Kumo desu ga, Nani ka? Chapter 4 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Kumo desu ga, Nani ka? Chapter 4 Bahasa Indonesia

November 13, 2016 Pipo Narwastu


Translator: KIV

004 – Untuk Pertama Kalinya Dalam Hidupku (yang Singkat Ini), Aku Menjelajahi Dungeon (Tempat Kelahiranku)

Baiklah, masalahku tidak akan selesai kalau aku hanya berdiam diri di sini.

Sepertinya ada jejak kaki manusia disini yang itu berarti ada orang didalam sini. Aku sebaiknya tidak mengikuti jejak kaki itu. Bertemu mereka mungkin akan merepotkan, jadi lebih baik aku kearah lain.

…dan ngomong-ngomong, goa ini besar sekali.

Langit-langit goanya mungkin sekitar 100 meter dari tubuhku, dan lebarnya kurang lebih juga sama. Berbagai macam ukuran bebatuan cukup menyamarkan ukurannya, tapi goa ini tetap saja besar.

Sekarang aku berada di persimpangan dimana tiga terowongan bertemu membentuk huruf Y. Di belakangku adalah jalur kedatanganku. Jejak kaki yang kuhindari menuju salah satu terowongan, berarti pilihanku hanya ada satu, menuju jalan yang tak terlihat ujungnya.

Aku naik ke atas batu yang cukup besar dan mengamati apa yang ada di jalur tujuanku.

…ITU APAAA!?

Di jalan tujuanku, berbagai macam monster tersebar di sana-sini.

Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Deer; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Bat; Wolf; Wolf; Wolf; Wolf; Wolf; Wolf; Dinosaur…


Adudududuh, terlalu banyak informasi. Aku tanpa sadar menggunakan appraisal.

…hmm, memang sih, ada yang terlihat seperti rusa… tapi rusa yang kukenal tidak memiliki tanduk yang mengkilat seperti pedang. “Kelelawar” yang terbang itu juga, ketimbang kelelawar, mereka lebih cocok dibilang tikus super jelek yang punya sayap. Kumpulan serigalanya sekilas normal, tapi kaki mereka ada 6. Yang paling mencolok adalah dinosaurus yang berbaring di belakang sana… bentuknya seperti T-rex dengan kulit bersisik dan tanduk.

Eh… ketimbang dinosaurus, bukannya itu naga?

Haruskah aku menerobos mereka?

Apakah mungkin?

Haha, nai waa, aku hanya laba-laba kecil yang baru saja lahir. Tingkat kesulitan untuk menembus mereka pasti gila-gilaan.

Mengendap-endap, aku merayap turun dari batu pijakanku. Bagaimana iniii? Ada gerombolan monster di hadapanku. Di belakangku ada neraka laba-laba dan kelompok manusia yang mungkin berbahaya.

Uh… apa aku terjebak di sini?

Ah, tunggu dulu, tidak usah panik. Walaupun menghadapi masalah ini, aku punya solusinya. Yah, bukan rencana yang hebat sih, aku hanya menemukan jalan lain. Selain jalur mencolok yang membentuk huruf Y tadi, sepertinya ada “jalur tikus” melalui celah di dinding. Ukurannya sekitar 3x3 meter dan sepertinya tidak ada halangan untuk mencapai jalan tersebut. Masalahnya adalah jejak kaki para pengelana tadi berasal dari sana. Kalau mereka datang dari arah ini, mungkin di ujungnya ada jalan keluar?

Hmm. Jalan keluar, ya…

Apa aku harus mencoba keluar? Kalau aku ini manusia, mungkin akan kulakukan tanpa pikir panjang. Soalnya, level dungeon ini terlalu tinggi untukku! Akiu tidak tahu perbandingan kekuatanku dengan monster lain. Kalau sekilas tadi, instingku mengatakan bertarung dengan mereka adalah ide yang buruk.

Yah, kalau ini hanya game aku pasti akan berpikir “bisa hidup lagi kok, lol”, tapi masalahnya ini realita! Aku tidak mau mempertaruhkan nyawaku untuk mencobanya. Hidup aman lebih utama.

Dengan dasar itu, keluar dari sini menjadi sebuah pilihan yang menarik. Yah, relatif menarik sih, tapi aku tidak tahu apa itu ide yang bagus. Soalnya, aku ini monster. Karena ada orang lewat, berarti di sekitar sini ada pemukiman manusia. Tapi kalau ada laba-laba raksasa sepertiku muncul , mereka pasti akan memburuku. Jadi ya, keluar pun ada risikonya.

Di sisi lain, aku mungkin bisa menemukan tempat untuk hidup dengan tenang di luar sana. Menghindari perhatian penduduk sana mungkin tergantung keberuntunganku… dan yah, bertahan hidup di sini tergantung keberuntungan juga sih. Hm…

Ok, sudah kuputuskan!

Untuk sekarang, aku akan mencari jalan keluar. Begitu sampai di sana, aku akan memeriksa kondisi untuk melihat apakah mungkin bisa kabur dari tempat ini. Mungin saja ada manusia yang mendirikan perkemahan di depan pintu masuk dungeon ini.


Baiklah, LET’S GO!




Aku tersesat ('∀ `*) tehee.

Ahahaha… Tapi ya, mau bagaimana lagi…. Goa ini besar banget!

Memangnya goa ini seberapa luas sih? Kok rasanya dari tadi jalannya bercabang terus? Hmm? seberapa banyak? Aku berhenti menghitung di persimpangan ke 10!

Aku tadi juga menemui banyak monster. Karena sempat berbalik dan melarikan diri, aku jadi lupa posisi awalku di mana. Jejak kaki para pengelana itu? Aku sudah kehilangan jejak mereka dari tadi.

Aaaah. Nai waaa~

Aku tersesat di labirin ini tanpa memiliki peta. Kalau begini aku tidak mungkin menemukan jalan keluar! Selain itu, tubuhku jadi lemas karena lapar. Siapapun, tolong berikan aku nasi…

No comments:

DMCA.com Protection Status