Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 8 part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 8 part 2 Bahasa Indonesia

November 20, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 8

Part 5

Mengambil jalan memisah dari Asuka, Izayoi dan yang lainnya memiliki tugas yang sangat berbeda dibandingkan Asuka yang dimana sedang menahan napas sembari mengamati situasi.

Kasukabe Yo bersembunyi dibalik pilar istana dan menajamkan telinganya untuk mencari setiap gangguan yang ada disekitar.

Setelah beberapa saat, Yo sedikit terkejut...

"Seseorang disini, cepat sembunyi." (Yo)

Dia memberikan peringatan dengan suara tegang.  Meskipun tidak terlihat, bukan berarti suara ataupun baunya bisa dihapuskan. Indra dengan kesensitifannya Yo hanya akan efektif untuk menangkal Gift ketidakterlihatan.

Merangkak seperti binatang buas, Yo melancarkan serangan ke musuh yang tidak terlihat.

"Apa... Bagaimana bisa?!"

Teriakan keterkejutan keluar dari mulut lawan sebelum pukulan cepat dan keras Yo mendarat di kepalanya.

Dengan segera, ksatria itu pingsan karena pukulan itu tanpa mengerti bagaimana posisinya bisa diketahui. Dan topi bajanya terlepas dan menggelinding di tanah, menyebabkan sosok ksatria tersebut termaterialisasikan dari tempat yang sebelumnya 'kosong'. Melihat itu, Yo membuat dugaan:

"Topi baja ini pastinya adalah Gift ketidakterlihatan." (Yo)

"Nih, Ochibi-sama. Ambil dan pakelah." (Izayoi)

"Wah!" (Jin)

Izayoi mengambil topi baja itu dan memasangnya ke kepala Jin. Dalam sekejap, sosok Jin menghilang tanpa jejak.

Jin adalah seorang pemimpin [No Name], akan menjadi kekalahan telak bagi [No Name] jika Jin terlihat oleh mereka. Karena itulah, memprioritaskan keselamatannya adalah hal pertama yang harus dilakukan.

Setelah memastikan Jin menjadi tidak terlihat, Kasukabe Yo menganggukan kepala.

"Seperti yang ku duga, Gift ketidakterlihatan adalah bagian terpenting untuk menyelesaikan Gamenya. Lagipula, meskipun sudah sangat berhati-hati, hal tersebut tidak mengesampingkan kemungkinan Jin terlihat oleh salah satu penjaga. Selama ada beberapa penjaga yang ditempatkan ditangga yang menuju ke kedalaman Istana, tidak akan ada kesempatan untuk menyelesaikan Game ini." (Yo)

"Sepertinya jumlah lawan yang memakai Gift ketidakterlihatan jumlahnya terbatas. Menurut ku itu agar tidak dicuri oleh Pastisipan dengan mudah... setidaknya kita perlu satu lagi... tentu saja, dua lagi akan jauh lebih baik, tapi..." Izayoi ragu-ragu dengan perkataannya.

Diantara mereka bertiga, hanya Jin dan Izayoi yang dibutuhkan untuk menuju ke bagian terdalam Istana.

Jika mereka mendapatkan satu lagi untuk Yo yang dimana totalnya menjadi tiga, maka hal itu akan jadi lebih baik, tapi biasanya ada saat dimana keserakahan akan mengakibatkan kegagalan dalam suatu rencana.

"Oi, Ochibi-sama, perubahan rencana! Kasukabe dan aku akan bertarung dengan orang-orang tak terlihat itu, berikan aku Gift-nya." (Izayoi)

"Ah... baiklah." (Jin)

Jin menyerahkan Gift kepada Izayoi. Sebelum mengenakan topi baja, dia menegaskan kembali pikirannya Yo.

"Kalau kita terus meladeni mereka sebelum pertarungan akhir, maka tidak akan ada habisnya. Fokus utamanya adalah Laius, jadi aku hanya bisa minta maaf padamu." (Izayoi)

"Tidak usah dipikirkan." Yo menggelengkan kepalanya.

Selama dia bergerak disekitar ruang terbuka, dia dapat memancing musuh yang memiliki Gift ketidakterlihatan, tapi sebagai ganjarannya adalah hak Kasukabe Yo untuk menantang Laius lenyap. Akan tetapi, mereka tidak boleh membuat hal seperti ini menghilangkan kesempatan mereka untuk menang.

"Maaf ya. Kelihatannya aku akan mengambil semua bagian terbaiknya. Meskipun aku seperti ini, tapi aku bener-bener berterima kasih terhadap Ojou-sama dan kau. Kelihatannya aku tidak bisa menyelesaikan Game ini sendirian untuk kali ini." (Izayoi)

"Udah kubilang tidak usah dipikirkan, kita akan pastikan untuk mengambil kembali darimu nanti." (Yo)

Yo berjanji dengan nada datar jika dia akan menagih utang tersebut.
(TL Note: Aso lo penagih)

Dan perkataannya hampir membuat Izayoi tertawa keras, tapi sekarang bukanlah waktu untuk itu.

"Ochibi-sama, pergilah dan sembunyi. Meskipun kau mati, jangan biarkan dirimu ditemukan." (Izayoi)

"Baiklah." (Jin)

Sosok Izayoi menghilang dan mereka berdua pergi meninggalkan bayangan tempat mereka bersembunyi untuk pergi berkeliling Istana Putih.

"Ketemu mereka! Itu adalah gadis kecil dari Komunitas tak bernama!"

"Dengan ini, hanya tinggal tiga dari mereka yang tersisa!"

"Bagus! Tangkap gadis itu! Gunakan dia sebagai sandera untuk memancing semua anggota mereka yang tersisa!"

Para ksatria bergegas menuju Yo, tapi mereka dihempaskan oleh Izayoi yang tidak terlihat.

"Berisik banget!" (Izayoi)

Para ksatria yang dihempaskan itu berteriak sembari menabrak beberapa lapisan tembok, terus menjaga kecepatan Cosmic Ketiga dan terbang menuju ujung cakrawala.

Seperti biasa, Izayoi tidak menahan diri terhadap lawannya.

"Bagaimana, Kasukabe, apa kau menemukan mereka?" (Izayoi)

"Belum... Suara yang dibuat Asuka terlalu berisik dan sisanya teriak-teriak keras dalam pertempuran mereka melawan Asuka, ini sedikit... Woah!" (Yo)

Kemudian, tiba-tiba saja Yo terlempar ke belakang dan menabrak tembok tanpa adanya peringatan apapun. Izayoi dengan segera menendang ke arah asal serangan, tapi nampaknya tidak ada respon yang muncul dari titik tersebut.

Tapi apa yang aneh adalah kenyataan bahwa meskipun dengan panca indra tajam milik Kasukabe sekalipun, dia sama sekali tidak menyadari musuh yang datang mendekatinya. Bahkan bagi Izayoi, yang tidak merasakan ada seseorang yang datang mendekat, itu adalah situasi yang tidak biasanya.

Dan hanya ada satu kemungkinan yang ada dipikiran Izayoi.

(Apa jangan-jangan... dia tidak menggunakan replika tapi yang aslinya?)

Ya. Tidak hanya membuatnya tidak terlihat, tapi juga bau, panas, dan suara. Sebuah Gift yang menghapus total keberadaan seseorang.

Ada seorang ksatria yang membawa Gift yang didapat oleh Perseus dalam mitos Yunani... yang membawa kekuatan Hades, dan-

Sebuah Gift yang dapat membunuh Dewa sekalipun dimiliki oleh mereka dan sekarang sedang bersembunyi disuatu tempat didekatnya.

(Tch! Ini benar-benar merepotkan. Kalau topi baja ku jatuh karena kecelakaan, aku pasti didiskualifikasi!)

Ketika Yo diserang, Izayoi tidak sepenuhnya mewaspadai kehadiran musuh. Kehadirannya adalah sekunder sampai ke fakta bahwa dia sama sekali tidak mengambil tindakan awal terhadap serangan musuh.

Dan karena ada aturan 'jangan sampai terlihat', dia adalah musuh yang harus diatasi dengan hati-hati.

"Oi! Kasukabe, kita mundur dulu untuk sementara!" (Izayoi)

Izayoi merangkul Kasukabe Yo yang tergeletak di lantai dengan lengannya tapi musuh yang tidak terlihat itu nampaknya sudah menduganya dan melancarkan serangan kepada Izayoi. Selama Izayoi bergerak untuk mengangkat Yo yang dimana terlihat mata itu, musuh akan dapat mengetahui posisinya Izayoi. Dan Izayoi yang terhempas oleh benda tumpul besar itu dengan segera menaruh tangannya ke atas topi bajanya agar tidak terlepas sembari mendecapkan lidahnya dengan kasar.

"Bahaya, oi! Topinya hampir lepas! Brengsek! Sejujurnya, aku benar-benar ingin mengembalikan pukulan tadi, tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan keberadaannya! Haruskah aku menghancurkan tempat ini?" (Izayoi)

"Tidak, tunggu." (Yo)

Yo yang dimana mengalami trauma benda tumpul pada paru-parunya batuk-batuk yang nampaknya menyakitkan sebelum cukup pulih untuk meminta Izayoi untuk berhenti. Dia diserang oleh senjata tumpul berat dan dapat tetap sadar merupakan pencapaian tersendiri baginya. Tapi seperti yang diduga, itu pasti cukup menyakitkan baginya.

Meskipun begitu, tatapan dimatanya sepertinya menunjukan kalau dia baru saja mendapatkan sesuatu yang bagus untuk dilakukan.

"Bagaimana? Apa ada cara?" (Izayoi)

"Nn. Tapi dia mungkin akan mendengarnya. Kita lari dulu untuk sekarang." (Yo)

Izayoi mengangguk sembari mengangkat Yo sekali lagi. Dan karena pergerakannya, punggungnya langsung diserang sekali lagi oleh sesuatu seperti senjata tumpul. Meskipun begitu, bagi Izayoi yang bahkan tidak terluka dari pertarungan melawan Ular Naga, ini bukanlah serangan yang berarti baginya.

Menggunakan kekuatannya untuk memutar bagian tubuh atasnya sambil memukul dengan kakinya, dia akhirnya menendang sesuatu seperti senjata tumpul.

Senjata tumpul yang terjatuh dari ksatria tidak terlihat itu memiliki ukuran yang cukup mengejutkan, sebuah palu logam dengan ukuran pria dewasa. Jika itu hanya Izayoi saja, dia tidak akan begitu memikirkannya. Tapi palu logam itu seharusnya cukup kuat untuk menghancurkan replika topi baja. Mengambil palu logamnya, si ksatria menyembunyikan pergerakannya sekali lagi dan kembali memburu Izayoi dan Yo.

"Samping beranda, tunggu di pojok. Pergi." (Yo)

Izayoi berlari lurus ke beranda yang ada di Sisi Barat dari Istana Putih sebelum berhenti di tempat tujuan untuk menurunkan Yo.

"Berikutnya, cukup serang titik yang aku tunjuk ketika aku memberikan isyarat." (Yo)

"Yah, tidak masalah sih, tapi apa kau bisa merasakan musuhnya?" (Izayoi)

Yo menganggukan kepalanya dan ekspresi Izayoi menjadi terkejut.

Musuh menghilangkan keberadaannya dengan sempurna. Izayoi hanya bisa memikirkan metode terkena serangan dan mengembalikan serangan, tapi Yo sepertinya memiliki cara rahasia untuk melawannya dan itu membuat Izayoi menjadi sangat tertarik dengan seperti apa cara yang akan dilakukannya.

"Baiklah. Dibandingkan dengan mengandalkan keberuntungan saja, secara langsung mengekspos lawan sepertinya lebih menarik." (Izayoi)

"Itu juga yang aku pikirkan—bersiaplah." (Yo)

Izayoi menghadap membelakangi Kasukabe Yo. Karena mereka ada pojok beranda, musuh hanya bisa melakukan serangan dari kiri, kanan, ataupun depan. Izayoi juga mempertajam panca indranya sembari menunggu.

Tiba-tiba saja, Izayoi merasa ada yang berdenging ditelinganya. Ini karena, meskipun Izayoi mungkin tidak sebaik Yo dalam hal mendengar, tapi instingnya jauh lebih baik dibandingkan manusia biasa dan dapat membuatnya mengenali frekuensi gelombang suara itu.

(Gelombang suara ini... Oh, begitu ya. Jadi begitu maksud dia itu?)

Nampak mengerti apa yang sedang dilakukan Yo, Izayoi pun tersenyum tipis.

—Ksatria yang tidak terlihat menggunakan Gift Hades untuk sepenuhnya menghilangkan keberadaannya. Gift ini,  yang dimana dibuat untuk membunuh Dewa, dapat menyembunyikan panas tubuh, bau, dan bahkan suara. Meskipun berhadapan dengan ular yang memiliki penglihatan yang buruk yang menggunakan organ pendeteksi panasnya yang sensitif... ular itu tidak akan bisa mengetahui dimana lokasi penggunanya.

(Posisi musuh ada pada jarak 10 meter sedang mengamati situasi, tidak ada masalah, dia nampaknya sama sekali tidak menyadarinya.)

Meskipun begitu, Gift ketidakterlihatan ini memiliki kelemahan yang fatal.

Kemampuan Gift ini membuat penggunanya transparan daripada menghilangkan sepenuhnya.

Misalnya, gelombang suara yang dikeluarkan oleh luba-lumba ataupun kelelawar dan kapal selam yang dimana menirunya dengan fungsi sonar dengan bergantung pada pantulan gelombang sonar untuk menjelajahi area. Hal itu dapat mematahkan Gift ketidakterlihatan ini.

(...! Dia datang!)

Ksatria tak terlihat itu mungkin mengira dapat melancarkan serangan langsung ketika melancarkan serangannya kepada Yo dari sisi kiri.

Dia adalah unit elit [Perseus], dan merupakan seorang ksatria yang cukup kuat untuk mendapatkan Gift legendaris. Itu nampaknya dia akan menjadi sosok kunci dalam pertempuran pembuka dengan Laius.

Langkahnya berat dan cepat sembari mempersempit jarak diantara mereka dengan cepat dan sudah mengangkat palunya tinggi-tinggi.

"Kiri, serang sekarang!" (Yo)

Teriak Kasukabe. Menyadari teriakannya, Izayoi melepaskan pukulan ke arah itu.

Meskipun tidak ada suara dari bagian yang menghubungkan tinjunya, tapi ada perasaan akan sesuatu seperti sebuah armor yang hancur, menyebabkan Izayoi menjadi bersiaga akan keberadaan ksatria yang ada di ruang kosong, di depan matanya.

"Wuo...oh..."

Dan erangan kesakitan keluar dari ruang kosong itu. Izayoi mendekati ksatria tidak terlihat itu dan melepas topi bajanya.

Ksatria tidak terlihat itu tidak lain dan tidak bukan adalah ajudan setia yang selalu berdiri disamping Laius, yang siap menunggu perintahnya.

Izayoi memutar-mutar topi baja itu sambil mengomentarinya dengan senyuman:

"Oh... Hebat juga kau bisa menerima pukulan itu. Meskipun aku sudah menahan diri, tapi pukulan itu masihlah dapat menghempaskanmu ke ujung langit." (Izayoi)

"...Hmph. Itu menunjukan seberapa hebat armor yang kami miliki."

Meskipun dalam menghadapi seorang ksatria, yang dimana telah menantang banyak Game sepanjang hidupnya, dalam pertempuran dengan rasa ksatria, satu serangan sudah cukup untuk membuatnya mengakui kekalahannya.

"Jika itu hanya pukulan keberuntungan dari pukulan-pukulan yang dilontarkan secara acak, maka itu adalah hal yang berbeda. Tapi ini adalah pukulan yang telah mengalahkan Gift ketidakterlihatan secara langsung, menganggumkan. Kalian memiliki hal untuk menantang Laius-sama."

Ksatria itu jatuh berlutut dan teronggok dilantai. Memegang Gift ketidakterlihatan, Izayoi dan yang lainnya bergegas menuju kedalaman Istana.

Part 6

Izayoi dan Jin, yang menadapatkan Gift ketidakterlihatannya yang kedua, akhirnya tiba di level tertinggi Istana. Bagian dalam istana tidak memiliki langit-langit, tapi dibangun seperti sebuah area yang sederhana.

"Izayoi-san... Jin-bocchan..." (Usagi)

Kuro Usagi, yang sudah menunggu mereka di lantai teratas memberikan helaan napas lega setelah melihat mereka dengan matanya.

Mengangkat kepala mereka untuk melihat langit di atas hamparan area nan luas, disana berdiri sosok figur yang melihat kebawah, kepada orang-orang yang tepat dibawah kakinya.

"―—Hmph, dasar bawahan-bawahan tidak berguna, kelihatannya aku harus membersihkan sampah-sampah ini setelah urusan ni selesai." (Laius)

Sosok yang melayang di langit memiliki sepasang sayap.

Mereka adalah sepasang sayap bercahaya yang muncul dari sepatu bot-nya.


"Tapi ku rasa dengan ini, mereka juga akan mempelajari, siapa yang telah membuat Komunitas ini bertahan hingga sekarang. Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk membuat mereka menyadari kejangalannya." (Laius)

Sayap-sayap yang ada di sepatunya memberikan kepakan dan itu membuat Laius bergerak lebih cepat dari angin dan mendarat tajam dengan gerakan yang seperti tetesan air dihadapan Izayoi dan yang lainnya.

"Bagaimanapun, selamat datang di level teratas Istana Putih ku. Aku akan menjadi lawan kalian sebagai Game Master... Hm, ku rasa ini adalah pertama kalinya aku mengatakan kata-kata seperti itu." (Laius)

Ini karena standar dan disiplin yang terjaga dengan baik oleh para ksatria. Jika saja Game ini dimulai lebih telat sedikit saja, Izayoi dan yang lainnya tidak akan pernah berhasil sampai ke tempat ini.

Izayoi mengangkat bahunya sambil tersenyum:

"Hm, lagipula ini pertandingan yang tiba-tiba bagi mereka, ampuni saja mereka untuk kali ini." (Izayoi)

"Hmph! Bisa-bisanya membiarkan sekelompok No Name berdiri dihadapanku? Itu saja sudah merupakan dosa besar." (Laius)

Laius mengepakkan sayapnya sekali lagi sembari mengambil Gift Card-nya yang menggambarkan simbol [Kepala Medusa] untuk mengeluarkan busur Api.

Melihat Gift itu, ekspresi Kuro Usagi langsung berubag.

"...Busur Api? Itu berarti kau tidak berminat untuk menggunakan perlengkapan Perseus dalam pertarungan ini?" (Usagi)

"Iya lah. Karena aku bisa terbang, kenapa juga aku harus merendahkan diri ku untuk bertarung melawan kalian?" (Laius)

Nampak seperti melakukan penghinaan terhadap mereka, Laius kembali terbang di udara, tapi dia menunjukan ketidaktertarikan untuk bertarung. Terbang menuju lubang tembok, dia melepas kalung yang ada lehernya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Pertarungan utamanya bukanlah dengan ku. Aku adalah Game Master. Kekalahanku berarti kekalahan [Perseus]. Pertarungan ini tidaklah pantas untuk mengambil resiko seperti itu 'kan?" (Laius)

"Uu...!" (Usagi)

Melihat Laius yang berhati-hati dan tidak sombong berlebihan membuat Kuro Usagi gelisah dan cemas. Jika apa yang dipikirkannya benar, Gift yang Laius pegang itu adalah Demonic Gift yang menandingi Dewa Yunani.

Gift yang dipegang Laius tinggi-tinggi mulai mengeluarkan cahaya. Cahaya itu terlalu terang yang dimana akan menyebabkan orang-orang jadi salah mengira jika itu adalah bintang dan itu melepaskan banyak lapisan segel sembari berkedit dengan cerahnya.

Secara reflek, Izayoi mempersiapkan dirinya dengan menempatkan diri didepan Jin dan mengambil sikap siap untuk bertarung pada saat itu juga.

Cahayanya semakin terang dan Laius berteriak dengan tatapan tajam di wajahnya:

"Bangkitlah— DEMON LORD ALGOL!" (Laius)

Cahaya itu menjadi coklat keruh dan memenuhi pandangan Izayoi, Jin, dan Kuro Usagi.

Teriakan keras seorang betina menggema keras di Istana Putih dan Istana nampaknya menjadi beresonasi dan mulai bergetar.

"Ra... Ra.... GEEEEEEYAAAAAAaaaaaaaa!"

Itu adalah teriakan yang tidak dapat dimengerti manusia lagi.

Meskipun dimulai dengan suara yang seperti not musik, suara itu tiba-tiba saja berubah menjadi suara sumbang yang dapat membuat seseorang menjadi gila bagi yang mendengarnya.

Wanita yang muncul memiliki tubuh yang terikat dengan banyak ikat pinggang dan dikekang oleh alat-alat yang terlihat untuk menangkap dia. Menjatuhkan kepalanya yang memiliki rammbut kusust abu-abu yang tidak nampak dimiliki oleh seorang wanita, dia terus berteriak sambil merobek kekangan yang ada ditangannya. Bersandar dengan bagian belakang tubuhnya, teriakannya semakin tajam, menyebabkan Kuro Usagi menutup telinga kelincinya karena sudah tidak tahan lagi.

"Ra... GYAAAAAaaaaaaa!"

"Apa... Ada apa dengan teriakan itu...?" (Usagi)

"Kuro Usagi! Cepat! Menghindar!" (Izayoi)

No comments:

DMCA.com Protection Status