Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 7 Bahasa Indonesia

October 04, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 7: Open Air Bath, Objective and Sightseeing

"Satou di sini. Pengecut yang tidak ingin terlibat dengan budak yang terlihat berbahaya, Satou.”

Ini adalah mimpi! Kepercayaanku akan hal ini mencapai batasnya.

Ini adalah dunia lain yang lebih seperti mimpi, menjadi kepercayaanku. Benar, tak peduli seberapa kecilnya kemungkinan itu, aku tidak akan menyerah.




Hatiku terasa terpecah pada saat Martha mengatakan kalau kamar mandi tidak ada kecuali di kastil seorang bangsawan. Karena budaya makanan dan kebersihan di kota ini cukup tinggi, aku sempat berpikir kalau kamar mandi juga bakalan terawatt kebersihannya. Jangankan terawatt, kamar mandinya sendiribahkan tidak ada.

Aku sempat berpikir untuk mandi di kamar dengan bak, tapi aku tidak melakukannya karena ruangan kamar akan menjadi lembab karena embun, aku disuruh untuk melakukannya di halaman belakang penginapan karena di sana terdapat sebuah sumur.

Halaman belakang nya memiliki lebar sekitar 6 tatami. Sumurnya terletak tidak terlalu jauh dari pintu belakang, tidak dilengkapi dengan mesin pemompa dan merupakan jenis yang menggunakan ember untuk mengambil air, biasanya digunakan di jaman dulu. Aku menggunakan salah satu dari dua bak kayu yang ada.

Aku pikir aku akan kesusahan tapi terima kasih kepada status (STR) milikku yang tinggi, hal ini jadi terasa mudah.

Meskipun mereka mengatakan halaman belakang, pagar yang ada hanya berukuran sekitar pinggangku. Meskipun jumlah pejalan kaki tidak terlalu banyak, tetap saja masih dihitung ada. Hari sudah gelap karena sore hari tapi kalau aku mandi di tempat seperti ini, bukannya malah kayak eksibisionis?

Ketika aku sedang melihat-lihat sekitar, aku melihat layar pembatas di dekat pintu belakang.

Begitu ya, apa aku harus menggunakan nya?

Setelah memasang layar, aku mulai mandi dengan air dingin.

Meskipun tingginya hanya sekitar pinggangku, ini cukup untuk menghalangi pemandangan.

...Sial, aku lupa untuk membeli sabun!
<TLN: Jangan berpikir yang aneh-aneh pada saat sang MC (Satou) mengatakan sabun, kalau kalian berpikir hal yang aneh-aneh maka... huh betapa rendahnya ruang lingkup pemikiran kalian.>

Mungkin tidak ada sampo, tapi kalau cuma sabun seharusnya ada. Mari kita mencarinya besok.

Seorang wanita muncul dari pintu belakang. Seorang wanita cantik berambut pirang yang sepertinya berada di penghujung umur 20-an. Gimana bilangnya ya, kota ini memiliki banyak sekali wanita cantik.

Mata kami bertemu.

Iya~n.

... Menjijijkan. Aku jijik dengan diriku sendiri.

Setelah wanita itu selesai mengambil air ke dalam bak, dia mulai mandi setelah memasang layar pembatas.

Terdapat layar diantara kami, iya ada layar, tapi!

Kapanpun dia bergerak meskipun hanya sedikit sedikit, tubuh bagian atasnya itu lho...

Yah, aku memperkirakan ukurannya sekitar D-cup, purunpurun, dadanya sendiri menegaskan hal ini!

Dia memang menutupinya dengan tangannya, tapi terakdang terlihat beberapa kali...

Tidak, tidak, aku bukanlah pria mesum, aku memanggil seluruh kekuatanku untuk mengalihkan pandangan dan pergi membasuh tubuhku. Tahan dirimu wahai otong sehat ku!

Aku melirik ke arah wajah wanita itu, dia memasang wajah yang dipenuhi ketenangan yang disengaja!

Seperti yang sudah kuduga, wanita dewasa emang aduhai!!

Aku mengusap tubuhku menggunakan handuk... Kira-kira dimana ya buang airnya?

Tidak ada drainase.

"Tidak apa untuk menyiramkan air ke tanaman kebun. Ada drainase di bawah tanaman.”

Aku aku memang terlihat menyedihkan ya karena wanita itu mengajariku? Aku berterima kasih kepadanya dan kembali ke penginapan setelah membuang air.

Aku ingin kau tidak menghiraukan lirikanku pada saat berjalan pergi

>[Surveillance Skill Didapatkan]

>[Poker Face Skill Didapatkan]




Aku berganti dengan jubah baruku setelah mandi, rasanya segar sekali.

Menu utama dari makan malam kebanyakan adalah sayuran, tapi rasanya benar-benar di luar dugaan, enak banget. Meski aku lebih ingin sedikit bervariasi sih makannya.

Service yang diberikan adalah salad mentah. Aku akan lebih senang kalau itu adalah daging...

Aku merasa kalau protein yang kudapatkan sediki kurang, jadi aku mengeluarkan dendeng dari saku ku dan menggigitnya.

Aku ingin meminum sake, tapi para pelanggan di sekitarku meminum sake lokal yang masih terlihat mentah, membuat keinginanku terhenti. Aku mau minum beer dingin~

Setelah makan, tidak ada cahaya pada saat aku kembali ke kamarku. Bahkan tidak ada cahaya dari sihir. Bekerjalah lebih keras, Fantasi!

Pada saat aku menanyai nyonya penjaga penginapan yang sedang kerepotan dengan orang-orang mabuk, “Harganya 1 copper coin kalau kau ingin lampu”, katanya. Ngomong-ngomong, lampunya harus dikembalikan nanti setelah digunakan. Sepertinya hanya orang-orang yang masih terjaga saja tinggal di bar untuk menghabiskan malam dengan minum-minum, hanya mereka yang ingin tidur kembali ke kamar mereka.
<TLN: Satou, Satou, ya jelaslah kalau orang yang mau tidur pergi ke kamar mereka, memangnya mereka mau tidur sambil mengubah timeline dengan menggunakan Speedforce di luar dunia sana?>

Toilet harus berbagi, gaya jongkok. Pada saat aku memikirkannya lagi, melakukannya di luar seperti yang terus kulakukan sampai kemarin lebih baik daripada ini. Terdapat seikat jerami yang sepertinya adalah kain penyeka. Karena sepertinya aku akan terkena wasir atau ambien kalau menggunakannya, aku memotong sapu tangan ke ukuran yang pas dan menggunakannya. Memang tidak ramah lingkungan, tapi aku tidak ingin berhemat untuk hal seperti ini!

Aku kembali ke kamar setelah menyelesaikan urusanku.

Cahaya dari lampu amatlah redup. Mungkin ada item yang bisa digunkaan untuk penerangan di antara drop item ini, tapi aku takut kalau penginapan malah jadi hancur kalau aku salah mengeluarkan item.

Ruangan yang kusewa memiliki luas 8 tatami dengan ranjang yang terbuat dari kayu berukuran satu orang, juga terdapat kursi dan meja tulis. Kursinya tentu tidak memiliki roda, tapi meja tulisnya bahkan tidak memiliki laci.

Jendelanya cukup kecil sehingga pada saat kau melihat ke luar akan terasa sempt. Aku jadi ingin tahu apakah ini untuk ventilasi, nyonya pemilik penginapan memperingatkanku untuk menutupnya sebelum tidur untuk mencegah kejahatan.

Untungnya, aku masih bisa melihat layar menu bahkan di kegelapan.




Dari sekarang, mari kita mengisi kolum memo di menu dengan tujuan.

Langkah 1. Mari kita pikir apakah ini mimpi ataukah memang kenyataan.

Untuk saat ini, agar aku tidak menyesal pada saat aku mengetahui kalau ini memang benar dunia lain, aku akan mengakui untuk sementara kalau ini adalah dunia lain. Ya, semerntara. Aku tidak bisa menyerah pada bagian itu!

Langkah 2. Mari berhati-hati dengan sekitar.

Meski aku dapat melarikan diri dari bahaya karena levelku yang tinggi, aku tidak boleh bertingkah terlalu anti-sosial yang akan mengganggu rencananku untuk melakukan tour di dunia lain. Juga, meski aku tidak tahu seberapa kuat mereka, ada dewa di sini; aku tidak boleh terlalu percaya diri dengan kemampuanku dan bertingkah ceroboh.

Langkah 3. Mari mendapatkan cara untuk mempertahankan diri.

Aku ingin mendapatkan suatu metode untuk melumpuhkan lawan, atau skill dan sihir yang bisa digunakan untuk melewati situasi yang menyulitkan. Aku tidak ingin mengeluarkan hujan meteor setiap ketika ada masalah.

Langkah 4. Aku ingin menemukan cara untuk kembali ke kenyataan.

Kalau ini adalah mimpi maka cari cara untuk bangun, kalau situasi terlempar ke dunia lain maka temukanlah cara untuk kembali. Walau aku tidak memiliki niat untuk bertingkah terlalu positif.

Langkah 5. Mungkin juga menikmati atmosfir yang eksotis.

Dengan betapa realitisnya yang aku rasakan ini, berlibur akan lumayan mengenakan. Keuanganku juga masih ada cukup banyak.

Mari kita bertanya kepada Pak ksatira apakah ada seseorang-yang-bisa-melakukan-segala-hal yang mau memanduku touring.

Apa cuma ini?

Aku menambahkan sabun ke catatan ku sebelum aku tidur.




"Ini adalah kali pertama aku diminta untuk menjadi seorang pemandu tour.”

Katanya, dari seorang gadis berusia 20 tahun yang bekerja serabutan, Nadi-san, sambil tertawa malu. Dia tidak begitu cantik-cantik amat, tapi dia penuh dengan sikap imut. Dia pasti cukup populer.

Biasanya dia adalah seorang kontraktor untuk beraneka ragam pekerjaan dari worker guild, sepertinya, dipekerjakan sebagai seorang tour guide adalah sesuatu yang tidak biasa baginya.

Karena berjalan cukup merepotkan, aku meminjam kereta kuda tak beratap untuk mengelilingi kota.

"Jalan barat tidak terlalu makmur jadi para penghuninya tidak hanya bekerja di toko depan, tapi juga berbagai barang mencurigakan di belakang.”

"Contohnya?"

"Yah, semacam love potion di alkimis dan pegadaian, peminjam uang, bahkan rumah bordil ada. Perusahaan budak juga ada di jalan yang sama."

Aku bereaksi dengan kata “budak”. Aku tidak ingin bertemu dengan gadis kecil itu~ aku hanya bisa merasakan adanya masalah darinya.

"Oh? Apakah kau memiliki ketertarikan dengan budak-budak? Pekerjaan mengawal bagi mereka tidaklah mungkin, tapi mereka bisa disuruh untuk membawa barang bawaan atau pekerjaan sehari-hari di perjalananmu. Kebanyakan pedagang biasanya memperkerjakan mereka.”

"Akhir-akhir ini mereka tutup setelah bintang jatuh sebelumnya, tapi mereka akan buka kembali. Mereka akan buka 5 hari kemudian.”

Sepertinya para budak yang dibeli oleh perusahaan budak adalah sisa-sisa dari pasar budak atau sedang dalam pelatihan, biasanya ada pelelangan budak yang diadakan satu bulan sekali.

"Kalau kau mau memperkejakan pengawal untuk perjalanan, maka ada banyak dari mereka yang berkumpul di bar. Karena sulit untuk menemukan yang dapat dipercaya, jika hal semacam itu muncul, tolong bertanyalah kepada pekerja sepertiku!

Kereta kemudian berlanjut ke bagian tembok dalam dari jalan barat.

"Di sekitar sini adalah blok perajin. Kayu, pandai besi, kerajinan kulit dan perajin lainnya ada di sini. Kebanyakan dari mereka tidak membuka toko. Biasanya mereka membuka toko kecil atau kios dan menjual barang buatan mereka kepada pembeli secara langsung.”

Bisakah mereka memperbaiki senjata dan armor di sini?

"Kalau kau memiliki kenalan seorang perajin maka tidak ada masalah, tapi untuk menghindari masalah, biasanya orang akan pergi ke toko senjata sebagai penghubung. Terdapat toko senjata kelas atas di dalam tembok untuk ksatria, dan toko untuk prajurit dan orang biasa di jalan Bison di kota timur. Pemburu suka ke bagian barat kota karena ada banyak toko pengolahan daging, bersamaan dengan toko senjata.”

Mari kita cari setiap toko yang ada di jalan. Sepertinya tidak akan selesai dalam sehari.

Ngomong-ngomong, bukankah mansion penguasa kota ini berada di utara?

"Kau lumayan tahu banyak. Apakah kau ingin melihat bagian dalam tembok sebentar? Meski di sana hanya ada pekerjaan panen-memanen yang bisa dilihat.”

Yah, aku tidak ingin dikira sebagai seorang pencuri makanan jika berjalan ke sana.

Kereta berlanjut pergi ke bagian dalam tembok barat, menuju ke jalan sempit diantara tembok dalam dan luar.

Setelah bergerak maju untuk sementara, kita sampai di gerbang terbuka, prajurit yang menjaga gerbang juga ada. Sang pengemudi menganggukan kepala ke arah penjaga dan lanjut masuk ke distrik utara.

Terdapat tanah pertanian yang luas di sana. Kereta terus melanjutkan perjalanannya di jalan tanah pertanian. Para petani sedang memanen Gabo, buah yang sama dengan yang kubeli kemarin.

Aku tidak tahu apakah ini normal atau tidak, tapi terdapat banyak sekali anak kecil seumuran SD yang sedang bantu-bantu.

"Anak-anak itu mungkin berasal dari panti asuhan, karena sekarang sedang musim panen, anak-anak dari kota mungkin datang ke sini untuk bekerja.”

Bahkan anak kecil juga bekerja? Tidak ada lagi NEET?!
<TLN: Apakah kalian tidak tahu apa itu NEET? Jangan khawatir, Lord D yang baik hati akan membantu kalian. NEET adalah singkatan dari Not in Education, Employment, or Training. Dalam artian yang lain adalah pengangguran!>

Wajahku menjadi aneh untuk sesaat.

"Jika mereka tidak berasal dari keluarga kaya, mkaa anak kecil dengan sekitar umur seperti itu biasanya akan bekerja.”

Apakah mereka tidak pergi ke sekolah? WHO tolong, bantulah Kota Seryuu!
<TLN: Sebenarnya yang dimaksud WHO di sini adalah UNICEF tapi sepertinya ada kesalahan di pihak pengarang... atau mungkin Satou kurang memiliki pengetahuan...>

"Sekolah? Jika mereka adalah bangsawan atau anak orang kaya biasanya mereka belajar secara private, tapi sekolah hanya ada di ibu kota kerajaan.”

"Ditambah lagi, buah Gabo yang sedang anak-anak itu panen sebenarnya adalah makanan pokok untuk orang-orang yang tidak memiliki begitu banyak uang.”

Hmm? Tapi penginapan menghidangkan roti dan bubur nasi tipis, terkadang juga rebusan kan?

"Gimana yah... Penginapan Monzen tingkatannya sudah lumayan jadi mereka tidak menghidangkan buah Gabo. Di jalan barat, kebanyakan kios menjual roti datar, bubur, dan asinan sayur. Mereka memiliki bau yang kuat, pahit, dan sulit untuk dikunyah sehingga orang-orang kaya jarang memakannya. Karena kau bisa makan makanan murah sampai perutmu penuh, mereka tidak hanya dimakan oleh anak panti asuhan tetapi juga oleh setengah populasi orang biasa.”

Kalau seperti itu, bukankah kentang biasa sudah cukup?

"Kuantitas dari panen tahunan berbeda. Meskipun area panen menjadi lebih kecil, mereka bisa dipanen satu bulan sekali dan jarang gagal. Ditambah lagi karena sifat tanah yang memungkinkannya untuk tetap subur. Terima kasih kepada buah Gabo, jumlah panti asuhan naik secara drastis.”

Sungguh buah fantasy yang amat berguna. Bahkan oportunisme pun ada batasannya.
(Editor Note: Oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya, demi diri sendiri, kelompok, atau suatu tujuan tertentu.)

Meskipun begitu, Nadi-san cukup berpengetahuan... dia terlihat seperti seorang wanita berpendidikan yang lulus dari sekolah ibu kota kerajaan.

"Aku tidak dibesarkan oleh bangsawan di tembok dalam, situasi makanan di daerah pedalaman sangatlah buruk.”

Dia tumbuh di luar ‘ya, apa sang penguasa melakukan monopli? Masih misteri kecil.

"Itu adalah makanan favorit goblin. Jika tidak terletak di dalam tempat yang dikelilingi tembok seperti ini, goblin akan datang secepat kedipan mata dan memakan semuanya dengan penuh kerakusan.”

"Dulu, terdapat ledakan jumlah goblin di bagian utara kerajaan, orang terpelajar yang berusaha mencari tahu penyebabnya menyimpulkan kalau ini berhubungan dengan buah Gabo. Pada hari itu, jika seseorang menemukan sebuah pohon buah Gabo mereka akan membakarnya, lalu Gabo mulai menjadi sumber makanan dan sekarang menjadi makanan pokok dari orang-orang dengan strata rendah. Tetapi, bahkan sekarang, jika seseorang menemukan sebuah pohon Gabo, mereka akan membakarnya."

Tembok yang berada di sekitar pertanian cukup pendek jika dibandingkan dengan tembok kota. Ukurannya sekitar 2 meter setengah?

Aku ingin tahu sebenarnya menara yang berdiri 1 kilometer jauhnya itu apa? Menara itu sudah berada di pikiranku sebelum memasuki pertanian. Ukuran tingginya sekitar 20 meter dan terlihat sangat kasar.

"Itu adalah mekanisme pertahanan diri yang dibangun untuk melawan serangan Wyvern. Satunya ada di kastil untuk pertahanan kastil, satunya yang ada di sini digunakan jika pertanian yang diserang.”

"Sekitar 40 tahun lalu ketika black dragon menyerang, menara itu memiliki peran yang besar. Pada saat itu, meskipun menara yang ada tingginya setengah dari menara yang ada sekarang dihancurkan, catatan perlawanan yang sukses masih ada.”

Melawan... apakah black dragon itu merlarikan diri ke langit?

"Kesampingkan Wyvern, seperti yang dapat diduga, mengalahkan naga adalah sesuatu yang mustahil. Hanya seseorang macam ancestor king, Yamato yang merupakan great magician atau hero Saga empire yang dapat melakukan hal semcam itu.”

... Hero, eh?

"Saga Empire memiliki hero summoning great magic. Karena kompensasinya yang besar, kecuali pada saat siklus 66 tahun kebangkitan Demon King dimulai, sihir itu tidak dilakukan. Yamato-sama dan founder dari Saga Empire jugalah pahlawan yang dipanggil pada saat dunia menghadapi krisis pada saat itu. Sungguh seperti sebuah mimpi.”

Seperti yang sudah kuduga, Yamato dan Saga-san ini... aku bisa sedikit mengerti mengapa holy swords dinamai Excalibur dan semacamnya.

Pada saat ceritanya selesai, satu tour putaran di sekitar pertanian juga selesai. Kereta kembali bergerak menuju tembok dalam.

No comments:

DMCA.com Protection Status