Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 31 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 31 Bahasa Indonesia

October 29, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Belang
Editor: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Chapter 31: Tentara Kerajaan

42 orang + usamimi bepergian di sepanjang ngarai.

Tentu saja, banyak Demonic Beast yang berusaha menyerang mereka, tapi tidak berhasil. Siapapun yang mencoba menyerang Suku Manusia Kelinci akan diledakkan kepalanya dengan kilat tanpa pengecualian.

Kilatan itu disertai dengan tembakan, ketika melihat sekeliling kau bisa melihat banyak mayat Demonic Beast yang tersebar di sekitaran Raisen Grand Canyon yang membuat Suku Manusia Kelinci tercengang dan menatap kagum pada Hajime yang melakukan itu.

Terutama anak kecil, mereka melihat kekuatan luar biasanya Hajime dan melihatnya sebagai pahlawan mereka dengan mata yang berbinar-binar.

”Fufufu, Hajime-san. Anak-anak itu menontonmu tau~ Kenapa kamu tidak melambai ke mereka?” [Shia]

Shia langsung berusaha untuk menggoda Hajime yang sudah dalam badmoodnya karena tatapan polos dari anak-anak itu.

Dengan urat yang muncul di kepalanya, Hajime diam-diam menembakkan pistolnya.

DOPANn!! DOPANn!! DOPANn!!

"Awawa wa wa wa wagh!?" [Shia]

Bersamaan dengan peluru karet yang mengarah pada kakinya, Shia yang berusaha menghindar malah membuatnya terlihat seperti tapdancing. Melihat pertunjukan itu, ayah Shia, Kam hanya memperlihatkan senyum masam sementara Yue memandangnya dengan keterkaguman.
(netNOTE__ Tapdancing ≡ Itu lho dance yang mengetuk-ngetuk kaki  )

"Ha Ha Ha, jadi Shia dan Hajime-dono sudah sedekat itu ya. Sepertinya…… Shia sudah mencapai usia itu ya. Membuat ayah sedikit kesepian. Tapi kalau orang itu adalah Hajime-dono, maka itu melegakan……" [Kam]

Meskipun di sana putrinya masih di tembaki, Kam melihatnya seolah-olah merayakan keberangkatannya (Layaknya Perkawinan) dengan air mata yang terbentuk di sudut matanya. Anggota suku lainnya pun juga melihat Shia dengan tatapan hangat walaupun teriakan "Tolong Aku~" bisa terdengar.

"Tunggu, kalian semua. Kenapa kalian main menyimpulkan aja setelah melihat situasi ini?" [Shia]

" …… Tak masuk akal" [Yue]

Seperti yang Yue katakan, kelihatannya Suku Manusia Kelinci memang gendeng (kurang masuk akal) dan itu sudah menjadi sesuatu yang alamiah bagi suku ini. Meski belum diketahui apa hal ini hanya terjadi di Suku Haulia saja atau tidak.

Setelah berjalan untuk waktu yang lama, kelompok mereka akhirnya tiba di jalan masuk Raisen Grand Canyon. Di sana di bangun tangga dibangun dengan baik, yang bisa terlihat oleh "Far Sight" nya Hajime. Tangga itu dibangun dengan memotong di sepanjang tembok dengan jarak setiap anak tangga nya 50 meter. Sea of Trees dapat dicapai setelah berjalan sekitar setengah hari setelah keluar dari Raisen Grand Canyon.

Sementara Hajime mencoba melihat ke kejauhan, Shia mulai berbicara dengan kegelisahan dalam suaranya.

"Apa disana ada Tentara Kerajaan?" [Shia]

"N? Soal itu apa yang bisa kukatakan ya. Meski ada kemungkinan juga mereka sudah dimusnahkan……" [Hajime]

"It, itu, misalkan, pas di sana itu Tentara Kerajaan ada disekitar…… Hajime-san…… Apa yang bakalan kamu lakuin?" [Shia]

"? Apa maksudmu dengan itu?" [Hajime]

Hajime memiringkan kepalanya karena ia tak dapat mengerti pertanyaan yang ditanyakan oleh Shia. Telinga dari Suku Manusia Kelinci berdiri karena pertanyaannya.

"Tak seperti Demonic Beast, musuhnya adalah Tentara Kerajaan…… ras manusia. Sama seperti Hajime-san. …… Apa kamu yakin kamu bisa melawan mereka? " [Shia]

"Kelinci sialan, kau, bukankah kau sudah melihat masa depan?" [Hajime]

"Iya. Aku melihatnya. Hajime menghadapi para tentara kerajaan……" [Shia]

"Terus…… Apa masalahnya?" [Hajime]

"Aku cuman ingin memastikan. Untuk melindungi kami, Suku Manusia Kelinci dari Tentara Kerajaan, dan menghadapi ras manusia. Apa kamu beneran tidak apa-apa, bertarung melawan manusia……" [Shia]

Setelah mendengar ucapan Shia, Suku Manusia Kelinci di dekatnya dengan takut melihat pada Hajime. Anak-anak tidak mengerti apa yang terjadi, tapi menebak suasana serius itu mulai dari melihat bergantian antara anggota suku dewasa dan Hajime dengan gelisah.

Namun, saat dalam suasana yang serius seperti itu, dengan santai Hajime mengatakan.

"Kenapa memangnya?" [Hajime]

"Ehh?" [Shia]

Hajime melanjutkan ucapannya, mengabaikan Shia yang kebingungan.

"Kan sudah kubilang. Tak masalah bagiku untuk bertarung melawan manusia." [Hajime]

"it, itu, kamu kan dari ras yang sama……" [Shia]

"Bukannya Suku mu juga diburu oleh ras yang sama (demi-human)" [Hajime]

"Itu, yah, sekalipun kamu mengatakan dengan hal itu……" [Shia]

"Pada dasarnya, kau salah soal prinsipku" [Hajime]

"Prinsip?" [Shia]

Shia memiringkan kepalanya dan Suku Manusia Kelinci lainnya kelihatan kebingungan.

"Dengar ya, aku menggunakan suku mu untuk dijadikan pemanduku. Makanya, akan menyusahkanku kalau ada yang mati di antara kalian, oleh karena itu lah aku akan melindungi kalian. Ini tidak seperti aku sedang bersimpati pada kalian, atau aku punya kebaikan yang tersisa untuk melakukan itu. Lagipula, aku takkan melindungi kalian selamanya. Bukankah kau ingat itu?" [Hajime]

"Uu, iya…… Aku ingat……" [Shia]

"Kalau begitu, aku akan melindungi kalian sampai urusanku di Sea of Trees selesai. Semua itu kulakukan demi keuntunganku sendiri. Karena itulah, tak masalah jika itu Demonic Beast atau pun manusia, kalau mereka berusaha untuk menghalangi jalanku, mereka adalah musuh dan musuh harus dibunuh. Itu sederhana." [Hajime]
(netNOTE__ Michi o habamu mono wa teki, teki wa korosu. <≡ Slogan Hajime)

"Be, begitu ya……" [Shia]

Shia menyetujui dengan tersenyum masam terhadap jawaban Hajime itu. Sekalipun dengan "Clairvoyant" nya melihat Hajime menghadapi Kerajaan, karena masa depan tidak mutlak (pasti), ia tak tahu jika itu akan menjadi kenyataan atau tidak. Di sana ada masa depan lain dengan kemungkinan lebih tinggi saat dia melihatnya, salah satu dari itu adalah masa depan di mana mereka menjadi budak kerajaan dengan menjalani kehidupan yang lebih menyakitkan daripada kematian. Karena Shia berpikir "Itu adalah kesalahannya" meskipun yang lain tidak berpikir begitu, dia berusaha dengan semua kekuatannya untuk memastikan masa depan yang akan mereka jalani.

"Ha Ha Ha, itu mudah memahaminya. Silakan serahkan kepada kami untuk memandumu melewati Sea of Trees." [Kam]

Kam tertawa dengan riang. Daripada rasa keadilan yang bodoh, jika semua di bawah kondisi untuk ‘memberi dan menerima’ maka itu akan jadi lebih meyakinkan. Wajahnya mengatakan itu semua.

Kelompok mereka pun tiba di tangga. Hajime berjalan di depan mereka dengan kewaspadaan. Untuk melarikan diri dari Tentara Kerajaan, Suku Manusia Kelici belum minum atau makan apapun, tapi langkah kaki mereka ringan. Sepertinya rumor bahwa demi-human yang tak dapat menggunakan sihir memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat memang benar.

Dan akhirnya, Hajime dan yang lainnya keluar dari Raisen Grand canyon.

Apa yang mereka lihat di atas tebing adalah……

"Oioi, beneran nih. Mereka masih selamat. Meskipun aku enggan diam di sini karena perintah komandan~ kalau seperti ini sih, aku bisa membawa pulang beberapa oleh-oleh bagus ke rumah."

Ada sekitar 30 tentara kerajaan. Di belakang mereka ada banyak kereta kuda di mana tanda dari kemah yang ditempati bisa terlihat. Semua tentara yang memakai seragam seperti 'Khaki' serta dilengkapi dengan pedang, tombak dan perisai, tampak terkejut dengan kedatangan Hajime dan yang lainnya.
(netNOTE__ Khaki ≡ Cokelat kekuning kuningan …… penjelasan khaki ≡ http://goo.gl/PyztFk )

Namun, itu hanya berlangsung selama beberapa detik. Dengan segera mereka menjadi kegirangan saat mereka melihat Suku Manusia Kelinci.

"Komandan Pleton! Manusia Kelinci berambut abu-abu juga ada! Bukankah dia satu-satunya yang komandan inginkan?" [Prajurit]

"Ooh, kelihatannya kita ini sedang beruntung. Meskipun tak masalah untuk membunuh yang lainnya, hanya itu satu-satunya yang harus tetap hidup." [Komandan]

"Komandan~, ada beberapa wanita di sana, bolehkah kami menikmati mereka sebentar? Lagipula, kita sudah menunggu di sini selama 3 hari. Tolong pertimbangkan~" [Prajurit]

"Ya ampun. Jangan ambil semuanya. Kalau hanya dua, ah tidak, tiga juga boleh" [Komandan]

"Hyahho~, seperti yang diharapkan dari Komandan! Anda benar-benar bisa memahami kami!" [Prajurit]

Bagi tentara kerajaan, Suku Manusia Kelinci hanya dilihat sebagai mangsa yang mudah untuk mereka tangkap, mereka mendekat sambil menjilati bibir mereka menatap wanita dari Manusia Kelinci. Melihat para prajurit itu, Suku Manusia Kelici hanya bisa gemetaran dalam ketakutannya.

Sepanjang kegirangannya para tentara, orang yang dipanggil Komandan yang saat ini sedang menyeringai kepada para Manusia Kelici tersebut, akhirnya menyadari keberadaan Hajime.

"Aah? Siapa kau? Terlihat seperti…… kau bukan seorang Manusia Kelinci." [Komandan]

Hajime, yang berpikir tidak mungkin hanya terus jalan melewati para tentara, dengan enteng menjawab.

"Aa, aku manusia" [Hajime]

"Haa~? Kenapa manusia bersama dengan Manusia Kelinci? Bahkan datang dari ngarai. Aah, Apa kau seorang pedagang budak? Apa kau mendengar informasi ini dari suatu tempat? Apa karena bisnis besar yang membuatmu datang ke sini sendirian. Yah, Maaf tapi serahkan mereka kepada Kerajaan sekarang" [Komandan]

Anggapan (opini) itu berasal dari Komandannya, meskipun itu wajar jika kau melihat dalam sudut pandangnya. Dia juga mempercayai itu lalu memberikan perintah kepada Hajime.
(netNOTE__ maksudnya, si komandan percaya dari penampilan Hajime klu dia Pedagang Budak._.)

Tentu saja Hajime tak perlu menurutinya.

"Aku menolaknya" [Hajime]

"…… barusan, apa yang kau katakan?" [Komandan]

"Bukankah kau dengar 'Aku menolaknya’. Mereka semua adalah milikku sekarang. Bahkan satu pun takkan kuberikan kepadamu. Aku sarankan kau untuk menyerah dan kembalilah ke kerajaan sekarang."  [Hajime]

Si Komandan berpikir kalau dia salah dangar, tapi dia kembali menjawab sambil memberi mereka perintah. Urat nadi pun muncul di kepala komandan.

"……… Bocah, jaga ucapanmu. Apa kau gila sampai tak mengerti siapa kami?" [Komandan]

"Aku sudah tahu semuanya. Bahkan kau pun takkan mau disebut Gila kan." [Hajime]

Komandan memelototi Hajime setelah mendengar ucapannya. Para tentara yang lain pun memelototi Hajime sampai menciptakan suasana tegang. Pada saat itu, kemungkinan karena suasana tegang, komandan akhirnya menyadari Yue yang berada di belakang Hajime. Karena dalam suasana yang tegang itu terlihat seorang gadis muda, mungkin karena jurang pemisah, ia terpesona dengan kecantikan Yue untuk sesaat sambil menatapnya memegang erat ke mantel Hajime, senyuman pun muncul di wajah komandan.

"Aah~ begitu ya, aku~ mengerti sekarang. Kau bukan apa-apa kecuali hanyalah seorang bocah naif sialan. Aku akan mengajarkan kau kerasnya dunia ini. Kukkukku, bukankah itu nona muda yang sangat cantik. Setelah aku mematahkan tulangmu, aku akan memperkosa dia di depan mata mu, lalu menjualnya ke pedagang perbudakan" [Komandan]

Karena perkataan itu Hajime mengerutkan alisnya, bahkan dari Yue yang berekspresi datar, perasaan jijik dapat dirasakan oleh semua orang yang melihatnya. Yue yang tak bisa memaafkan keberadaan pria itu pun mengeluarkan tangan kanannya.

Namun, itu dicegah oleh Hajime. Saat Yue keheranan, Hajime hanya mengatakan satu hal.

"Jadi kesimpulannya kau musuh ku, 'kan?" [Hajime]

"Aah!? Apa kau masih tidak mengerti situasinya hah! Kau, bajingan seharusnya gemetaran sambil meminta pengam-!!?" [Komandan]

DOPANn!!!

Komandan yang kesal, tak dapat menyelesaikan ucapannya. Karena, saat satu tembakan dapat terdengar, kepalanya lah yang ditembak. Terdapat sebuah lubang besar di tengah-tengah dahinya yang bisa terlihat dan jeroan otaknya berhamburan dari bagian belakang kepalanya, kemudian terjatuh dalam keadaan seperti itu.

Tak dapat memahami apa yang terjadi, tentara lainnya hanya bisa menatap tercengang ke arah komandannya.

DOPAaaNn!!

Satu tembakan dapat terdengar, dan di saat yang sama, enam kepala tentara kerajaan tertembak. Sebenarnya itu adalah enam tembakan, tapi kecepatan hajime sangatlah cepat sampai-sampai hanya satu tembakan saja yang bisa didengar.

Tentu saja, setelah melihat pemimpin dan kawan mereka ditembak kepalanya, para tentara menjadi panik lalu mengarahkan senjata mereka pada Hajime. Meskipun mereka tak tahu apa yang terjadi, mereka mengerti penyebabnya, sebuah penilaian yang tepat. Terlepas dari kepribadiannya, seperti yang diduga dari tentara kerajaan. Kemampuan mereka memang asli.

Para Tentara dengan segera bergerak maju sementara bagian belakang mulai merapal. Namun sesuatu yang cepat bergelinding di kaki mereka. Sebuah objek silinder berwarna hitam. Apaan ini? Walaupun mereka bingung tapi mereka hanya melihat tanpa terganggunya rapalan mereka, dan mereka pun berubah menjadi mayat pada saat berikutnya.

DOGAaNn!!

Penyebabnya adalah Objek Hitam, "Granat", meledak. Ditambah lagi potongan-potongan logam yang meledak dari itu layaknya sebuah "Fragmentasi Granat". Dibandingkan dengan versi aslinya, kekuatan itu jauh lebih kuat. Itu hanya bisa terbuat dari biji unik di dunia ini.

Hanya dengan satu gerakan, sekitar 10 prajurit tewas, dengan tangan dan kaki mereka yang meledak, organ dalam mereka berhamburan, ditambah tujuh orang lagi bisa terdengar mengerang kesakitan.

Ledakan itu ditujukan ke bagian belakang, tujuh tentara yang bertindak sebagai Vanguard (Penyerang Depan) segera menghentikan serangan mereka. Bertanya-tanya apa yang terjadi, enam prajurit yang terlihat di belakang mereka, bersamaan dengan yang lainnya pun, mereka langsung hancur karena tembakan mengenai kepala mereka (para Vanguard di tembak pas nengok ke belakang). Darah menyemprot ke sekitar, namun salah satu dari mereka ada yang masih hidup, kehilangan kekuatannya, dan tetap di tempatnya. Itu bukanlah rasa kekaguman. Hanya dalam beberapa detik, rekan-rekannya telah dibunuh. Itu tidak seperti kekuatan mereka lemah. Sebenarnya, ada beberapa orang elit yang mengeluh setelah menerima perintah. Oleh karena itu, dengan ekspresi keraguan apa ia sedang berada di dalam mimpi buruk atau tidak, sambil melihat ke sekelilingnya.

Dan untuk telinganya, sebuah suara dapat terdengar dari si penyebab tragedi ini.

"Un, seperti yang kuduga, jika berhadapan dengan manusia tak perlu memakai “Lightning-clad". Peluru dan mekanisme biasa sudah cukup. Stone yang mudah terbakar memang SANGAT praktis." [Hajime]

Prajurit itu terkejut dan mulai berpaling ke arah Hajime dalam ketakutannya. Hajime sambil menepukan Donner ke pundaknya, perlahan mendekati tentara itu. Badannya yang membawa kematian bersama dengan mantel hitamnya yang berkibar, membuat dia terlihat layaknya Shinigami. Setidaknya, seperti itulah yang terlihat oleh tentara yang masih hidup itu.
(netNOTE__ Shinigami ≡ Grim Reaper ≡ Malaikat kematian)

"Hii, ja-jangan kesini! Ti-tidak, aku tak mau mati. Se-seseorang! Selamatkan aku!" [Prajurit]

Tentara itu mencoba memohon untuk hidupnya. Wajahnya berubah ke dalam ketakutan dan cairan merembes dari selangkangannya (Ngompol). Hajime melihat dengan dingin, kepada tentara yang mencoba mengambil langkah seribu, ia perlahan mengeluarkan tembakan berturut-turut.

"Hii!"

Tak ada dampak yang dapat mengenai ke tentara itu. Apa yang Hajime tembaki adalah para tentara yang terluka parah oleh granat. Ketika ia melihat itu, tentara terakhir yang masih hidup dengan takut melihat ke sekitarnya, kali ini ia akhirnya melihat adegan yang mendatangkan malapetaka dari pembantaian dengan matanya sendiri.

Moncong senjata akhirnya ditujukan ke arah tentara yang menjadi Kaku. Sekali lagi, tubuhnya gemetaran, dan dengan ekspresi yang tak menarik ia mulai memohon untuk keselamatannya.

"Ku-kumohon! Tolong jangan bunuh aku! Aku, aku akan melakukan apapun! Kumohon!" [Prajurit]

"Begitukah? Lalu. katakan padaku apa yang terjadi dengan manusia kelinci lainnya. Meskipun disana seharusnya ada banyak dari mereka……. Apa mereka sudah di bawa ke Kerajaan?" [Hajime]

Apa yang Hajime coba untuk tanyakan itu, memerlukan waktu bagi ratusan orang bersama dengan Manusia Kelinci untuk kembali ke kerajaan, jadi itu akan baik-baik saja untuk menolong mereka dalam perjalanan kalau mereka masih ada di dekat sini. Yah, jika yang lainnya sudah berada di Kerajaan maka tidak perlu bermaksud untuk membantu mereka.

“… Ap-apa kau akan mengampuniku kalau aku memberitahumu?" [Prajurit]

"Kau, memangnya kau pikir dirimu berada dalam posisi untuk meminta kepadaku? Yah, itu tak seperti aku membutuhkan informasi tersebut. Haruskah aku membunuh mu sekarang?" [Hajime]

"Ku-kumohon tunggu! Aku akan mengatakannya! Aku akan mengatakannya! …… Kemungkinan mereka sudah dibawa, karena kami sudah memenuhi kuota……" [Prajurit]

"Kuota", dengan kata lain mereka takkan menjualnya, sepertinya sebagian orang dewasa telah dibunuh. Mendengar kata itu, ekspresi pahit muncul di wajah Manusia Kelinci'. Hajime sejenak melihat ke arah ekspresi mereka. Dengan cepat ia melihat kembali ke si tentara, dengan mata berniat membunuhnya yang bisa terlihat.

"Tunggu! Kumohon tunggu! Aku akan memberitahumu apapun itu! Soal kerajaan atau apapun yang kau inginkan! Jadi kumohon!" [Prajurit]

Setelah menyadari niat membunuhnya, tentara itu mati-matian memohon untuk keselamatannya. Dan, jawaban permohonannya adalah……

DOPANn!

Satu peluru.

Semua Manusia Kelinci menahan napas mereka. Ditambah lagi, perilaku Hajime benar-benar tak kenal ampun. Ketakutan muncul di beberapa dari mereka. Siapa yang tau jika Shia juga merasakan hal yang sama, dia dengan takut bertanya kepadanya.

"A-ano bukankah nggak apa-apa kalau hanya ngebiarin orang itu……" [Shia]

Haa? Hajime menatapnya dengan ekspresi heran dan Shia hanya bisa bergumam "Uu". Terhadap salah satu orang yang membunuh anggota keluarga mereka, serta berusaha untuk memperbudak mereka, sepertinya Suku Manusia Kelinci bisa memaafkan mereka. Saat Hajime mencoba untuk mengatakan sesuatu, Yue langsung berbicara ke mereka.

“…… Sekali, senjatanya sudah ditarik, hasilnya, sekalipun lawan memang kuat, mereka sudah tamat cepat atau lambat…… " [Yue]

"I-itu……" [Shia]

“…… Lagian, bagaimana bisa kalian melihat Hajime dengan pandangan seperti itu walaupun dia melindungi kalian……"  [Yue]

“………”

Sepertinya Yue marah. Meskipun melindungi mereka, dia takkan memaafkan bagi mereka yang mempunyai perasaan negatif kepada Hajime. Walaupun itu nalurinya, Suku Manusia Kelinci bisa merasakan rasa bersalah mereka.

"Fumu, Hajime-dono, maafkan aku. Ini tak seperti kami menyalahkanmu. Hanya saja, bagi kami itu pertama kalinya kami melihat sesuatu yang seperti itu…… benar, kami hanya terkejut dengan itu." [Kam]

"Hajime-san, aku minta maaf." [Shia]

Setelah mendengar Shia dan Kam meminta maaf padanya mewakili Suku mereka, Hajime hanya melambaikan tangannya untuk memberitahu mereka bahwa tak perlu khawatir soal itu.

Setelah itu, Hajime pergi ke tempat dimana kuda dan kereta kuda berada yang kemudian memberitahu manusia kelinci untuk melompat naik. Meskipun memerlukan setengah hari berjalan kaki menuju Sea of Trees, karena ada kuda dan kereta kuda mereka akan menggunakannya. Dia mengeluarkan sepeda motor sihirnya dari "Treasure Warehouse” dan menyambungkannya ke salah satu kereta kuda. Kelompok mereka melanjutkan perjalanannya menuju Sea of Trees.

Dan juga, Yue menggunakan Wind Magicnya untuk menjatuhkan mayat tentara kerajaan ke dalam ngarai. Tidak ada yang tersisa kecuali genangan darah.

No comments:

DMCA.com Protection Status