Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 10 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 10 Bahasa Indonesia

October 21, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 10: Let's Dance With the Demon! [Final Part]

"Salam dari medan perang, sang komentator Suzuki Ichirou, akan mengawasi diriku, Satou."

Berharap untuk mendapatkan lebih banyak skill dengan semakin naiknya tensi ketegangan, Satou di sini.

Sementara berpura-pura terlihat mati di balik jubah, aku mengaktifkan banyak skill tapi...
Aku tidak menyangka bisa menyebabkan situasi semacam ini!

Baiklah, mari kita mulai “Tarian dengan Sang Iblis [Bagian Akhir]”!




Aku mengeluarkan pedang yang menggunakan dua tangan dari balik bayangan jubahku.

Di saat yang bersamaan, para penyihir mulai melakukan serangan baliknya, setelah menunggu di balik formasi mereka.

Fireball, Firestorm, Wind Blade, Lightning. 3 sihir yang digunakan untuk menyerang sang iblis muncul secara sistematis satu demi satu, dan juga mengenai daerah sekitarku yang terlihat membatu di dekat sang iblis.

Ditambah lagi, semakin banyak gempuran serangan datang sedikit demi sedikit. Stone Bullet, Sandstorm, Water Ball, Snowstorm.

Serangan terakhir yang datang hanyalah sebuah pilar cahaya yang menembus langit.

>[Fire Magic Skill Didapatkan]
>[Wind Magic Skill Didapatkan]
>[Lightning Magic Skill Didapatkan]
>[Fire Resistance Skill Didapatkan]
>[Wind Resistance Skill Didapatkan]
>[Earth Magic Skill Didapatkan]
>[Water Magic Skill Didapatkan]
>[Ice Magic Skill Didapatkan]
>[Earth Resistance Skill Didapatkan]
>[Water Resistance Skill Didapatkan]
>[Ice Resistance Skill Didapatkan]
>[Light Magic Skill Didapatkan]
>[Light Resistance Skill Didapatkan]

Log-nya mengalir dengan sangat cepat.

Mungkin karena level-ku, damage yang kuterima tidak terlalu besar, tapi hal yang tidak menyenangkan tetap tidaklah menyenangkan.

Sang Iblis sepertinya juga berpikir demikian, dan mengembalikan sihir petir ke arah para penyihir.

Kemungkinan besar sudah menduganya, para penyihir bertahan dengan memasang barrier sebelum petir tersebut menyambar.

Karena sudah terpecah karena sihir sebelumnya, aku memecahkan jubah dan perisai yang membatu tadi.

Sedikit jauh dari si Iblis, aku berdiri dan langsung melompat untuk mendekatinya. Mengarahkan kepala si Iblis sebagai sasaran, aku mengayunkan pedang dua tanganya.

Karena sang Iblis memeringkan kepalanya, serangan tersebut tidak sepenuhnya mengenainya, tapi aku berhasil memotong salah satu tanduk miliknya.

>[Two-Handed Sword Skill Didapatkan]
>[Helm Splitter Skill Didapatkan]
>[Air Battle Skill Didapatkan]
>[Weapon Destruction Skill Didapatkan]

Para prajurit memandang ke arah sini sambil mengatakan sesuatu.
Mereka mungkin terkejut karena ada seserorang yang baru saja diserang oleh gempuran sihir tapi masih tetap bertarung dengan tenang.

Dengan rambut pirang panjang tak terpotong yang bergerak ke belakang dan topeng perak memantulkan cahaya matahari, aku menghadapi sang Iblis.
Aku pikir sebuah jubah bertudung akan cukup, tapi ternyata keputusan yang bagus untuk menyiapkan penyamaran tambahan sebagai jaminan.

Setelah menerima begitu banyak serangan sihir yang terfokuskan kepada dirinya akhirnya si Iblis menerima 20% damage.

Aku menaruh pedang yang ada di tanganku ke bahu. Aku tidak memiliki masalah berarti dalam menggunakannya, tapi susah untuk menyeimbangkan tubuhku karena berat yang dimilikinya. Sudah bagus aku menjadi lebih muda dan semacamnya, tapi karena tubuhku lebih ringan jadi bisa saja hal ini menjadi suatu kekurangan dalam pertarungan.

Untuk saat ini, sang Iblis terlalu dekat dengan tempat dimana para penyihir berada. Seandainya saja aku memancingnya untuk pergi dari plaza...

Aku tidak ingin kau salah paham denganku, ini bukan hal macam perasaan heroik dari tidak adanya korban. Alasannya cukup egois; mereka melukai sang Iblis, meskipun kecil, jadi akan merepotkan jika mereka sampai dihabisi.

Sang Iblis menyerang pada saat aku lengah. Berlari di atas tanah, cakar beracun yang ada di tangannya datang ke arahku dengan kecepatan tinggi!

Bahkan jika aku berusaha untuk menghindari sang Iblis dengan pedang yang ada di tanganku, dia berusaha untuk menghalangiku untuk kabur.

Aku melemparkan pedang ke arah sang Iblis untuk menghindari cakar beracun, lalu aku mengeluarkan kapak dari balik jubah dan menggunakannya untuk memotong si Iblis.

Karena kapak tersebut menusuk lebih dalam dari yang kukira, aku meninggalkannya dan menghindari serangan balasan sang Iblis.

>[One-Handed Axe Skill Didapatkan]

Dengan tangan kosong, aku saling baku hantam dengan sang Iblis sambil berusaha untuk mundur.

Terkadang, aku mengambil senjata yang dijatuhkan oleh para prajurit di tanah untuk menambahkan efek serangan, Karena aku masih belum mengaktifkan skill yang berhubungan dengan serangan fisik, damage yang kuhasilkan tidak banyak.

Apa aku harus memecahkan deadlock-nya?

Kebanyakan ksatria memiliki luka di seluruh tubuh milik mereka, hanya beberapa dari mereka yang tidak terluka. Juga tidak ada serangan yang tidak berguna dari para penyihir, sepertinya mereka kehabisan kekutan sihir.

Sepertinya, tidak hanya aku yang berpikir semacam itu, dari gerbang kastil beberapa kuda keluar dan menarik sebuah meriam.

Aku memposisikan diriku untuk mengalihkan perhatian sang Iblis dari gerbang setidaknya sampai meriam selesai disiapkan.

Pada sat aku mendekati reruntuhan aku menarik perhatian si Iblis, di balik reruntuhan tersebut, aku mengganti senjataku. Aku menaruh blacksmith di pinggul, dan menggunakan kapak dua tangan dan palu besar di masing-masing tangan.

Terlihat aneh tapi untungnya aku sudah memiliki STR maksimal, aku bisa menggunakannya tanpa halangan berarti. Mungkin aku terlihat ganas, ekspresi wajah sang Iblis berubah menjadi tidak mengenakan.

Aku melompat dari balik gerobak. Pertama mari kita menyerangnya menggunakan palu besar!

Si Iblis segera memasang posisi bertahan di sisi kanan dengan kedua tangannya tapi tanpa terlalu mempedulikannya aku menebasnya dari sisi berlawanan dengan menggunakan kapak yang ada di tangan kiriku.
Kapak itu berhasil menusuk masuk, dan lengannya terputus lalu jatuh!

...Aku ingat, dari beberapa manga, mengenai chapter dimana lengan yang sudah terlepas dari tubuhnya menyerang dengan sendirinya. Mari kita mengawasi lengan tersebut...

>[Two-Handed Axe Skill Didapatkan]
>[Two-Handed Hammer Skill Didapatkan]
>[Dual Wielding Skill Didapatkan]
>[Herculean Strength Skill Didapatkan]

Meskipun terasa berbeda pada saat melakukan serangan kejutan, bertarung menggunakan palu besar di tangan satunya lagi amatlah susah, aku terus bertarung dengan memfokuskan semuanya kepada kapak yang ada di tanganku.
Meriamnya masih belum siap.

Sang Iblis menarik nafas yang begitu dalam.
Sihir!

Aku mencoba untuk memotong jarak. Tapi, itu adalah gerakan yang bodoh.

Sang Iblis mengeluarkan semburan asam!

Padahal aku sudah pernah melihatnya sebelumnya! Aku benar-benar lupa kalau mahluk ini memiliki serangan semacam ini!
Aku mengambil posisi bertahan dengan kapak yang langsung saja rusak, wig dan jubahku terbakar dengan parah.

"Aduh, aduh, aduh!"

Aku segera berlindung ke tempat terdekat, melemparkan jubah ke balik patung perunggu, dan menggunakan jubah baru. Aku menggunakan baju orang biasa di balik jubah tapi masih ada lubang besar di sana juga.

Kalau saja kapaknya tidak cukup lebar, wajahku pasti akan terbakar.

>[Decay Resistance Skill Didapatkan]
>[Quick Dressing Skill Didapatkan]

Aku alokasikan skill points ke [Decay Resistance] dan [Quick Dressing].

Aku penasaran, apa maksud dari jenis-jenis skill ini? Aku jadi mau wiki.
<TLN: Wiki yang dimaksud di sini mungkin adalah semacam Wikipedia atau Wiki biasa.>

Karena kapaknya sudah tidak bisa digunakan sebagai senjata, aku membuangnya; aku mencoba untuk menyerangnya sekali dengan palu blacksmith di pinggulku. Karena sepertinya tidak terlalu efektif, aku mengembalikannya setelah mendapatkan skill.

>[One-Handed Hammer Skill Didapatkan]
>[Blacksmith Skill Didapatkan]

Aku pikir blacksmithing berbeda dengan semua ini...

Sementara itu, meriam sudah selesai terpasang, tapi sepertinya masih diperlukan beberapa waktu sebelum bisa ditembakan.

Aku mengambil palu besar yang sebelumnya kubuang.
Tentu saja sang Iblis tidak menurunkan serangannya, tapi entah karena skill yang memungkinkanku untuk menghindar, atau karena aku sudah terbiasa dengan bertarung, aku sampai di titik dimana aku memiliki posisi di pertarungan ini.

Aku harus mengakhiri ini segera...
Kualokasikan skill points ke [One-Handed Sword].

Sepertinya meriamnya sudah siap untuk ditembakan. Penyihir yang berada di kedua sisi meriam mulai merapalkan sihir.

Si Iblis sepertinya benar-benar khawatir dengan meriam itu. Dia berusaha untuk nampak tenang.


Sang Iblis menerjang ke arah meriam pada saat aku menghindari serangan ekornya!

Aku membuang palu besar yang berat, dan mengambil pedang yang tergeletak di jalan sambil mengejar Iblis itu.

Sang Iblis, dengan kelincahan yang tidak cocok dengan tubuh besarnya, melompati para prajurit yang menghalangi jalannya.
Para infanteri dengan tombak segera menghalanginya tapi mereka menjadi mangsa dari cakar beracunnya.

Tapi sang Iblis berhenti.

Seperti sang Iblis, aku melompati para prajurit dan memotong salah satu sayap miliknya, lalu aku menusukan pedangku ke kakinya dan menjahitnya ke tanah, aku bisa mengerti prinsip dari ilmu berpedang. Si Iblis hanya memiliki sisa 30% HP gauge.

Ditambah lagi, aku menarik satu-satunya lengan milik sang Iblis ke tanah.
Kutarik lengan sang Iblis menuju kakinya, dan aku mengambil tombak yang ditinggalkan oleh prajurit yang mati dan menggunakannya untuk menahan sang Iblis di atas tanah.

>[Fighting Skill Didapatkan]
>[Capture Skill Didapatkan]

Aku melihat ke arah Komandan yang berdiri di samping meriam dimana dia beruaha untuk memperhitungkan saat yang tepat untuk menembakan meriam tersebut.

Aku menusukan tombak lainnya ke salah satu bagian tubuh sang Iblis, lalu menganggukan kepala ke arah sang Komandan.

Sang Komandang mengayunkan lengannya ke bawah, dan di saat yang bersamaan, melompat mundur.

Meriam tersebut menembakan tembakan yang besar dan luka tak terhitung muncul di tubuh sang Iblis. Ditambah lagi, sebagai serangan terakhir, sebuah rentetan sihir seperti sebelumnya menyerangnya lagi.

Aku ingin tahu apakah meriam itu tidak bisa menembakan peluru secara beruntun atau tidak, itu masih belum menghabisi Iblis yang sedang sekarat tersebut. Para penyihir juga sepertinya tidak memiliki kekuatan sihir yang cukup, hanya tiga orang merapalkan sihir.

Aku bisa mengakhiri semuanya jika aku berlari ke sana sambil membawa pedang, tapi mari kita memberikan kehormatan untuk mengakhir nyawa sang Iblis kepada mereka. Seperti yang sudah kukatakan tadi, aku melakukan semua ini bukan karena kebaikan; meskipun lawannya adalah seekor Iblis, aku tidak suka membunuh dengan tanganku sendiri. Terdengar bodoh memang, tapi aku berasal dari masyarakat yang tidak berhubungan dengan kekerasan sejak jaman dahulu... meski aku memakan daging dan ikan, aku benci jika harus membunuhnya.

Kesampingkan itu semua...

Sang Iblis menggunakan tangannya yang penuh luka untuk membesakan diri dari senjata yang menusuk masuk ke dalam tubuhnya dan membuatnya tak bisa bergerak lalu mengangkat tubuhnya dari tanah, dia mengeluarkan suara raungan dan menghancurkan meriam dengan sihir petirnya. Apa sudah tidak orang yang bisa memunculkan barrier lagi?!

Lalu para penyihir dengan agak terlambat menggunakan sihir untuk mengurang HP sang Iblis.
Juga, para ksatria turun dari kuda mereka dan berbaris di sisi sang Iblis dengan pedang panjangnya.

...Semuanya akan berakhir setelah dia dikelilingi, kah. Amen~

Akhirnya sudah bisa terlihat, tapi sang Iblis masih belum menyerah juga.

Tangannya yang sudah ditahan oleh para ksatria ditusukannya ke dadanya sendiri, menarik jantung merah gelap. Jantung yang ditarik tersebut mulai berdetak dengan kencang. Beriringan dengan gerakannya yang semakin keras, cahaya mulai muncul.

Para ksatria dengan terburu-buru berusaha untuk menghancurkan jantung tersebut, tapi mereka tidak tepat waktu.

Dengan suara ledakan yang keras, jantung itu terpecah!

Pada saat cahaya mulai menghilang, beberapa penyihir yang memasang barrier langsung menjadi mayat dalam sekejap mata. Hanya badan bagian bawah dari sang Iblis yang tersisa. Tanah yang ada di sana tergerus dan di sana terbentuk bekas dengan bentuk semacam kipas angin dan diikuti dengan sang Iblis yang berada di arah menuju gerbang kastil, gerbangnya sendiri sudah setengah terhancurkan.

Mayat sang tubuh terpecah dan menjadi debu hitam.

Aku menyelinap menuju gang belakang di tengah keramaian dan menyembunyikan diri.

>Title [Combat-Ready] Didapatkan
>Title [Skilled Warrior] Didapatkan
>Title [One Who Dances With Demons] Didapatkan
>Title [Hero] Didapatkan

...Aku ingin tahu apakah yang terakhir itu sarkasme atau bukan.

~END Volume 1~

No comments:

DMCA.com Protection Status