Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 16 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 16 Bahasa Indonesia

September 10, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 16: Meninggalkan Desa!

(TL Note: Awas authornya suka gonta-ganti sudut pandang seenak jidat wkwkwkwkwkw)

"Apa yang nenek katakan itu benar?" (Nina)

"Iya... Aku bukanlah manusia... Aku diminta untuk mengamati Nina-chan dan Yu." (Stella)
(TL Note: Disini dia mulai make kata "aku")

Stella sudah kesulitan bernapas.

"Nenek, tenang saja. Aku akan melindungi Yu. Sudah sewajarnya kan, karena dia itu teman ku" (Nina)

"Terima kasih... Nina-chan... Yu... kamu membuat... hidupku... berharga...." (Stella)

Stella menghembuskan napas terakhirnya. Wajahnya tersenyum dan tenang. Nina tidak bisa menahan air matanya.

"Nenek... istirahatlah...dengan...tenang..." (Nina)

8 jam kemudian, Yu kembali. Dia melihat Nina menangis dan terjatuh dengan lututnya setelah menyadari kalau Stella sudah tidak bergerak lagi.

"Aku... terlambat... Nggak... Masih ada waktu..."

Dia tidak bisa menerima kematiannya. Yu mencoba membuatnya minum potion yang dia buat. Tapi potion tersebut selalu menetes keluar dari mulutnya.

"Nenek.. Tolong, tolong... Diminum... Kumohon..." (Yu)

Tidak ada tanggapan dari Stella.

"Aaaaaaaaahhhhrrrgggghhhh.." (Yu)

Sudut Pandang Yu

Aku mencoba melakukan heal pada tubuhnya. Aku melakukannya menggunakan mana yang lebih besar daripada yang biasanya dibutuhkan untuk heal normal. Meskipun begitu, sama sekali tidak ada efek-nya.

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Heal adalah sihir untuk menyembuhkan kerusakan yang diterima.

Untuk orang mati.. Tidak ada gunanya...

Ketika MPnya habis, Yu terjatuh dengan lututnya.

"Yu... Huhuhu..." (Nina)

Sudut Pandang Yu

Aku tidak menyadari kalau ada air yang mengalir dari mata ku.

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Setelah beberapa saat, Yu dan Nina mulai tenang. Mereka mendiskusikan apa berikutnya akan mereka lakukan.

"Ayo buat kuburan untuk nya." Dengan matanya yang masih merah, Nina berkata demikian ke Yu.

"Stella-san bilang kalau dia senang bisa menghabiskan waktunya bersama mu." (Nina)
(TL Note: disini Nina mulai memanggil Stella "Stella-san")

"Dia nggak menderita? Hidup bersama ku... Apa dia bener-bener bilang begitu?" (Yu)

"Yu, dia tetap tersenyum sampai akhir hayatnya." (Nina)

Sudut Pandang Yu

Aku melihat ke arah nenek dan menyadarinya.

"Kita akan menguburnya besok. Biarkan aku bersamanya malam ini." (Yu)

"Okay..." (Nina)

"Kira-kira apa yang seharunya aku lakukan 'ya."

"Aku akan pergi ke kota Comer. Disana ada banyak monster dan aku juga perlu untuk membiasakan diri dengan adventurer laki-laki. Itu juga permintaannya Stella-san." (Nina)

"Tolong jangan pergi.. Tanpa nenek.. Tanpa mu.. Tidak ada alasan untuk ku tinggal." (Yu)

"Tentu saja kamu juga ikut dengan ku. Bukankah kita ini teman?" (Nina)

Hari itu, aku selalu berada di sisi nenek Stella tanpa tidur semalaman. Pagi harinya, aku mempersiapkan tempat peristirahatan terakhir untuk nya.

"Nenek, aku akan pergi dari desa. Ketika aku kembali, aku akan membawa banyak oleh-oleh buat nenek. Aku juga akan menceritakan gimana perjalanan ku. Tolong jaga diriku."

"Stella-san, serahkan Yu pada ku. Aku juga seorang adventurer, jadi tidak akan ada masalah." (Nina)

"Oh? Seseorang yang ku latih mau menjaga ku?" (Yu)

"Aku ini lebih tua dari mu! Humph" (Nina)

Dia cemberut, tapi tadi itu hanya bercanda. Aku menunduk pada nenek dan mengatakan "Terima kasih."

Aku pergi sesegera mungkin. Kalau aku berlama-lama disana, aku akan mulai berduka lagi. Jujur saja, aku tidak tau kapan aku akan kembali ke desa ini.

Kami pergi melalui desa untuk sampai ke kota. Kami bertemu dengan beberapa penduduk di perjalanan.

"Kalian berdua, apa-apaan penampilan dan koper kalian itu. Apa kalian mau pergi meninggalkan desa?"

Cara bicara para penduduk ke Nina berbeda dari ketika mereka bicara dengan ku. Akan tetapi, ekspresi nya Nina suram.

"Karena nenek telah wafat, aku sudah tidak punya alasan untuk tinggal disini lagi. Lagian kalian juga selalu mencoba mengusir ku. Jadi kita sama-sama untung." (Yu)

"Tapi kami kekurangan adventurer. Cuma kalian dan Sermat yang tersisa dan... siapa nenek yang kau bicarakan itu?"

Aku merasa ada yang aneh. Apa itu sarkasm? Dia yang bilang pada ku kalau nenek Stella overworked sendiri. Apa dia pura-pura bodoh?
(TL Note: Overworked = terlalu banyak bekerja)

"Dia nenek Stella!" (Yu)

"Stella?"

Ekspresi para penduduk jadi aneh.

"Yu, ayo pergi." (Nina)

Aku ingin bicara, tapi Nina menarik tangan ku.

_ _ _
"Pak kepala... Beraninya mereka meninggalkan kami seperti itu. Lagipula, apa ada yang tau siapa itu Stella?"

"Ntah.. pertama kalinya aku mendengar nama itu."
_ _
"Nina... Target ku adalah menjadi adventurer terkuat." (Yu)

"Jangan khawatir. Dengan gabungan kekuatan ku dan juga kamu, kita bisa jadi yang terkuat dengan mudah." (Nina)

"Oh? Darimana kepercayaan diri mu itu berasal?" (Yu)

Akhirnya, setelah hampir setahun aku tiba di dunia ini, aku meninggalkan desa dan menjadi adventurer.

(TL Note: Apa ada chapter yang kelewat buat di translate? Kok tiba-tiba udah setahun aja? Juga ini akhir dari arc pertama. Yeeeeeeeyyyy)


1 comment:

DMCA.com Protection Status