Evil God Average Chapter 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Evil God Average Chapter 1 Bahasa Indonesia

October 03, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Seriya
Editor: Lord D
Proofreader: Ise-kun

Chapter 1: Permohonan yang Sederhana

Bagian dari penampilanku yang paling kusukai adalah rambutku.
Rambut hitam yang biasa bagi seseorang yang berasal dari Jepang, tapi aku tidak bersantai-santai sama sekali untuk merawatnya, dan pada saat aku mensisirinya, rambutku juga terasa halus.
Rasanya tidak berlebihan untuk memanggilnya contoh dari ‘rambut hitam yang berkilau seperti bulu gagak yang basah’ adalah sesuatu yang secara diam-diam kubanggakan.

Sebaliknya, jika kau bertanya bagian mana dari penampilan ku yang paling kubenci, maka aku akan langsung menjawab mataku.
Aku sering sekali diberitahu oleh beberapa temanku kalau aku adalah seorang gadis cantik dilihat dari manapun, namun pandangan mataku benar-benar merusak imej itu.

Tapi menurutku────

“Aku cukup menyukai mata milikmu.
Mata yang keruh... seolah menyimpan semua kejahatan dari dunia.”

Rasanya tidak buruk juga untuk diberitahu soal ini… Mungkin.

◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆

Meskipun tidak ada satu pun cahaya di tempat yang gelap gulita, aku bisa dengan jelas melihat seorang anak laki-laki dengan rambut hitam yang panjang.

Dia terlihat benar-benar tampan, maunya sih bilang begitu, tapi mata miliknya terlihat kejam────tidak, matanya bahkan lebih terlihat kejam dibandingkan milikku.

Sebelum aku mengetahuinya, aku telah berada di tempat ini, dan dia yang baru saja muncul kemudian mendeklarasikan sesuatu kepadaku secara sepihak.

“Aku akan mengirim mu pergi ke dunia lain.”

“…Nggak mau.” (gadis berambut hitam)

“Aku tidak peduli mengenai pendapatmu.”(laki-laki berambut hitam panjang)

Menyebalkan.
Di dalam pikiranku, aku bener-bener kesal sampai urat-urat kepalaku muncul, tapi ekspresiku tidak berubah.

Kalau boleh jujur, aku tidak terlalu menyukai diriku yang kurang dalam berekspresi, tapi aku bersyukur akan hal itu untuk saat ini.
Sangat jelas kalau mencoba untuk melawan seseorang yang sudah jelas abnormal itu terlalu berisiko.

Diberitahu “Aku akan mengirimmu ke dunia lain.” Di tempat yang abnormal seperti ini, membuatku ingin tahu apakah ini berarti kalau anak laki-laki ini adalah dewa atau semacamnya..

Tapi, aku masih tidak terlalu mengerti.

“Kenapa aku?” (gadis)

“Aku cukup menyukai mata milikmu.
Mata yang keruh... seolah menyimpan semua kejahatan yang ada di dunia.” (laki-laki)

Mata ku tidaklah seburuk itu sampai harus mendapat pemberitahuan semacam ini.
Dan aku tidak ingin mendengarnya dari dirimu..
Urat lain muncul di dahiku. Meski, hanya di pikiranku saja.

“Tapi untuk mengira kau masih bisa memiliki akal sehat bahkan setelah bertemu denganku secara langsung. Kau benar-benar memiliki apa yang kuperkirakan darimu.” (laki-laki)

Apa memang ada kemungkinan bagiku untuk kehilangan akal sehat?
Sepertinya ini adalah hal nyaris yang benar-benar kuanggap biasa.

“Yah, karena ini terjadi karena keadaanku sendiri, aku akan membantumu sedikit. Kemampuan fisik, kekuatan sihir, dan item box adalah hal bawaan, jadi aku akan mengabulkan satu hal selain itu. (Laki-laki)

Kesampingkan memikirkan soal kemampuan fisik, “sihir” dan “item box”?
Kemana sebenarnya dia akan mengirim ku?
Dan ditambah lagi, jika kau secara tiba-tiba mengatakan “keinginan”────

"Bisa apa aja, lho. Misalkan saja saya dapat membuat dadamu membesar.”(laki-laki)

Apa kau mau bilang kalau aku ini rata...? Aku tidak terlalu bisa menyangkalnya, tetapi itu bukan urusan mu.

Jujur ada beberapa bagian dari diriku yang hampir saja terlena oleh hal itu, tapi aku mendapatkan perasaan kalau aku mengangguk maka aku kalah dalam berbagai hal.
Dan lagi, meminta agar tubuh yang diberikan oleh orang tuaku untuk diubah menandakan kalau aku tidak berbakti kepada mereka.

“Kalau begitu, apakah mungkin kalau kau tidak menginginkan apapun?” (laki-laki)

“Tolong buat mata dan atmosfir milikku “Normal”.” (gadis berambut hitam)

"Eh? Apakah tidak apa melakukan hal semacam itu kepada tubuh yang diberikan oleh orang tuamu?” katamu?

Itu ya itu, dan ini ya ini.
Memiliki dada yang kecil bukanlah hal yang terlalu bagus atau buruk, tapi mata dan atmosfir yang kumiliki selalu mengangguku.

Sejak aku kecil, karena kedua mata dan atmosfir ini, orang-orang di sekitarku takut tanpa alasan yang jelas kepada ku.
Mekipun aku tidak akan melakukan apapun kepada mereka, sekali mata kami bertemu, semua orang akan mengalihkan pandangan..
Bahkan ketika aku mendatangi seorang senior berandalan yang sudah tersohor namanya, dia langsung melesat kabur.
Bahkan ada saat dimana orang-orang yang seperti yakuza dengan rambut kribo melakukan dogeza di depanku.
<TLN: Dogeza itu artinya adalah bersujud di depan seseorang, biasanya dilakukan untuk meminta ampun atau maaf.>

“”Normal”?” (anak laki-laki)

“Tidak apa jika mata dan atmosfir ku tidak spesial, tapi setidaknya aku mau kau membuat hal-hal itu menjadi “biasa”.” (gadis berambut hitam)

“Hm~mm, yah terserahlah. Aku akan mengabulkan permintaanmu itu. Kalau begitu, selamat jalan.”

Bersamaan dengan perkataan tersebut, dari sang anak laki-laki muncul sebuah aura kegelapan yang sangat hitam sampai menelan segala hal.
Tubuhku diselimuti oleh aura tersebut, dan aku merasa kalau kesadaranku menipis.

Ahh, ini memang terlambat, tapi kalau bisa aku ingin satu hal lagi.

Setidaknya beri aku beberapa pakaian.

No comments:

DMCA.com Protection Status