Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 1 Bahasa Indonesia

September 07, 2016 Pipo Narwastu


Translator    : AuXy
Editor          : Dody
Proofreader : Ise-kun 

Chapter 1: Aku Mencoba Menembak Dia.

"Sekarang aku pergi dan membereskannya ..."

Aku bergumam di tengah ruangan yang sangat besar.

Aku telah bereinkarnasi menjadi Demon.
Sebenarnya aku adalah manusia yang bernama Segawa Youki.
Aku diberikan semacam cheat ketika reinkarnasi.
Namun aku bukan dilahirkan kembali menjadi Pahlawan, melainkan aku adalah demon.

Di beberapa tempat selama perang, Aku mendapatkan peran sebagai mini-boss dan berubah ke mode Chuuni-byou, bertingkah angkuh seperti penjahat yang sering kalian temui di anime dan game.

Sekarang saat ini dihadapanku terlihat sekawanan party pahlawan yang sedang tergeletak. Sang Pahlawan telah aku bereskan oleh magic-Chuuni ku, lalu sang 'mage' mengumpatku dengan kejam, sedangkan si 'swordsman' sedang diberi mantra-mantra, dan yang sedang nggak terluka tapi nggak sadarkan diri dikejauhan sana adalah sang gadis pendeta.

"Dan mereka hanya berhasil setengah jalan sampai di istana Demon Lord"

Ruangan ini adalah titik tengah istana, setelah ini masih ada ruangan dengan penjaga yang lebih tinggi ranknya, termasuk Demon Lord itu sendiri.

Aku menggaruk kepalaku karena aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Kalau Pahlawan tidak bisa mengalahkan Demon Lord pasti dunia tidak akan pernah damai.
Kalau Party dari pahlawan dibantai ditengah istana, pasti dunia akan jatuh dalam kekacauan.

 "Aku rasa untuk saat ini aku harus mengirim mereka ke desa terdekat dan membiarkan mereka melakukan pemulihan."

Sebagai orang yang pernah menjadi manusia, Aku tahu jika dunia tidak mencapai kedamaian, akan menjadi sangat buruk.Tapi aku nggak punya alasan juga buat ninggalin posisiku sekarang. 

Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk menyembuhkan party pahlawan.

Sepertinya akan ku mulai dengan si pahlawan "Rasakan ini, Holy Sword Excalibur!"

Dia berteriak seperti Chuuni disaat mengayunkan pedangnya yang bersinar kepadaku, dan aku menanggapinya dengan kalimat Chuuni yang aku miliki.
Aku jadi bersemangat.

Setelah selesai mengurus Pahlawannya, sekarang saatnya mengurus si 'Mage' wanita.

Bahkan sebelum bertarung perempuan itu mengedipkan matanya ke Pahlawan. Menurutku dia itu lacur, jadi aku akan menyerangnya tanpa henti.
Bukan berarti aku membeda-bedakan gender ya..

Yang ketiga adalah swordsman. Dia datang dengan gayanya yang keren dan dia tidak kalah dengan sang Pahlawan tentang pesonanya.

Itu juga membuatku kesal sehingga setelah pertempuran dimulai Aku membuatnya menghilang dengan «Dark Magic: Vanish Wave».

Ketika aku mengatakan 'menghilang', maka dia benar-benar menghilang tidak terlihat dimanapun. Sementara Pahlawan dan Mage sedang shock karena tidak menemukan temannya dimanapun.

"Sekarang yang terakhir...adalah..."

Si gadis pendeta.
Ketika swordsman menghilang dia sama sekali tidak terkejut dan matanya terus menatapku dari kejauhan.
Dia memiliki pengamatan yang baik dan tidak membiarkan penjagaannya turun, jadi setelah aku membereskan si swordsman, aku menyerang gadis pendeta itu tepat ke belakangnya dan dia tertidur kehilangan kesadarannya.

"Ia tidak memiliki luka fisik, jadi aku kira ia tidak  membutuhkan penyembuhan...Tunggu..."

Tetap saja, saat ini, ia berbaring dengan wajahnya menghadap lantai, Aku harus memutarnya dan memastikannya...

"...Ini gawat, dia benar-benar tipe ku banget."
Disana terbaring seorang wanita yang benar-benar sesuai dengan tipe ku.



"Hmm, apakah aku harus membawanya sebagai tahanan perang? ...Tapi kalau aku melakukannya dia jadi marah dong. Dan sebagai orang yang pernah hidup di Jepang, tahanan dan budak itu sedikit nggak cocok dengan gaya hidupku."

Aku hanya seorang mini-boss dan masih harus patuh kepada Demon Lord dan penjaga lain yang lebih superior.
Well, kalau aku melawannya juga aku bisa menang sih, tapi...

"Aaaa...selamat tinggal malaikatku..."

Aku memanggil bawahanku dan menyuruh mereka untuk membawa Pahlawan dan Partynya ke desa terdekat.
Aku menyaksikannya dengan rasa penyesalan saat mereka membawanya pergi.

Tiga hari kemudian...

"Maju sini! ...Kau...umm..."

Tampaknya mereka nggak mau repot-repot buat mengingat nama dari seorang mini-boss.

Kalau kau mau menantang ulang seenggaknya kau harus mengumpulkan beberapa pengintai dan dapatkan informasi untuk mengalahkan musuhmu.

"Mwahahahaha! Kau datang meskipun itu percuma, Pahlawan. Pasukan Demon Lord, dibawah perintah Zekiel-sama, Aku dari Kesatuan Dark Knight ke 5, Pasukan penjaga yang bernama Youki, Akan mengirimmu kembali ke neraka!"

Aku benar-benar berubah ke mode Chunni-ku, bersama dengan penjelasan tentang posisiku sebagai perkenalanku kepada mereka.

"Aah, Aku mengerti...jadi itu namamu. Persiapkan dirimu, Youki!"

Party Pahlawan tersebut telah bersiap untuk melakukan pertarungan.

Ditengah-tengah pertarunganku dengan sang Pahlawan, aku terus saja melirik ke gadis pendeta itu. Kami akhirnya membuat kontak mata dan dia menatapku.

"Berhenti meremehkanku, Youki!"

Sang Pahlawan menyadariku sedang berpaling terhadapnya dan dia menginginkanku untuk fokus pada pertarungan.

"Ah, maaf maaf. Kau sekarang mendapatkan perhatian penuh dariku."

Seperti yang aku pikirkan, itu adalah ide yg buruk untuk menggunakan Max Level Dark Magic: Endless Dark. Hasilnya, Kekalahan.
Seluruh party tersebut kalah telak.

"...Dan, Aku melakukannya lagi..."

Aku memandang gadis pendeta itu.
Haruskah aku menyiapkan Magic Barrier di sekelilingnya? Kelihatannya dia hanya mendapatkan luka ringan.

(TL Note: Mungkin si MC niat mau ngelindungin si cewe itu :v)

"Syukurlah."

Setelah merasa lega aku segera untuk menyembuhkannya dengan magic.
Dengan ber-murah hati, aku menyembuhkan semua partynya juga. Segera setelahnya aku menyuruh bawahanku untuk membawa mereka ke desa terdekat lagi.

Satu bulan setelahnya, Party tersebut terus kembali dan pertarungan itu terus saja diulang tanpa henti.
Diatas semua itu, Demon Lord dan yang memiliki rank lebih tinggi lainnya mulai berpikir kalau Party itu sangat lemah.

Party itu tidak lemah.
Aku lah yang kelewat kuat.

Mungkin jika aku tidak disini, Party itu akan mengalahkan Penjaga yang Superior serta Demon Lord.
Itu lah seberapa kuatnya mereka.

Hari ini aku mulai berpikir kalau ini semua salahku karena dunia tidak pernah menjadi damai.
Aku berpikir tentang hal itu setelah aku mengeluarkan mereka dari ruanganku, ketika mereka tergeletak di lantai.
Party itu akan segera datang kesini, haruskah aku membiarkan mereka lewat?

"Tapi, bung... gadis itu begitu— Ketika Aku melihatnya selama pertempuran, ia sangat perhatian kepada rekannya. Dan mungkin dia itu senang dengan posisinya saat ini. ...Mungkin aku akan coba memastikan nya di pertarungan selanjutnya lagi."

Aku mematenkan pikiran ku.


Beberapa hari kemudian...

"Hari ini adalah hari dimana kami akan membuatmu untuk bertekuk lutut, Youki!"

Party itu akhirnya disini.
Dan Pahlawan-kun akhirnya mengingat namaku.
Selama sekitar satu bulan jika aku tidak mengenalkan diri kemungkinan dia akan meneriakan segala hal untuk dijadikan namaku.

"Yuuga, ayo cepat dan habisi pria yang terlihat membosankan ini."

Jadi sang pahlawan itu bernama Yuuga?
Orang-orang yang akan segera dikalahkan adalah kalian. Dan komentar yang tadi itu udah kelewatan, dasar Mage Lacur!.

“...”

Swordsman menarik pedangnya dengan hening dan mengarahkannya kepadaku. Lupakan tentang bermain dengan keren, tenang, bisakah kau mengatakan sesuatu?

"Ayoo kita lakukan apa yang kita punya, semuanya!"

...Akan kupastikan aku bisa terlihat keren. Aku nggak boleh membiarkan diriku terlihat lemah didepannya. Setelah memeriksa diri ku untuk yang kedua kalinya, aku mengucapkan kalimat yang sudah aku latih sebulan ini.

"Mwahahahaha! Kau datang lagi meskipun itu sia-sai saja, Pahlawan. Pasukan Demon Lord, dibawah perintah Zekiel-sama, Aku dari Kesatuan Dark Knight ke 5, Pasukan penjaga yang bernama Youki, Akan mengirimmu kembali ke neraka!"

..Belakangan ini aku merasa sangat malu untuk mengucapkan itu.
Yah meskipun mereka tidak menyadarinya, tapi mereka telah mempersiapkan diri untuk pertarungan berikutnya.

Well, karena aku menggunakan cheat aku pasti tidak akan kalah.
Setelah melakukan pertarungan yang cukup membosankan Aku rasa ini adalah momen yang sempurna untuk menyarankan perjanjian kepada mereka.

"Para pahlawan! Pasti kalian telah menyadarinya sekarang? Kalian tidak akan pernah bisa menang melawanku."

Selama sebulan mereka datang ke istana Demon Lord dan berulang kali juga mereka mendapat kekalahan, apa mereka nggak menyadarinya, kalau mereka tidak bisa mengalahkan Demon ini.

"...Terus kenapa?! Demi penderitaan rakyatku, dan untuk teman-temanku yang percaya kepadaku, Aku tidak akan kalah darimu!"

Meskipun dia tahu dia akan kalah, dia pasti tidak akan pernah mundur.
Itu sebabnya dia selalu mengatakan itu.
Padahal keadaan nya malah terlihat lebih buruk.
Jika kita lanjutkan, Nantinya yang ada malahan pertarungan ini akan berakhir sama, yaitu seluruh anggota party disapu bersih.

"Untuk perjanjian ini. Jika kalian terima, Aku akan membiarkan kalian lewat."

Party itu terpaku ditempat dan menatapku.
Aku malu karena dia (gadis pendeta) juga menatapku, tapi aku harus menutupi rasa maluku ini.

"...Apa yang kau inginkan?"

Aku segera menjawab,

"Tinggalkan gadis itu disini. Jika kalian melakukannya, sisanya bisa melewatiku."

Aku menunjuk kepada gadis pendeta itu.
Setelahnya, reaksi kelompok Pahlawan seperti tercampur aduk.

Sang Pahlawan marah dan berteriak, swordsman sedang mempertimbangkan hal tersebut, si mage mungkin sedang berpikir kalau saingannya akan berkurang, dan dia menahan tawanya.
Dan, gadis yang bersangkutan mencoba untuk mundur.

"Jangan main-main dengan ku! Tidak mungkin kami mau melakukannya! Cecilia adalah salah satu dari teman kami yang berharga."

"Kau tidak ingin melakukannya? Oke, Kalau begitu perjanjian kita batal. Itu berarti kalian akan mulai lagi dari awal di desa itu. Saat itu berapa banyak manusia yang akan diserang oleh demons? Siapa yang tau nanti aku bakal ngapain..."

Tidak, sungguh, apa yang akan aku lakukan nanti? Sesungguhnya aku belum diberi misi untuk menyerang desa.

"Yuuga, mari kita terima perjanjian ini."

Seperti yang diharapkan dari seorang Mage lacur. Yang tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menyingkirkan saingannya.

"Mikana?! Apa yang kamu katakan..."

"Demon ini, dia mungkin punya wajah yang membosankan, tapi kekuatanya sangat mengerikan. Menjengkelkan rasanya, tapi kita tidak bisa menang melawannya tidak peduli berapa kali kita mencoba. Dan sekarang lawan akan membiarkan kita. Dan Cecilia itu kuat, dia tidak akan dikalahkan dengan mudah. Kita akan pergi mengalahkan demons lain dan Demon Lord lalu kita akan segera kembali kesini menjemputnya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

Si Mage lacur itu mengucapkan sebuah omong kosong seperti 'Percayalah kepada teman kita' untuk membuat sang pahlawan mengambil umpan tersebut.
Kau tahu, kalau situasi berubah sebaliknya dan dia yang malah di korbankan, dia pasti akan sangat rewel dan membuat keributan.

Sang Swordsman menyaksikan dengan tenang, dan menunggu hasilnya.
Bahkan disituasi seperti ini dia nggak mau merusak karakternya.

Si Mage lacur itu terus membujuk timnya untuk beberapa saat, dan hasilnya...

"...Baiklah. Kami akan....meninggalkan Cecilia disini."

Tampaknya kesepakatan itu telah disetujui.
Itu keputusan yang pahit.
Dia begitu frustasi dengan dirinya sendiri dan mengepalkan tangannya hingga berdarah karena kuku-kukunya menusuk tangannya.

"Heeeh, kalau begitu kalian bisa lewat."

Aku membuka pintu kepada anggota Party yang telah menyusut menjadi tiga orang. Sang Pahlawan terus menatap kepada gadis pendeta dibelakangnya, dia berjanji untuk segera kembali kepadanya. Setelah mereka melewatinya aku segera menutup pintunya.

Sekarang hanya ada kami. Perutku mulai sakit karena gugup.

"...Meskipun aku nggak punya kesempatan untuk menang, Aku tidak akan menyerah. Kekuatanku mungkin tidak bisa menggores tubuhmu, tapi aku akan berjuang ‘sampai titik darah penghabisan!"

Dia menyiapkan staffnya dan mulai mengeluarkan mantra ringan tingkat menengah 'Holy Laser'.

"..Hey, Tunggu bentar! Time out, time out"

Aku benar-benar tidak ingin bertarung melawannya.
Aku membatalkan sihirnya dan mengajukan banding dengannya sembari memegang tangan ku.

"...Apa yang kau rencanakan? Trik untuk menurunkan kewaspadaanku? Tanpa trik murahan pun bukannya kau bisa membunuhku dengan mudah."

"Tidak, kamu salah. Pecayalah!"

Aku hanya-

"Lalu apa yang kau inginkan? Membuat mereka meninggalkan Healernya dibelakang, pasti nanti kau menjebak mereka didepan dan mengurangi jumlah mereka satu-persatu!"

Aku tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh seperti itu.

"Jika aku ingin membunuh kalian, pasti aku sudah melakukannya dari tadi!
Aku punya urusan denganmu."

Aku cuma-

"Kalau begitu kau hanya ingin membunuhku saja?"

"Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Tolong terimalah cinta ku!"

-ingin menembaknya.

"Apa?!"

Aku merasa lega setelah mengatakannya.
Dia sangat kaget dengan kenyataan ini.

No comments:

DMCA.com Protection Status