Lazy Dungeon Master Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Lazy Dungeon Master Chapter 7 Bahasa Indonesia

October 06, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Exicore
Editor: Ise-kun

Chapter 7: Bos Bandit

Pada akhirnya, dua hari berakhir tanpa ada hal yang terjadi sejak aku menambah ruangan di dalam dungeon.

Para bandit sepertinya sedang berlibur dan menghabiskan seluruh waktu mereka dalam dungeon, walaupun sepertinya ada sesuatu yang aneh. Mereka berlibur sementara bos mereka keluar setiap malam hingga pagi tiba, apa yang dilakukannya?

Yah, aku tidak terlalu peduli karena aku bisa mendapatkan banyak DP dari mereka.

Dan juga, bos para bandit itu kembali dengan membawa 7 orang preman.

Meskipun kukira kalau bos bandit itu yang mengundang mereka, kekuatan mereka… bahkan walau aku menghitung kembali DP yang aku dapatkan berkali-kali, mereka hanyalah seorang preman biasa.

Satu orang memberikan 10-15 DP per hari, jadi dengan tambahan tujuh orang, peningkatan DP per hari bertambah 70-150 DP? Lezat sekali. Ditambah lagi, saat mereka keluar mereka kembali dengan seseorang yang masih muda yang mungkin saja seorang petualang.

Yap, orang itu disumbat mulutnya dan diikat dengan tali, tentu saja seorang wanita.

Saat pembantaian mereka selesai, mereka menunggu dan menonton kolam darah di depan mereka diserap oleh dungeon sembari terdiam karena kagum.

“Oh, sejumlah DP yang cukup besar masuk. 300 DP huh.” (Rokuko)

“… Pecinta Goblin Rokuko, jangan summon lima belas goblin.” (Keima)

Oh iya. Itu adalah persembahan untuk dungeon. Bukankah usaha mereka cukup baik? Kalau begitu mari beri mereka hadiah…

Jadi, karena mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membunuh petualang itu menggunakan pedang mereka, aku memberikan mereka pedang besi tajam (150 DP). DP yang tersisa adalah 520 DP. Aku harus menyimpan lebih banyak lagi…

“Hei, aku sebenarnya berharap kau menambahkan lebih banyak ruangan 'tau?” (Boss bandit)

Saat aku melakukan hal itu, Bos bandit itu protes dan tidak puas, meskipun dia memegang pedang itu di tangannya.

Ada apa dengan orang ini, padahal aku sudah susah payah memberikan mu karunia berupa pedang.

“Haah, seharusnya kau mengatakan hal itu dari awal, ya sudahlah.” (Keima)

“Jadi apa? Mau buat ruangan?” (Rokuko)

“Aku nggak mau make lebih banyak DP lagi… Oh, iya juga ya.” (Keima)


*


Aku pergi ke kota, untuk menjual barang-barang rampasan kami.

Yah, meskipun aku bilang aku pergi ke kota, aku lebih tepatnya pergi ke perkampungan kumuh yang ada di tembok terluar.

Seperti yang kuduga, hukum disini lemah sehingga bahkan bos bandit sepertiku bisa masuk ke dalam… Tapi akan lebih mudah bila aku menyuap penjaganya.

Ah, khusus untuk helm baja yang aku dapatkan dari dungeon, aku memutuskan untuk tidak menjualnya dan menggunakannya. Menurutku lebih baik untuk tetap menyimpan dan menjaga sesuatu seperti hadiah pertama.

Yah, aku juga mendapat tujuh orang anak buah baru dari jalanan.

Preman jalanan, orang dengan profesi yang sama sepertiku, budak yang melarikan diri… sebenarnya, semua orang mengeluarkan aura seperti itu.

Saat aku berjalan pulang, aku menyerang dan membuat seorang petualang muda yang berjalan di jalan yang sama denganku tidak sadarkan diri, kemudian membawanya kembali pulang.

Hahaha, tempat yang jauh dari kota adalah tempat yang berbahaya. Pemula tidak seharusnya pergi ke wilayah pegunungan sendirian.

Karena itulah, aku membawa petualang itu dan menaruhnya di dalam dungeon agar dungeon itu membuat ruangan baru, dengan cara memberinya sebuah mayat.

Tujuh orang anak buah baruku terkejut saat mereka melihat mayat yang kaku itu ditelan oleh tanah.

“Bos, sebuah kotak muncul!”

“Ooh… tunggu, apa ini? Sebuah pedang?”

Sebuah pedang di taruh di dalam kotak itu.

Pedang yang terbuat dari besi. Sebuah senjata yang lebih baik daripada yang kugunakan selama ini.

Tapi, aku tidak menginginkannya saat ini. Aku menginginkan ruangan baru.

Seperti yang kuduga, dengan tambahan tujuh orang, tempat ini terasa lebih sempit. Itu semua karena sebelumnya hanya ada enam orang dalam satu ruangan kecil. Ditambah dengan dua orang yang berjaga, saat mereka memasuki sebuah ruangan yang memiliki tambahan tiga orang sudah pasti ruangan itu akan menjadi lebih sempit. Aku ingin ruangan baru secepatnya.

Saat aku menggumamkan hal itu, sebuah kotak lain muncul.

“Benarkah, apa isinya kali ini?”

Membuka kotaknya, terdapat tulisan [Karena aku tidak bisa membuat ruangan baru, buat sendiri ruangannya] tertulis dibawahnya.

Di dalam kotak itu terdapat tiga alat untuk menambang yang masih baru.

No comments:

DMCA.com Protection Status