Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 12 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 12 Bahasa Indonesia

September 06, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 12: Memburu Bandit ②

Nina sudah menguasai 【Body Enhancement】 dalam waktu seminggu. Aku... membutuhkan dua minggu untuk menguasainya.

Nina melepaskan skillnya,

"Uu... Capeknya.." (Nina)

Kalau kau tidak begitu familiar dengan pengendalian mana mu, kau akan berakhir dengan kehabisan MP, sama seperti Nina.

"Nina, ketika kamu dalam pertarungan, kamu tidak boleh membiarkan diri mu lengah dan kehilangan kontrol mana nya." (Yu)

"Aku tau, skill ini hebat, bisa meningkatkan tubuh dan memperkuatnya." (Nina)

"Oke. Sehabis latihan, kita akan pergi ke desa. Aku mau mencari beberapa resep obat disana." (Yu)

"Baiklah.. Aku juga mau beli sesuatu disana. Tapi aku nggak yakin deh kamu bisa dapat resep obat kecuali kamu ada di kota besar." (Nina)

Ah... Nggak ada resep obat di desa!

"Aku juga mengerti masalah obat-obatan." (Yu)

"Apa mereka mau menjualnya ke kamu?" (Nina)

"Kan ada kamu, ngapain juga aku harus khawatir? Shoo.. Beliin sana." (Yu)

"Che.." (Nina)

Nina cemberut.

Setelah aku berjalan-jalan sendirian di pegunungan, aku bisa mendengar Nina teriak "Baka.." (Bodoh)

Kami mendapat informasi mengenai bandit-bandit tersebut. Mereka menculik orang dan merampas makanan dan minuman. Dilihat dari area aktifitas mereka aku bisa menebak lokasi umum mereka beraksi. Aku membawa pisau yang ku pinjam dari Nina untuk berjaga-jaga.

Ketika menghadapi kelompok bandit, akan lebih baik buat ku untuk membunuh mereka satu per satu. Akan tetapi, keberuntungan ku sedang buruk.

"Kau! Apa yang sedang kau lakukan disini." (Bandit)

Aku terkejut, karena suara yang datang dari belakang. Dia berada diluar dari jangkauan 【Awareness】 ku. Seorang pria berseragam bandit berdiri disana.

_ _ _


_ _ _ _

Whoa.. Apa itu karena Hawk Eyes (Mata Elang)nya jadinya dia bisa menyadari ku?

"Bocah, kau tidak mau menjawab ku?" (Bandit)

Aku harus mengikuti alur untuk saat ini.

"Maaf, aku datang ke pegunungan ini untuk mengumpulkan tanaman herbal, tapi kelihatannya aku tersesat. Om tau jalan pulangnya?" (Yu)

"Om nggak tau." (Bandit)

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

("Mata dan rambut hitam. Penampilannya lumayan. Aku bisa menjualnya ke para bangsawan dan mendapatkan banyak uang darinya.") dia sedang menilai tubuh Yu.

Ketika bandit tersebut diam-diam sedang minilai Yu, Yu mengaktifkan skill 【Depriver】nya,dan mencoba mengambil skill spesialnya. Yu sudah mencoba beberapa kali, tapi selalu gagal. Setela percobaan yang kesekian kalinya, kepalanya mulai terasa nyeri kesakitan. Apa karena skillnya masih belum cukup tinggi?

"Baiklah, apa nama desa mu berasal? Desa Vivid?" (Bandit)

"Bukan, tapi desa Resser" (Yu)

"Ooh... Kalau desa Resser ke arah sana." (Bandit)

Orang itu menunjuk arah yang berkebalikan dengan arah desa Resser yang sesungguhnya. Yu mengerti dia sedang diarahkan ke perkemahannya.

("Lucu sekali, bocah ini datang kemari dan mau mendengarku tanpa adanya kecurigaan. 'kan tetapi, bukankah dia sedang menyembunyikan sesuatu? Dia selalu berusaha agar tangan kanannya selalu denkat dengan kaki kanannya.")

"Kau, apa benar kau tersesat ketika sedang mengumpulkan tanaman herbal?" (Bandit)

"Iya, kenapa memangnya?" (Yu)

"Selama perjalanan kesini, kau sama sekali tidak kehabisan napas. Kau juga bahkan tidak terlihat kecapean." (Bandit)

"Oh.." (Yu)

Bandit itu menyadari kalau udara disekitarnya berubah. Tangan kanannya bersiap untuk mengambil pisau belati yang dia sembunyikan di kaki kanannya.

"Aku tau lokasi markas kalian. Juga, ada berapa orang disana?" (Yu)

"Haha? Apa kau kehilangan pikiran mu?" (Bandit)

"Om... Aku tau om ini pencuri level 15. Gampang kok buat bunuh om." (Yu)

("Dia tau level dan job ku? Skill analisis?")

"Cuma tau level atau skill ku kau percaya bisa membunuh ku? Apa level mu?" (Bandit)

Dia berusaha untuk mencari jalan agar bisa kabur ke markasnya kapanpun dia mau dan memanggil bala bantuan.

"Level 8. Aku nggak punya job. Kenapa emangnya?" (Yu)

"Cuma level 8... Level 8 mencoba membunuh level 15?" (Bandit)

("Apa anak ini gila? Kelihatannya kekhawatiran ku sia-sia.")

Di saat dia menurunkan kewaspadaan nya, dua buah bola api diluncurkan. Pria tua itu tetap berdiri di tempat dengan terkejut.

"Na.. Bagaimana kau bisa menggunakan sihir?" (Bandit)

"Ini cuma bola api. Sihir dasar." (Yu)

"Goblok! Aku tau... tapi kau mengaktifkannya bersamaan... dan tanpa mengucapkan mantra! Bagaimana cara mu melakukannya?" (Bandit)

Sudut Pandang Yu

Meskipun dia terkejut, tapi dia masih bisa menghindarinya. Aku mendekatinya sembari mengeluarkan pisau belati.

"【Dagger Strike】!"

Itu merupakan skill pisau belati yang meningkatkan kekuatan tusukannya dan memberikan serangan kritikal, tapi tentu saja skillnya tidak akan aktif, karena aku sudah merampasnya.

"【Dagger Strike】!"

Teknik itu, aku melancarkannya ke dia. Pisaunya menghantam celah armor nya.

"Aaaah..." (Bandit)

Dia membungkuk dan memegang perutnya.

"Kumohon... Ampuni aku..." (Bandit)

Aku menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi darinya. Jumlah bandit sekitar 10 atau 12. Mereka menjual anak-anak dan wanita yang mereka culik untuk dijadikan budak. Mereka juga mempunyai harta karun.

"Tunggu.. Kau berjanji mau mengampuni ku.."

"Begitukah, bukannya mereka yang menjadi korban mu juga berkata seperti itu, tapi kau tetap mengabaikannya?" (Yu)

"Itu.. Itu berbeda.." (Bandit)

Tanpa menunggu lama, aku mengaktifkan skill pisau belati. 【Dagger Strike Lvl 2】. Kekuatan dari skill ini dapat menembus armor dan merobek perut bandit tersebut. Hasilnya, pisau belati yang aku pinjam dari Nina pun hancur. Pisaunya tidak bisa menahan kekuatannya.

"Maaf Nina, aku ganti nanti." (Yu)

Aku berjalan mendekati markas bandit. Akan tetapi, aku hanya bisa merasakan satu orang saja. Apa bandit tadi berbohong atau mereka sedang tidak ada di markasnya? Aku tidak peduli. Lagipula hal ini juga bisa meningkatkan persentasi kemenangan ku.

Tunggu... Ada dua mayat disana. Dan itu.. Nina?

"Nina.. Kenapa kau bisa ada disini?" (Yu)

Dengan senyum lebarnya dia menjawab:

"Aku memutuskan kalau membuntuti Yu akan jadi lebih menyenangkan." (Nina)

Dia.. Dia mengabaikan perintah ku dan mengikuti ku kemari. Mata ku melihat ke arahnya dan melihat status nya.

_ _ _


Skill nya naik level lagi. Mungkin karena kombinasi antara 【Silent step】, 【Stealth】, 【Stalking】 sehingga dia tidak terdeteksi oleh 【Awareness】. Yang gilanya lagi, Skill nya Nina selalu naik tiap harinya. Aku saja bahkan, yang merampas skill orang lain masih tertinggal oleh pertumbuhannya.

"Capeknya.. Pulang yuk ke nenek Stella. Jadi pengen tau apa yang bakalan dia katakan, kalau tau kau mau menghabisi para bandit sendirian." (Nina)

"Aku cuma sekedar jalan-jalan doang. Tapi kamu, apa kamu lakukan disini? Bukannya aku sudah meminta mu untuk pergi ke desa?" (Yu)

"Aku juga mau pergi ke desa setelah jalan-jalan sebentar kesini." (Nina)

"Kamu! Kalau kamu tertangkap gimana coba?" (Yu)

Sudut Pandang Ke Tiga

Yu mendekatinya dan memberikannya dekopin.
(TL Note: Dekopin = Menjentikan jari ke ke keningnya)

"Auch.. Sakit... Huhuhu.." (Nina)

Nina memegang keningnya dengan tangannya.

"Sekarang, aku mau melaporkan quest bandit juga." (Nina)

"Eh, ada questnya?" (Yu)

"Kamu nggak tau? 5 gold coin lho hadiahnya!" (Nina)

"Okelah. Tapi aku mau memeriksa harta karunnya dulu." (Yu)

Untuk sekelompok bandit bisa memiliki lima gold coin untuk kepalanya, mereka pasti punya banyak harta yang bagus, kan? Yu masuk ke dalam dan membuka peti tersembunyi. Yu tau tentang itu dari bandit sebelumnya.

7 gold, 332 silver dan 586 copper.

 Hasil jarahan dari para bandit


Resep Antidote potion and resep poison potion
(TL Note: Potion = Obat)

"Nina... Jarahannya pun bahkan bagus-bagus." Yu melemparkan pendant ke arah nya. Nina mengamatinya.
 
Sudut Pandang Yu

"Shadow pendant (grade 5): dapat menghindari efek 【analysis lvl 3】. Juga dapat menyembunyikan status penggunanya."

Aku tidak tau apakah efeknya akan langsung muncul ketika seseorang memakainya atau nggak.

"Nina.. Belati dan pisau ini buat mu." (Yu)

"Yang bener? Aku juga mau ketika pertama kali melihatnya." (Nina)

"Iya.." Ini juga kompensasi dari pisau belati yang ku rusak tadi.

Semenjak dia menerima belati dan pisau tersebut, suasana hati nya pun meningkat. Hari ini, aku akan memberikan sentuhan akhir untuk bak mandinya.

"Nina, kamu harus pergi ke desa dan menjual peralatan dari para bandit. Ini hukuman mu karena melawan perintah." (Yu)

"Uuuu... Baiklah.." (Nina)

Mulai besok, ketika berlatih dengan Nina, aku akan mencoba membuat beberapa potion.


No comments:

DMCA.com Protection Status