Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 20 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 20 Bahasa Indonesia

September 19, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Ise-kun
Editor: Kirz

Chapter 20: Orang Yang Mengaku Dirinya Penyihir Jenius ④

Hari ini, kami mungkin akan segera tiba di kota Comer. Demon ranking kedua seperti Black Wolf dan Goblin Leader mulai bermunculan.

Demon ranking ke-2 memiliki lebih dari satu skill dan merupakan kesempatan yang bagus untuk berlatih dengan melawan mereka. Goblin Leader yang membawa dan mengarahkan Goblin Soldier dan Mage jadi kami bisa berlatih pertempuran secara berkelompok.

Skill dari Black Wolf dapat menghentikan pergerakan kami. Kami saling melindungi satu sama lain dan ketika Lena atau Nina terluka, aku menyembuhkannya. Saat aku dan Lena mencoba menggunakan sihir kami. Kami merasakan pengalaman yang hebat.

Ngomong-ngomong, ini status mereka:

_ _ _ _


— —-

"Yu.. Apa yang sedang kamu buat itu?" (Nina)

Nina kelihatannya tertarik dengan ini. Aku sedang membuat antidote dengan menggunakan rumput beracun, yang tumbuh di pinggir jalan dan mencampurnya dengan air dari sungai terdekat.

"Lagi buat antidote." (Yu)

Lena sudah mengetahui hal itu. Dan karena Nina ngoceh terus gak berhenti-berhenti, jadi aku akan menampar bokongnya nanti sebagai hukumannya.

"Bukannya Lena juga bisa menangkal racun 'ya? Kamu juga udah mempelajarinya 'kan?" (Nina)

"Skill sihir tetaplah sihir. Kalau aku kehabisan MP, aku mungkin memerlukan ini. Nih, beberapa untuk mu." (Yu)

"Owh... Begitu ya. Trims!" (Lena)

Lena juga membungkuk ketika aku sedang bicara.

"Yu.. benar-benar bisa memikirkan sampai sejauh itu." (Lena)

"Jangan sok akrab dengan ku.. Cepetan sana kumpulin 100 gold nya terus pergi sana." (Yu)

"Itu nggak mungkin. Karena aku..." (Lena)

Nina kemudian membisikan sesuatu kepadanya.

"Yu yang membuat potion dan kita akan mengambil hadiah quest dan uangnya dari material-materialnya, biarpun begitu, untuk party seperti kita ini, mengempulkan uang dengan jumlah begitu akan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Meskipun begitu, dia (Yu) nggak tau seberapa pentingnya sekolah itu." (Nina)

"Apa? Selama itu kah?" (Lena)

"Apa yang kalian berdua bicarakan di belakang ku?" (Yu)
(TL Note: Saya sedikit bingung disini, tak kira Lena harus ngumpulin 100 gold tapi kayaknya orang tua nya mampu buat bayarinnya. Juga kayaknya Nina pengen Yu masuk sekolah juga, tapi dia nggak mau Yu tau.)

"Aku akan pergi ke istana kerajaan dan masuk sekolah. Mereka sudah berjanji padaku kalau, dimasa depan nanti, aku akan menjadi penyihir istana." (Lena)

"Mengenai sekolah, dia mungkin bisa dapat macam-macam skill sihir dan mungkin job nya bisa dipromosikan dari penyihir." (Nina)

"Pertama-tama, aku tidak tau perbedaan diantara job-job itu apa, atau juga sepenting apa bekerja untuk sang raja di ibu kota." (Yu)

"Yu.. Apa yang kamu bicarakan? Kalau job nya nggak cocok, kamu nggak akan bisa mengingat mantranya." (Nina)

"Skill dan sihir adalah hal yang sama..." (Lena)

"Aku tidak yakin mengenai itu. Ngomong-ngomong, Jumlah skillnya Nina meningkat terus ya." (Yu)

"Aku ini pencuri, jadi aku akan membuka skill-skill dari class pencuri. Bahkan skill yang ada hubungannya dengan job juga." (Nina)

"Bagi ku,【White Magic】merupakan warisan dari ibu ku. Biarpun begitu, karena aku seorang penyihir, aku tidak bisa menggunakannya secara penuh." (Lena)

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Nina dan Lena menjelaskan hal itu kepada Yu, meskipun dua orang yang berbeda bisa saja memiliki skill yang sama, tapi class yang ada keterkaitannya dengan skillnya dapat menyebabkan perubahan kekuatan pada skillnya. Seperti Penyihir atau pun seorang Sage, konsumsi MP seorang Sage bisa dikurangi.

(Editor Note: Bisa jadi lebih lemah skill nya, seperti skill Lena yang tidak bisa digunakan secara penuh, karena mungkin skill yang diwariskan ibunya class nya tidak sesuai dengan Jobnya Lena, jadi Job itu berperan penting pada skill, seperti halnya pada Nina yang mengambil skill yang memang benar-benar classnya sesuai dengan jobnya)

Yu tidak memperdulikan gerutu-gerutu mereka dan mengabaikannya. Ketika mereka asik menggerutu, mereka melihat petualang-petualang yang biasa satu party dengan Lena.

"Mereka berhasil sampai sini?" (Lena)

"Yu.. Ini adalah kota Comer." (Nina)

Kota Comer memang benar-benar sebuah kota. Tidak seperti desa Resser ataupun Vivid yang kecil. Kota ini dikelilingi oleh tembok dan pintu masuknya di jaga ketat oleh penjaga gerbang.

"Kita sudah sampai di kota, itu berarti party ini dibubarkan." (Yu)

Lena memiringkan kepalanya.

"Kau bilang kita hanya akan dalam party sampai kita sampai 'kan? Tapi, memangnya ada aku bilang kalau aku akan pergi?" (Lena)

"Bagus dah.. Bisa terus party barengan sama Lena." (Nina)

"Apa?" (Yu)

"Maaf Yu.. Aku lupa untuk memberitau mu." (Nina)

"Yu, Nina, Tak usah khawatir, kalian harusnya bangga bisa memiliki ku, penyihir jenius terkuat, di dalam party kalian." (Lena)

"Ini mimpi buruk..." (Yu)

— — — —-


_ _ _ _


_ __ __ _


No comments:

DMCA.com Protection Status