Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 14 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 14 Bahasa Indonesia

September 08, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 14: Di Dalam Goa Pegunungan ②

Dua bulan berlalu semenjak aku berlatih bersama Nina.

_ _ _


_ _ _ _ _

Status dan skill Nina meningkat sekali lagi. Dia mendapatkan 【Dual Dagger】 setelah terus-terusan menggunakan dua senjata di kedua tangannya. Ketika dia mendapatkan skill ini, serangannya meningkat dengan signifikan. Tetap saja, kecepatan pertumbuhannya benar-benar abnormal.


Ketika dia sedang berlatih, aku melatih skill 【Alchemy】 ku. Aku mencoba menggunakan Heal ke air bersih dan air tersebut berubah menjadi Holy Water (Air Suci). Ketika aku mencampurnya ke dalam potion efeknya pun semakin jauh menguat. Potion ini dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi ke pedagang. Kalau aku bisa memproduksinya secara masal, hal ini bisa meningkatkan survivabilitas ku.

Karena uang ku juga terkumpul banyak, sudah saatnya juga untuk mengganti equipment ku. Tapi itu kulakukan nanti saja, ketika aku sampai di kota yang lebih besar.

Nina sudah menjadi lebih kuat, jadi kami melanjutkannya ke lantai 3F. Musuh-musuh disana adalah Goblin Soldier dan Kobold Shaman. White Magic nya Kobold Shaman cukup merepotkan. Karena hal itu, aku jadi membantu Nina sesekali. Tentu saja, aku juga mencoba untuk merampas skillnya Kobold Shaman.

"Shinee!" (Nina)
(Note: Matii)

"Ugyaa.."

Belatinya Nina mendarat ke leher Kobold Shaman. Dan berlanjut ke Goblin Soldier ketika dia mengaktifkan 【Dagger Strike】. Dia sekarang sudah bisa mengucapkan mantra skillnya diam-diam.

"Kamu sudah menjadi kuat. Kamu sudah bisa mengatasi lantai 3F sekarang."

"Udah pernah aku bilang sebelumnya. Ada boss disini, jadi kita harus tetap waspada."

(TL Note: Saya tidak tau siapa aja yang ngomong diatas)

Setelah itu, Nina membuat lelucon.

"Mungkin aku bisa mengalahkan boss nya." (Nina)

Kami menelusur lebih dalam lagi dan melihat ruangan yang besar. Kami mengintip ke dalam dan melihat 10 Goblin Soldier dan Ksatria. Di tengah-tengahnya berdiri goblin dengan tinggi tiga meter?

Tiga meter! Aku memeriksa statusnya.

_ _ _



_ _ _ _ _

Huh? Itu boss-nya? Bagaimana bisa kekuatannya nggak masuk akal gini? Apa Ogre awalnya emang sekuat ini?

"Yu.. Gimana?" (Nina)

"Bos nya adalah Ogre. Warna kulitnya merah, bukan hijau seperti biasanya, karena dia subspesies." (Yu)

Nina ketakutan setelah mendengarnya.

"Biar kulanjutkan. Levelnya lebih rendah dari kita. Cuma level 5, tapi statusnya nggak normal dan dia rangking 3." (Yu)

"Rangking 3? Itu bohong kan? Rangking 3 itu dikhususkan buat adventurer-adventurer ranking D." (Nina)

Hari itu, kami memutuskan untuk pulang ke rumah dan mengurungkan niat untuk melawan boss-nya. Suatu hari nanti, aku akan kembali dan melawannya.

Aku mengumpulkan beberapa sayuran liar dan kecambah dsembari berjalan pulang. Nenek Stella masih dalam masa pemulihan, jadi akan lebih bagus kalau aku bisa mendapatkan daging.

Ketika aku pulang, nenek Stella sedang terbaring di lantai. Apa ada sesuatu yang terjadi?

"Nenek!" (Yu)

"Nenek Stella!" (Nina)

Nina dan aku bergegas mengangkatnya ke kasur.

"Yu, Nina-can, tidak apa-apa. Nenek cuma tersandung ketika berjalan." (Stella)

Aku mencoba memulihkannya, tapi sama sama sekali tidak memberikan hasil. Aku perlu membuat potion.

"Nina, tolong jaga nenek Stella sebentar. Aku mau mencari tanaman herbal dulu." (Yu)

"Yu, tidak usah." (Stella)

"Nggak, aku sangat khawatir." (Yu)



Sudut Pandang Orang Ke Tiga


Setelah itu, Yu pergi keluar rumah.

"Yu dan Nana-chan.. Nenek senang bisa bertemu dengan kalian berdua." (Stella)

"Kalau memang begitu, kumohon lekas sembuh, nek." (Nina)

"Nina-chan.. Ini saat yang tepat buat kita berdua untuk bicara. Ketika kamu mandi dengan Yu, kamu pasti sudah menyadarinya. Tubuhnya..." (Stella)

"Iya, aku melihatnya..." (Nina)

"Nenek bukan nenek kandungnya, tapi nenek memungutnya.. Nenek tau dia itu anak yang baik. Tapi apa yang sudah dia lalui itu.. Mungkin adalah neraka." (Stella)

_ _ _

Yu berlari dengan liar di pegunungan. Dia membunuh goblin manapun yang menghalangi jalannya. Dia harus menemukan beberapa tanaman herbal yang berkualitas tanggi dan dia harus dan harus segera menemukannya.

_ _ _

"Nina-chan.. Sepertinya kamu sudah menjadi temannya Yu. Sekarang nenek bisa menyerahkannya padamu.." (Stella)

"Nenek Stella! Tolong jangan bicara seperti itu! Yu akan segera kembali membawa tanaman herbal dan nenek akan segera sembuh." (Nina)

"Tidak... Potion dan semacamnya tidak akan menyembuhkan nenek. Penyakit ini penyakit khusus. Potion Yu tidak akan memiliki efek.." (Stella)

"Nenek sudah menyadarinya kalau dia membuatnya?" (Nina)

"Nenek tau Yu itu adventurer yang hebat. Nenek tau dia menyembunyikan beberapa perlengkapan juga. Meskipun dia bilang kalau dia hanya mengumpulkan tanaman herbal, tapi dia bilang begitu karena dia tidak ingin membuat ku khawatir." (Stella)

Meskipun mereka hidup bersama hanya dalam waktu yang singkat, Stella mengingat kenangan-kenangan manis yang dia buat bersama Yu. Stella tau Yu bisa menggunakan sihir dan terus mengalami kemajuan sejak saat itu.

"Nenek harap dia akan hidup tanpa penyesalan. Mengejar mimpinya... Ah.. Sepertinya nenek sudah mencapai batasnya..." (Stella)

Pintu terbuka dengan keras.

"Apa tadi nenek bilang?" (Yu)

"Yu... Healing atau potion tidak akan bisa menyembuhkan nenek." (Stella)

Stella berkata seperti itu dengan nada tenang seperti biasanya.

"BOHONG... NENEK PEMBOHONG!" (Yu)

Yu berteriak marah, tapi wajah Stella masih tetap senang.

"Nenek senang kamu mau menganggap ku sebagai nenek kandung mu sendiri... Nenek senang sekali... Yu...." (Stella)

Yu tidak ingin menyerah.

"Heal! HEAL! Tidak... Masih belum cukup... Heal ku masih belum cukup... Tunggu! Aku akan segera kembali..." (Yu)

Sekali lagi, Yu pergi keluar rumah.

"Tunggu, Yu..." (Nina)

"Nina-chan... Kamu tidak perlu menghentikannya.. Untuk sekarang, Nenek ada sesuatu yang penting untuk ku beritau." (Stella)

Nina ingin lari mengejar Yu, tapi dihentikan oleh Stella.

Wajah Stella hampir biru. Dia sudah mendekati ajalnya...

_ _ _ _ _

“FIREBALL! FIREBALL!”

Yu melancarkan skillnya gila-gilaan dan sudah membunuh banyak goblin.

*shiiing*

Dia mengaktifkan 【Double Strike】 dan memotong goblin di depannya.

"HUAAAA! SHINEEEE!" (Yu)
(Note: Shine = Mati)

Di tengah amukan, Yu sudah membunuh lebih dari 50 monster dan merampas skill-skill mereka.

"Monster dengan White Magic... Disini!" (Yu)

Yu menggrebek dungeon tanpa henti.

Hari itu, para penduduk desa Resser dapat mendengar suara rintihan monster tanpa henti.

_ _ _ _



_ _ _ _ _ _

1 comment:

DMCA.com Protection Status