Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia

September 09, 2016 Pipo Narwastu


Translator    : AuXy
Editor          : Ise-kun

Chapter 2 Part 1: Aku Ingin Mati Secara Terhormat.

Mari kita buat kesimpulannya. Aku ditolak. dan itu hanya dengan satu kata — 'Ogah'.

Ini adalah sebuah ruangan ditengah-tengah Istana Demon Lord.
Iya, diruangan ini, aku bereinkarnasi dari Segawa Youki (sekarang hanya Youki), menjadi penjaga ruangan ini.
Lalu apa yang aku lakukan di tengah ruangan ini?

 "...Ditolak. Berakhir sudah. Aku ingin mati..."

Aku membungkuk, lalu memeluk lututku dan menggambar kata-kata di lantai.
Termasuk dikehidupanku yang sebelumnya, berapa kali aku telah ditolak?


"Um...maaf..."

Disebelahku ada gadis yang berpakaian cleric, namanya adalah Cecilia itu sih yang aku dengar.
(TL note: disini saya ubah dari 'pendeta' ke 'cleric')

"...hahaha..."

Tertawa ku mulai meledak.
Manusia mendapatkan banyak penolakan selama mereka hidup.
Itulah mengapa aku merasakannya sekarang.


"Maaf, apakah kamu baik-baik saja? ....Tunggu, apa yang aku lakukan, dia adalah musuhku!"

Aku pikir dia menyemangatiku, tapi dia tiba-tiba bersiap untuk menyerangku.
Aku lupa kalau dia hanya memandangku sebagai musuh.
kenapa?
Itu karena aku adalah demon.
Aku berharap jika aku dilahirkan kembali aku ingin menjadi manusia.
Kalau aku manusia...Apakah wajah ku yang membosankan ini tetap muncul?

Dia mengarahkan staffnya kepadaku.

Sepertinya dia siap untuk mengalahkanku.
Aku merasa sangat bahagia karena aku akan mati ditangan seseorang yang aku cinta.
Lagipula tidak ada yang aku inginkan lagi didunia ini.

"《Judgement Cross》"

Pilar cahaya yang berbentuk sebuah salib mengarah padaku.
Sebuah light magic tinggat tinggi.
Bahkan dengan cheat, jika aku tidak menahannya, aku akan mati.

"Aah, aku mohon lahirkan aku kembali menjadi manusia."

Aku menutup mataku sambil berdoa.



……

………

…………?

Tidak peduli berapa lama aku menunggu, serangan itu tidak pernah datang, aku ragu dan membuka mataku dengan perlahan.

Magic yang dia gunakan telah menghilang. Apakah dia membatalkan magicnya, karena aku tidak melakukan apapun?

"Haah..."

Tapi kalau dia membatalkannya pasti tubuhnya akan mendapatkan beban yang sangat besar. Dia beneran melakukannya ketika aku melihat dia berlutut dan bernapas dengan beratnya.

"...Kenapa kamu nggak berusaha menahannya? Setelah satu bulan berjuang melawanmu aku tahu seberapa kuat dirimu. Kamu seharusnya bisa dengan mudah menghindarinya dan membalasnya!"

Dia bangkit lagi dari backlash tersebut dan menanyakan ku hal itu.
Jawabannya sangat sederhana.

"Sejak kamu menolakku, Aku seperti sedang dalam keadaan sekarat."

"Jangan mempermainkanku!"

Bahkan saat dia marah dia terlihat imoetz...Er, maksudku...Aku pikir seharusnya aku memberikan jawaban yang manis.

"Aku tidak punya alasan untuk hidup. Seumur hidup ku aku tinggal di ruangan ini 'tau? Kalau aku keluar, aku harus menyerang kota manusia tanpa ada alasan yang jelas, dan karena aku tidak ingin melakukan itu, Aku tidak pernah meninggalkan ruangan ini..."

Aku masih mengingat kenangan yang aku miliki di kehidupanku yang lalu, jadi aku sangat tidak ingin melakukan hal-hal seperti itu kepada manusia.

"...Aku belum pernah bertemu dengan demon sepertimu sebelumnya. Semua demon yang pernah aku temui sangat bengis dan kejam, memperlakukan manusia seperti sampah."

Tampaknya apa yang aku katakan cukup aneh.
Saat dia mengatakannya, sebagian besar demon bertindak seperti itu.
Akan tetapi, Aku adalah pengecualian.

"Itu karena, sebelumnya aku adalah manusia"

Tidak ada dari yang aku katakan itu salah.

"Ap-? Apa kamu mau bilang ke aku kalau beberapa dark magic diluar sana bisa mengubah manusia menjadi demons?"

Matanya terbuka lebar dia karena shock.
Sepertinya dia salah paham yang aku maksud.
Ini bukan karena dark magic.
Bahkan dengan cheat aku tidak bisa melakukan itu.

"Ah, bukan bukan! Aku adalah manusia yang bereinkarnasi. Dalam kehidupanku sebelumnya aku adalah manusia."

Tiba-tiba dia menatapku dengan dingin    .
Bahkan aku tahu apa yang sedang dia pikirkan 'apa yang orang ini katakan?'

"...Aa-apa? Ini kenyataannya! Aku lahir dibumi sebagai Segawa Youki. Aku mati karena kecelakaan lalu lintas."

Kemungkinan dia tidak mengerti hal-hal seperti 'Bumi' dan 'kecelakaan lalu lintas', tapi aku sudah melakukan yang terbaik.

"...Aku tidak mempercayaimu. Tapi kukira itu kenyataannya, tapi kenapa kamu mau bersekutu dengan Demon Lord? Bukankah lebih baik kalau kamu bersekutu dengan kami, manusia?"

"Tentu saja aku mau, tapi untuk melakukannya, apa si Pahlawan itu dan orang-orang di dalam Party mau percaya kalau demon sepertiku akan bersekutu dengan manusia?"

Maukah kelompok keadilan membuang-buang waktunya untuk mendengarkan kata-kataku? Jelas tidak, mereka hanya melihatku sebagai demon yang kuat dan mengelompokkan ku sebagai musuh. Itulah yang akan sang Pahlawan lakukan, sudah pasti si Mage lacur juga, dan tentu saja si Swordsman juga.

Aku tidak dapat melihat kita menjadi teman. Bahkan kalau aku berteman dengan gadis cleric ini, masih ada si Pahlawan tampan, si Mage lacur, dan Swordsman yang pendiam. Tidak mungkin bagi ku bisa bergabung dengan Party mereka.

Bahkan jika dia tau darimana aku berasal, dia tetap diam tentang hal itu.

"Tetap saja, Pahlawan-kun dan yang lainnya cukup kuat untuk mengalahkan Demon Lord."

Dia kan memang pahlawan.
Si Swordsman dan Mage juga sama kuatnya, kurasa mereka akan baik-baik saja.

"...Bukankah akan lebih cepat kalau kamu yang membunuh Demon Lord?"

"Nuh-uh, tidak mungkin. Dalam istilah manusia, kalau seorang prajurit membunuh raja, menurutmu apa yang akan terjadi?"

Aku bertanya kepadanya.

"...Terburuknya, mereka akan dihukum mati; kalau mereka berhasil melarikan diri, mereka akan menjadi buronan yang paling dicari."

"Kurang lebih sama dengan para demon. Kau mengalahkan Demon Lord, kau yang akan dinobatkan menjadi Demon Lord selanjutnya. Aku sih nggak akan mau."

Itu akan sedikit aneh karena aku demon berperingkat rendah, tapi kalau aku menjadi Demon Lord. Cepat atau lambat manusia akan datang untuk mengalahkanku.

"Aku memang bilang aku melindungi ruangan ini, tapi ini lebih seperti aku sedang dikurung, dan ini sangat membosankan."

Dan kemudian Party Pahlawan muncul.

"Jujur aja, awalnya aku akan membiarkan kalian untuk mengalahkanku, mengacaukan kesempatan tersebut karena aku terlalu bersemangat dan Chuunibyo lama ku kambuh"

Dan aku pun menyapu bersih lantai bersamaan dengan mereka.

"Aku sadar dunia akan berada dalam kesulitan jika aku melakukannya, jadi aku membiarkan kalian untuk menyembuhkan diri dan mengirim kalian kembali ke desa terdekat dan ketika aku melihatmu itu adalah cinta pada pandangan pertama..."

"Be...Begitu ya."

"Aku mengamati mu selama satu bulan ketika kami bertarung. Tapi kemudian aku menyadari kalau seperti ini terus, untuk mencapai kedamaian dunia itu mustahil. Jadi berpikir untuk tidak menahan mu lagi di ruangan ini dan hari ini, aku membulatkan tekad ku untuk menembak mu."

Sedihnya aku mencoba mati secara terhormat.

"Party Pahlawan akan mengalahkan Demon Lord. Kemudian aku akan kehilangan rumahku. Kamu pergi aku juga akan pergi. Itulah mengapa tidak ada hal yang tersisa lagi untukku."

Ini akhir dari reinkarnasiku menjadi Demon.
Tiba-tiba ruangan menjadi sunyi.
Dan setelah beberapa saat, dia membuka mulutnya.

"...Aku nggak bisa menerimanya. Kamu mempunyai kekuatan yang besar. Begitu besar sehingga Party Pahlawan tidak bisa mengalahkanmu. Kumohon, maukah kamu menggunakan kekuatan mu untuk kami, para manusia?"

Dia tiba-tiba mulai berpidato.

"...Pertama, bukankah kamu punya kekuatan yang cukup untuk menyamar menjadi manusia? Kalau kamu melakukannya, kamu seharusnya bisa berbaur dengan manusia."

Kenapa ini bisa terjadi?
Meskipun aku tidak memperhatikan apa yang dia katakan, gadis itu terus melanjutkan.

"Jadi...Ikutlah denganku menuju dunia luar."



Gadis itu mengulurkan tangannya kepadaku.
Sepertinya sudah saatnya aku keluar dari kurungan ini.

Hari itu, Demon Lord telah dikalahkan dan kedamaian kembali tercipta.


No comments:

DMCA.com Protection Status