Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 10 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 10 Bahasa Indonesia

September 04, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 10: Nina si Pencuri ④

Sudut Pandang Yu

Aku sekarang frustasi, karena aku sedang berada di posisi yang merugikan. Meskipun bisa dapat lebih banyak dari yang aku perkirakan, berburu bersama seseorang benar-benar tidak nyaman. Walaupun, upah questnya mengalir ke saku ku dengan mudah.

Karena goblin-goblin terkadang menculik manusia dan menyebabkan kehancuran juga, upah untuk quest memburunya pun selalu tinggi. Untuk membunuh sepuluh goblin, aku bisa mendapatkan 1 silver moon coin. Pendapatan sehari-hari ku dari memburu goblin adalah 3 silver coin.

Sekarang aku sedang berburu di dalam sebuah goa. Meskipun aku selalu datang ke sekitar sini untuk mengumpulkan tanaman herbal, Aku tidak tau tentang tempat ini sebelumnya, Aku sama sekali tidak tau ada tempat seperti ini disini. Tempat ini bukanlah goa biasa. Goa ini ternyata sebuah labirin, atau dungeon.

Kalau menjelajahinya tidak hati-hati sudah pasti akan kena jebakan-jebakan beracun yang tersebar di goa. Tentu saja akan jadi bunuh diri kalau aku masuk sendirian, tapi dengan Nina disini, dia bisa menjinakan jebakannya.

Didalam dungeon, tidak hanya goblin disana. Orc, War Bat, Goblin Soldier, Goblin Knight juga. Dan terima kasih juga kepada mereka, aku jadi bisa merampas skil-skilnya. Statusnya meningkat dengan sangat pesat.
(TL Note: Nama monster sengaja nggak ane terjemahin)
_ _ _


_ _ _

【Swordsmanship】 meningkat dari merampas Goblin Soldier, 【Physical strength up】 dari Orc, dan 【Awareness】 dari War Bat.
(TL Note: ane bingung kenapa blacksmith sama alchemy bisa masuk ke skill aktif... ada yg bisa jelasin?)

Karena aku sudah mendapat 【Awareness】, Nina tidak akan bisa menguntit ku dengan mudah lagi. Dalam sebulan ini saja, aku sudah mendapat lebih dari apa yang aku harapkan.

"Enak juga ternyata bisa party dengan mu." (Yu)

"Kan, dibilangin juga apa." (Nina)

"Mungkin juga nggak akan jadi masalah kalau aku party sama orang lain." (Yu)

"Kau...! Humph.." (Nina)

Dia pun cemberut.

Meskipun begitu, aku tidak mau membuat party dengan siapapun. Aku tidak mempercayai siapapun. Aku juga masih belum mempercayai Nina.

Dalam sebulan ini, bak mandi sudah 80% jadi. Tidak akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan sepenuhnya. Meskipun mendapatkan kayu dari hutan tergolong mudah, mendesain dan merangka nya itu beda cerita. Dalam sebulan, tidak ada peningkatan dalam skill 【Blacksmith】 dan 【Alchemy】 juga. Apa emang sesulit ini meningkatkan skill?

Setelah bak mandi jadi, nenek Stella lah yang pertama senang. Aku menambah batang besi di bawah baknya agar bisa menghasilkan air panas ketika dihangatkan.
.....
Begitu aku selesai membuat bak mandi, aku mendengar seseorang sedang memperdebatkan sesuatu di hutan. Aku menemukan Nina bersama dua orang lainnya. Mereka adalah Mishe bersaudara. Mereka biasa satu party dengan Hage.

"Nina, mau kah kau memberi tau kami apa yang terjadi?"

"Kenapa aku harus memberi tau kalian?" (Nina)

"Dengar, kau nggak mau kan sesuatu yang buruk terjadi pada bocah dan wanita tua itu?"

"Kalian bahkan tidak tau dimana dia bersembunti." (Nina)

"Kau pikir kami ini bodoh apa? Kau pergi bersama anak itu ke goa tiap hari."

"Kami tau Hage menghilang, anak itu pasti ada hubungannya dengan hilangnya Hage."

Mereka mengaitkan menghilangnya Hage dengan ku. Aku kemudian memeriksa status mereka.
_ _ _ _

  

_ _ _

 

_ _ _ _

Di liat dari status nya saja, Nina harusnya bisa dengan mudah mengatasi mereka.

"Bam"

Bersamaan dengan suara tersebut, Nina pun tersungkur, hidungnya mengeluarkan darah.

Kenapa dia hanya terbaring begitu aja kayak orang idiot?

"Kalau kau tidak meu memberi tau kami sama sekali, itu artinya kau bisa menjaga rahasia."

"Nggak ada yang tau apa yang terjadi 'kan?"

Mereka berdua tersenyum dengan tatapan penuh nafsu.

"Kenapa kau melindungi anak itu?"

Mereka menanyainya sembari menendangnya.

"Nggak ada untungnya buat mu 'kan?"

Nina hanya bisa berbaring melingkar ketakutan dengan wajah penuh darah.

"Hahaha... Nii-san, dia nggak ngelawan. Kita bisa men** dia."

Mereka pun mencoba merobek armor kulitnya.

"Tolong... henti... kan" Nina menangis dan gemetaran ketika mengatakannya.

"Jangan khawatir, Akan kami pastikan kau bisa mendapatkan banyak cinta."

"Cukup dengar dan jadilah gadis penurut."

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Tiba-tiba, mereka merasakan perasaan haus darah datang dari belakang mereka. Mereka segera mengambil tombak dan kampak dan mempersiapkan diri mereka.

Ternyata itu Yu, dia menggenggam pedang di tangannya.

"Yuuu... Kenapa.? (Nina)

Nina tidak percaya kalau dia datang menyelamatkannya.

"Aku hanya kebetulan lewat kok." (Yu)

"Ooh.. Lihat apa yang kami dapat. Kau sudah tidak bisa lari lagi." Kata Coco

"Kau... Pedang dan armor kulit itu... Punya nya Hage!" Nuts berteriak kepadanya.

Sembari marah, Coco menerjang ke arah Yu. "Nih bocah tengik, akan kubunuh kau!"

Yu tidak panik. Dia mengaktifkan skill 【Double Strike】. Skill tersebut dapat membuatnya menyerang dua kali dalam satu serangan. Yu menargetkan leher dan perut Coco.

*Clank*

Serangan ke perut tersebut dapat di tangkis oleh kampaknya, tapi serangan ke lehernya tanpa dia duga. Darah mengucur keluar dari potongan yang rapi tersebut dan tubuh Coco tersungkur ke tanah kemudian.

"Kau! Skill 【Double Strike】! Kenapa kau bisa menggunakannya?! Kau bahkan tidak menggunakan kuda-kuda sebelum mengaktifkannya."

Nuts masih belum pulih dari shok nya. Saudaranya terbunuh di hadapannya dan seorang bocah menggunakan skillnya dengan cara seperti itu.

Meskipun begitu, Yu bukanlah orang sabar. Yu mendekatinya dan mengayunkan pedangnya ke bawah. Nuts mencoba menahannya dengan reflek, tapi tombaknya bukanlah tipe senjata yang cocok untuk menangkis atau menahan serangan.

"Tunggu.. Tunggu!"

Nuts mengatakan itu sementara pedangnya Yu membelah tombaknya dan tertanam cukup dalam ke kepala Nuts.
(TL Note: Badass MCnya, nggak naif dan nggak banyak bacot)

"Yu... Yu..." (Nina)

Nina memeluk Yu, sementara Yu mengambil sebuah pakaian dan mengelap wajah Nina sampai bersih.

"Kenapa kamu nggak mau lari? Kenapa kamu nggak melawan balik?" (Yu)

"Kamu tau kan.. Kalau aku punya trauma sama laki-laki. Aku membenci mereka!" (Nina)

Yu kemudian tertawa, "Aku juga laki-laki 'lho."

"Kamu nggak termasuk!" dia cemberut.

Keheningan menyeliputi mereka.

Ketika Nina tersenyum, Yu yang berkata tadi itu pun kebingungan.

"Kenapa kamu bisa tersenyum di saat seperti ini?" (Yu)

"Itu karena.." (Nina)

"Karena apa?" (Yu)

"Kamu datang menyelamatkan ku." (Nina)

"Kita kan teman... Sudah sewajarnya aku menyelamatkan mu." Ketika Yu berkata seperti itu, ujung mulut nya melengkung sedikit ke atas. 

No comments:

DMCA.com Protection Status