Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 1 Part 3,5 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 1 Part 3,5 Bahasa Indonesia

October 11, 2016 Pipo Narwastu


Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Volume 4 Chapter 1 Part 3,5/3: Kaeri Tsuita Basho de

Setelah percakapan itu, diskusi didalam gerobak berjalan dengan halus.

Bagaimanapun, mereka telah menunggu lebih dari setengah hari untuk bisa saling bicara. Dan karena ada banyak hal yang ingin mereka katakan, waktu yang mereka punya cukup terbatas.

Saling berbagi cerita yang terjadi beberapa hari yang lalu dengan Emilia, kemudian Otto ikut bergabung dengan percakapan mereka, dan bahkan ikut ambil bagian dalam rencana mereka kedepannya.

Sederhananya,

"Intinya, kalau kita tidak segera menemui Roswall, maka kita tidak akan bisa merencanakan apapun, kan?" (Subaru)

Setelah semua itu, kesimpulannya masih sama dengan titik awal pembicaraan.

Roswall adalah satu-satunya orang yang mengerti betul kapabilitas dan kekuatan fraksi Emilia, jadi tidak ada yang bisa dilakukan tanpa adanya dia.

"Yah, kalau Ram, yang sedang pergi ke Sanctuary, bertemu dengan Roswaal, kita bisa sekalian memintanya untuk kembali ke Mansion. Tapi pertama-tama, aku akan menampar mukanya dulu, sebelum menuju ke pembicaraan."
(TL Note: Sanctuary adalah Makam, disini saya ubah jadi Sactuary saja. Btw kenapa banyak "koma" ga perlu? Karena RAWnya juga begitu, emang Subaru ngomongnya lagi begitu.)

"Kau cukup agresif juga ke majikan mu ya, Natsuki-san?" (Otto)

"Aku pikir aku punya hak untuk melakukannya setelah apa yang dia buat selama ini! Dia sangat pantas menerima itu!" (Subaru)

Melihat kembali kekacauan yang ditinggalkan Roswall untuk dibersihkan Subaru, kurang lebih ini adalah tindakan yang tepat untuk dilakukan. Faktanya, Emilia tidak terlihat punya keinginan untuk menghentikan Subaru, dia seakan mengijinkannya untuk melakukannya "hanya kali ini saja.".

Setelah menyimpulkan diskusi mereka dan topiknya berganti menjadi masalah kawasannya Roswall, gerobak naga mereka telah meninggalkan hutan dan memasuki desa.

—mereka seketika menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

Desa yang biasa dilihat Subaru, tampaknya menjadi sunyi dan suram setelah pertempuran melawan Betelgeuse. Bahkan tidak ada tanda-tanda tentara Ekspedisi yang sedang berjaga-jaga.

Singkatnya, seperti tidak ada satu pun penduduk yang telah kembali.

"Aku tidak melihat siapapun, Natsuki-san. Tempat ini tidak terlihat seperti sudah dihancurkan atau sebagainya, hanya saja tidak ada siapapun disini." (Otto)

Turun dari gerobak naga, Otto menyuarakan pikirannya ketika melihat kesekeliling desa bersamaan dengan beberapa penduduk yang kembali bersama mereka. Bahkan Subaru, yang melihat bersama kelompok yang berbeda pun memiliki kesimpulan yang sama.

Dalam keheningan yang suram itu, ingatan dari pengulangan yang sebelumnya — dimana para penduduk dibunuh dan dibantai dengan keji oleh jari-jarinya Betelgeuse tiba-tiba saja muncul dalam pikiran Subaru bagaikan mimpi buruk yang mendatanginya kembali. Tapi dia yakin kalau dia hanya terlalu memikirkannya saja.

Tapi kemudian, itu memunculkan pertanyaan lainnya.

"Ram bilang kalau dari sini ke Sanctuary hanya sekitar 7-8 jam... tapi kenapa mereka lebih terlambat dari kita yang berdiam di Ibu Kota selama tiga hari terlebih dahulu?" (Subaru)

"Mereka mungkin tidak mengetahui kalau kita sudah mengalahkan Pemuja Penyihir, jadi mungkin mereka masih berhati-hati?" (Otto)

"Roswall mengabaikan kediamannya? Kalau saja Roswall menghadapi "Dosa Kemalasan" itu secara tatap muka, dia dapat menang dengan mudah. Bahkan jika memang bukan gayanya 'Dosa Kemalasan' untuk bertarung secara terbuka, Roswall seharusnya datang kesini paling tidak untuk menyelidikinya." (Subaru)

Roswall yang bahkan dapat terbang, dapat dengan mudah kembali ke wilayahnya. Kalau dia berniat melakukannya, dia dapat menyelidiki sekitar Mansion untuk ancaman-ancaman yang masih tersisa, dan memastikan daerahnya aman untuk bisa kembali. Tapi dia tidak melakukannya.

"Antara dia yang terlalu berhati-hati atau..." (Subaru)

"Sesuatu telah terjadi di Sanctuary?" (Emilia)

Mereka berdua berpendapat sama. Saling memandang satu sama lain, mereka mengangguk.

Tidak peduli apapun itu, mereka harus mencari tau yang terjadi di Sactuary.

Selain masalah mereka, para penduduk juga memiliki kekhawatiran tersendiri.

Bagaimanapun juga, sekitar 60% dari seluruh penduduk menuju Sanctuary. Mereka yang kembali dari Ibu Kota: anak-anak yang ingin menemani Emilia, orang tua mereka, dan pasukan-pasukan muda yang ikut bersama mereka, hanya meliputi 40% dari seluruh penduduk. Tanpa yang lainnya, kelangsungan desa akan sangat terpengaruh.

Selain itu, pikiran orang-orang selalu cenderung mengarah ke kemungkinan terburuk.

"Bagaimanapun, kita harus melakukan sesuatu... Untuk sekarang, ayo kita kembali ke Mansion. Aku ingin mengistirahatkan Rem dulu. Juga, Otto, kau tidak memiliki tempat untuk tinggal, jadi datanglah bersama kami ke Mansion." (Subaru)

"Apa? Merepotkan Ma-Margrave dengan menginap disana!? Kalau aku harus berada disituasi seperti itu, aku lebih memilih tidur di gerobak naga!" (Otto)
(TL Note: Margrave=semacam penguasa perbatasan.)

"Nggak usah ngeluh, kau sudah terlibat. Sebaiknya kau cepat membiasakan diri karena aku akan menggunakan mu sampai kau mati!" (Subaru)

Mengaibaikan Otto yang keberatan, Subaru mengucapkan selamat tinggal ke para penduduk dan meminta Patrasche untuk pergi ke Mansion.

Dengan memakan waktu 15 menit berjalan kaki dan 5 menit menggunakan gerobak, terbentang Mansion Roswall yang begitu dirindukan.

Terakhir kali, dia tidak memiliki kesempatan untuk mengagumi pemandangannya, jadi ketika dia melihat ini lagi, kali ini, ada sesuatu yang emosional mengenai itu semua.

"Yah, tidak ada yang berubah sepertinya. ...Ram dan yang lainnya juga masih belum kembali sepertinya." (Subaru)

"Tapi, Beatrice pasti masih ada didalam. Kuharap dia tau dimana Sanctuary itu." (Emilia)

"Ap- Benarkan? Sial... Kukira Emilia-tan tau dimana Sanctuary itu. Jadi gimana cara kita memastikan kalau Roswall baik-baik saja?" (Subaru)

Pondasi paling penting dari rencana mereka telah runtuh, Subaru mengerutkan dahinya terhadap kegelapan yang membentang dihadapan mereka.

Wajah cantiknya Emilia juga menunjukan rona kesedihan. Otto yang tidak bisa ikut dalam percakapan mereka hanya bisa melihat, terpesona dengan kemewahan Mansion dan sekelilingnya, seakan tenggelam ke dalam mimpi.

"Cih. Sial. Yah, kita hanya bisa berharap Beatrice tau sesuatu tentang ini." (Subaru)

"Neh, kenapa kau mendecapkan lidah mu ketika menatap ke arah ku?" (Otto)

"Cih. Itu cuma perasaan mu saja. Tidak ada yang peduli kepadamu seperti yang kau pikirkan." (Subaru)

"Wow, komentar mu jahat sekali!" (Otto)

Mengabaikan Otto yang sedikit depresi, Subaru memakirkan gerobak naganya di halaman depan dan pergi menuju pintu masuk.

Pertama, menemui Beatrice, kemudian memeriksa Mansion, terus mempersiapkan ranjang untuk Rem, lalu memikirkan rencana untuk kedepannya lagi—

"Aku pulang, Mansion Roswall! Inilah yang kurindukan sa..." (Subaru)

Mengatakan itu sambil mendorong pintu masuknya, suara Subaru tersendat.

Karena apa yang menyambutnya adalah pemandangan yang sangat berbeda dari yang dia duga.

Di lorong masuknya terbentang karpet-karpet yang sangat cantik, di sudut tangga yang menuju lantai atas terdapat vas-vas yang terlihat mahal yang dipenuhi oleh bunga-bunga dengan aneka warna. Dari langit-langitnya tergantung lampu kristal yang begitu cantik, yang biasa menjadi lampu-lampu gantung di dunia paraller ini.

Lorong masuk yang dikenalnya... benar-benar berbeda dari apa yang dia perkirakan. Apa yang dia perkirakan malah—

"Bahkan tidak tergores sedikit pun.... Apa memang sudah diatur seperti ini!?" (Subaru)

Tatakannya ditata begitu rapi tanpa adanya sedikitpun lipatan, dan bunga-bunga didalam vas yang berada di sudut-sudut tangga juga mekar begitu indah, lampu gantungnya dirawat dengan sangat baik dan bersinar dengan begitu indahnya, bahkan lebih dari biasanya.

Tercengang dengan pemandangan tak biasa ini, Subaru kehilangan kata-katanya dan terus berdiri.

Karena kekagumannya, reaksinya menjadi sangat lambat.



"—Siapa itu!?" (Subaru)

Sebuah suara yang kecil, lemah, dam hampir tidak terdengar.  Subaru dengan panik menoleh ke arah suara tersebut.

Tapi, ketika dia menyadari Bayangannya, sudah sangat terlambat.

Bayangannya sudah ada di belakangnya dan kemudian—

Subaru melihatnya, dari arah belakangnya, seolah-olah seperti gerhana, bayangan itu menelan Subaru sepenuhnya.

Didalam bayangan itu... Mulut yang dipenuhi dengan taring putih, layaknya binatang buas, terlihat jelas di matanya Subaru.

—Dan berikutnya, tanpa dia bisa sadari... Subaru kehilangan kesadaran, dan dunianya, telah terseret kedalam kegelapan.

No comments:

DMCA.com Protection Status