Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter Prolog 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter Prolog 3 Bahasa Indonesia

September 11, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Alice
Editor: Exicore
Proofreader: Ise-kun

Chapter Prolog 3: Dewi = Serangga

"Ruangan ini sepertinya bisa disebut sebagai ruangan platinum" (Makoto)

Aku kebingungan.

Saat kupikir aku akan berakhir di ruangan dengan langit berbintang, kali ini aku berada di ruangan putih menyilaukan yang menyakiti mataku.

"Ara, Kamu sudah disini? " (Dewi)

Nada suaranya. Sama seperti apa yang seorang Dewi akan gunakan.

"Kekuatan dari Pria tua Tsukuyomo sudah menjadi sangat lemah huh. Berada di dunia barbar itu, mau bagaimana lagi" (Dewi)

Suara kedua ini seperti dewi juga

"Lagipula, hanya karena kami sudah lama nggak ketemu, dia lupa mengenai kepribadianku dan memutuskan kandidat laki-laki, sepertinya dia udah jadi pikun! Ahahahahahahahahaaah" (Dewi)

Suara ketiga ini.. D-Dewi?? Mungkin ini Dewi juga.

"Ada dua gadis yang cocok dengan selera gue juga. Harusnya dia pilih salah satu dari mereka ‘kek. Ya ampun, Kalau gue tidak punya asuransi entahlah apa yang akan terjadi" (Dewi)

Suara keempat ini.. D-D-De-Dewi lagi juga kah?

"Yah, Sabar.. sabar.. Nah, Misumi itu nama lu kan? Elu dipanggil ke dunia ini dengan kontrak yang orang tua lu udah buat tapi..." (Dewi)

Suara kelima. Apakah itu beneran? Tidak mungkin, itu pasti hanya sebuah lelucon. Lelucon yang lucu.

"Kau tahu, ketika gue meleng sebentar, keseimbangan antar ras udah runtuh. Hyuman dalam keadaan darurat sekarang. Ras demon dan ras spirit sedang melakukan apapun yang mereka inginkan, tau?"(Dewi)

Saat kau tidak melihat katamu?

"Jadi, Gue ingat dengan kontrak itu. Dalam tidur siangku.. maksudku, dalam sekejap mata mereka telah membuat keturunan jadi gue pikir gue akan memanggil mereka dan membuat mereka membantu ku, tau?"(Dewi)

Si kampret ini, dia pasti mau bilang dalam tidur siangnya tadi.

"Ahahahahahahah!!! Elu, apa lu benar-benar anak mereka berdua? Eh? tunggu, tunggu sebentar. Ara, Kakak perempuan dan adik perempuannya terlihat lebih baik. Ah, ini tak mungkin, mungkin saja jahitannya" (Dewi)

Tsu-Tsukuyomi-sama. I-Ini mustahil untukku.

"Ah, darah lu terlihatannya terhubung dengan mereka. Kasihan sekali ya~? di foto keluarga, Nggak, disetiap tempat Elu cuma seorang bebek jelek! Komponen lu sebagai angsa itu nol. Lu menggelikan ya kan~?"(Dewi)

Hey, Aku akan mengunyahmu sampe hancur.

"Bener-bener mustahil untuk memberi lu sebuah kekuatan. Maaf tapi bisakah lu hilang ke permukaan sana. Keberadaan lu menjijikkan" (Serangga)

[TL notes: Makoto beralih memanggilnya dari dewi ke serangga]

Jika contohnya ada serangga beracun yang dipanggil Dewi yang bahkan singa bakalan lari darinya. Hal tersebutpun masih lebih baik dibandingkan ini. Kalau aku harus memilih diantara mereka berdua. Lebih baik aku bergaul dengan serangga beracun.

Mungkin karena kemarahanku tapi pikiranku menjadi sangat jelas. Aku bahkan tidak tau kalau aku yang seperti ini ada didalam diriku.

Setidaknya, Setelah menyeret seseorang ke dunia lain dan kemudian mencoba membuat mereka melakukan apa yang dia inginkan, apa itu sesuatu yang seharusnya dia katakan?!

Itu nggak mungkin, kalau keadaannya seperti itu. Bahkan Cewe SMA menyedihkan yang cuma memikirkan fashion aja akan punya sikap yang lebih baik.

"??"

Tidak bagus, bahkan ketika aku mencoba menghinanya, kata-kata tidak bisa keluar.

Bagaimana ngomongnya ya, mulutku hanya bisa melongo.

"Apa yang lu lakuin? Ngomong aja ga bisa. Di dunia ini gue itu satu-satunya Dewa dan juga seorang perawan, tau? Untuk orang seperti lu ada di ruangan yang sama ma gue itu sudah menjadi dosa. Kalau Gue hamil gimana lu mau tanggung jawab?"

Si-si kampret satu ini adalah seorang Dewi. Dewa yang unik

Dalam galge, cewe dengan rasio tsun 100% akan lebih bisa disukai dari pada ini, benar-benar lebih bisa disukai!

Ini benar-benar penting, jadi aku mengatakannya 2 kali dengan seluruh energiku.

Aku tidak mau. Aku tidak mau. Pergi ke dunia yang dewi ini kelola jelas bukan dunia yang bagus. Tidak mungkin aku ingin pergi.

Tsuki sama, tolong, tolong bantu aku keluar dari sini. ini benar-benar mustahil!!

"Nah, dalam peraturan dikatakan kalau lu hanya bisa dipindah cuma sekali, tapi itu sudah kulakukan. Jadi aku akan sedikit sabar dalam hal ini.”

"K-Kau!! Setelah memanggilku kesini karena keadaanmu sendiri, Jangan bertingkah seperti itu!!"(Makoto)

"Uwaaah barbarnya! Pada saat lu bicara langsung seperti itu, Bahkan suara lu nggak indah. Gue ga peduli lagi mengenai ngebantu lu" (Serangga)

"Apa?!" (Makoto)

"Gue udah menyiapkan Hero(pahlawan) yang cocok untuk dunia sagaku. Lu ga papa deh, tinggal didunia gue dan jangan buat masalah. Denger ga!?. bener-bener deh, membuat asuransi barusan bener-bener hal yang tepat" (Bug)

Mana mungkin itu baik-baik saja!! Apa-Apaan itu?!

Aku sendiri sudah membulatkan tekadku untuk datang kesini!

Mulai dari Tsukuyomo-sama, para dewa dan Orang-orang.

Dan dengan semua itu aku telah menyiapkan diriku dengan caraku sendiri, aku telah meninggalkan duniaku yang terdahulu hanya untuk datang dan sekarang??

"Ah~ Gue udah mencari tempat yang bagus buat membuang lu, oke~? Kelihatannya meskipun lu jatuh dari sini lu nggak bakalan mati. Ah~ Orang-orang dari dunia itu benar-benar ulet ya? Gue terkejut" (Serangga)

Datang kesini cuma untuk beberapa menit hanya untuk mengatakan kata-kata dengan alasan yg egois seperti itu. Kalau aku mati dan disidang, Aku akan memanggilnya karena berusaha membunuhku! pada awalnya, tak ada alasan menerima perlakukan seperti ini! kan?!

"Dan juga, Gue bilang satu hal lagi oke? Jangan pernah coba menyebarkan benih jelek punya elu itu pada penghuni duniaku yang cantik. Juga Jangan menikah juga okay? Karena Dunia akan jadi kotor"(Serangga)

Tak apa. Aku telah menyerah mendengar apapun dengan telingaku. Ini pertama kalinya untuk ku.

Pada waktu saat Sensei di dojo atau Senpai di club memberiku permintaan yang mustahil itu benar-benar… benar benar jauh lebih baik dari ini.

Ada juga peristiwa yang hampir menjadi trauma. Dan pada saat itu juga! dan pada saat yang itu juga!

Bukan, bukan itu.

Tak baik. Aku hampir lari dari kenyataan.

Tapi ini benar-benar Kenyataan yang penuh dengan keputusasaan.

Dunia yang aku telah datangi sampai saat ini, membuatku yakin kalau Dewi yang unik ini punya gangguan jiwa. Situasi yang mengkhawatirkan.

"Ah, iya, Gue ga akan memberimu kekuatan yang hebat tapi setidaknya gue bisa memberimu kekuatan 'comprehension'. Nggak ada cara lain, setidaknya gue harus ngasih elu ini, demi masa depan"(Serangga)

Entah kenapa dia mencapai kesepakatan dengan dirinya sendiri. Serius, Jangan bercanda denganku. lebih seperti, Apa itu normal untuk Dewa memiliki kebanggaan tinggi itu? Apa Tsuki-sama yang spesial ato dia ini yang spesial. Aku ingin percaya dalam teh. Untuk kesehatan pikiranku.

"Hey, Si Misumi, Denger nggak?" (Serangga)

Akhirnya namaku punya "Si" didepannya. Lebih baik dari pada "Kisanak" atau "Dangsanak" kan? Semuanya, aku adalah putra sulung dikeluarga Misumi, Makoto Misumi adalah namaku.

"Apa?" (Makoto)

Aku bahkan merasa tak bisa bicara dengan sopan dengannya. Tapi itu pasti akan bisa dimaafkan. Itu benar, Karena dari Sudut pandang siapapun akulah yang benar.

"Gue dah ngatur jadi lu bakal bisa bicara ma ras demon dan mamono* jadi lu bakal bisa paham bahasa mereka. Jadi cobalah yg terbaik dan bertemanlah dengan goblins atau orc, oke? jangan membuat masalah pada ras lain, oke? Kalau begitu, pergi sana" (Serangga)

[mamono=monster]

"Cara ngomong macam apa it--- wa?? Wawawawawawaaw?!" (Makoto)

"Aaah~?! Bahkan suara teriakannya nggak cantik!! Nymphs! Bersihkan setiap celah dan sudut dari ruangan ini! Kalau menyebar, aku nggak bisa tahan" (Serangga)

Tiba-tiba aku terserang oleh perasaan seperti kalau aku terjatuh.

Kata-kata terakhir yang ku dengar. Apakah aku semacam reinkarnasi iblis?!

Bahkan kuman pun menjalani hidupnya dengan baik, kau tahu?!

Setidaknya ditempat ini,

{"Ah, Maaf. Sebenarnya sejak pertama kali aku melihatmu, aku telah jatuh cinta padamu, aku minta maaf"} (Makoto wkwk)

{"Oh, Bapa. Kenapa kau membuatku melakukan perlakuan yang kejam? Untuk memberinya cobaan seperti ini"} (makoto wkwkw)

[TL Note: Makoto membayangkan jika Dewi bicara seperti itu, dia mungkin akan memaafkannya]

Seperti itu dan kalau dia meneteskan air mata sambil mengatakannya, aku akan memaafkannya sedikit.

Yah, Itu tidak mungkin terjadi

Nada bicaranya sudah mengatakan segalanya. dan tampilannya benar-benar natural, Ya.

Dewi Kampret itu!!!

Tidak, Tak mungkin aku akan memanggilnya Dewi lagi!

SI ASUUUU!!

Dari dekat yang kulihat adalah permukaan yang gelap. Dan selain itu, DINGIN!!!

"Uwaaaa?!"

Apa yang terlihat dimataku adalah permukaan gurun.

Angin malam yang dingin terus memukulku.

Mataku meneteskan air mata karena terkena angin dingin.

Tidak mungkin itu tangisan yang didorong secara emosi karena situasi, Aku ingin menjelaskannya.

Dari ruangan yang berkilauan ke langit malam secara tiba tiba.

HAHAHA!!

Si asu itu, Dia benar-benar menjatuhkanku ke bawah~

Di ketinggian dimana aku bisa melihat kalau yang dibawah ini adalah gurun. Jikalau lebih terang, Aku akan melihat seolah olah itu adalah gambar yang diambil dari zaman modern.

Tapi Tau tidak. ini bisa dianggap seperti jatuh dari bangunan yang ketinggiannya sangat tinggi. Tak peduli bagaimana aku memikirkannya, aku akan mati kan?

Mustahil jatuh dari ketinggian ini nggak mati.

Untuk menjadi sangat kuat itu merepotkan, mereka bilang.

Aku akan hancur dengan mudah menjadi potongan-potongan kecil!

Aku, apakah aku memiliki kecocokan dengan lelucon?

aku bahkan tak perlu memikirkannya. Kedudukanku dalam kelompok adalah nomor 2. Dalam Hubungan manusia, Aku adalah mediator dan pemecah masalah dan aku juga membantu pemimpin. Betapa bagusnya.

Sesekali aku mencoba menjadi pelawak tapi itu mustahil. Kecocokan dari lelucon itu sudah menjadi Skill itu sendiri. Jika ada sihir mungkin ada skill juga. tapi sedihnya aku tak berfikir aku memilikinya,

Tak bagus.

Lalu, apa? Seperti apa yang si asu itu katakan, aku akan mati? tepat disini?

Cara… Pasti ada cara disuatu tempat!!

Aku memeriksa sekelilingku

Langit.

Tanah yang terlihat seperti gurun (kupikir)

Tamat.

Sudah kuduga, tak bagus!!

Ayah, Ibu. Terimakasih sudah melahirkanku di dunia lain itu. [di Bumi]

Tak berakhir hidup di dunia yang dibawah perlindungan dewi itu, aku benar-benar bersyukur. Dewi itu tidak memberiku perlindungan sorgawi, ia bahkan mungkin sudah mengutukku.

Mbak Yuki dan Rin, Karena aku telah datang ke dunia ini, kalian tak akan menghadapi bahaya.

Sudah 10 tahun, tapi hidup dengan kelian berdua, Aku senang s--

Ah, aku menggigit lidahku.

aku tak bisa melakukannya sampe ke penutupnya~ meskipun ini adalah akhirku. Dengan ini mungkin aku bakal mendapatkan kecocokan dengan lelucon.

Betul. Paling tidak aku akan menutup mataku.

Berdoa kalau itu tidak akan menyakitkan.

Untuk setiap orang dari kalian yang telah membaca Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu...

“…-Dono! Makoto-dono? Makoto-dono!”

"Tsukuyomi-sama, aku bahkan mulai mendengar suaramu. Aku bingung, kenapa kau bukan dewa didunia ini, benar-benar mengesalkan"(Makoto)

"Bertahan, Bertahanlah!!! Kau bisa mendengarku kan!?" (Tsuki)

Barusan itu sungguhan?

Tapi bukannya seharusnya dia tidak bisa menghubungi ku?

"Hm, Aku sudah dengar seluruh percakapannya. Aku minta maaf. Aku minta maaf untuk kami berdua, tak kubayangkan dia akan melakukan tindakan sembrono seperti ini" (Tsuki)

"Tsukuyomi-sama! Akubenarbenaringinbertemudenganmu!"

(Editor Note: Itu bukan typo, emg seperti itu)

Entah kenapa Bicara ku menjadi terlalu cepat. Tapi aku tak peduli.

"Memang benar, dengan ini makoto-dono hanya akan merasa sedikit sakit, tapi bukan berarti itu hal yang baik untuk dilakukan!" (Tsuki)

"Omong-omong, Apa kau baik-baik saja? Coba mendarat". (Tsuki)

Masih ada beberapa jarak sebelum mencapai tanah. Apakah ini efek dari lentera yang bergulir yang membuatnya terasa waktu menjadi lebih lama?

"Kau akan merasakan syok dari jatuh ke matras dari lantai dua. Tapi kau tak kan terluka" (Tsuki)

"Wow" (Makoto)

Aku melampaui kemanusiaan lebih dari yang kuduga. Mengesankan. Seberapa Menggerikannya Duniaku yang sebelumnya?

"Makoto-dono berlatih keras didunia itu kan. Normalnya itu akan seperti menjadi syok tanpa matras" (Tsuki)

"Latihanku seolah-olah menjadi matras, huh? tak terduga itu bisa memilki efek seperti itu" (Makoto)

Untuk berfikir Hanya dengan melakukan latihan tubuh bisa memberikan perbedaan.

"Tapi jatuh dari ketinggian ini pasti menakutkan bagimu. Aku akan mencoba melakukan sesuatu, Kau bisa tenang. Dengan kata lain, Aku punya masalah yang harus kuberitahu padamu" (Tsuki)

Tsuki-sama kelihatannya kesulitan mengatakan apa yang dia ingin katakan. Sekarang Kalau dipikir-pikir..

"Um, Bukannnya kau seharusnya tak bisa berkomunikasi denganku?" (Makoto)

"Ah, Karena itu aku benar-benar memaksakan diriku disini. Kemungkinan besar aku harus tidur 100 tahun setelah ini."(Tsuki)

"Apa?!" (Makoto)

Tanpa berfikir, Kata-kataku keluar. Itu mengejutkan! Melakukan semua itu untuk mencoba menyelamatkanku. Itu benar, Awalnya Dewa kan seharusnya seperti ini.

Aku mengatakannya seperti itu untuk kepuasanku sendiri tapi aku masih menyukainya jika itu seperti ini.

Kata-kata Tsuki-sama tidak mengandung kebohongan dan tubuhku yang jatuh ketanah diselimuti oleh cahaya putih dan telah jatuh lebih pelan.

"Lagipula, Selama waktu Dewi datang menjemputmu, Dia membutuhkan banyak waktu kan?" (Tsuki)

"Ya" (Makoto)

"Wanita itu benar-benar melakukannya sekarang. Menggunakan fakta kalau kedua dunia terhubung, dia menyeret dua orang dari dunia sebelumnya!" (Tsuki)

A-Apa dia bilang!?

Apakah itu bukan kejadian penculikan?! {Bukankah itu penculikan!?}

Kau seharusnya bersifat seperti Dewi dalam sesuatu. Melakukan sesuatu seperti ini, apa itu tak apa!?

"Tidak, tak mungkin! Bisakah?!" (Makoto)

Apa yang sesegera mungkin datang ke pikiranku adalah kerabat ku.

"Bukan kerabat nya Makoto-dono, Meskipun salah satunya hamper mirip. Ditengah pemindahan, itu terjadi tumpang tindih. Mungkin dia kenalanmu. Aku minta maaf itu tumpang tindih, ini juga kelalaianku" (Tsuki)

Ini bukan soal kelalaian.

Aku tak tahu peraturan mengenai dewa tapi ketidaksabaran Tsukuyomi-sama berarti, Dewi di dunia ini pasti jelas sudah melanggar peraturan.

"Kemungkinan besar aku akan langsung segera tertidur. Selama kau hidup kita tidak akan bisa bertemu. Tapi kejadian ini aku pasti akan melaporkannya pada dewa lain dan berurusan dengan itu. Tak masalah kalau dia Dewi Penciptaan, Untuk melakukan tindakan yang barbar seperti itu. Pasti akan ada hukumannya" (Tsuki)

Suaranya menjadi lebih lemah.

Dia benar-benar memaksakan dirinya.

Sial.

Pasti aku akan sudah menyukai Dewa yang baik ini dari pada wanita itu. Si, si kampret itu yang akan mengacaukan segala hal!

"Dua orang itu, apa mereka baik-baik saja?!" (Makoto)

"Iya, Mereka berdua kelihatannya sudah dipanggil ke Istana Kerajaan. Mereka sudah bertemu dengan Hyumans dengan selamat. Dewi itu sudah memberikan mereka banyak Berkat sorgawi" (Tsuki)

Bagian yang terakhir terlihat sulit untuk dikatakan oleh Tsuki-sama.

Ini luar biasa. Perbedaan dalam perlakuannya.

"Aku mengerti perasaanmu, Kau sudah tak memiliki hubungan dengan dunia sebelumnya. Itu sebabnya aku tak punya hak untuk mengatakan ini padamu, tapi jika kau bertemu dengan mereka berdua, tolong perlakukan mereka dengan baik" (Tsuki)

Ah~ Orang ini benar-benar begitu lembut terhadap orang lain.

"Meskipun mereka telah menerima semuanya dari dewi? " (makoto)

Menerima berkat sorgawi dengan jumlah tinggi dari seorang dewi- seeorang yang seperti dewi, Itu terdengar sangat kuat. Apakah ada yang perlu dikhawatirkan dengan mereka?

"Jika mereka tidak memiliki kekuatan Dewi, maka Makoto-dono adalah yang terkuat. Meskipun mereka memiliki sihir. Kau yang awalnya adalah seorang hyuman yang sudah memiliki kekuatan sihir dan bisa selamat didunia itu serta tumbuh… tidak perlu lagi untuk membandingkannya " (Tsuki)

Melanjutkannya, Tsuki-sama bilang.

"Aku adalah Keberadaan yang samar yang bahkan tidak tahu apa yang dia kontrol. Nah, Saat aku masuk ke keadaan pasif mungkin akan ada perubahan dalam gerakan bulan tapi dewa lain pasti akan melakukan sesuatu tentang hal itu. Terlebih lagi, untukku mengatakannya itu sedikit melebih lebihkan.. tapi aku telah menerima kekuatan dalam jumlah besar dari orang tuaku dan kekuatan yang aku telah cadangkan juga cukup" (Tsuki)

Dari Orang tua, itu pasti maksudnya Izanagi.

"Kalah dari sejenis berkat sorgawi dari Dewi itu tak akan terjadi, santai saja" (Tsuki)

Oh~ Penuh kepercayaan diri. Meskipun ada sedikit racun dikata-kata itu sih.

"Sejenis situasi seperti ini. awalnya peran hero (Pahlawan) yang seharusnya menjadi milikmu diambil oleh dewi itu sendiri jadi, kau tidak harus menahannya. Dengan nama Tsukuyomi aku mengizinkannya. Kau, Misumi Makoto. Aku memberimu kebebasan di dunia baru ini. Lakukan apa yang kau inginkan!"(Tsuki)

Tsuki-sama benar-benar marah! Sudah kuduga, Kau adalah yang terbaik Tsuki-sama!!

Aku bahkan tak perlu izin untuk itu, itu yang akan kulakukan tapi…

Aku bahkan dapat izin untuk melakukannya!! Yahooo!!!

Diselimuti oleh cahaya yang sama seperti bulan, perlahan-lahan aku jatuh ke tanah.

"Dengan kehendak roh, aku berdoa agar kita bisa bertemu lagi" (Tsuki)

Suara dari dewa melemah dan menghilang.

"YA!" (Makoto)

Dari Dewa yang kuakui aku membuat suaraku lebih tinggi.

Dewi?

Serangga apa itu? apa itu enak?

Aku perlahan-lahan berdiri dari tanah yang tidak diketahui.

No comments:

DMCA.com Protection Status