Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 9 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 9 Bahasa Indonesia

October 17, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 9: Let's Dance with the Demon! [First Part]

Satou. Orang yang menemukan betapa tidak kompetennya dirinya, Satou.

Iblis beneran terlalu menakutkan.

Terutama raungannya!

Tolong cobalah mendengarkan raungan singa ketika sedang berada di dekat kandangnya di kebun binatang. Tak peduli seberapa amannya dirimu, jika hatimu masih belum siap, hal yang menakutkan tetap menakutkan.




Aku datang ke arah atap sebuah bangunan dimana plaza bisa terlihat.
Dari sana aku bisa melihat si Iblis dan kumpulan prajurit melingkarinya. Ditambah lagi, prajurit dari gerbang juga melindungi penyihir yang berada di belakang mereka.

Mungkin para ksatria melihat kesempatan untuk menyerang, kavaleri bergabung ke dalam formasi dengan para prajurit ada di belakang.

Sang Iblis menjadi korban dari tusukan tombak dan panah dari para prajurit yang ada di belakang.

Kelihatannya Iblis itu sedang bermain-main.

Serangan-serangan tersebut sama sekali tidak mempan, dia menangkap para prajurit yang menyerangannya dan menikmati saat dimana ia mengancurkan tulang mereka.

Jika sang Iblis adalah keberadaan yang sama dengan yang dulu, para prajurit mungkin merasakan ketakutan yang teramat sangat juga amarah dari melihat kematian kawan mereka.

"Sekarang, sudah bagus kalau aku kembali, tapi tidak ada ruang untuk terlibat dalam pertarungan jarak dekat.”

Penampilanku berbeda dengan sebelumnya, sekarang menggunakan jubah usang dengan tudung. Karena aku tahu kalau nanti pakaianku akan kotor, aku tidak menggunakan yang mahal.

Aku mengeluarkan senjata api sihir dari belakang. Kali ini bukanlah yang tipe handgun, tapi memiliki bentuk menyerupai senapa dengan scope besar.
Si Iblis terus bergerak di jarak sekitar 300 meter, jadi susah untuk menargetnya.

Di saat yang bersamaan dengan para prajurit yang bergerak mundur, para penyihir merapalkan sihir yang mengubur tubuh bagian bawah si Iblis ke tanah.

Aku menarik pelatuk di saat yang tepat seperti ini sementara si Iblis tak mampu bergerak.

Dan meleset.

Sepertinya aku terlalu tegang pada saat menarik pelatuknya sehingga arah tembakan menjadi sedikit berubah.

Untungnya tembakanku tidak mengenai para prajurit.

Sang Iblis secara terus menerus diserang dengan sihir api dan juga listrik, tapi di sekelilinginya terdapat barier, dia sepertinya tidak terkena efek serangan-serangan itu sama sekali.

Di saat si Iblis berhenti bergerak aku menembakan senjata api sihir secara terus menerus, dengan setting paling rendah.

Tembakan ketiga akhirnya mengenainya! Di samping si Iblis terdapat sebuah bar gauge dan menurun sedikit.
(Editor Note: Bar Gauge=HP atau darahnya)

"Apa ini? game?"

>[Shooting Skill Didapatkan]
>[Aiming Skill Didapatkan]
>[Sniping Skill Didapatkan]

Di pinggir pandanganku, sebuah jendela kecil memunculkan sebuah pesan kalau skill telah didapat.

Memalingkan muka itu tidak baik. Tanpa ada waktu untuk menghindar, sebuah kilatan listrik dikirimkan oleh sang Iblis untuk menyerangku. Setelah mengenaiku dengan keras listrik tersebut menusuk masuk ke permukaan tempatku menapakan kaki. Atap dari bangunan tersebut langsung hancur.

>[Lightning Magic: Demon Skill Didapatkan]
>[Lightning Resistance Skill Didapatkan]
>[Paralyze Resistance Skill Didapatkan]
>[Pain Tolerance Skill Didapatkan]

"Aduh aduh, tangan dan kakiku terasa kesemutan."

Jika aku harus mengatakannya, rasanya seperti kesemutan yang kau dapat setelah melakukan seiza. Pada saat aku melihat ke gauge HP milikku, aku menerima 5 point damage.
<TLN: Seiza adalah cara duduk tradisional Jepang>.

Ngomong-ngomong, aku belum melakukan pengecekan level si Iblis...
Aku menyesal sesaat.

"Seberapa tempramental sih Iblis itu?"

Untuk saat ini, mari kita melihat hal yang penting dengan cepat. Demon triber, level 62, [Lightning Magic; Demon], [Wind Magic: Demon], [Darkness Magic: Demon], [Fighting], [Flight] skills.

Aku menyingkirkan reruntuhan bagunan yang menimpaku. Sepertinya aku tidak dikejarnya.

>[Self-Healing Skill Didapatkan]

Pada saat aku melihat bar HP milkku, tanpa aku sadari, damage yang kuterima sudah pulih. Pemulihan secara natural huh?

Aku bergerak ke bangunan lain dari gang belakang.
Aku mengalokasikan skill point untuk [Pain Tolerance], [Lightning Resistance], [Paralyze Resistance], [Shooting] dan [Self-Healing] sambil terus bergerak.

Aku menemukan sebuah bagunan berlantai tiga dengan jarak sekitar 100 meter jauhnya dari bangunan sebelumnya. Aku melompati tembok dan sampai ke atap.

Karena para prajurit yang mengelilingi si Iblis mulai berkurang lebih dari setengah, metode untuk menyerang Iblis itu bertambah untukku.

Aku mengeluarkan busur & anak panah dari storage dan mengarahkannya ke arah si Iblis. Aku belum pernah menggunakann busur sebelumnya sampai saat ini, tapi untungnya karena ada skill sniping dan shooting tadi, aku bisa mengerti cara mengenainya.

"Tentukan sasaran dan tembak!"

Aku mengambil penargetan yang bagus, pada saat si Iblis berhenti bergerak... tembak.

Dan meleset.

Tangan yang menarik senar busur terasa sakit.

Setelah itu, tak peduli berapa kali aku mencoba untuk menembak, tidak ada satupun yang mengenainya. Meski aku paham bagaimana caranya menembakan busur, tetap tetap percuma.

Para prajurit yang mendekat sekarang lumayan sedikit.
Aku menemukan sebuah rute dimana aku bisa mendekati Iblis secara diam-diam, setelah menandai peta aku melompat turun dari atap.

Aku mengeluarkan tombak scale tribe.
Seandainya aku tahu hal semacam ini terjadi maka aku akan meminta dijahitkan sebuah baju pelindung kulit.

Menggenggam tombak dengan menggunakan kedua tangan, aku bersembunyi di balik bayangan.

>[Spy Skill Didapatkan]

Karena sepertinya aku baru saja mendapatkan skill yang berguna, aku segera mengalokasikan skill point ke skill tersebut.

Terdapat beberapa kereta besar terbalik di jalan menuju si Iblis. Aku pergi ke arah sana.

Ketika aku menggunakan skill spy, langkah kakiku menghilang. Mungkin hanya imajinasiku saja.

Raungan sang Iblis bisa terdengar dan para ksatria terkena sambaran listrik.
Raungan tersebut sepertinya adalah hal yang harus dilakukan untuk merapalkan sihir.

Pada saat si Iblis berjalan, aku memperpendek jarak dan menusukan tombak dari belakang.

Jleb! Dengan suara yang kurang mengenakan, sensasi merobek daging terasa di tanganku.

Aku yang penakut, secara tidak sengaja melepaskan tombak tersebut dari tanganku.

Tangan dan kakiku gemetaran.

Ekor si Iblis menghajar diriku yang tidak bergerak dari titik buta, mengirimku melayang 4 meter jauhnya. Aku berhenti bergerak setelah menabrak sebuah bangkai kereta kemudian menggelinding di atas tanah.

>[Surprise Attack Skill Didapatkan]
>[Spear Skill Didapatkan]
>[Shock Resistance Skill Didapatkan]

HP milkku hanya berkurang 1 point. Tetapi, aku tidak tahu entah karena rasa bersemangat atau ketakutan dari pertarungan jarak dekat pertamaku, tubuh ku tidak mau berhenti gemetaran.


Untungnya si Iblis mengalihkan perhatiannya ke arah para ksatria yang memulai serangan mereka kembali, aku mengambil nafas dalam beberapa kali.

Aku sudah tidak terlalu gemetar lagi.

>[Fear Resistance Skill Didapatkan]
>[Reckless Courage Skill Didapatkan]

Aku menggunakan sebuah pedang kecil dan perisai dari tembaga di dalam bayangan bangkai kereta kuda. Aku memasukan pedangnya ke dalam sarungnya dan menaruhnya ke sabuk pinggulku. Biasanya hal semacam ini dilakukan dengan menggunakan benda dari besi atau sabuk khusus untuk menahannya tapi sekarang tidak bisa diapa-apakan lagi karena aku tidak memilikinya. Mari membelinya nanti.

Aku juga menyiapkan busur kecil dengan sebuah anak panah. Ujung anak panahnya terbuat dari tulang. Iblis itu berada sekitar 10 meter jauhnya tapi aku tidak yakin tembakan ku bisa mengenainya.

Si Iblis mengangkat salah satu prajurit yang menyerangnya dan melemparkannya ke arah para ksatria.


Aku menyesuaikan timing lemparannya dan berlari mendekat. Menembakan anak panah dari jarak dekat tanpa diketahui.

>[Bow Skill Didapatkan]

Aku langsung membuang busur, dan menebas si Iblis di saat aku menarik pedangku.


Pedang kecil itu patah. Untuk mematahkan tembaga dalam sekali serang...

>[Iai Skill Didapatkan]
>[One-Handed Sword Skill Didapatkan]

「▼▼ ▼▼▼▼ ▼▼▼▼▼▼▼!!」

Sambil mengucapkan sumpah serapah dengan kata yang tak bisa dimengerti si Iblis menyerang dengan menggunakan cakar beracunnya.


Dengan terburu-buru aku memutuskan untuk menerima serangan tersebut dengan menggunakan perisai tapi serangan lain juga datang dari arah yang lain, keputusan muncul di saat-saat genting, aku menggunakan pedang yang patah untuk menahannya.


Tentu saja, benda semacam ini tidak akan sanggup menahan serangannya dan langsung rusak dengan sekali pukulan dari kuku beracun.

>[Demon Language Skill Didapatkan]
>[Poison Resistance Skill Didapatkan]

Aku ingin segera menggunakan skill poison resistance skill, tapi tidak mudah untuk mengoperasikannya menu di medang pertarungan.


Aku menahan serangan kuku beracun yang datang dari sisi berlawanan dengan perisai, dan melemparkan genggaman tanganku lalu melemparkannya ke arah si Iblis.

>[Shield Skill Didapatkan]
>[Throwing Skill Didapatkan]

Sambil berusaha untuk mengeluarkan senjata dari bayangan jubahku, aku membiarkan pertahananku terbuka, tubuhku langsung ditubruk oleh ekor si Iblis dan aku kembali menggelinding.


Ditambah lagi kakinya bergerak melangkah untuk mengejar.

Fumu! Fumu! Fumu! Secara beruntun tubuhku diinjak-injak sebanyak 3 kali, tubuhku akhirnya bisa bebas dari serangan berulang itu setelah serangan ke-4.

>[Evasion Skill Didapatkan]

Menendang tangan dengan postur aneh aku mengambil jarak dari sang Iblis.
Akhirnya mendapatkan waktu, aku mengalokasikan point skill untuk [Evasion], [Shield], [Poison Resistance], [Shock Resistance] satu persatu.

Ditutupi oleh mantel, aku mengambil pisau dan pemukul dari kayu bakar dari storage. Aku menyelipkan pisau ke sabukku, dan menggenggam pemukul.

Entah bagaimana caranya aku mendapatkan perasaan kalau si Iblis ini meremehkanku dari wajahnya.


Aku ingin tahu apakah demon memiliki kemampuan self-healing, HP miliknya pulih secara perlahan. Tidak ada skill semacam itu di kolum skill-nya, apakah ini ciri khas spesifik dari suatu ras?

Dari pojok pengelihatanku aku melihat jika para ksatria bersiap untuk serangan berikutnya.


Aku dengan hati-hati memperhitungkan jarak sambil menyiapkan pemukul.

Tak mempedulikan serangan para ksatria, Iblis itu mengerahkan perhatiannya ke arahku.

Aku melompat dan menghantam dada milik Iblis itu. Pemukul di tanganku langsung rusak begitu bertemu dengan tubuh si Iblis.


Aku bertahan dari serangan kuku beracun Iblis dengan menggunakan perisai, menghindari sapuan ekornya dengan gerakan minimal dan lompatan.


Aku menebasnya dengan menggunakan pisau. Si Iblis tidak bisa menghindarinya tapi entah bagaimana caranya bisa menahannya dengan menggunakan cakar miliknya.

>[One-Handed Staff Skill Didapatkan]
>[Dagger Skill Didapatkan]
>[Parry Skill Didapatkan]

Para ksartia mulai berlari ke arah kami, pada saat mereka berada di tengah plaza, aku menghentikan pergerakan sang Iblis dengan menabrakan perisauku ke arahnya.


Aku melompat ke belakang dengan menggunakan efek dorongan. Melewati kuda dan pengendaranya.

>[Shield Bash Skill Didapatkan]

Para ksatria menyerang sekali lalu mundur, lalu yang lainnya juga melakukan hal yang sama, menusukan tombak miliknya dan mundur.

>[Cooperation Skill Didapatkan]

Dari formasi 3 orang, yang terakhir gagal untuk mundur gara-gara serangan sapuan ekor si Iblis. Baik kuda dan pengendaranya terjatuh.


Aku menendang Iblis yang berusaha untuk menghabisi para prajurit dengan mengunci gerakan mereka dari samping!

>[Kicking Skill Didapatkan]

Aku mengambil tombak dengan ujung yang rusak di dekat kakiku dari para prajurit yang sudah mati dan memasukan kembali pisau ke dalam sarungnya. Seperti yang sudah diduga, jangkauan pisau terlalu pendek dan mudah untuk ditepis, ini benar-benar masalah.

Aku menghadapi si Iblis dengan menggunakan tombak yang memiliki ujung rusak untuk mengulur waktu agar para ksatria dan prajurit yang sudah jatuh dari kudanya bisa mundur.

Sambil terus menepis aku juga menyerang beberapa bagian dari kaki si Iblis, terkadang mengenai tangannya sambil berhati-hati untuk tidak membuatnya menjadi pertarungan pertahanan satu arah.

>[Two-Handed Staff Skill Didapatkan]

Pada akhirnya tombak yang ada di tanganku rusak juga setelah menjadi korban dari serangan cakar beracun.

Mata milik Iblis itu bercahaya!

Karena aku memiliki perasaan yang buruk aku lalu mengangkat perisaiku dan memasukan seluruh tubuhku ke balik bayangan dari jubahku. Mungkin akan mendapat semacam serangan dari tatapan tersebut. Mungkinkah serangan berikutnya adalah charm, paralyze atau petrification?

Jubah dan perisainya berubah jadi batu!

...Aku bisa menahannya, hanya jubah dan perisai yang menjadi korban.
Rasanya akan berbahaya jika aku bergerak sedikit saja nanti.

>[Petrification Resistance Skill Didapatkan]

Karena sepertinya jika aku mendekati Iblis ini berarti akan diubah menjadi batu, sebelum dia datang aku mengalokasikan point skill ke [Party], [Petrification Resistance].

Serangan petrificiation mungkin tidak hanya untuk Iblis saja.

No comments:

DMCA.com Protection Status