Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 15 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 15 Bahasa Indonesia

September 09, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 15: Di Dalam Goa Pegunungan ③

"Beruntungnya diriku!" Di sebuah jalan menuju goa, Sermat Po tidak bisa menyembunyikan kesenangannya.

Dia adalah anggota terakhir partynya Hage. Hage yang sudah tidak ada itu, merupakan kekuatan utama party mereka. Awalnya dia ragu apakah akan mengambil quest atau tidak, tapi sekarang, hanya dua adventurer saja yang tersisa di desa Resser, Nina dan Sermat.

Awalnya dia tidak ingin mengambil quest, tapi karena pemasukannya hampir tidak ada karena Hage pergi menghilang. Dia tidak punya pilihan lain selain untuk mengambil quest.

"Oh... Ada mayat goblin dan magic stone lagi!" (Sermat)

Dia memotong telinga goblin untuk diberikan ke guild nanti sebagai barang bukti.

"Ah... Masih banyak mayat goblinnya? Anehnya." (Sermat)

Itu adalah pemandangan yang tidak normal dan Sermat menyadarinya juga. Semakin dia mendekat ke goa, jumlah mayatnya pun meningkat. Tentu saja, dia tidak lupa untuk memotong dan mengambil telinga-telinganya tapi, apa sedang ada perselisihan diantara para monster? Mungkin ini berbahaya, tapi godaan akan telinga goblin dan magic stone gratis menguasai ketakutannya. Dia akhirnya masuk ke dalam goa. Akan tetapi, di dalam malah lebih aneh lagi. Lantai 1 dan 2 kosong. Sama sekali tidak ada monster sejauh mata memandang.

Hanya tumpukan mayat yang terlihat. seakan-akan sedang terjadi pembantaian massal para monster.

Suara potongan bisa terdengar. Leher Orc Soldier terpotong dengan pedangnya, seakan-akan memotong kertas.
"Kau... Beri aku white magic!... Idiot..." (Yu)
Yu tidak peduli dengan rasa nyeri di kepalanya yang diakibatkan dari penggunaan 【Depriver】 yang berlebihan. Yu melepaskan aura tidak menyenangkan dan banyak monster yang lari karena ketakutan.

Biasanya Yu tidak akan membunuh banyak monster demi melatih Nina. Tetapi, sekarang dia sudah membunuh beratus-ratus monster.
Selama ini dia telah menggunakan 【Unknown World Magic Eyes】 ketika merampas skill monster melalui 【Depriver】.
Skill dan statusnya meningkat dengan sangat pesat.
_ _


_ _ _

Dia terus melaju dan membunuh monster-monster. Ini yang terakhir...

Tidak hanya boss monster, ogre (subspesies) saja yang ada disini, ada goblin, goblin soldier, goblin knight, goblin priest dan mage, kobold, kobold shaman, orc soldier, war bat, wild wolf, semuanya ada disini. Kelihatannya mereka semua berkumpul disini setelah melarikan diri dari Yu.

"Kalian tidak bisa pergi kemana-mana lagi.." (Yu)

  

Di pintu masuk, berdiri seorang anak muda. Tubuhnya dipenuhi oleh darah merah dari darah monster-monster yang dia bunuh. Armornya sudah dalam keadaan compang-camping, tapi sama sekali tidak ada goresan di tubuhnya.
(TL Note: Abaikan luka dari dunia sebelumnya)

Yu mengaktifkan Fireball, tapi kali ini dia menahannya di udara dan ukuran dari bola api tersebut terus meningkat. Ketika dia selesai dengan sihirnya, dia melemparnya ke tanah dan menghasilkan tiang api yang menutup satu-satunya jalan keluar.

"Huaaaaa... Oga gaagaagaa..."

Ogre(subspesies) tersebut berteriak dan monster disekitarnya langsung menyerang Yu sekaligus. Sekali lagi, Yu mengaktifkan Fireball dan menyebabkan serangan area. Hal tersebut membual Kobold Shaman dan Goblin Priest sibuk menyembuhkan rekan-rekannya. Satu demi satu Yu membunuh mereka.

Meskipun begitu, mereka memiliki keuntungan dalam jumlah mereka. Goblin Mage menembakan Fireball, tapi tidak bekerja dengan baik. Jumlah yang banyak tersebut malah membuat mereka tidak sengaja menyerang rekannya sendiri. Ketika mereka sudah tidak menembakan sihir dengan ceroboh lagi, Yu mendekati mereka, dan bersiap-siap untuk merampas skill. Tapi, Ogre(subspesies) berdiri diantara mereka.
(TL Note: saya kok gagal paham sama paragraf diatas ya :/)

"Mengganggu sekali." (Yu)

Yu mengayunkan pedangnya dan berhenti tepat di depan ogre. Ogre tersebut tidaklah bodoh. Dia mengayunkan alat pemukulnya dan tetap dalam keadaan tenang.

"Clank"

Yu mem-block serangan alat pemukul tersebut dengan pedangnya. Akan tetapi, karena perbedaan kekuatan mereka, Yu terlempar sejauh 10 meter.
Ketika Yu mendarat, beberapa monster sudah bersiap untuk menyerangnya, tapi Yu bisa mengatasinya dengan Fireball.

Sermat sedang menonton kejadian yang sedang berlangsung tersebut dari pintu masuk. Matanya terus menatap Yu hingga dia bahkan lupa untuk bernapas.
"Anak itu... Dia si anak tabu dari desa Resser. Bagaimana bisa dia sekuat itu?"

Sermat mengamati Yu dengan tenang. Dia aman di balik tiang api dan tidak ada monster lainnya di dalam goa. Dia menonton dengan semangatnya di balik api, kepada seorang anak muda yang dikelilingi lusinan monster.

Yu menggunakan Heal ke tangannya. Tangannya patah ketika mem-block serangan ogre tadi. Dia juga terus mengaktifkan fireball nya dengan menahannya di udara. Skill 【Unknown World Magic Eyes】-nya juga levelnya naik dan sekarang dia bisa melihat kelemahan musuh. Kelemahan ogre juga ditampilkan. Kelemahannya adalah elemen Es, tapi Yu tidak bisa memanfaatkan petunjuk tersebut.

Yu tidak lupa untuk merampas skill monster di sekitarnya ketika melakukan hal tersebut. Dia merampas skill 【Swordmanship】 Goblin Soldier dan Goblin Knoght, menyebabkan serangan mereka menjadi lambat dan kemudian membakar mereka dengan Fireball.

Lagi, dia berlari ke arah ogre, dan dengan pedangnya, melancarkan sayatan sembari menghindari serangan alat pemukulnya.
"Guaaaaa!" ogre mengaktifkan 【War Cry】. Monster disekitar berhenti bergerak dan menjadi bengal.
(Note: Stun = bengal)

Yu mengatasi efek bengal tersebut dan mengayunkan pedangnya. Serangannya mendarat di tempat yang sama, tapi ogre tersebut seperti tidak terpengaruh dan menggerakan alat pemukulnya lagi untuk menghancurkan kepalanya Yu.

Akan tetapi, di saat itu, Yu merampas skill 【Body Enhancement】 dan 【Physical Strength Up】 milik ogre, menyebabkan serangannya menjadi melambat dan kekuatannya melemah.

Melihat hal itu, Yu mengayunkan pedangnya lagi yang sebagaimana lebih cepat dari alat pemukulnya ogre dan mengenai tempat yang sama untuk ketiga kalinya berturut-turut. Hal tersebut cukup untuk memotong tangan kirinya. Tangan kiri ogre tersebut terbang ke udara bersamaan dengan alat pemukulnya, menari-nari bagaikan baling-baling. Si ogre hanya bisa melihatnya dengan ekspresi kecil hati. Dia kemudian mati beberapa saat kemudian meninggalkan amarah.

Monster yang masih dalam keadaan bengal sekarang menjadi target yang mudah. Tidak ada monster yang dibiarkan hidup. Terbunuh setelah skill-nya dirampas.

Setelah kejadian itu, monster yang menyerang area disekitar desa Resser menurun dengan drastis.


1 comment:

DMCA.com Protection Status