Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 27 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 27 Bahasa Indonesia

October 10, 2016 Pipo Narwastu


TL Note: Disini saya menerjemahkan menggunakan dua sumber, english dan jepang. Jadi kalau ada banyak perbedaan dengan englishnya, harap maklumi karena versi englishnya pun banyak yang sesat.

Chapter 27: Pertempuran di Malam Hari

"Waaa... Maafkan aku.." (Nina)

Itu adalah suara teriakannya Nina. Kami kembali setelah selesai makan malam dan sedang melakukan kelas khusus untuk mengajari Nina menulis dan berhitung, meskipun begitu, dia memang buruk dalam hal itu.

"Kenapa Yu begitu pintar?" (Lena)

"Karena aku belajar tiap hari." (Yu)

Ketika aku masih di dunia sebelumnya, aku belajar setiap hari. Kalau aku pulang ke rumah, ayah angkat ku akan menyiksa ku, jadi cara terbaik untuk menghabiskan waktu adalah pergi ke perpustakaan. Aku memilih perpustakaan umum, karena perpus sekolah tidak dapat memuaskan hasrat ilmu pengetahuan ku. Karena itulah, pengetahuan ku mungkin salah satu yang terbaik di dunia ini.

Nina menutup rapat telinganya dengan kedua tangannya. Sementara Lena kebalikannya, dia benar-benar ingin belajar dilihat dari tatapan membaranya.

"Nah, mari kita liat buku mengenai skill yang kita beli tadi, Nina, ketika kamu berubah menjadi assassin, skill apa saja yang bisa kamu gunakan?" (Yu)

"Hmm... Karena aku baru saja nambah job, sepertinya aku masih belum bisa menggunakannya." (Nina)

Skill, hanya karena memilikinya saja bukan berarti kau bisa menggunakannya. Perlu latihan beberapa tahun untuk bisa menguasainya. Bahkan juga ada versi upgradenya 【Stealth】 dan 【Silent Step】 yang disebut dengan 【Cloaking】, tapi tidak akan tersedia sebelum kau bisa mengusai keduanya terlebih dahulu. Sama seperti Lalit yang sepertinya sudah melatih skillnya di guild.

Job ku magic warrior dengan kata lain, dapat bertarung dengan pedang dan sihir. Skill job nya dapat membuatku menggunakan 【Magic Sword】 yang berarti aku bisa membuat pedang ku menjadi senjata sihir. Akan sangat berguna untuk menghadapi monster dengan memanfaatkan elemen terlemahnya.

"Karena paman yang kita temui di guild tadi adalah seorang assasin, haruskah kita memintanya untuk mengajari mu?" (Yu)

"Joseph?" (Nina)

"Bukan, tapi paman yang bodoh itu lho." (Yu)
(TL Note: Yang dimaksud adalah Lalit)

"Paman mesum itu lebih baik mati saja.." (Lena)

Lena sepertinya masih marah dengannya.

Ketika kami sedang asik mengobrol, airnya sudah mendidih. Di desa, bak mandi tidaklah tersedia, tapi di kota besar seperti ini, bak mandi dengan air hangat dapat dengan mudah ditemukan.

"Aku suka ketika panas." (Lena)

"Aku juga... Ayo nyebur.." (Nina)

"Kalian bisa mandi duluan, aku nanti sehabis kalian." (Yu)

"Apa?" (Nina)

Dia melihat ku dengan wajah bodoh.

"Apa? Kamu mau bilang sesuatu kepadaku?" (Yu)

"Nggak... Nah Lena, kau bisa nyebur duluan.." (Nina)

Nina sekarang membuat wajah serius, aku khawatir dengan apa yang sedang dia pikirkan.

"Aku selesai.." (Lena)

Lena mengenakan pakaian tidur sederhana yang kami beli hari ini. Terlihat seperti gaun malam dibandingkan dengan pakaian tidur. Setelah itu adalah giliran ku mandi karena Nina ingin giliran yang terakhir.

Bak mandinya cukup untuk satu orang bersantai didalamnya. Aku tidak memiliki kesempatan untuk bisa menikmati bak yang aku buat di desa Resser, jadi aku dengan cepat nyebur kedalamnya.

Aku merasa kayak ada yang aneh. Ketika aku membuka mata ku, Nina sedang melompat ke dalam bak.

"Whaaaa..." (Yu)

"Seperti yang kuduga, Yu tidak menyadari 【Stealth】 dan 【Silent Step】 ku." (Nina)

Apa yang membuat ku tercengang bukanlah karena melihat Nina yang sama sekali tak berpakaian, tapi dia yang sedang menekan gunung berapi berbahayanya ke punggung ku.

"Ehehehe.. Rasanya nikmat.." (Nina)

"Ada sesuatu yang aneh di punggung ku. Ini gawat.." (Yu)

"U~u ~ jahatnya ~" (Nina)

Meskipun begitu, dia mengatakannya dengan gembira.

Setelah keluar dari bak, Lena melihat ke arah ku dengan tajam. Karena aku tak merasa punya salah, jadi aku abaikan saja.

Karena cuman ada dua ranjang, satu untuk ku dan satunya lagi untuk Nina dan Lena. Meskipun begitu, mereka tiba-tiba naik ke ranjang ku. Sementara aku yang ditengah-tengah, kekuatan Nina menekan ku dan Lena datang lagi nambahin tekanannya.


Kalau saja mereka mau bekerja sama seperti ini selama pertarungan. Akan melelahkan kalau aku jadi keringatan lagi, jadi aku terima saja takdir ku ini.

Nina menarik napas dalam-dalam.

"Fuuaah.." (Nina)

Lena juga menciumi bau ku ketika sedang berada dalam kontak dekat. Nih cewek juga mesum.

"Baunya Yu enak." (Lena)

Ketika Lena bilang begitu, kakinya Nina menjerat kaki ku.

"Iya.. Baunya Yu enak." (Nina)

Ketika sedang terjepit dan tidak bisa bergerak gini, bisakah aku tidur?

........

Mofisu dan Joseph sedang minum-minum di ruang guild master.

"Jadi, pemula itu lebih baik dari yang pertama kita duga?" (Mofisu)

Mofisu sudah mendengar mengenai pertarungan itu, tapi dia ingin menanyakan Joseph secara rinci dengan mengundangnya minum.

"Kalau ini bukan karena permintaan mu, mungkin saja aku akan benar-benar menghancurkannya." (Joseph)

Sambil berkata seperti itu, Joseph meminum minumannya kembali.
Mofisu terkejut. Untuk seseorang yang memiliki mood suram dan yang mengeluh sana sini bisa-bisanya menuruti request semacam itu...

"Apa talentanya sebanyak itu..." (Mofisu)

"【Swordmanship lvl 5】 sudah cukup tinggi di guild lainnya, kalau mempertimbangkan umurnya, dia mungkin yang pertama di negara ini." (Joseph)

"Jadi, kerajaan Houdon mungkin memiliki pemula yang lebih baik? Atau negara lainnya?" (Mofisu)

Tangan Joseph berhenti minum saat ini.

(Dia tidak hanya memiliki skill 【Swordmanship】 saja...) [Joseph]

"Ada apa?" (Mofisu)

"Yah, ketika kau melakukan 【Analysis】 padanya, apa ada kemungkinan kalau dia mengenakan perlengkapan yang menyembunyikan statusnya?" (Joseph)

"Aku ragu itu. Lagian sudah terlihat jelas di 【Analysis】" (Mofisu)

Mofisu sudah menjadi guild master di kota Comer selama beberapa tahun. Dia selalu percaya penilaiannya tidak pernah salah.

Joseph masih tetap diam. Dia tidak memberitahunya kalau Yu dapat menggunakan sihir. Dengan 【Swordmanship lvl 5】 di umurnya yang segitu, dan bisa menjadi seorang jenius. Ditambah 【Black Magic】 yang kemungkinan level adalah lvl 4, dia bisa menyebabkan banyak negara saling berebut untuk dapat memilikinya disisi mereka.

"Ya... Dia tidak akan mungkin mencurangi 【Analysis】-nya Collet.." (Joseph)

(Akan lebih baik jika orang tua ini tidak mengetahuinya..) [Joseph]

Dan minum-minum pun dilanjutkan hingga pagi hari.

No comments:

DMCA.com Protection Status