Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 4 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 4 Bahasa Indonesia

October 23, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 4

Part 1

Didalam rumah mewahnya, Galdo sedang memegang kepalanya seperti sedang kesakitan.

(Berakhir sudah kali ini... Aku mencoba untuk mendapatkan Kuro Usagi dan sekarang malah berakhir menjadi sesuatu yang tidak bisa dikembalikan lagi...!)

Dia berafiliasi dengan Demon Lord yang memiliki hak sebagai Host Master, tapi dia orang yang ambisius juga.

Alasan dia bergabung dengan Demon Lord awalnya adalah agar dia bisa memiliki sokongan, dan dengan mengacungkan nama Demon Lord itu, tidak ada satu pun Komunitas yang perlu ditakutkan lagi.

Menggunakan itu, dia berencana untuk menguasai area ini sambil secara perlahan memperluas jangkauan pengaruhnya, dan akhirnya bisa menantang Game dengan tingkat kesulitan tertinggi dan mendapatkan Gift kelas Dewa untuk dirinya sendiri.

Untuk bisa melakukan itu, dia perlu meningkatkan reputasi Komunitasnya dan mengumpulkan dan terus mengumpulkan orang-orang kuat.

Dia sangat menginginkan Kuro Usagi sebagai dekorasi Komunitasnya, sebagai bidak, dan mainan untuk memuaskan nafsu-nya. Dia mendekatinya beberapa kali di masa lalu, tapi dia selalu diabaikan.

Kelangsungan keberadaan [No Names] berada di pundak pemanggilan ini, sehingga ini adalah kesempatan terbaik baginya untuk mendapatkan Kuro Usagi, tapi dia malah terlalu besar kepala.

"SIAL... SIAL, SIAL SIAL SIAL SIAL SIALAAAAAAN!!!!" (Galdo)

Galdo mengambil meja yang ada didekatnya dan melemparnya keluar jendela.

Meja itu hanyalah hiasan dan akan jadi tidak berguna dalam beberapa hari.

"Gift cewek itu... Adalah jenis yang langsung berhubungan dengan pikiran. Menghadapi itu, apapun Game yang aku siapkan, tidak akan ada kesempatan bagiku untuk menang!" (Galdo)

Itulah masalahnya. Sebagai Host, dia sudah mempersiapkan Game didalam wilayahnya yang memiliki keuntungan baginya atau dia tidak punya kesempatan untuk menang.

Galdo sedang memegang kepalanya ketika suara dingin seorang wanita terdengar dari luar jendela yang rusak.

"...Hoo. Anak buah Demon Lord yang memiliki markas di Gerbang Nomor 666 Little Garden akan kalah dengan sekelompok [No Names]? Aku menantikannya." (Cewek)

"Siapa itu!?" (Galdo)

Tiba-tiba saja angin dan bayangan hitam terbang melalui jendela yang rusak itu. Dan yang kemudian muncul adalah seorang wanita yang 2-3 tahun lebih tua dari Izayoi, dia memiliki rambut pirang indah yang berkibar bebas.

"Menyedihkan. Apakah ini bawahannya Demon Lord Gerbang 3-digit itu? Sangat menyedihkan sehingga aku hampir merasa kasihan padamu." (Si pirang)

Wanita pirang itu menggelengkan kepalanya dalam kekecewaan. Galdo mengangkat suara raungan kerasnya dan mengancamnya.

"Dasar bajingan... aku tidak tahu siapa kau, tapi aku sedang sangat kesal sekarang. Pergilah sebelum aku menunjukan taringku padamu." (Galdo)

"Fufu. Aku hargai semangatmu. Tapi, hewan pemula sepertimu mau menunjukan taringnya padaku, kepada ras Demon berdarah murni?" (Si pirang)

'Na-?' Suara Galdo terpotong ketakutan. Semangatnya yang tadi itu menghilang dalam sekejap. Wajahnya menjadi pucat dan tubuh besarnya terhuyung-huyung beberapa langkah kebelakang. Kemudian dia melihat kembali ke arah wanita pirang itu.

Rambut pirang yang sedikit bergelombang dan sosok dinginnya, tidak sesuai dengan umurnya.

Mata merah indahnya yang akan membuatmu menahan napas dan terasa akan menelan siapapun yang melihatnya.

Dari suasana ini, dia mengerti kalau wanita itu bukanlah wanita normal, tapi dia masih tidak bisa percaya.

"Ra-ras Demon berdarah murni...!? Tidak mungkin, Ras Demon berdarah murni biasanya adalah kelas Dewa! Kenapa seseorang sepertinya mendatangiku!? Apa kau pelopor [No Names]!?" (Galdo)

Istilah 'Darah murni' mengacu pada Gift yang merupakan asal mula dari silsilah pohon. Mereka berbeda dari 'Pemula' seperti Galdo yang merupakan ras campuran, dan disebut berbeda bahkan diantara spesies yang sama.

Wanita itu menyisir rambutnya dan memberikan tanggapan terhadap kata-katanya Galdo.

"Ah, mengenai itu, sebenarnya aku punya urusan dengan orang-orang dari [No Names] itu. Ku kira mereka tidak berkeinginan untuk membangun kemabli Comunitasnya lagi... Tapi aku dengar salah satu rekruitan baru mereka mengalahkan seorang Dewa, jadi aku datang kemari untuk melihat situasinya." (Si pirang)

Galdo jatuh berlutut seakan terhempaskan oleh seseorang, tapi bukan oleh wanita 'Ras Demon' yang ada didepannya.

Melainkan kenyataan kalau dia juga akan menghadapi monster lainnya selain Kudou Asuka, yang dapat mengalahkan lawan sekelas Dewa, membuatnya terjatuh kedalam keputuasaan.

"Ka-kapan itu terjadinya? Apa dia Kuro Usagi?" (Galdo)

"Hari ini, beberapa saat sebelum senja. Ku dengar dia seorang pria muda. Dia benar-benar seseorang yang sangat berbeda dibanding dengan orang yang kau ajak berselisih sebelumnya itu." (Si pirang)

"Ka-kau pasti bercanda 'kan!?" (Galdo)

Galdo kehilangan kendali dirinya dan mengerang dengan keras, kemudian membuka pintu ruangan rahasianya dan mulai mengumpulkan uang dan hartanya.

Wanita yang menyebut dirinya 'Ras Demon' hanya mengamati dengan kekecewaan sambil memainkan ujung rambut pirangnya.

"Timbunan mu cukup banyak juga sepertinya... tapi kau tidak bisa melarikan diri dari Game." (Si pirang)

"Pe-persetan! Apa kau tahu seberapa besar ambisi yang ku punya ketika datang ke Little Garden!? Tahun demi tahun demi tahun... dari saat ketika aku hanyalah seekor hewan, aku menginginkan untuk menjadi yang teratas di Little Garden! Dan sekarang, si bajingan itu (Asuka)... sialan...!" (Galdo)

Suara tangisannya bercampur dengan rasa frustasi dan ketakutan. Apa yang dia lakukan salah?

Sama seperti ketika dia hidup di hutan... Hanya bergantung pada cakar dan taringnya, tapi kali ini dia sejahtera dengan bantuan kecerdasan dan skema-nya.

"Ambisi bertahun-tahun, ya... Aku pernah dengar kalau kucing dapat menjadi roh dengan hidup cukup lama. Yah itu juga cuma roh anjing kampung lagian. Ini sama untuk semua hewan. Hidup cukup lama adalah hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan Kedewaan. Pada akhirnya tubuh mereka mengalami ledakan perubahan dan mereka menjadi bagian dari ras Hewan Mistis, tapi... Sangat disayangkan bagimu karena menjual jiwa mu ke demon-demon itu. Kalau saja kau mau tetap menjadi sebagai hewan, kau tidak akan mendapati dirimu terlibat dengan mereka (Asuka, Yo, Izayoi)." (Si Pirang)

"Diam! Diam! Diam!"

Gadis pirang itu mengambil dan memegang tangan dari Galdo yang menggila dan berteriak. Hal itu dilakukan dengan pelan, tapi Galdo merasakan pegangan yang lebih kuat dari apapun yang pernah dia rasakan.

"Tunggu sebentar, harimau. Aku sudah mendengar semua situasi saat ini. Ah, kau tidak usah bertanya darimana aku mendengarnya. Aku juga memiliki asosiasi yang sangat diperlukan." (Si pirang)

Dia memiliki senyum yang ceria, tapi matanya anehnya dingin.

Galdo sekali lagi mulai gemetaran dari terror terhadap wanita ini.

"Singkatnya, kalau kau menang, maka semua masalahmu akan terselesaikan 'kan?" (Si pirang)

"Ti-tidak mungkin aku bisa menang! Kalau kau sudah mendengar apa yang sudah terjadi hari ini, harusnya kau sudah tahu! A-aku tidak melakukan apapun terhadap bocah-bocah itu!" (Galdo)

"Yup, dengan dirimu yang sekarang ini kau tidak akan menang. Tapi gimana kalau kau mendapatkan Gift baru... Gift dari 'Ras Demon'? Maka kau jadi punya kesempatan 'kan?" (Si pirang)

Tangan Galdo terhenti. Wajahnya kaku karena takut, tapi dia menghadapi wanita itu untuk pertama kalinya.

"...apa kau mau bilang padaku untuk menghianati [666 Beasts]?" (Galdo)

"Itulah yang akan terjadi sebagai hasilnya. Tapi kau mungkin juga sudah menyadari ini, kalau High-Demon tidak berminat untuk kembali ke Little Garden apa pun itu alasannya. [666 Beasts] hanyalah kawanan tak beraturan yang berkumpul disekitar Host Master. Meskipun kau tinggal disini, masa depan mu sudah dipastikan." (Si pirang)

Dia membisikannya ke telinga Galdo dengan manis yang memikat.

"Aku tidak bilang untuk menghianati mereka. Aku hanya tertarik dengan 'mereka'. Ketika semuanya sudah berakhir, kau mendapatkan keadaan tidak berdosa mu dan Gift baru. Itu saja. Tawaran yang bagus, bukan?" (Si pirang)

"...."

Galdo mendapatkan kembali ketenangannya dan mulai berpikir.

Jika apa yang dikatakan gadis pirang yang didepannya ini benar-benar Ras Demon berdarah murni, maka ada kemungkinan kalau dia pemimpin suatu Komunitas yang kuat. Dan seperti yang dia bilang, [666 Beasts] hanyalah kawanan tak beraturan. Meskipun di situasi seperti ini, dimana dia biasanya akan mengirimkan pesan permintaan bantuan, tidak ada yang akan menjawab panggilannya.

Di situasi seperti ini, bukanlah ide buruk untuk berganti Komunitas.

Yang menjadi masalah lain adalah spesies 'Ras Demon' mana wanita itu.

"Aku ada satu pertanyaan. Dimana Komunitas mu?" (Galdo)

"Aku tidak bisa mengatakannya. Kalau kau tidak setuju, maka tidak diperlukan untuk memberitahumu apapun. Aku akan kembali mumpung Bulan masih muncul." (Si pirang)

"Cih. Tidak ada pilihan lain kalau begitu." (Galdo)

Galdo dengan kasarnya melepaskan tangannya dari wanita itu dan menyingkirkan tangan wanita itu.

"Baiklah. Tapi tidak ada waktu lagi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan Gift 'Ras Demon' itu?" (Galdo)

"Tidak khawatir mengenai masalah itu. Kau akan segera mendapatkannya, sekarang juga disini." (Si pirang)

"Apa?" (Galdo)

Kerahnya tertangkap oleh wanita itu. Sebelum Galdo menyadari apa yang sedang terjadi, wanita berambut pirang itu menanamkan giginya ke tengkuk lehernya.

Gulp gulp. Dengan suara kasar, dia merobek kulitnya Galdo dan mulai meminum darahnya.

"Gya, gyaaaa!" (Galdo)

Dalam sekejap, darah merah tua-nya mengalir melalu pembuluh darahnya yang menelam insting liarnya. Denyut nadinya mulai berdetak tidak beraturan seperti alirang sungai berlumpur, setiap sel-nya terbakar bagaikan kayu yang dilempar ke perapian dan dia menjerit kesakitan.

Sembari kesadarannya perlahan tenggelam ke kawah neraka, dia menyadari siapa yang sedang dihadapinya.

(Vam-vampire berdarah murni... [Ksatria Little Garden]!? Wanita ini... tidak mungkin!)

"Akan kukatakan sekarang, aku tidak menipu mu. Aku tentu memberikan mu Gift Ras Demon." (Vampir)

Wanita itu perlahan menjilati bibirnya dengan lidahnya. Senyum menyeringainya merupakan senyum jahat yang sesuai dengan umurnya, tapi kecantikannya membekukan hati siapapun yang melihatnya.
(TL Note: Kalimat diatas hanyalah kiasan)

"Yah kalau begitu, bagaimana kau akan bereaksi, [No Name] yang diperbaharui?" (Vampir)

Part 2

Area Berpendudukan [No Names], didekat pintu air.

Mereka berempat dan kucing belacu berjalan melewati reruntuhan-reruntuhan dan perlahan pergi menuju area yang memiliki banyak bangunan kosong yang terlihat masih utuh. Setelah itu, mereka berempat meninggalkan area berpendudukan dibelakang dan melihat pada penanaman Pohon Air di waduk. Tampaknya tempat itu memiliki banyak pengunjung sebelumnya, Jin dan anak-anak Komunitas sedang membersihkan saluran air dengan alat pembersih ditangannya.

"Ah, kalian semua! Persiapan saluran-saluran airnya dan juga waduknya sudah selesai!" (Jin)

"Kerja bagus, Jin-bocchan♪ Apa kalian semua sudah membantu bersih-bersih juga?" (Usagi)

Wai-wai, anak-anak itu berkumpul dengan riang disekitar Kuro Usagi.

"Kurousa-neechan, selamat datang!"

"Aku ngantuk, tapi aku sudah bantu bersih-bersih~"

"Nee nee~ siapa kakak-kakak itu!?"

"Apa mereka kuat!? Apa mereka keren!?"

"Iya! Sangat kuat dan juga menarik! Aku akan memperkenalkan mereka sekarang, jadi berbari yang rapi ya." (Usagi)

Pachin. Kuro Usagi menjentikan jarinya. Dengan itu, anak-anak langsung membentuk barisan dengan pergerakan yang dilakukan dengan sempurna.

Total ada 20 anak-anak. Diantara mereka ada beberapa anak bertelinga kucing dan serigala.

(Mereka hanyalah anak-anak biasa. Sekitar setengahnya bukan manusia?) [Izayoi]

(Li-lihat mereka semua, jumlah mereka lebih banyak dari yang aku duga. Dan ini hanya seperenam-nya?) [Asuka]

(... Aku... nggak begitu bisa mengurus anak-anak. Apa aku tidak apa-apa?) [Yo]

Mereka bertiga memiliki kesan yang berbeda-beda, tapi mereka tidak mengatakannya keras-keras. Meskipun mereka adalah anak bermasalah atau semacamnya, mereka akan tinggal bersama anak-anak itu mulai sekarang, sehingga mereka akan berinteraksi dengan anak-anak setidaknya sedikit untuk menghindari adanya gesekan.

Kohon. Kuro Usagi batuk dengan disengaja dan mulai memperkenalkan mereka bertiga.

"Mereka adalah - dari kanan - Sakamaki Izayoi-san, Kudou Asuka-san, Kasukabe Yo-san.  Seperti yang kalian tau, mereka yang menjunjung tinggi Komunitas adalah Gift Player yang kuat. Mereka yang tidak bisa mengikuti Gift Game, mensupport Player-player itu dikehidupan pribadinya, menyemangatinya, dan dari waktu ke waktu membantu melepaskan ketegangan mereka." (Usagi)

"Ara, hal tersebut tidak diperlukan. Tidak usah sungkan ke kami kok." (Asuka)

"Tentu saja tidak. Yang seperti itu tidak ada di organisasi manapun." (Usagi)

Kuro Usagi langsung menolak saran Asuka dengan nada yang sangat tegas disuaranya.

Itu adalah nada dan ekspresi paling serius yang dia miliki sepanjang hari ini.

"Kehidupan sehari-hari Komunitas ditentukan oleh para Gift Player yang mengikuti Gift Game dan juga oleh berkat yang mereka dapat melaluinya. Selama kalian hidup di dunia Little Garden, ini adalah aturan yang tidak bisa kalian hindari. Kalau kau memberitahunya ke mereka yang masih kecil, itu akan memiliki dampak buruk bagi masa depannya." (Usagi)

"...Begitu ya." (Asuka)

Kuro Usagi dengan mudahnya menyuruh Asuka diam dengan suara dan sikap yang tegas. Itu adalah ketegasan dari seseorang yang memimpin Komunitas ini selama tiga tahun terakhir. Pemikiran lain muncul di kepala Asuka pada saat itu. Mungkin dia menanggung beban yang lebih berat di pundaknya daripada sebelumnya sekarang.

"Yang ada disini adalah anak-anak tertua. Mereka tidak dapat berpartisipasi dalam Gift Game, tapi seperti yang kalian lihat, beberapa dari mereka memiliki Gift tipe Hewan, jadi kalau kalian butuh sesuatu, tidak usah ragu meminta mereka. Kalian semua(anak-anak) tidak keberatan kan?" (Usagi)

""""Yoroshiku Onegaishimasu!"""""
(TL Note: Karna ga ada indo yang pas, jadi gini aja :v )

Sekitar 20 anak atau lebih menjawabnya dengan suara nyaring.

Mereka bertiga memiliki perasaan seperti sedang diserang oleh semacam senjata sonik.

"Haha, ramainya." (Izayoi)

"Me-memang" (Usagi)

(...Apa aku bisa akur ya sama mereka?)

Izayoi adalah satu-satunya yang tertawa. Dua orang lainnya memiliki ekspresi rumit diwajahnya.

"Baiklah kalau begitu, perkenalan sudah usai, sekarang mari kita tanam Pohon Airnya! Aku akan meletakannya diatas alas waduk. Jadi Izayoi-san, tolong keluarkan Kartu Giftnya." (Usagi)

"Aiyo." (Izayoi)

Tidak ada air di salurannya selama beberapa tahun, tapi bentuknya tetap sama. Meskipun begitu, ada retakan di beberapa tempat dan pasir juga mengendap di beberapa tempat penting. Seperti yang diduga, membersihkannya adalah tugas yang sulit.

Kasukabe Yo berdiri di tembok batu sedang melihat ke sekitar area dengan penasaran.

"Ini adalah waduk yang besar. Hampir sebesar danau." (Yo)

"Iya. Setelah melewati gerbang, kami melihat ada banyak sekali saluran disana sini, kalau semua saluran itu ada air yang mengalir, pasti akan jadi bahan tontonan. Akan tetapi, terakhir saluran-saluran ini digunakan sudah cukup lama sekali 'kan? Berapa lama terakhir dipakai, Usagi-neechan?"

Kuro Usagi berbalik dengan cepat ke arah kucing yang ada ditangannya Yo.

"Iya, salurannya terakhir kali digunakan adalah 3 tahun yang lalu, kucing belacu-san. Awalnya  Pohon Air dengan Mata Naga ditempatkan di alas waduk, tapi itu juga diambil oleh Demon Lord." (Usagi)

Mata Izayoi bercahaya.

"Mata Naga? Apa itu, aku mau dong! Dimana aku bisa dapetinnya?" (Izayoi)

"Oh. DImana ya kira-kira? Aku nggak akan ngasih Izayoi-san meskipun aku tau." (Usagi)

Kalau dia memberitau Izayoi letaknya, dia pasti akan langsung pergi dan menantang Gamenya. Kalau dia menantang seekor naga, maka tidak ada kemungkinan lagi untuk menyelamatkannya. Kuro Usagi menghindari pertanyaannya dan Jin kembali ke topik sebelumnya.

"Kami sudah melakukan beberapa perbaikan dari waktu ke waktu, tapi hanya minimal saja. Selain itu, itu tidak mungkin untuk mengisi seluruh waduk dan saluran airnya hanya dengan Pohon Air ini saja. Jadi kami menutup saluran yang mengarah ke area berpendudukan dan hanya membuka yang mengarah ke mansion utama dan asram saja. Kami menggunakannya beberapa kali ketika kami pergi mengambil air dari sungai, jadi tidak akan ada masalah." (Jin)

"Oh, apakah ada cara untuk mengirim air dari sungai yang berjarak beberapa kilometer jauhnya?" (Asuka)

Daripada Kuro Usagi yang sedang sibuk menempatkan tunasnya, Jin dan anak-anak lainnya menjawab pertanyaannya Asuka.

"Iya. Kami semua membawanya dengan ember dikedua tangan kami."

"Setengahnya biasanya tumpah dan menghilang ditengah-tengah."
(TL Note: Menghilang disini bisa antara menguap atau semacamnya)

"Kalau saja Kuro Usa-neechan diijinkan untuk mengambil air dari luar Little Garden, maka dia akan bisa mengisi waduknya dalam sekejap."

"...Begitu ya. Kedengarannya sulit." (Asuka)

Asuka mungkin mengharapkan lebih ke arah yang epik atau fantastik. Tapi kalau cara seperti itu ada, Kuro Usagi tidak akan pusing mengenai kekurangan air dan mereka tidak akan menyambut Pohon Airnya sesenang itu.

Kuro Usagi membuat lompatan besar ke tengah-tengah waduk dimana alasnya ada diatas tiang, kemudian dia berkata:

"Nah sekarang, aku akan melepas ikatan tali tunasnya dan kemudian akan berakar. Izayoi-san, tolong buka saluran yang mengarah ke mansionnya!" (Usagi)

"Aiyoi." (Izayoi)

Izayoi melompat ke bawah dan membuka pintu airnya. Segera setelah Kuro Usagi melepas ikatan tali dari tunasnya, ombak air besar menerjang keluar dari kain yang menutupi akarnya dan dengan cepat mulai membanjiri waduknya.

"Tu-, tunggu sebentar! Aku nggak mau basah kuyup lagi hari ini, oi!" (Usagi)

Izayoi sudah basah kuyup beberapa kali hari ini, jadi dia dengan buru-buru melompat ke atas tembok batu.

Sekarang segelnya telah terlepas, akar dari Pohon Airnya membalut sekitar tiang dibawah alas dalam sekejap dan mulai mengeluarkan lebih banyak air lagi.

Dari sinar bulan dan air yang mengalir turun dari cabang-cabang pohon, daun-daub baru tumbuh dan memancarkan kilauan yang memukau.

"Uwaa! Yang ini lebih hidup dari yang aku bayangkan♪" (Usagi)

Arus kuat mengalir melalui pintu air dan dengan cepat mengisi saluran yang mengarah ke mansion. Jumlah air yang memancar keluar dari Pohon Air menjadi lebih banyak dari apa yang awalnya mereka antisipasi, begitu banyaknya sehingga memenuhi waduk. Melihat pemandangan yang pernah ia lihat sebelumnya dimana tempat penyimpanan air itu dipenuhi air, Jin berbisik dengan nada yang dipenuhi emosi.

"Hebat! Dengan ini, kita mungkin bisa menggunakan air untuk hal-hal selain hal dasar...!" (Jin)

"Apa? Apa kau berencana mau mulai bertani atau yang seperti itukah?" (Izayoi)

"Hampir. Misalnya seperti menanam Gift tipe bunga seperti Suisen Ranka yang berkembang dipermukaan air, itu dapat menjadi sumber pemasukan buat Komunitas, bahkan tanpa harus berpartisipasi dalam Gift Game. Ditambah semuanya juga bisa ikut ambil bagian didalamnya..." (Jin)

"Hm... Terus apa itu Suisen Ranka, ochibi?" (Izayoi)

E? Jin meninggalkan mulutnya setengah terbuka karena terkejut. Akan tetapi, itu bukan karena dia yang tidak tahu mengenai bunganya.

Dia terkejut karena bagaimana dia dipanggil 'ochibi' tanpa ada preseden sama sekali, nama panggilan yang bercampur bersamaan antara bahasa hormat dan ejekan.
(TL Note: Chibi seperti yg kalian ketahui adalah cebol, semntara tambahan "O" itu berarti tanda hormat/respect)

"Su-Suisen Ranka, juga disebut Aquafian, merupakan bunga berwarna cahaya yang memiliki sifat pemurni air. Bunganya juga dapat digunakan untuk mandi herbal dan umumnya diperdagangnkan untuk nilai estetikanya. Kalau aku ingat, ada beberapa di air mancur alun-alun tadi." (Jin)

"Aah, kuntum bunga yang kayak telur ita ya? Mungkin seharusnya kita memang mengambilnya satu tadi itu kalau memang seberharga itu." (Izayoi)

"Ap-apa yang kau katakan? Suisen Ranka bahkan dapat digunakan sebagai Chip dalam Gift Game di Kawasan Selatan dan Utara, kalau kau mengambilnya maka itu namanya tindak kejahatan!" (Jin)

"Oi oi, nggak usah heboh sama hal kecil gitulah sementara kau masih anak kecil gitu, ochibi." (Izayoi)

Kachin, Jin akhirnya tersadar dan mencoba membantahnya.

Akan tetapi, Izayoi menghentikannya dengan gerakan tangannya dan mengatakan dengan ekspresi serius dan suara yang mengerikan.

"Maaf, tapi aku tidak akan menyebutmu Leader sebelum aku bisa menerima mu. Aku hanya mengambil Pohon Air itu karena aku merasa menyukainya. Aku tidak melakukannya untuk 'Kepentingan Komunitas' sama sekali." (Izayoi)

Jin kehilangan kata-kata. Dia dengar dari Kuro Usagi kalau Izayoi yang mengalahkan Dewa Ular dan mendapatkan Pohon Airnya. Sebanyak yang dia harapkan untuk Izayoi menjadi asset yang besar, kata-katanya memukulnya lebih keras lagi.

"Seperti yang aku pernah katakan ke Kuro Usagi sebelumnya, kalau Komunitas ini jadi membosankan setelah aku memenuhi tugas ku atas rasa terima kasih ku karena sudah mensummon ku... Aku akan meninggalkannya tanpa ragu, mengerti?" (Izayoi)

Izayoi berbicara dengan sikap yang bisa dianggap jujur tapi juga mengancam. Jin salah tanggap dengan kelakuan-kelakuan sembrononya Izayoi sebelumnya, tapi diantara mereka bertiga, Izayoi lah anak paling bermasalah diantara mereka.

Arti 'membosankan' darinya sendiri masih belum diketahui, tapi karena itulah Jin mengangguk dengan tegas.

"Kami adalah Komunitas yang memiliki ambisi untuk 'Mengalahkan Demon Lord'. Aku tidak berencana untuk bergantung pada Kuro Usagi selamanya. Selama Gift Game berikutnya... akan kubuktikan itu." (Jin)

"Begitukah. Akan kunantikan, ochibi-sama." (Izayoi)

Dia berbalik tertawa riang. Bagi Jin, nama panggilan itu menyebalkan, tapi untuk sekarang dia tidak bisa melakukan apapun mengenai itu, jadi dia menahan kata-katanya.

Berbanding terbalik dengan Jin yang hanya bisa bergantung pada Kuro Usagi sampai saat ini, rekan barunya Izayoi mampu berkontribusi lebih banyak bagi Komunitas.

(Gift Game pertama... Aku harus melakukan yang terbaik.)

Jin bergumam pada dirinya sendiri sembari menonton sixteen-days-old-moon muncul dari permukaan waduk.
(TL note: Saya ga ngerti maksudnya "sixteen-days-old-moon" itu apa, mungkin bisa dilihat disini http://www.derbyastronomy.org/Moon16Days.htm)

Part 3

Ketika mereka tiba di mansion, waktu sudah menunjukan tengah malam. Siluet markas dibawah sinar bulan sama besarnya dengan hotel. Yo sedang melihat ke arah mansion yang akan menjadi markas mereka dan bergumam kagum.

"Kelihatan besar bahkan dari kejauhan juga, tapi... bahkan jauh lebih besar dilihat dari dekat. Dimana kita akan tinggal?" (Asuka)

"Berdasarkan kebiasaan dari Komunitas kami, kami memberi peringkat ke mereka yang dapat mengikuti Gift Game, mulai dari peringkat tertinggi mereka akan tinggal di lantai tertinggi, tapi... kalian bisa memilih mau tinggal dimana sekarang. Pindah naik turun juga tidak akan nyaman." (Usagi)

"Begitu ya. Apa ada kendala kalau aku menggunakan bangunan yang lain?" (Asuka)

"Aah, bangungan itu merupakan bangunan untuk anak-anak. Biasa digunakan untuk sesuatu yang berbeda pada awalnya, tapi demi keamanan, semuanya bisa tinggal disini sekarang. Kalau Asuka-san tidak keberatan berbagi bangunan dengan 120 anak, maka..." (Usagi)

"Nggak jadi deh." (Asuka)

Asuka menjawab dengan cepat. Meskipun dia tidak begitu buruk dalam berurusan dengan anak-anak, menghabiskan waktu bersama 120 anak-anak mungkin tidak terdengar begitu bagus juga baginya.

Mereka bertiga mengkesampingkan dulu pertanyaan mengenai Little Garden dan Komunitas untuk saat ini, dan menunjukan keinginan kuat untuk 'Cuman mau mandi saja untuk saat ini', jadi Kuro Usagi sedang tengah mempersiapkan hal itu untuk mereka.

Ketika Kuro Usagi melihat keadaan bak besar yang sudah tidak digunakan dalam cukup lama, dia menjadi pucat dan

"Tolong tunggu sekitar 1 jam! Aku akan segera membersihkannya!". Teriaknya dan langsung mulai membersihkan bak-nya.

Mereka bertiga melihat-lihat sekilas kamar mereka yang sudah ditetapkannya, kemudian berkumpul di ruang tunggu.

"Ojou... Apa aku juga harus ikutan mandi?"

"Harus. Kamu harus mandi juga biar bersih." (Yo)

"...phuun? Aku sudah mendengarnya, tapi kau emang beneran bisa mengerti apa yang kucing itu katakan." (??)

"Iya." (Yo)

"Ada apa dengan nada tidak sopan mu itu!? Kalau terus berkata seperti itu, akan kututupi kasur mu dengan bulu-bulu!"

"Jangan bilang begitu, nggak baik." (Yo)

Bagi orang lain, kata-kata kucing itu hanya terdengar seperti meong meong, tapi Yo menanggapinya seperti manusia normal. Untuk orang luar, pemandangan itu terlihat mengerikan. Asuka bertanya dengan perasaan sedikit tidak enak.

"Mungkin pertanyaan ku terdengar kasar, tapi... apa mungkin alasan kau tidak memiliki teman itu..." (Asuka)

"Aku punya banyak teman kok. Tapi tidak ada satupun yang manusia." (Yo)

Dari nada jawabannya, Asuka mengerti untuk tidak melanjutkan hal itu lebih jauh lagi dan memilih untuk tetap diam.

Suara Kuro Usagi terdengar dari koridor beberapa saat kemudian.

"Pe-Persiapan bak mandinya udah selesai! Silahkan masuk, dimulai dari para gadis!" (Usagi)

"Terima kasih. Kami duluan, Izayoi-kun." (Asuka)

"Aku adalah seorang pria yang suka masuk belakangan, jadi tidak masalah bagiku." (Izayoi)

Ketiga wanita langsung pergi menuju bak besar. Izayoi yang sendirian sekarang sedang bersantai sedikit di ruang tunggu, kemudian...

"Nah sekarang, mari kita bereskan orang-orang yang ada diluar mansion itu untuk saat ini." (Izayoi)

Part 4

Ketiga wanita sedang membasuh tubuhnya di bak besar dan akhirnya bisa bersantai meregangkan diri di air.

Sepertinya langit-langit bak mandinya sama dengan yang di Little Garden, langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang dapat terlihat melalui langit-langit transparan.

Kuro Usagi sedang meregangkan tubuhnya dengan kedua tangannya mengangkat ke atas, mengingat-ngingat kejadian hari ini.

"Hari ini bener-bener hari yang panjang. Aku tidak pernah menyangka kalau mensummon rekan-rekan baru bisa menjadi semerepotkan ini." (Usagi)

"Apa yang kau maksud itu kami?" (Asuka)

"Bu-bukan itu maksud ku! Sama sekali bukan!" (Usagi)

Kuro Usagi menyangkalnya dengan keras, menyebabkan genangan air didalam bak itu. Disebelahya ada Yo yang memiliki ekspresi seperti orang melamun diwajahnya. Dengan ekspresi itu, dia bergumam

"Bak mandi ini... baunya seperti kita sedang berada di hutan, benar-benar enak. Kucing belacu seharusnya ikut masuk juga." (Yo)

"Tentu saja. Kami menggunakan air yang mengalir langsung dari Pohon Air, kucing belacu pasti akan menikmatinya. Ini adalah air bersih, jadi tidak akan jadi masalah meskipun kalian meminumnya." (Usagi)

"Iya... Itu mengingatkan ku, Kuro Usagi juga dapat mengerti ucapannya kucing belacu?" (Yo)

"Yup♪ Dengan hak khusus sebagai Judge Master, Kuro Usagi dapat berkomunikasi dengan sebagian besar spesies diluar spesies-spesies khusus." (Usagi)

Yo hanya menjawabnya dengan 'Oh'. Dia kelihatan sedikit senang itu mungkin bukan isapan jempol dari imajinasi seseorang.

Asuka mengatur kembali rambut halus dan panjangnya, dan  bergumam dalam lamunannya.

"Rasanya sedikit mirip seperti onsen. Aku menyukainya, bak mandi seperti ini." (Asuka)

Dia mengangkat tangan kanannya dan menggosoknya dengan tangan kirinya. Hanya dengan melakukan itu kulitnya terlihat menjadi lebih cantik.

"Pohon yang menghasilkan air... apa itu juga termasuk seuatu yang disebut Gift?" (Yo)

"Iya. Gift bisa berubah menjadi banyak bentuk, dan dengan menanamkannya dengan bentuk kehidupan, maka dapat menunjukan kekuatannya. Gift Pohon Air ini lahir dari kombinasi antara Pohon Keramat dengan kekuatan spiritual yang tinggi dan Karunia dari Dewa Air. Dan kemudian diwujudkan menjadi Gift dengan kekuatan untuk mengendalikan air jika di tanamkan dengan makhluk hidup."

"Mengendalikan air? Bukan membuatnya?" (Asuka)

"Itu tidaklah tidak mungkin, tapi akan sulit untuk menciptakan air murni seperti yang dilakukan oleh Pohon Keramat. Juga Pohon Air tidak menciptakan air dari ketiadaan, melainkan adalah menyerap kadar air dari atmosfir melalui daun-daunnya dan meningkatkan volumenya. Menciptakan sesuatu yang berwujud dari ketiadaan hanya sesuatu yang bisa dilakukan oleh seseorang yang selevel dengan Shiroyasha-sama atau Naga yang bisa." (Usagi)

Asuka menjawabnya 'Oh' dengan bengong.

Melihat langit yang penuh bintang, dia bergumam.

"Naga ya...apa itu juga didapat melalui Gift Game? Seperti apa dragon Game itu?

"Ka-kalau itu, sayangnya aku tidak tau. Ketika Kuro Usagi bergabung dengan Komunitas, itu sudah ditempatkan diatas alas tersebut." (Usagi)

"Oh, sangat disayangkan. Aku ingin menggunakannya sebagai referensi untuk Game besok." (Asuka)

Kuro Usagi tertawa terhadap kata-katanya Asuka, menyebutnya kecemasan yang tidak perlu.

"Tidak mungkin! Mempersiapkan Game yang sehebat itu tidak akan mungkin bagi [Fores Garo]. Kelangsungan Komunitasnya bergantung pada Game ini, Gamenya palingan hanya subjek yang mereka bisa saja, seperti 'Kekuatan', hal itu tidak akan jadi masalah untuk kalian. Tidak perlu cemas selama itu bukan sesuatu yang bergantung pada keberuntungan." (Usagi)


Asuka langsung bertanya kembali dengan ekspresi tidak senang.

"Apa ada Game yang benar-benar bergantung pada keberuntungan?" (Asuka)

"Iya! Gift Game memang jenis game seperti itu. Ada banyak Gift Game yang hanya menguji satu keberuntungan, Game yang seperti melempar dadu contoh bagusnya." (Usagi)

"Be-begitu ya." (Asuka)

Ekspresi Asuka menjadi kacau. Kelangsungan sebuah Komunitas bergantung pada Game yang seperti itu, tapi Asuka tidak ingin hal itu murni diputuskan oleh keberuntungan. Duel yang semacam itu tidak akan adil.

"Gift Game... ya. Aku kira semuanya akan baik-baik saja selama kami dapat bersenang-senang, tapi... kalau kita memikirkan tentang Komunitas, kita tidak boleh ceroboh. Bagaimana menurut mu, Kasukabe-san?" (Asuka)

Asuka mengalihkan topiknya ke arah Yo. Dia hanya diam berendam di dalam bak sejauh ini, tapi dia segera menjawab pertanyaan tak terduga itu.

"Menurutku tidak masalah selama kita menang. Kalau kita menang, kita akan bersenang-senang dan Komunitas pun juga ikut senang. Menyelam sambil minum air." (Yo)

"Yo-san benar! Menikmati Game merupakan syarat dalam menjadi Player kelas atas." (Usagi)

"Aku senang kalau kau bilang begitu." (Asuka)

Asuka sekarang menyesali tidak meminta apapun sebagai hadiah atas Gamenya dengan [Fores Garo]. Itu adalah kontes yang dapat dimenangkan. Dia seharusnya berkata sesuatu seperti 'Pertaruhkan seluruh keberuntungan mu!'.

Kuro Usagi sedikit mendekati mereka dan mengganti topik.

"Mumpung kita lagi bersama-sama di bak ini, kalau tidak berkenan, maukah kalian menceritakan diri kalian ke Kuro Usagi? Mengenai hobi, darimana kalian datang dan semacamnya." (Usagi)

"Oh, kenapa kau tertarik dengan hal itu?" (Asuka)

"Tentu saja karena penasaran! Kalian semua rekan wanita seperjuangan yang aku nanti-nantikan, Kuro Usagi sangat tertarik dengan kalian berdua♪"

Kuro Usagi bertanya dengan ekspresi senang. Kata-katanya tidak memiliki maksud tersembunyi ataupun niat buruk, tapi Asuka dan Yo memiliki ekspresi enggan diwajahnya. Di surat yang mereka terima tertulis seperti ini: 'tinggalkanlah teman kalian, barang-barang milik kalian, dunia kalian, dan datanglah ke Little Garden.'

Mereka tidak ingin mengenang kembali hal-hal yang sudah mereka tinggalkan.

"Tapi, ah yah. Kita ini rekan yang akan tinggal bersama mulai saat ini. Aku tidak keberatan selama kau tidak mengunkit lebih jauh." (Asuka)

"Aku tidak mau membicarakan itu. Tapi, aku ingin bertanya. Aku penasaran mengenai Kuro Usagi. Mengenai rambut mu yang berubah warna menjadi seperti bunga sakura, terlihat keren." (Yo)

"Ayaya, apa Kuro Usagi keren?" (Usagi)

"Aku juga penasaran. Kalau begitu gimana kalau kita sebut ini sebagai pertukaran informasi?" (Asuka)

Para gadis berbincang-bincang sedikit lebih lama setelah itu, bermandikan di bak air panas.

Part 5

Sixteen-days-old moon muncul malam itu.

Setelah keluar dari mansion, Izayoi berdiri seperti pengawal Deva King di depan gedung dimana anak-anak Komunitas sedang tertidur, dengan tangan terlipat.

"Ooi... kalau kalian tidak segera bertindak, aku jadi nggak mandi-mandi 'tau." (Izayoi)

Zaa, pohon-pohon bergoyang tertiup angin. Jika dilihat sekilas, tidak ada tanda-tanda ada seseorang disekitar sana, tapi Izayoi terus berbicara pada dirinya sendiri dengan ekspresi jengkel seperti mengarah pada seseorang.

"Apa kalian mau menyerang tempat ini atau nggak? Kalau iya, maka cepatlah lakukan." (Izayoi)

Zazaa, pohon-pohon masih tetap bergoyang tertiup angin. Masih tidak terlihat ada siapa-siapa yang bersembunyi disekitar sana.

Izayoi yang kecewa mengambil beberapa batu dan melemparnya dengan sepele ke arah bayangan-bayangan yang ada dipohon.

"Yo-!" (Izayoi)

Zudogan! Suara ledakan yang besarnya bukan main, yang tidak mungkin dari lemparan ringan itu, menghempaskan pohon-pohon disekitar, melemparkan bayangan-bayangan seseorang itu ke segala arah di udara, dan menggetarkan jendela di bangunan terdekat.

Jin dengan cepat keluar dari bangunan dan bertanya pada Izayoi apa yang baru saja terjadi.

"Ap-apa yang terjadi!?" (Jin)

"Sepertinya penyusup. Mungkin dari [Fores Garo]?" (Izayoi)

Sosok bayang-bayang dan puing-puing jatuh ke tanah satu demi satu.

Mereka yang masih sadar berdiri dengan sangat kesusahan dan melihat Izayoi dan Jin dengan seksama.

"Apa-apaan kekuatannya itu...! Kabar mengenai dia yang mengalahkan Ular Dewa itu ternyata memang benar." (??)

"Ya... dengan ini, mereka mungkin bisa menang Game melawan Galdo...!" (??)

Tidak ada aura permusuhan yang dapat dirasakan dari tatapan penyusup itu. Izayoi mungkin sudah menyadarinya, karena dia berjalan mendekati penyusup itu dan mulai berbicara pada mereka.

"Ooh? Apa, kalian bukan manusia?" (Izayoi)

Mereka semua memiliki bagian tubuh yang sangat berbeda dari manusia.

Ada yang memiliki telinga anjing, ada yang memiliki bulu badan yang panjang dan cakar, ada yang matanya seperti reptil.

Izayoi melihat mereka dengan ketertarikan yang besar.

"Kami adalah orang-orang dengan dasar manusia dan berbeda dengan Gift jenis Hewan. Tapi karena level Gift kami rendah, kami hanya bisa melakukan transformasi yang tidak sempurna." (??)

"Hee... jadi, kalian ingin berbicara dengan kami mengenai sesuatu, itulah kenapa kalian tidak menyerang? Cepat dan katakan padaku." (Izayoi)

Izayoi berkata pada mereka dengan senyuman. Akan tetapi para penyusup itu terhening dan terlihat sedih.

Setelah mereka bertukar pandangan diantara mereka, mereka menurunkan kepalanya dengan penuh determinasi.

"Kami mohon padamu! Maukah engkau menghancurkan Komunitas kam... Tidak, Komunitas yang bersekutu dengan Demon Lord, [Fores Garo]!!" (??)

"Nggak mau." (Izayoi)

Dia menolak permintaan putus asa mereka. Para penyusup itu terbujur kaku dan kehilangan kata-kata. Jin yang disebelahnya yang daritadi hanya mengamati situasi sampai sekarang, tercengang dan rahangnya sedikit turun.

Disisi lain, ekspresinya Izayoi menjadi bosan, dan berbalik ke arah para penyusup.

"Kalian mungkin salah satu Komunitas yang anggotanya ditahan oleh mereka, benar kan? Kalian diperintahkan untuk datang kemari dan menculik beberapa anak-anak, semacam itukan?" (Izayoi)

"I-iya. Kami tidak menyangka kau bisa menyadarinya sampai sana, tolong maafkan atas kebodohan dan perilaku kasar kami... Dia mengambil orang-orang kami dan menyanderanya, kami tidak bisa menolak perintah Galdo." (??)

"Aah, para sandera itu. Mereka sudah mati. Oke, pembicaraan selesai." (Izayoi)

".........Ap-? (??)

"Izayoi-san!!" (Jin)

Jina dengan cepat memotong percakapan. Akan tetapi Izayoi berbicara kepadaJin dengan nada dingin juga.

"Apa ada alasan untuk menyembunyikannya? Kalau kami menang Gift Gamenya besok juga bakalan terbongkar juga nantinya 'kan?" (Izayoi)

"Me-meskipun begitu, ada saat dan cara yang lebih tepat untuk mengatakan hal itu!!" (Jin)

"Ha-, apa kamu mau bilang padaku untuk memperdulikan perasaan mereka? Kau bercanda kan? Ochibi-sama. Pikir baik-baik, Siapa coba yang menculik sandera yang terbunuh itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah mereka." (Izayoi)

Jin tiba-tiba berbalik. Kalau mereka menculik lebih banyak orang lagi untuk dijadikan sandera... maka cukup pantas rasanya untuk mengatakan kalau merekalah yang bertanggung jawab atas setengah dari kematian para sandera.

"Memang keren memburu para penjahat itu, tapi aku tidak akan melakukannya jika aku diminta oleh bajingan yang sama juga." (Izayoi)

"Ka-kalau begitu, para sanderanya benar-benar...?" (??)

"...Iya. Sepertinya Galdo membunuh para sandera di hari yang sama mereka diculik." (Jin)

"Tidak mungkin...!" (??)

Para penyusup menurunkan kepalanya. Mereka mengotori tangan mereka sampai sekarang demi para sandera itu, perasaan syok karena mengetahui para sandera itu sudah tidak ada lagi di dunia ini pasti tidak tertahankan.

Melihat mereka tenggelam dalam keputusasaan, Izayoi tiba-tiba mendapatkan ide.

(Bajingan rendahan yang bersekutu dengan Demon Lord... Mungkin aku bisa menggunakan momen seperti ini.) [Izayoi]

Dia dengan cepat berbalik, kemudian menepuk pundak salah satu penyusup dengan senyuman anak kecil yang baru saja mendapat ide kenakalan baru.

"Kalian semua, apa kalian membenci [Fores Garo]? Apa kalian mau Komunitasnya dihancurkan?" (Izayoi)

"Te-tentu saja! Hal-hal yang sudah kami alami ini juga karena dia...!" (??)

"Gitu ya, gitu ya. Tapi kalian tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya 'kan?" (Izayoi)

Mereka mengigit bibir bawahnya.

"Di-dia masihlah bawahannya Demon Lord. kelas Giftnya jauh lebih tinggi juga. Meskipun kami menantangnya Game, tidak akan mungkin kami bisa menang! Tidak, meskipun ntah bagaimana kita bisa menang pun dan kemudian berakhir menarik perhatian Demon Lord..." (??)

"Gimana kalau ada sebuah Komunitas yang mengalahkan Demon Lord itu?" (Izayoi)

Ha? Mereka semua mengangkat kepalanya. Izayoi memegang pundaknya Jin dan menariknya mendekatinya.

"Aku bilang Jin-bocchan ini sedang membangun sebuah Komunitas untuk mengalahkan Demon Lord." (Izayoi)

"Na-!"

Tentu saja para penyusup dan bahkan Jin pun juga terkejut. Memang sedikit mirip dengan ambisi Komunitas mereka, tapi disaat yang bersamaan juga sama sekali berbeda. Rencana Jin adalah untuk melindungi Komunitas dan mengalahkan satu-satunya Demon Lord yang mengambil Bendera mereka.

Meskipun begitu, penjelasan Izayoi terdengar seperti Komunitas mereka sedang bekerja untuk tujuan mengalahkan semua Demon Lord.

Mungkin karena Komunitasnya tidak memiliki preseden, para penyusup bertanya lagi dengan wajah kebingungan.

"Komunitas untuk mengalahkan Demon Lord? A-apa itu...?" (??)

"Tepat seperti yang aku katakan. Kami akan melindungi semuanya dari ancaman Komunitas Demon Lord dan bawahan-bawahannya. Dan semua yang sudah kami lindungi wajib mengiklankan ini: 'Tawaran Hebat. Perhatian. Bagi kalian yang memiliki masalah dengan Demon Lord. Bicaralah kepada Jin Russell'." (Izayoi)

"Kau ber-" (Jin)

'Kau bercanda kan!?' itulah yang ingin Jin katakan, tapi mulutnya disumpal. Izayoi benar-benar serius.

Izayoi berdiri dengan cepat dan membuka lengannya seolah-olah dia ingin menangkap angin kuat.

"Apa yang terjadi kepada para sanderanya memang sangat disayangkan. Tetapi tenang saja. Besok anggota-anggota kami dengan kepemimpinannya Jin Russell akan membalaskan dendam kalian! Kalian bahkan tidak perlu mencemaskan mengenai apa yang akan datang setelahnya! Dan itu karena Jin Russell kami akan berdiri untuk mengalahkan semua Demon Lord!" (Izayoi)

"Oooo...!" (??)

Izayoi berbicara dengan sikap berlebihan, tapi para penyusup menemukan harapan dikata-katanya. Jin sangat ingin melepaskan diri dari lengannya, tapi kekuatan besarnya Izayoi membuatnya tertahan, dia bahkan tidak dapat membuat suara.

"Nah sekarang, kembalilah ke Komunitas kalian! Dan katakan ke seluruh anggota Komunitas kalian! Kalau Jin Russell akan mengalahkan semua Demon Lord!" (Izayoi)

"Ka-kami mengerti! Semoga beruntung besok, Jin-bocchan!" (??)

"Tu-....... Tung......!" (Jin)

Teriakan Jin tidak dapat menjangkaunya, para penyusup langsung pergi dalam sekejap. Setelah terlepas dari lengan yang menahannya, dia jatuh berlutut merasa dipermalukan.

Part 6

Setelah keluar dari bak, para gadis yang mengenakan negligee sebagai pengganti pakaian tidur pergi ke kamarnya Kuro Usagi dengan tujuan untuk mencari pakaian yang berbeda untuk dikenakan besok dan seterusnya. Terutama Asuka, yang datang ke Little Garden dengan pakaian formal dan sama sekali tidak mempunyai pakaian sehari-hari. Yo selalu menyukai pakaian sederhana, jadi baginya tidak ada masalah, tapi sepertinya Asuka tidak puas.
(TL Note: Negligee=pakaian perempuan yang dipakai sebelum tidur)

"Kami kan datang ke dunia yang luar biasa ini. Harusnya nggak ada masalah kalau aku mengenakan pakaian yang cocok sebagai pakaian santai 'kan?" (Asuka)

"Tentu saja! Meskipun begitu, aku nggak yakin kalau lemari pakaiannya Kuro Usagi punya sesuatu yang cocok dengan seleranya Asuka-san." (Usagi)

Goso goso. Kuro Usagi sedang memilah-milah pakaian yang ada dilemarinya.

Lemari yang ada dibelakangnya menarik perhatiannya ketika Asuka sedang melihat-lihat sekitar.

Ketika Kuro Usagi menyadari tatapannya Asuka yang sedang melihat kelemari itu, telinganya berdiri tegak seakan dia mendapatkan ide bagus.

"Oh iya aku jadi ingat, pakaian yang aku kenakan ketika aku sedang bertugas sebagai pengadil ada di lemari itu...!" (Usagi)

Kuro Usagi membuka lemari satunya lagi. Ada banyak kostum menggantung didalamnya.

"Pilih yang mana yang Asuka-san suka, pakaian satu bagian atau dua bagian?" (Usagi)

"Kalau aku yang pilih, maka aku pilih yang satu bagian." (Asuka)

"Aku setuju♪ Kuro Usagi juga memilih pakaian satu bagian. Kalau rok-nya?" (Usagi)

"Aku tidak tahu harus memilih apa kalau yang itu... tapi kalau yang sepanjang rok-nya Kuro Usagi akan sedikit memalukan." (Asuka)

"Uu, aku setuju. Kuro Usagi juga lebih suka rok panjang..." (Usagi)

Goso goso. Ada berapa banyak kostum yang ada disana? Kuro Usagi mengeluarkan banyak kostum dan mulai melihat-lihat.

Kuro Usagi membuka lemarinya sekali lagi dan kemudian dia tiba-tiba menaikan suaranya.

"Gimana kalau ini!?" (Usagi)

Basaa, dia membentangkan sebuah pakaian berwarna merah. Sebuah pakaian satu bagian, rok panjang, atau lebih tepatnya itu sebenarnya adalah pakaian formal. Yo berkedip tiga kali dari keflamboyanan pakaiannya.

"...Itu pakaian kasual?" (Yo)

"Kenapa, apa nggak cantik? Aku suka pakaian yang semacam ini juga." (Asuka)

Asuka yang tidak biasanya terlihat antusias melepas negligee-nya dan mengganti ini dan itu.

Kuro Usagi menjelaskan lebih banyak mengenai pakaiannya sambil membantu Asuka.

"Aku menerima pakaian ini dari Shiroyasha-sama sebagai pakaian pengadil. Selama ada permintaan, Kelinci juga bisa melakukan pekerjaan sebagai pembawa acara bersamaan dengan tugas pengadil kami, dan dengan itu kami juga bertanggung jawab atas hiburannya." (Usagi)

"Begitukah?" (Asuka)

"Iya! Itulah kenapa ada Divine Protection yang ditempatkan dipakaiannya untuk melindungi pemakainya. Mungkin juga akan jadi ide yang bagus untuk memakainya dalam Gift Game besok." (Usagi)

Asuka baru saja mengerti apa tujuan Kuro Usagi.

Karena ada Gift of Protection tertanam didalamnya, ini bukanlah pakaian mencolok biasa, dia berpikir kalau memakainya akan sama bergunanya dengan pakaian kasual dan juga akan menjadi berguna ketika dalam keadaan darurat.

Setelah memakainya, Asuka melangkah dua langkah kedepan.

Pakaian cantik yang memanjang hingga kakinya Asuka cocok untuk setiap gerakannya seolah-olah dia menari-nari sedikit. Juga dengan memakainya, tubuhya ntah kenapa terasa lebih ringan dari biasanya.

Asuka mengangkat suaranya dengan kekaguman.

"...Ini luar biasa. Aku tidak pernah mengenakan rok yang semudah ini dalam bergerak." (Asuka)

"Fufu, tentu saja! Pakaian ini kan tidak lain-" (Usagi)

"...tapi, area di dadanya sedikit longgar." (Asuka)

Heh? Kuro Usagi tiba-tiba saja kehilangan kata-kata memeriksa garis tubuh Asuka dari bawah dada.

Asuka merupakan gadis berumur 15 tahun yang tumbuh sehat, tapi dibandingkan dengan Kuro Usagi, dia masih tertinggal.

Dilihat sekilas, Kuro Usagi terlihat seperti gadis muda, dia dada besarnya dan figur kewanitaannya dari pusar ke bokongnya membentuk garis tubuh yang dieal.

Area pinggangnya lumayan ngepas, tapi area dadanya tanpa diragukan lagi terlalu besar.

Kuro Usagi mencoba untuk memperbaiki situasi dengan tergesa-gesa.

"Ayaya, it-itu mah...! Ya-yaah! Akan kusesuaikan ukurannya agar bisa sesuai dengan ukurannya Asuka-san! Akan segera selesai pas Game besok...! (Usagi)

"...ya, terima kasih." (Asuka)

Asuka setuju dengan ekspresi yang kompleks. Dia merasa seperti terkalahkan. Meskipun dia adalah anak bermasalah, dia tanpa diragukan adalah seorang gadis juga.

Suara seseorang berjalan melalui koridor markas terdengar segera setelah itu.

Part 7

Di lantai tertinggi markas, Jin menyeret Izayoi ke aula resepsi dan berteriak padanya karena dia tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi.

"Apa yang ingin kau coba capai!?" (Jin)

"'Mengalahkan Demon Lord' hanya diganti menjadi 'Mengalahkan semua Demon Lord dan komplotannya', kan? 'Bagi kalian yang memiliki masalah terhadap Demon Lord, silahkan hubungi Jin Russel', slogannya bisa jadi sesuatu seperti itu mungkin?" (Izayoi)

"Itu tidak lucu dan bukan untuk ditertawakan juga! Kau sudah melihat seperti apa dampak dari kekuatan Demon Lord di pintu masuk Komunitas 'kan!?" (Jin)

"Tentu saja. Bisa bertarung dengan seseorang yang memiliki kekuatan semenarik itu dalam Game akan menyenangkan." (Izayoi)

Izayoi duduk di sofa aula resepsi, bersandar kebelakang dengan angkuhnya dan menunjukan harapannya untuk bisa bertanding dengan Demon Lord. Jin menjadi bungkam untuk beberapa saat, kemudian meminta penjelasan padanya atas kelakuannya tadi.

"Me... menyenangkan kau bilang? Kalau begitu Izayoi-san berencana untuk menggiring Komunitas ini menuju kehancuran hanya untuk kesenangan mu?" (Jin)

Nadanya Jin ketat. Tingkah lakunya Izayoi tidak termaafkan.

Jika orang ini berencana untuk menggunakan Komunitas ini hanya sebagai kesenangannya, maka tidak peduli seberapa bergunanya aset yang dia miliki itu, mereka tidak akan menerimanya. Jin akan berbicara ke Kuro Usagi dan mengusirnya keluar. Izayoi tersenyum riang seperti biasanya.

"Gak. Rencana ini dibutuhkan dalam pengembangan Komunitas." (Izayoi)

"Rencana...? Apa maksudmu?" (Jin)

"Aku ingin memeriksa sesuatu terlebih dahulu. Bagaimana rencana mu untuk mengalahkan Demon Lord setelah memanggil kami? Mereka yang seperti Shiroyasha dan yang membuat reruntuhan itu juga disebut 'Demon Lord', kan?" (Izayoi)

Jin terdiam. Meskipun mereka menginginkan untuk mendapatkan kembali kehormatan mereka dan mengalahkan Demon Lord, bukan berarti dia yang sebagai leader memiliki rencana yang sudah ditetapkan. Jin mengumpulkan kecerdasan mudanya dan menjawab.

"Pertama... Aku berencana untuk mendapatkan sumber air. Meskipun sumber air sekelas Dewa Air mustahil, masih banyak sumber air lainnya yang - setelah dengan cermat merencanakannya dengan bantuan pendatang-pendatang baru - mungkin untuk didapat. Tapi mengenai Izayoi-san yang memberikan hasil yang sangat luar biasa dan diluar dugaan, aku benar-benar sangat bersyukur." (Jin)

"Ya, bersyukurlah padaku." (Izayoi)

Mengabaikan Izayoi yang tertawa, Jin melanjutkan.

"Dengan terus menyelesaikan Gift Game, Komunitas pastinya akan tumbuh kuat. Meskipun para pendatang baru tidak memiliki kekuatan, jika kita menggabungkan kekuatan, kita bisa tumbuh menjadi Komunitas yang lebih besar. Lebih dengan mengumpulkan orang-orang yang bertalenta... kita seharusnya bisa mengatasi jenis Gift Game papun." (Jin)

"Begitu ya, penuh harapan dan ekspetasi." (Izayoi)

Izayoi tidak menunjukan tanda terintimidasi. Jin tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, secara drastis merubah nada suaranya, dia berteriak kepada Izayoi.

"Dan lagi... dan lagi, apa yang Izayoi-san lakukan adalah mengekspos Komunitas ke arah marabahaya demi kesenagan mu sendiri!! Kalau rumor mengenai kami yang merupakan 'Komunitas untuk Mengalahkan Demon Lord' tersebar, maka berakhir sudah, Game dengan Demon Lord menjadi mustahil untuk dihindari. Apa kau benar-benar mengerti apa maksudnya itu!?" (Jin)

Jin memukul tembok aula resepsi sambil berteriak. Lebih terlihat dia sudah tidak sanggup lagi. Melihat Jin yang seperti itu, Izayoi menghentikan tawanya dan kali ini dia melihat ke arah Jin dengan tatapan sinis.

"Sulit dipercaya. Kau berbicara mengenai sesuatu seperti membangun ulang, mendapatkan kembali kebanggan mu dengan rencana tidak jelas seperti itu? Aku kecewa dengan mu ochibi." (Izayoi)

"Na-" (Jin)

"Bertambah kuat dengan mengambil bagian dalam Gift Game? Itu diluar pertanyaan. Aku tanya bagaimana cara kita menang melawan Demon Lord?" (Izayoi)

"Se-seperti yang sudah aku bilang, dengan mengambil bagian dalam Gift Game, kami bertambah-" (Jin)

"Kalau begitu apa Komunitas ini yang sebelumnya tidak mengambil bagian dalam Gift Game dan menjadi kuat?" (Izayoi)

"I... itu..." (Jin)

Jin tidak bisa berkata apa-apa. Izayoi langsung menembakan pertanyaan lain padanya.

"Juga, apa Komunitas ini yang sebelumnya tumbuh besar hanya dari Gift Game saja?" (Izayoi)

"...Tidak." (Jin)

Komunitas tumbuh besar berkat Gift kuat dan Pemilik Gift kuat. Dengan kata lain orang-orang bertalenta.

Sudah sewajarnya kalau orang-orang yang bergantung pada talentanya sendiri ingin menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai Komunitas. Biarpun begitu... Komunitas ini tidak memiliki Nama ataupun Bendera krusial.

"Kami tidak memiliki Nama ataupun Bendera. Tidak ada satupun yang bisa diberikan oleh Komunitas ini. Dengan kondisi seperti itu, keberadaan Komunitas kami bahkan tidak dapat menyebar dari mulut ke mulut. Itulah alasan kau memanggil kami, kan?" (Izayoi)

"...."

"Kita bahkan tidak bisa menandatangani apapun ketika membeli dan menjual barang. Tidak heran kalau [Thousand Eyes] tidak memperlakukan kami [No Name] sebagai pelanggan. Lagian [No Name] hanya salah satu dari banyaknya yang tak bernama. Dan karena itulah akan jadi bahaya untuk menaruh kepercayaan kepada kita. Kau akan melebihi Komunitas ini yang sebelumnya dengan kerugian itu." (Izayoi)

"Melebih... yang sebelumnya...!?" (Jin)

Menyadari kenyataan ini terasa seperti sebuah palu yang menghantam wajahnya Jin.

Komunitas ini yang sebelumnya secara luas dianggap sangat impresif di Kota Little Garden.

Jin hanya memiliki talenta yang minim, dan menjadi Leader karena tinggi badan dan juga secara kebetulan. Akan tetapi, meskipun dia pernah mengatakan akan Mengalahkan Demon Lord, kata-katanya Izayoi menggambarkan realitas yang sedang dia coba hindari.

Jin tidak bisa membalas kata-katanya, jadi Izayoi yang terkejut memberikannya pukulan terakhir.

"Sejauh yang aku lihat, kau benar-benar tidak memikirkan apa-apa." (Izayoi)

"....."

Dari rasa malu dan skala tanggung jawab yang diperlihatkan dari kata-kata itu, Jin tidak bisa mengangkat kepalanya.

Akan tetapi, Izayoi memegang pundaknya Jin dengan kuat dan berkata dengan senyum licik.

"Jika tidak ada Nama ataupun Bendera... maka tidak ada pilihan lain selain mempromosikan nama Leadernya, kan?" (Izayoi)

Jin tiba-tiba mengangkat kepalanya. Di saat yang bersamaan dia menyadari apa yang menjadi tujuannya Izayoi. Ketika dia bicara dengan para penyusup, Izayoi berulang kali menekankan nama Jin dan kenyataan kalau Jin adalah leadernya. Itu berarti,

"Kau berencana untuk menarik perhatian kepadaku... dan mempromosikan keberadaan Komunitas kami dengan cara itu?" (Jin)

"Yup, bukan rencana yang buruk 'kan?" (Izayoi)

Kali ini Jin melihat Izayoi yang tertawa dengan bangga dengan cahaya yang berbeda dari sebelumnya.

Dia mengulang kata-kata Izayoi beberapa kali dalam pikirannya dan mulai berpikir serius mengenai strategi itu.

"T-tentu... itu adalah taktik yang efektif. Kalau Leader bekerja sebagai figur publik untuk Komunitas dan mempromosikan keberadaannya... maka hal itu akan membangun kepercayaan yang setara dengan memiliki Nama dan Bendera." (Jin)
(TL Note: Ntah kenapa di part ini saya jadi lebih ngerti daripada nonton animenya)

Shiroyasha contohnya. Meskipun dia hanyalah salah satu Petugas dari [Thousand Eyes], namanya sudah dikenal diberbagai bagian di dunia. Saat ini, memiliki Leader yang menonjol akan memiliki dampak yang sama dengan memiliki Bendera.

"Tapi itu saja masih belum cukup. Masih belum cukup pengaruh untuk rumornya bisa menyebar jauh. Jadi, kalau ada satu contoh dimana seorang anak muda bernama Jin Russell, yang bertujuan untuk mengalahkan Demon Lord menang... Maka rumor tersebut pastinya akan tersebar bagaikan riak air." (Izayoi)

"D-Dan tersebar kemana?" (Jin)

"Ke mereka yang memiliki ambisi yang sama 'Mengalahkan Demon Lord' dipikirannya." (Izayoi)

Demon Lord menantang Komunitas kuat untuk bertanding demi kesenangan. Bahkan dapat dikatakan kalau mereka ada di Little Garden hanya demi memuaskan keinginan mereka sendiri. Komunitas-Komunitas yang hancur sebagai hasilnya sama banyaknya dengan jumlah bintang dilangit. Ada kesempatan yang bagus dimana orang-orang yang memiliki kemampuan tetapi sayangnya dikalahkan oleh Demon Lord akan memiliki ambisi untuk mengalahkannya.

Jantung Jin berdetak lebih cepat dari strategi yang sangat spesifik yang bahkan belum pernah ia impikan sebelumnya.

Itu karena apa yang dia katakan benar-benar sangat mungkin.

"Menyebarkan rumor mengenai keberadaan Komunitas kami menggunakan nama ku..." (Jin)

"Ya. Situasi saat ini adalah kesempatan yang bagus. Lawannya terhubung dengan Demon Lord dan ini adalah Game yang dapat kita menangkan. Korbannya berasal dari berbagai Komunitas. Kalau kita bisa menyebarkan nama ochibi dengan baik menggunakan ini..." (Izayoi)

Meskipun kecil, riak akan menyebar didalam Komunitad dekat Gerbang Luar nomor 2105380.

Jika mereka dapat mendapatkan ungkapan syukur dari Komunitas-Komunitas yang menderita dari tangan bawahannya Demon Lord, makan rumor akan menyebar secara stabil dibawah permukaan.

"Yah, seperti yang ochibi takutkan, ada besar kemungkinan juga menarik Demon Lord yang lainnya. Meskipun begitu, ada jejak kalau Demon Lord pernah dikalahkan 'kan?" (Izayoi)

Kuro Usagi menjelaskan seperti ini: 'Kalau kau mengalahkan Demon Lord, kau bisa menjadikannya bawahan mu.' Itu berarti ada orang-orang yang dapat mengalahkan salah satunya, dan itu adalah kesempatan untuk mendapatkan bidak kuat untuk organisasi.

"Hal yang Komunitas ini sangat kekurangan saat ini adalah orang-orang bertalenta. Aku tidak akan mengatakan aku menginginkan sesuatu yang mustahil seperti orang-orang yang setingkat denganku, tapi aku ingin seseorang yang dapat menopang ku. Tapi itu terserah pada ochibi mau setuju atau tidak. Tentu saja kalau kau memiliki rencana-rencana keren kedepannya, aku akan membantumu." (Izayoi)

Jin melihat kembali Izayoi yang sedang tersenyum. Tidak ada tanda marah lagi pada dirinya.

Logika yang mendasari strateginya menjadi masuk akal. Mensetujuinya memang mudah, tapi dia tidak akan melupakan elemen tidak stabil dari rencananya juga. Setelah mempertimbangkan semuanya, Jin menyatakan kondisinya.

"Aku punya satu kondisi. Maukah kau berpartisipasi ke dalam Gift Game yang akan di selenggarakan oleh [Thousand Eyes] tidak lama dari sekarang?" (Jin)

"Kenapa? Apa kau ingin mempertunjukan kekuatan ku?" (Izayoi)

"Itu juga salah satu alasannya. Tapi ada tujuan lain dibaliknya. Barang yang sangat penting akan dipamerkan selama Game ini, yang dimana kami harus mengambil kembali tidak peduli apa itu." (Jin)

Nama dan Bendera. Suatu harta Komunitas yang sama besarnya dangan kedua hal itu.

"Apa maksud mu... mantan rekan?" (Izayoi)

"Iya. Dan tidak hanya rekan biasa. Tapi dia adalah suatu keberadaan yang disebut mantan Demon Lord." (Jin)

Mata Izayoi bersinar. Senyumnya menjadi berbahaya dan dia mulai mengeluarkan aura berbahaya.

"Heh? Rekan mu adalah mantan Demon Lord? Hal itu memagang makna yang cukup besar." (Izayoi)

Jin menjawabnya dengan anggukan.

"Ya. Seperti apa yang kau kira, itu berarti Komunitas kami yang sebelumnya pernah mengalami bertanding dan mengalahkan Demon Lord." (Jin)

"Berarti ada seseorang - yang akan kami sebut Super Demon Lord dengan gaya penamaan yang hebat - yang dapat menghancurkan Komunitas yang itu sendiri mampu mengalahkan Demon Lord lain." (Izayoi)

"T-tidak ada yang menyebutnya seperti itu! Ada perbedaan kekuatan diantara Demon Lord dan semuanya sangat berbeda. Shiroyasha-sama juga memiliki hak khusus Host Master, tapi tidak ada yang memanggilnya Demon Lord lagi. Penggunaan 'Demon Lord' hanya ditujukan kepada mereka yang menyalahgunakan hak khusus Host Master nya." (Jin)

Hak khusus Host Master itu sendiri tidak lebih dari salah satu alat yang ada untuk membuat Little Garden lebih menarik.

Jin menjelaskan kalau hanya beberapa saat penyalahgunaan, kata Demon Lord pun menjadi muncul.

"Host Game-nya merupakan salah satu dari Petugas [Thousand Eyes]. Dia mungkin membuat semacam perjanjian dengan Demon Lord yang telah menghancurkan kami dan mendapatkan kepemilikan atas rekan kami. Karena mereka merupakan Komunitas pedagang, akan jadi jalan yang terbaik kalau kami bisa mengatasinya menggunakan uang, tapi..." (Jin)

"Sayangnya kalian miskin ya? Lagipula, yang aku butuhkan hanyalah mendapatkan kembali Mantan Demon Lord itu kan?" (Izayoi)

Jin menjawabnya dengan anggukan. Kalau dia mampu, makan Jin pastinya ingin memintanya untuk melakukan itu.

"Iya. Kalau kita bisa menyelesaikannya, akan jadi memungkinkan untuk mempersiapkan pertarungan menghadapi Demon Lord, dan aku juga akan mendukung rencan mu. Akan tetapi, tolong jangan beritahu dulu Kuro Usagi mengenai ini..." (Jin)

"Okkay." (Izayoi)

Izayoi berdiri dari sofa-nya. Ketika dia ingin membuka pintu aula resepsinya untuk kembali ke kamarnya, dia berkata sesuatu yang baru saja muncul dipikirannya ke Jin.

"Jangan kalah dengan Gamenya besok." (Izayoi)

"Aku mengerti. Terima kasih." (Jin)

"Kalau kau kalah, aku akan meninggalkan Komunitas." (Izayoi)

"Aku mengerti.... Eh apa?" (Jin)

No comments:

DMCA.com Protection Status