Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia

October 16, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Kirz
Editor: C.Darmawan & Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Volume 4 Chapter 2 Part 1/3: Batō to Kansha

—Oi, Subaru, menyedihkan sekali dirimu kalau mati disini.

Tetap gelisah, terbaring disana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Subaru bangun lalu melihat ke sekitarnya.

Ia bangun dengan normal seperti biasanya, tapi yang menjadi alasan kenapa ia tidak berpikiran seperti itu, karena tadi itu bukanlah 'Tidur'. Dia berusaha keras untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia kehilangan kesadarannya, Tetapi hal yang pertama Ia jumpai ialah ini, berada di ruangan yang begitu ia kenal.

"Ini bukannya ruang tamu Mansion.. kan?" (Subaru)

"Oh, Subaru, kamu udah bangun?"

Sebuah suara terdengar seolah-olah sedang memastikan sesuatu, lalu pintu itu terbuka dan wajah Emilia pun muncul.

Rambut putihnya yang di kepang, Wajahnya berseri saat Ia berjalan mendekati Subaru di kursi itu, membungkukkan badannya, dan Ia saling bertatapan.

Ditatapi olehnya dengan begitu seriusnya, oleh kedua matanya, Subaru menjadi agak malu.

"Uhm, Emilia-tan, Apa yang terjadi?" (Subaru)

"Saat kamu memasuki mansion, kami mendengar teriakanmu. Otto dan aku benar-benar terkejut. Lalu aku berlari kedalam untuk melihat.." (Emilia)

"Aku, sedang tertidur?" (Subaru)

"Mengatakannya kaya gitu rasanya sedikit menipu.... tapi secara teknis emang ga salah sih, Aku benar kan?" (Emilia)

Emilia menaruh jarinya di bibirnya, dan agak memiringkan kepalanya. Tidak ada hal yang darurat dari apa yang dikatakannya tadi.

Dirinya panik saat Ia terbangun, tapi melihat Emilia yang begitu tenang, Subaru menyadari kalau tidak ada sesuatu yang gawat. Namun meskipun demikian, Dia tidak bisa menghilangkan perasaan kalau ada sesuatu yang tidak biasa.

Ia yakin kalau sebelum Ia kehilangan kesadarannya, makhluk seperti binatang dengan taringnya yang tajam telah—–

"Emilia Ojou-sama, bolehkah saya masuk?"

Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar, diikuti oleh munculnya suara seorang Wanita memanggil Emilia. Mendengar suara itu, Ia memberinya izin dengan 'Tentu', dan lalu pintunya perlahan terbuka.

Melihat kearah pintu yang secara tak disangka dibuka itu, Subaru tidak dapat berbuat apapun melainkan merasa bingung.

—Rasanya aku tidak pernah mendengar suara itu sebelumnya.

Kebimbangannya sudah dipastikan saat Ia melihat apa yang berdiri dibelakang pintu itu.

"Saya telah membawakan minuman dan beberapa tambahan handuk kecil —Oh, rupanya kau sudah bangun ya"

Senyuman dari wanita itu terekam di kedua mata Subaru.

Dia adalah Wanita dengan rambut pirang cerahnya yang panjang, dan tali di punggungnya diikat begitu sempurna. Penampilan dan sikapnya di segala sisi begitu lembut, dan dari gerakannya yang lembut tidak menunjukkan gerakan yang tidak penting.

Ia memakai pakaian yang familiar di kalangan para pelayan di Mansionnya Roswaal — Seragam Maid yang imut dan Praktis, dengan tidak banyaknya kerutan atau lipatan yang terlihat.

Piring ditangannya membawa Sebuah Guci berisikan Air dan beberapa handuk kecil, Yang mana ditaruhnya dengan lembut dilantai, di tengah ruangan tanpa bersuara. —Kalau dia dinilai, dia pasti lulus dengan nilai sempurna...

...Itu, kalau kau hanya melihat sisi keganasannya dan senyum nya yang terlihat jahat. (maksudnya ketika dia tersenyum terlihat sangar ato lebih kayak psikopat..)

Seragamnya begitu pas dipakainya, tapi orang yang memakai seragam ini sedikit lebih tinggi dari Subaru, yang memakai seragam olahraganya. Jika dia itu laki-laki, dia akan terlihat sehat dan kuat, tapi disaat semua itu ada pada diri perempuan, semua itu hancur seketika.

Terlebih lagi, senyumannya disaat ia menghentikan langkahnya yang lembut itu — kesan pertamanya telah dirusak saat taring tajam muncul di sudut mulutnya. Melihat lebih dekat, ada sesuatu yang tidak wajar dari tatapan tajamnya itu, dan kedua bola matanya yang hijau tampak berseri-seri, seperti karnivora, yang sedang melihat mangsanya.


"Suatu kebahagiaan bisa bertemu denganmu. Saya pembantu rumah tangga nya Tuan Roswaal L.Mathers, Frederica Baumann..." (Frederica)

"Serem amat tuh muka—!?" (Subaru)

Perkenalan dirinya yang begitu sopan telah diputus oleh ucapan blak-blakan yang keluar dari mulut Subaru. Mendengar ini, wanita itu terdiam, dan setelah kedua matanya yang terlihat jahat itu mengedip beberapa kali —— air matanya mulai keluar.

"...hiks, hiks..." (Frederica)

"Ap..?" (Subaru)

"Subaru, kamu bego!" (Emilia)
(TL Note: Wahh.. nangis,, subaru terlalu greget xD)

Tanpa sepatah kata apapun, wanita itu memalingkan wajahnya, bahkan Subaru terkejut. Lalu setelah itu, Ia di serang oleh omelan, dan rasa sakit dari kupingnya yang di jewer. "Ow!, ow!" Merintih kesakitan lalu menoleh, Ia melihat Emilia yang dahinya mengkerut seperti biasanya saat dirinya sedang marah.

"Omongan mu itu sangat menyakitkan bagi seorang perempuan tau ga! Frederica melakukan apapun untuk merawatmu dan kamu..." (Emilia)

"S-Saya minta bisakah anda biarkan saja, Emilia Ojou-sama. Tidak apa-apa. Sayalah.. Sayalah yang salah sebenarnya. Saya terlalu senang dipanggil lagi ke istana ini, saya terlalu bersemangat.. dan lupa jika penampilan saya kurang enak dilihat dalam segala hal.." (Frederica)

Menarik lengan baju Emilia, dia— wanita yang dipanggil Frederica ini menggelengkan kepalanya. Dengan tangan satunya lagi menutupi mulutnya.

"Maafkan saya yang telah mengagetkanmu. Terlebih lagi, Saya telah melakukan hal yang tidak pantas untuk dilakukan beberapa waktu yang lalu. Saya tidak menyangka saya dapat berbuat kesalahan dengan menganggap Natsuki Subaru-sama itu penyusup" (Frederica)

"Penyusup... AH, BENTAR BENTAR. Rasanya aku tau apa yang sebenarnya terjadi" (Subaru)

Terbebas dari siksaan Emilia untuk saat ini, Subaru memijat-mijat telinganya disaat Ia memikirkan omongan wanita itu. Sesungguhnya, Ia sudah paham apa yang sebenarnya terjadi.

Sebetulnya, sosok misterius yang berlari kearahnya disaat Ia memasuki Istana itu Ialah—

"Disaat aku balik lagi ke Istana ini, Frederica-san menyangka kalau aku ini penyusup, dan mencoba untuk menangkapku. Lalu, Emilia-tan datang, dan meluruskan kesalahpahaman ini, dan membawa kita kedalam keadaan yang seperti sekarang ini.. ya kan?" (Subaru)

"Tepat sekali... Pemahaman anda cepat juga ya." (Frederica)

"Banyak kok hal yang tak bisa kupahami hanya dengan melihat situasinya saja... tidak, sebelum itu" (Subaru)

Frederica membenarkannya, Subaru lalu menoleh ke Emilia yang sedang berdiri dibelakang Frederica, menggerakkan sedikit kepalanya kearah Frederica berkali-kali. Subaru merasa begitu berat hati disaat mengerti maksud dari gerakan Emilia itu. Jadi Subaru berdiri dari kursi itu, dan menghadap kearah Frederica, dan berkata.

(TL Note: Bagi yang gk ngerti ngapain emilia gerak gerakin kepalanya ke arah frederica, disitu emilia melakukan bahasa tubuh, dan Subaru ngerti apa maksudnya, yaaah gimana ya jelasinnya, pokoknya ya begitu dah, dia nyuruh subaru melakukan sesuatu terhadap Frederica, apa yg ingin dilakukan? Mari kita lihat xD)

"Senang bertemu denganmu, Maafkan aku yang telah mengatakan hal yang aneh tiba-tiba tadi. Aku tau, Aku tidak bisa menyangkalnya kalau aku berlaku begitu karena aku baru bangun, atau aku cuma bercanda denganmu dan meminta untuk melupakan semuanya. Terserahmu mau melakukan apa padaku, entah itu merebusku atau menggorengku.. Ya walaupun aku akan sangat berterima kasih jika aku gak banyak merasakan sakit nanti." (Subaru)

Daripada dibilang ia bertindak layaknya seorang pria, malah lebih terlihat Subaru yang menjatuhkan harga dirinya, disaat Ia mengatakan permintaan maaf yang begitu pasrah itu.

Mereka sesungguhnya sudah berbuat salah, tapi tidak seperti wanita itu, yang hanya menyerang penyusup yang baru dicurigainya saja, ucapan nya Subaru yang tadi itu memang sangat keterlaluan. Jadi, sebagaimana yang Subaru katakan, jika hal ini bisa menghilangkan rasa amarah wanita itu, Subaru dengan senang hati akan menerima hukuman apapun.

Dia lebih memilih tanpa rasa sakit secara fisik, dan berharap lebih ke arah penyiksaan emosional saja...

Permintaan maaf subaru ini yang ada bukannya terkesan gagah, malah sebaliknya.

"—-Haha, kau benar-benar orang yang lucu." (Frederica)

Dengan berbicara seperti itu, Senyuman yang disembunyikannya dibalik tangannya yang menutupi mulutnya, seketika Frederica membuat semua itu tidak berarti lagi.

Terhadap Subaru yang masih bertanya-tanya, Frederica membungkuk, cerahnya rambut emasnya yang berayun-ayun disekitar wajahnya.

"Saya lah yang seharusnya yang meminta maaf. Sesuai permintaan Emilia Ojou-sama, Saya sedang menguji dirimu" (Frederica)

"Menguji?" (Subaru)

Terhadap ucapannya Frederica, mereka berdua Subaru dan Emilia memiringkan kepalanya. Mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya dibicarakan Wanita itu.

Tidak masalah kalau cuma Subaru yang bingung, tapi kalau Ia mempercayai omongan wanita itu, aneh rasanya. Soalnya Emilia juga terlihat bingung seperti dirinya. Melihat reaksi mereka yang terlihat sama itu, Frederica semakin tersenyum.

"Meskipun saya berakting seperti itu berdasarkan tugas saya yang melindungi mansion ini, apa yang telah saya perbuat terhadap Subaru-sama itu tetap saja kasar. Saya sudah siap untuk itu, atau pergi dari sini karena tidak ada pilihan lain, tapi melepaskan posisi saya karena tindakan itu..." (Frederica)

"Enggak, Menurutku kau itu terlalu cepat untuk berkesimpulan seperti itu. Aku pasti mengerti kalau kita membicarakannya baik-baik dulu, kan?" (Subaru)

"Kemudian, Emilia Ojou-sama menceritakan tentang dirimu. Dia berusaha sangat keras, saya pikir wajahku pun akan ikut memerah saat mendengar hal-hal yang ia katakan tentang Subaru..." (Frederica)

"Apa!?" (Subaru)

Terkejut oleh apa yang barusan Wanita itu katakan, Subaru berteriak, lalu menoleh kearah Emilia. Emilia saat itu sedang berusaha keras menyembunyikan wajahnya yang begitu memerah.
(Editor Note: Tjieeeee...)

"Fre–de–ri–ca–!" (Emilia)

Kedua tangan di pinggangnya, Tidak seperti sifat Emilia yang biasanya, Ia mengeluarkan suara yang begitu histeris, menatap dengan marahnya ke maid itu. Menerima semua itu, Frederica dengan tenangnya menjawab

"Oh ya ampun, seramnya... Jadi begitu, Emilia Ojou-sama belum berubah juga, tetap gak ada imut-imutnya (Note: Maksudnya gampang marah). Normalnya, entah omongan saya ini benar atau tidak, muka anda yang memerah dan menjadi gugup sekarang ini, reaksi anda adalah yang tercantik." (Frederica) 

"Eh, benarkah..? Tunggu, Aku tidak akan ditipu olehmu kali ini. Bahkan seseorang seperti diriku, yang selalu kena tipu, bisa mengetahuinya dengan baik! Yap benar, Aku tau kalau kamu lagi bo'ong, Salah satu dari kedua matamu itu menjadi malas." (Emilia)

"Aku tidak tahu jika ternyata begitu alasannya. Ngomong-ngomong Emilia Ojou-sama, apa kau tahu kalau kapanpun kau berbohong, telingamu akan menjadi sedikit lebih panjang?" (Frederica)
(TL Note: Sepertinya frederica mulai sdikit kurang ajar ngomongnya, jd mungkin dia pake 'Aku' sekarang ini, melainkan 'Saya')

"Tidak mungkin!?" (Emilia)

Raut wajah kemenangannya Emilia, tangan yang dibentangkan dan jarinya yang menunjuk Frederica, semua itu telah hilang ketika ia cepat-cepat menggerakan tangannya untuk memegang kedua telinganya. Melihat reaksi yang seperti ini, itu berarti benar-benar Frederica yang menang sekarang.

Tetap dalam keadaan bimbang, Emilia tampaknya tidak menyadari kalau dirinya sudah kalah, tapi Subaru, yang begitu serius meperhatikannya, menghela napas dan mengangkat bahunya.

"Tampaknya diriku sudah benar-benar dikalahkan... Namaku Natsuki Subaru dan... haruskah aku memperkenalkan diri?" (Subaru)

"Ya, tentu saja. Aku dengan senang hati akan mendengarkannya. Ayo kita mulai lagi dari awal dan saling memperkenalkan diri dengan sewajarnya kali ini" (Frederica)

Dengan ucapan itu, Frederica menurunkan tangannya dari mulutnya, tersenyum dengan taringnya. Kali ini, melihat senyuman bertaringnya itu, seluruh angin keluar dari paru-paru Subaru.

No comments:

DMCA.com Protection Status