Lazy Dungeon Master Chapter 9 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Lazy Dungeon Master Chapter 9 Bahasa Indonesia

October 24, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Exicore
Editor: Ise-kun

Chapter 9: Mari Gunakan DP

“Apa ini, enak banget! [Roti Melon] enaknya kelewatan! Kehma, kau makan makanan enak seperti ini!?” (Rokuko)

Inti dungeon yang ceroboh itu sepertinya sangat menyukai roti melon, saat ia sudah mencobanya. Dia kemudian menghabiskan sisa roti melon itu dengan mata yang berbinar-binar.

Kau bisa makan roti? Maksudku kau bisa makan sesuatu dengan mulutmu? Ini pertama kalinya aku melihatnya.

“A-apa? Aku juga bisa makan lho!” (Rokuko)

“Tapi, bukankah itu tidak diperlukan?” (Keima)

“Emang bener, tapi ini enak. Enak banget… Apa masih ada lagi?” (Rokuko)

Harga roti itu, 5 DP kau tahu? Bisa dapet satu set minuman juga.

Karena dalam satu set itu terdapat 6 roti manis, sehingga itu adalah bodoh untuk memesan satu set.

Mungkin tidak, karena aku juga memberikan para bandit itu satu set. Tapi dia tidak menyadarinya.

Ditambah lagi, satu drum minuman murah dihargai 5 DP… Yang mana terasa agak mahal…

“Yah, memang ada beberapa jenis roti, tapi kita tidak akan bisa menghemat DP…” (Keima)

“Ng-nggak apa-apa kan? Kita punya 2000 DP ‘tau? J-jadi, k-kalau kita menggunakannya sedikit…” (Rokuko)

Ah, matanya serius.

“Kau bahkan menggunakannya untuk membeli [Bantal] dan [Futon]! Bukankah menggunakannya sedikit untukku nggak apa!?” (Rokuko)

“Meskipun aku sudah memberimu goblin~?” (Keima)

“Apa-! G-Gobsuke tidak ada hubungannya dengan ini! Lagipula, Kehma juga menggunakan 20 DP setiap harinya buat makan!” (Rokuko)

Kapan kau memberinya nama!? Kok aku baru tau!?

“Juga, aku memberikan separuh makananku kepada goblin itu. Goblin itu sebenarnya berharga lebih dari 20 DP karena biaya perawatannya… Dan juga, bukankah dia tidak berguna untuk keadaan kita saat ini? Dia sekarang sudah men~jadi peliharaanmu, benar kan?” (Keima)

“B-bukan begitu! Gobsuke bisa menjadi sangat berguna! Kan, Gobsuke!?” (Rokuko)

Subjek pembicaraan ini tiba-tiba saja berubah, Gobsuke menatap dalam dia dengan ekspresi bingung yang mengatakan [Eh? Apa, kenapa pembicaraannya tiba-tiba saja berubah arah?]

Aku penasaran, taring yang keluar dari bawah hidungnya itu membuat wajahnya terlihat mirip dengan anjing.

… Apa dia bakalan makan kalau dikasih makanan anjing?

“Terserah. Jujur aja, aku tidak keberatan selama kau menggunakannya tidak berlebihan… Lagipula, bahkan walau masing-masing dari kita membeli minuman dan satu set roti mulai dari sekarang, tidak akan ada perubahan pada pengeluaran DP kita.” (Keima)

Hal itu mungkin membuatnya senang melihat bagaimana dia terdiam.

“Yay! Kalau begitu cepetan beli rotinya sekarang!” (Rokuko)

“Bukankah kau bisa membelinya sendiri? Kau juga bisa menggunakan DP dari menu ‘kan?” (Keima)

“Eh? Tapi, aku tidak pernah melihat [Set Roti] atau [Roti Melon] sebelumnya, kau tahu? … Eh, ada lagi? O~h, aku bisa memilih antara [Roti Hitam], [Roti Putih] dan [Roti Melon]! Aku tidak tahu!” (Rokuko)

Hm? Apa?

“Oi, katakan lagi pilihannya.” (Keima)

“Eh? Pilihannya ada tiga, [Roti Hitam], [Roti Putih] dan [Roti Melon].” (Rokuko)

“...... Cuma itu?” (Keima)

“? Iya, tapi apa maksudmu?” (Rokuko)

Dari pilihan [Set Roti (5 DP)] milikku... ada beberapa pilihan yaitu [Roti Berisi Krim], [Roti Berisi Kacang Merah], [Roti Berisi Selai], [Roti Gulung Kukus], [Pai Apel] dan [Roti Goreng].

“Apa kau tau ini apa?” (Keima)

“… Roti, kan? Tapi apa ini, ini pertama kalinya aku melihat roti dengan bentuk seperti ini. Maksudku, roti yang Kehma buat dibungkus oleh sesuatu yang transparan, apa itu bisa dimakan?” (Rokuko)

“Tidak, kau tidak bisa memakannya. Kau membuka plastiknya dan memakan apa yang ada di dalamnya… Ngomong-ngomong, ini disebut [Roti berisi Kacang Merah]. Cobalah.” (Keima)

“Eeeh, jadi namanya [Roti Berisi Kacang Merah]… Nom… ~~~! Enaknya! [Roti Berisi Kacang Merah] juga enak! Eeeh, ada benda kuning di dalamnya. Ooh, enak banget! Apa ini, bener-bener enak-“ (Rokuko)

Aku memikirkan sesuatu kemudian memberinya [Roti berisi Krim]

“Rokuko, lihat kembali menu [Set Roti] dan perhatikan apakah pilihannya berubah atau tidak.” (Keima)

“Eh? ‘Kay… Pilihannya bertambah. [Roti Berisi Kacang Merah] ditambahkan. Eeeh, jadi hal seperti ini bisa terjadi juga.” (Rokuko)

“Terus, keluarkan [Roti Berisi Kacang Merah]. Kau bisa menggabungkannya dengan [Roti Melon].” (Keima)

“Benarkah!? Fufufu, kalau begitu, separuh dan separuh, masing-masing tiga potong… Fufu, fufufu!” (Rokuko)

“Ya, tapi akulah yang memegang [Roti Berisi Kacang Merah].” (Keima)

“AAAAAAAAH!?”

Sebenarnya, saat Rokuko mengeluarkan menu [Set Roti], aku mengambil [Roti Berisi Kacang Merah]… Ya, yang dia makan adalah [Roti Berisi Krim]. Bahkan dari bentuknya, itu adalah [Roti Berisi Krim]. Untungnya, roti itu tidak tertutupi plastik.

“Maaf, Rokuko. Itu adalah [Roti Berisi Krim]. Yang ini [Roti Berisi Kacang Merah] sebenarnya.” (Keima)

“Eh, benarkah? Heeh, jadi ini [Roti Berisi Kacang Merah] ‘ya. Hehe, yang ini ada sesuatu yang berwarna merah di dalamnya! … Sangat manis! Aku juga suka yang ini! [Roti Berisi Kacang Merah] yang asli sangat luar biasa!” (Rokuko)

Maaf sudah menipumu lagi. Itu adalah [Roti Berisi Selai]. Selai Stroberi.

“Tidak apa kalau kau mau lagi. Kali ini ambil empat [Roti Berisi Krim] dan dua [Roti Berisi Kacang Merah].” (Keima)

“Apa ini, kau bener-bener mau membuatku sesenang itu? Aaah mou, Kehma benar-benar baik hari ini! Kalau begitu, empat [Roti Berisi Krim] dan dua [Roti Berisi Kacang Merah]!” (KRokuko)

“… Oh, apa pilihanmu bertambah?” (Keima)

“Eh? Ah, iya, pilihannya bertambah… Baiklah, Aku sudah membelinya kau tahu? Apa tidak masalah untuk memakannya?” (Rokuko)

Saat aku melihat apa yang Rokuko ambil, disana ada empat [Roti Berisi Krim] dan dua [Roti Berisi Selai].

… Jadi begitu.

Ternyata, prioritas dari menu DP adalah pengetahuan dari orang tersebut.

Dan tentu saja, [hal yang tidak kau tahu tidak akan ada di menu].

Aku melihat kembali untuk memastikan, selain tidak adanya plastik pada roti itu, hanya nama merekalah yang tidak benar.

Apa dia menyerap plastik itu atau semacamnya? Ah, tidak bukan itu, tapi sepertinya dia memang menyerap sampah setiap hari… Apa memang begitu cara kerjanya?

Ditambah lagi, ada kemungkinan yang tinggi kalau itu tidak terbatas pada hal yang terdapat di dunia ini.

Aku belum pernah melihat seekor naga bahkan walau aku berusaha mencarinya di menu… Walaupun seharusnya hal itu bisa dimunculkan oleh dungeon master.

Meskipun aku ingin mencari tahu lebih jauh lagi, melakukan hal itu bisa sedikit mengganggu. Aku juga tidak ingin membuang-buang DP.

“Tidak apa untuk memakannya, iya kan? Iya kan?” (Rokuko)

“Ya, tidak apa… Dan juga, karena itu adalah jatah untuk empat hari, makanlah dengan hati-hati oke? Gobsuke juga dibagi.” (Keima)

“Hae-!?”

Sembari menggigit [Roti Berisi Krim], Rokuko membeku.

Jangan khawatir, meskipun kau menghabiskan semuanya sekarang, aku tetap akan memberikan bagianku kepada Gobsuke. Tapi aku tidak akan mengatakan hal itu.

No comments:

DMCA.com Protection Status