Kumo desu ga, Nani ka? Chapter 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Kumo desu ga, Nani ka? Chapter 1 Bahasa Indonesia

November 04, 2016 Pipo Narwastu


Translator: KIV

Chapter 1: Prologue


Pertempuran raja iblis dan ksatria, adalah sesuatu yang terjadi berulang kali di dunia ini.

Raja iblis selalu muncul di setiap era, menjadi pemimpin dari kaum iblis di dunia. Setiap kali dia dikalahkan, iblis berkekuatan besar akan menggantikan posisinya, menjadi raja iblis untuk era selanjutnya. Itu adalah ketentuan dari dunia ini.

Telah banyak raja iblis yang berkuasa dan jatuh. Masing-masing dari mereka berbeda satu sama lain. Salah satu dari mereka mampu membelah bumi dengan kekuatan tinjunya, menciptakan jurang baru sebagai sebagai bukti. Yang lain menguasai sihir kegelapan, dikatakan mampu mengalunkan ribuan sihir dalam satu pertempuran.

Dari perbedaan itu yang menjadi kesamaan di antara mereka semua hanyalah kekuatan yang luar biasa dan agresi mereka terhadap umat manusia.

Sosok Ksatria (勇者) menjadi satu-satunya harapan bagi umat manusia dalam melawan raja iblis. Pertempuran di antara ksatria dan raja iblis terjadi dinamis. Terkadang sang ksatria mampu mengalahkan raja iblis, namun terkadang juga sebaliknya. Dan layaknya raja iblis, para ksatria yang gugur juga akan selalu digantikan penerusnya. Pertempuran umat manusia dan iblis akan terus berlangsung, tanpa pernah berhenti. Karena itulah takdir dunia ini.

Kemudian ada sebuah tragedi, di mana ksatria dan raja iblis saling beradu kekuatan kembali. Keduanya merupakan pengguna dari sihri dimensi yang langka. Sihir yang setara dengan kekuatan dewa. Sihir yang mampu memanipulasi ruang dan waktu. Karena kemampuan mereka setara, mereka akhirnya mengeluarkan sihir tersebut. Kedua sihir menggempur satu sama lain, membuat dunia berteriak.

Baik sang ksatria maupun raja iblis, keduanya tewas tak mampu menahan sihir satu sama lain. Dampak kejadian tersebut, menembus ruang dan waktu, mencapai dunia lain. Sebuah ledakan tercipta di dunia tersebut, dalam sebuah planet bernama bumi, di sebuah Negara bernama jepang, memorakporandakan sebuah kelas di sebuah SMA. Keduapuluh enam murid dan seorang guru tewas seketika dalam ledakan yang disebabkan sihir tersebut.

Kejadian ini dilaporkan media sebagai sebuah ledakan misterus, tapi mereka yang tewas tidak akan tahu mendengar berita tersebut.

Bahkan bila terlahir kembali, mereka tidak akan pernah tahu apa yang terjadi.

Itu karena, jiwa mereka yang terenggut, terbawa menembus ruang dan waktu, menuju dunia dimana sang ksatria dan raja iblis bertarung. Jiwa mereka tersebar ke berbagai tempat dan terlahir kembali di dunia yang baru tersebut.

Ini, adalah kisah mengenai mereka.



GYAAAAH!

Aku mencoba berteriak, tapi tidak ada suara yang keluar. Ada apa dengan suaraku? Apa lukaku begitu parah hingga aku tidak bisa berteriak!?

Ok, baiklah, tenang dulu…

Aku ingat saat pelajaran bahasa tadi, tubuhku tiba-tiba merasakan sakit yang amat sangat. Mungkin karena itu aku kehilangan kesadaran. Dan sekarang rasa sakit itu sama sekali tidak ada. Pandanganku gelap gulita, membuatku tidak tahu ini di mana.

Kemudian, kusadari aku tidak bisa bergerak, tubuhku seperti dihalangi oleh sesuatu. Apa mungkin, sekarang aku sedang koma!?

Uwaa… Aku tidak mau percaya, tapi itu sangat, sangat mungkin. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya aku sedang koma.

Nai waa…

Aku terjaga, tapi tubuhku tidak bisa bergerak, tidak bisa merasakan apapun… Uwah, aku bisa gila kalau terus begini…!!

Nai waa….

EH? Apa itu? Samar-samar aku mendengar sesuatu bergesekan. Ok, sepertinya telingaku berfungsi. Syukurlah… eh, tapi aku masih belum bisa bergerak! Kalau aku cuma bisa mendengar berarti sama aja bo’ong dong.

Buk!

Aduh! Eh!? Apa, apa itu? Apa aku menabrak sesuatu? Hmm? Aku merasa sakit… Eh, eh? Ok, tenanglah diriku. Tenang, walaupun sakit, berarti syarafku masih berfungsi! Mungkin tadi aku terlalu cepat menarik kesimpulan kalau aku sedang koma. Berarti memang benar ada sesuatu yang menutupi tubuhku hingga aku tidak bisa bergerak. Ahaha!

Eh, itu nggak lucu! Kalau begitu ini kenapa dong? Apa aku diculik dan dimasukkan ke dalam karung? Nggak, nggak. Mana mungkin ada yang mau menculik hikkikomori sepertiku…

Pokoknya, coba keluar dulu.

Krak!

Oh, ada sesuatu yang pecah ketika aku memberontak dengan tubuhku. Sepertinya ini bukan karung. Tapi apa ya? Lembut, tapi rapuh di saat bersamaan, aneh pokoknya. Yah, bukan urusanku sih kalau rusak. Yang penting kabur dulu!

Krak!

Terbuka! Aku merangkak keluar dengan kepala terlebih dahulu. Dengan ini aku bebas!!

…Dan kulihat segerombolan laba-laba raksasa berada di hadapanku.

Hah!? UEEEH!? APAAA!? Apa-apaan gerombolan laba-laba raksasa itu!? Mereka semua seukuran dengan tubuhku!!?

Satu per satu, mereka keluar dari sesuatu yang seperti telur. Oh, ternyata suara yang tadi berasal dari situ!

Aku melangkah mundur tapi kakiku menabrak sesuatu.

Hmm? Ini, apa? Bukannya tadi aku keluar di sekitar sini? Kalau dilihat lagi, bentuknya sama seperti telur laba-laba yang barusan. Eh… apa mungkin aku keluar dari sini!?

Aku mencoba melihat tubuhku. Tapi entah kenapa leherku tidak mau bergerak.

Namun dari sini aku dapat melihat kaki dari ujung pandanganku.

…Kaki laba-laba.

EEEEEEH, APA-APAAN INI!!? A-Apa mungkin ini… Tentang “itu”!? Cerita tentang “isekai” yang sedang populer di internet!? Nggak, nggak! Soalnya, kalau ini seperti di novel, bukankah harusnya ada dewa yang keluar? Aku harus meminta ganti rugi!!

Eh, tapi sepertinya aku pernah membaca cerita yang dewanya nggak keluar. Hmm… polanya sih protagonist cowo bakal jadi pahlawan, terus kalau protagonist cewek biasanya jadi bangsawan arogan. Tapi sepertinya, nasibku tidak akan berakhir seperti itu….

Aku mencoba melihat tubuhku lagi. Di sekelilingku, ada kaki laba-laba yang kurus setipis kawat. Aku mencoba menggerakan satu kaki, dan tia bergerak mengikuti kemauanku.
(TLN: penggunaan kata ganti “tia” untuk obyek sama seperti “it” dalam bahasa inggris.)

Ok, sepertinya ini memang kakiku.

Hmm…

Mau tidak mau sepertinya aku harus menerima kenyataan.

Entah kenapa, aku terlahir kembali sebagai seekor laba-laba.

No comments:

DMCA.com Protection Status