan dia dengan mudahnya mementahkannya. Hal ini membuatku penasaran dengan wujud aslinya. Tapi dia tak menjawab pertanyaanku, dan terus mendekat.

"Jadi, berikutnya kau berencana untuk menghabisiku!? Tapi aku dikenal sebagai Camilla the Flash; jadi aku tidak akan ragu."

Memang. Aku adalah salah satu dari enam jendral iblis, Camilla the flash, dan tak akan mundur di depan prajurit yang kuat. Aku akan maju dan mengalahkanmu.

Nah, sekarang apa yang harus kulakukan?

Kurasa dia memiliki keuntungan dalam pertarungan jarak dekat.

Kalau begitu bagaimana dengan sihir? Hal ini cukup wajar dimana orang yang sangat kuat dalam pertarungan jarak dekat lemah terhadap sihir.

Aku memutuskan menggunakan kekuatan sihirku yang terkuat.

"Hmph, ini adalah teknik rahasiaku yang paling kuat. O Magic Bullet, jadilah bintang yang tak terhitung! Star Freya! [Super Demonic Star Magic Bullets]"

Star Freya [Super Demonic Star Magic Bullets]...

Ini adalah teknik rahasiaku yang terkuat, dan merupakan sihir ber-tipe emisi. Melacak target dengan peluru magic yang jumlahnya bahkan mencapai ribuan. Tak mungkin untuk menghindarinya. Dan terlebih lagi, satu peluru saja sudah cukup untuk menghabisi iblis berperingkat rendah.

"Tidak usah sungkan-sungkan untuk menjadi hancur berkeping-keping!"
(Editor Note: Maaf kalau pada dialog ini beda terjemahan dgn chapter sebelumnya yang ceritanya sama, karena menurut saya ini yang paling pas.)

Aku tak akan meleset. Tidak usah ragu untuk menjadi sampah dalam sekejap.

Ribuan peluru magic mengenainya secara telak. Bahkan musuh-musuh yang sangat kuatpun di masa lalu, tak ada yang selamat setelah terkena serangan dari banyak peluru magic seperti ini. Tak ada cara untuk menangani serangan ini selain memasang pertahanan sebelum aku mengeluarkan peluru magic.

Tapi, sekali lagi, harapanku terbalik---

A-, apa ini benar-benar mungkin?

Memang, pelurunya mengenainya secara telak. Semua peluru mengenainya, tapi tak menimbulkan efek sama sekali. Saat itu, dia tampak kesakitan, tapi cuma begitu saja.

Tubuhnya itu terbuat dari apa?

Aku terbujur kaku karena kaget, tiba-tiba, dia berlari ke depan dan sudah berada di belakangku.

S-, Sial!

Tanganku dijepit di belakang, dan aku diangkat.

"Apa-!? Apa yang mau kau lakukan padaku? L-, lepaskan aku! A-, aku tidak bisa bergerak!?"

M-, mengapa aku tidak bisa bergerak bebas?

Walaupun sudah mengerahkan semua kekuatanku, aku tak bisa melarikan diri dari jepitannya. Kekuatanku bahkan mampu merobek sebuah kotak besi, tapi kenapa bisa seperti ini?

Ketika aku terkejut dan menggeliat, dia menunjukan bahwa dia akan memukulku dengan telapak tangannya.

"Hmph, serangan fisik tidak akan mempan kepadaku, kau tahu. tubuhku ini memiliki magical barri--Guhah-!"

(Editor Note: Akhirnya masuk juga di adegan klimaks nya , di chapter ini :v !)

A-, apa yang baru saja terjadi?

Saat itu aku mendengar suara tamparan, tubuhku seperti diserang oleh rasa sakit, rasanya sesuatu dalam diriku sedang terbakar menjadi berkeping-keping. Tubuhku selalu memiliki perisai magic untuk melindungiku.

Harusnya serangan setengah-setengah seperti ini tidak akan bisa merusak perisainya....

"Timu, kumohon renungkan semua yang kamu lakukan!"

Dia menepiskan telapak tangannya ke pantatku. Dia memukulku seolah-olah perisai magicku tidak berfungsi. Selain itu, dia melapisi telapak tangannya dengan sejumlah besar kekuatan magic, sehingga rasanya seperti dihantam sampai diriku tak mampu menahannya.

"Ahhhh, Aahhhh, t-, tidak mungkin! sangat mudah menghancurkan pelindungku-----D-, dan terlebih lagi, serangannya mengandung banyak sekali 'mana'"

Dengan mudahnya mengatasi perisai magicku, dan kekuatan magicnya sangat besar; dia ini sebenarnya apa?

Setelah itu, dia terus mengucapkan kata-kata yang tak kumengerti, dan terus menerus memukuli pantatku.

Akkhhh, Ahhhhhh, setiap aku menerima serangannya, 'Mana' di tubuhku perlahan berkurang. Kekuatan magic yang sangat besar meraum dari tubuhku.

Kuh-, apa yang terjadi? Tapi, aku tidak akan kalah! aku salah satu dari enam jendral iblis, Camilla the flash!

Aku berteriak sekuat tenaga bahwa aku tak akan kalah, tapi setiap kali aku dipukul, jiwaku seolah meninggalkanku.

"Aahhhh, ahh, jika kau ingin membunuhku maka bunuhlah!"

......Tapi dia tidak membunuhku, dan terus memukulku.

Apakah dia berniat menyiksaku terus-menerus hanya untuk bersenang-senang seperti ini?

Aahhhhh, ahh, pasti begitu. Di dunia ini orang-orang menyimpan kebencian yang kuat pada pasukan raja iblis.

-----Apa-apaan dia ini!!!

Serangan yang tiada henti, dan terlebih, kekuatan serangannya sudah diatur agar aku tidak kehilangan kesadaranku. Karena itulah rasa sakit ini menjadi tak tertahankan.

Berapa lama siksaan ini akan berlangsung.......?

Ini mengerikan. Mungkinkah dia akan melanjutkannya hingga jiwaku hancur?

Saat itu aku memikirkan sesuatu, aku sadar beberapa urat syarafku yang tegang dalam hatiku tersentak.

"Uu, uuuuu ---- a, aku salah. Kumohon hentikan!"

Ku mohon bunuh saja aku!

Aku membuang semua kebanggaanku sebagai jendral iblis, dan memohon padanya. Jangan menjatuhkanku lebih jauh lagi. Tapi, dia sama sekali tak menunjukan tanda-tanda bahwa akan membunuhku.

"Uu-, uuu....B-, bunuh aku! Se-, setelah menerima penghinaan seperti ini, aku tak mau hidup lagi!"

Apa yang ingin ia lakukan? Aku menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.

"Timu, dengar ya..."

"a-, apa?"

Dia manatapku dengan serius, dan berbicara mengenai dirinya.

Mendengar ceritanya, aku terkejut...

Mengejutkan, kakakku Tilea ternyata seorang reinkarnator, dan wujud aslinya adalah Evil God Dark Matter!

Sepertinya sebelum ia bereinkarnasi, Evil God-sama tinggal disebuah negara bernama 'jepang'. Ternyata di jepang, dua puluh tahun setelah kelahirannya, dia meninggalkan tempat orang tuanya dan hidup sendiri.

Betapa mengejutkannya!

Biasanya seorang iblis tinggal dibawah naungan orang tuanya hingga ratusan tahun. Anak-anak akan cepat kehilangan nyawa mereka bila terkena serangan musuh. Di rumah orang tua mereka, iblis akan menyimpan 'Mana' mereka, dan belajar cara bertarung. Jadi di 'jepang' ketika kau berumur 20 tahun kau hidup mandiri, dan hampir semua orang bekerja kepada 'peruhsaha'an' dan diperintahkan bekerja? Tapi sepertinya karena jepang adalah negara yang mengerikan, setiap tahunnya puluhan ribu orang kehilangan nyawa.
(Note: Itu bukan typo, tapi emang gaya bicaranya Timu yang belepotan ketika mengucapkan kata asing"

Tidak dapat dipercaya!

Bahkan kami pasukan raja iblis yang hidup sebagai lambang keganasan tidak mati dalam jumlah itu. Selain itu, untuk kematian yang terjadi bukan karena perang, melainkan karena kesalahan pilihan mereka sendiri, betapa menakutkan sekali lingkungan itu? Tapi sepertinya semua orang yang memperbudak diri mereka dengan 'peruhsaha'an', bekerja keras untuk hidup mereka.

Dan bukankah disana ada yang namanya ketidakpuasan? bahkan pemberontakan sekalipun?

Aku bertanya-tanya, tapi tampaknya seperti yang kau harapkan, hal itu terjadi. Orang-orang yang bangkit untuk melawan 'peruhsaha'an' ini disebut 'Niits'. Mereka adalah kelompok yang bekerja dengan moto 'jika kau bekerja, itu artinya kau kalah' dan mempertahankan prinsip mereka itu terhadap para orang tua mereka dan lingkungan mereka, dan sepertinya orang-orang dibelakang Evil God-sama itu adalah “Evil God”, soalnya mereka juga berjuang melawan orang tua mereka setiap hari sebagai anggota grup itu.
(Note: Niits = NEET = Pengangguran)

Sangat mengejutkan!

Menjadi orang tua Evil God-sama, mereka pasti sangat kuat. mengingat dia bertarung setiap harinya dengan orang seperti itu setiap hari, tak salah lagi itu adalah medan perang yang luar biasa. Evil God-sama sudah pasti pemenang dari pertarungan itu.

Meskipun aku yang baru bisa melampaui 'Mana' orang tuaku setelah ribuan tahun, Evil God-sama dapat mengatasi orang tuanya hanya dalam beberapa dekade.

Dan sepertinya Evil God-sama mempunyai tangan kanan juga, tapi setiap tahun mereka terkalahkan dan akhirnya jatuh ke dalam 'peruhsaha'an'.

Tapi dengan 'Tidak menyerah! Tidak membungkuk! Tidak melihat ke belakang!' sebagai motonya, Evil God-sama tidak akan mengakui kekalahannya, dan terus melanjutkan pertempuran.

Betapa mulianya!

Dan suatu hari di hari sialnya, setelah menerima hadiah terakhirnya, 'Kesempatan untuk Kebebasan', Evil God-sama mengumpulkan tekadnya untuk yang terakhir kalinya, dan pada akhirnya dia berakhir dengan terkena serangan 'Truk' dan mengahkiri pertempuran besarnya itu---

(Editor Note: sebenarnya englishnya 'Whell Fere', karena saya tidak tau itu apa, jadi saya anggap itu typo, yang mungkin maksudnya 'Wheel Free' sehingga saya terjemahkan menjadi 'Kesempatan untuk Kebebasan',, tapi jika ada yg berpendapat lain, silahkan tinggalkan komentar dibawah)

Tapi tetap saja, apa sebenarnya 'Truk' itu!? Evil God-sama adalah iblis yang mampu menangani teknik rahasiaku dengan mudah. Dan serangan itu mengakhiri kehidupan Evil God-sama begitu saja. Sebuah mantra terlarang berkelas Ragnarok. Tidak salah lagi itu pasti kemampuan penghancuran yang tidak dapat dibayangkan.

"U-, untuk sesuatu seperti itu---ap-, apa yang sudah kulakukan!?"

Setelah mendengar ceritanya sampai akhir, aku menyadari kalau aku sudah melakukan hal kasar pada orang yang tak kusangka. Telah menyamakan orang terhormat sebagai manusia, bahkan kebodohan itu juga harus ada batasnya. Rasa penyesalan melonjak dalam diriku atas apa yang telah kulakukan pada tokoh penuh kehormatan ini. Aku mungkin akan dibunuh. Hal itu sudah tak dapat dibantah lagi. Betapa hebatnya diriku telah membuat kesalahan besar ini. Tapi, Evil God-sama tidak akan menjatuhiku hukuman, dia cukup baik untuk memberiku bimbingan.

Terharu, aku gemetar, ketika Evil God-sama tiba-tiba memberiku sebuah pelukan yang lembut, dan bahkan memberikan kata-kata yang begitu hangat.

Coba pikir lagi, meskipun aku salah satu dari jendral iblis yang secara langsung melayani Zorg-sama, aku tak pernah dianggap lebih dari seorang jendral. Dan rasanya ada jarak yang kekal di antara kami. Tapi, sebagai seorang tokoh yang berperan besar, tidak, bahkan lebih baik daripada Zorg-sama, memperlakukanku, diriku yang rapuh ini, seolah-olah aku benar-benar adiknya.

Untuk mendapat kehormatan tanpa pamrih seperti ini, apa yang harus kulakukan untuk membalas budi?---

Memang, ada cara untuk menawarkan jantung dan tubuhku dan setia melayaninya. Itulah mengapa aku mengatakan pada diriku sendiri, untuk mengungkapkan perasaanku pada Evil God-sama.

No comments:

DMCA.com Protection Status