Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 5 part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 5 part 2 Bahasa Indonesia

November 03, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Exicore
Editor: Ise-kun

Chapter 5

Part 6

Seakan mengumumkan berakhirnya Game itu, seluruh pohon itu menghilang secara bersamaan.

Saat mendengar suara rumah yang terabaikan runtuh karena pohon yang menopangnya menghilang, Izayoi dan Kuro Usagi mulai berlari ke arah daerah Komunitas [Fores Garo].

“Oi?! Apa kita memang harus terburu-buru?” (Izayoi)

“Ya, kita harus! Keadaannya sudah cukup buruk! Kalau Kuro Usagi tidak salah dengar, maka itu berarti keadaan Yo-san sudah kritis……!” (Usagi)

“Kuro Usagi! Disini! Yo-san dalam bahaya!” (Jin)

Mereka berdua yang berlari lebih cepat dari angin telah dengan cepat mendekati lokasi Jin dan yang lainnya dengan cepat. Dan Jin yang bersembunyi dalam salah satu rumah yang ditinggalkan berteriak agar mereka berhenti.

Saat melihat situasi Yo, Kuro Usagi hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.

“Yo-san harus dikirim secepatnya ke ruang pengobatan Komunitas kita, karena hanya disana kita punya perlengkapan medis yang lengkap. Untuk kalian berdua, tolong pergi temui Asuka-san sebelum kembali bersama-sama.” Ujar Kuro Usagi sembari menggendong Yo. (Usagi)

“Ba… Baik.” (Jin)

Saat kata itu keluar dari mulutnya, Kuro Usagi telah berputar menghadap ke arah wilayah Komunitas mereka. Tanah yang ia injak memiliki lubang yang terlihat seakan-akan batu meteor kecil telah jatuh ke atas tanah itu dalam garis lurus dan sosok dari Kuro Usagi dengan cepat menghilang ke dalam awan debu yang ia buat.

Dan seakan terlambat, daerah sekitar dan benda yang ia lewati terlempar ke samping saat angin kencang dari kecepatannya itu mengenai mereka.

Izayoi tersenyum saat ia melihat mereka pergi dengan mata yang menganalisa dan kritis.

“Oi, Ochibi-sama. Apa Kuro Usagi punya Gift yang bisa menyelamatkan Kasukabe?” (Izayoi)

“Tidak, tapi ada Gift yang ditaruh di ruang pengobatan Komunitas yang bisa digunakan untuk merawatnya. Tapi karena terlalu rumit, maka semua alat itu hanya bisa dioperasikan oleh Kuro Usagi.” (Jin)

Dengan kata lain, hanya Kuro Usagi yang bisa menyelamatkan Kasukabe.

Mencapai kesimpulan itu, Izayoi tersenyum puas sembari bergumam.

“Seperti yang kuduga. Orang itu memang menarik. Memang masih jauh dari kekuatanku, tapi sudah jelas kalau ia berbeda dari anggota [No Name] yang lainnya.” (Izayoi)

Dibandingkan dengan Komunitas lain dan dua orang lainnya yang datang bersamanya dari dunia lain, Izayoi sangat tertarik kepada Kuro Usagi.

Alasan mengapa ia tetap tinggal bersama [No Name] dengan dalih [Membantu bukanlah ide yang buruk], adalah karena ia sangat penasaran terhadap dedikasi dari Kuro Usagi terhadap Komunitas.

Ras yang dinyanyikan oleh para penyair sebagai [Bangsawan Little Garden]. Mereka pada dasarnya memiliki mental yang kuat dan penampilan yang menarik. Di Little Garden yang dipenuhi oleh Demigod, Dewa dan Buddha, mereka terlahir ke dunia sebagai bagian dari eselon teratas dan pastinya disayangi oleh banyak orang. Tapi mengapa Kuro Usagi yang merupakan bagian dari itu, mengorbankan banyak hal untuk [No Name] yang mana sama lemahnya dengan cacing tanah?

Izayoi sangat ingin tahu alasan dibalik itu semua..

(Kalau itu karena cinta atau semacamnnya, maka semuanya akan jadi lebih mudah…… Masalahnya adalah pemimpinnya adalah orang sepertinya……)

Dia melihat Jin dari samping. Dan saat mata mereka bertemu, Jin menunduk meminta maaf.

“Hm? Kenapa kau menundukkan kepalamu?” (Izayoi)

“Karena… Karena pada akhirnya aku tidak bisa melakukan apapun.” (Jin)

“Oh, jadi begitu menurutmu? Tapi pada akhirnya kalian yang menang bukan?”

Nada Izayoi tidaklah sarkastik ataupun mengejek, bukan pula pujian ataupun kata-kata untuk memberi dukungan.

Tidak bisa mengerti arti dibalik kata-kata itu, Jin memiringkan kepalanya untuk meminta Izayoi melanjutkan kata-katanya:

“Kalian telah menang. Karena itulah, sudah pasti kalau kau memainkan peran penting bukan? Setidaknya keselamatan Kasukabe adalah karena keputasanmu yang tepat waktu dan tindak pengobatan pertama yang kau lakukan, benar kan?” (Izayoi)

“Y… Ya.” (Jin)

“Bukankah itu sudah cukup? Apa yang sebenarnya ingin kutanyakan adalah tentang Game. Apakah ini pertama kalinya Ochibi-sama berpartisipasi dalam Game? Apa menyenangkan?” (Izayoi)

“… Tidak.” (Jin)

Jin menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tertekan. Meskipun mereka telah meraih kemenangan, bahaya dan hal mengerikan lainnya yahng terus bermunculan sangatlah jauh dari kemenangan yang ia bayangkan. Mungkin saja itu karena usianya, tapi meskipun hal itu dikesampingkan, Jin masih merasa sangat kecewa karena ketidakbergunaannya dalam Game.

“Strategi yang kau katakan semalam…… Yaitu mempromosikan namaku, apakah itu akan bekerja?” (Jin)

“Lebih tepatnya itu karena tidak ada lagi cara yang lain. Kalau Ochibi-sama memang tidak mau, apa kau mau menyerah sekarang?” (Izayoi)

Izayoi mengatakan kata penghormatan itu dengan nada mengejek.

Jin diam sesaat sebelum menggelengkan kepalanya untuk menjawab.

“Tidak, kita harus melakukannya. Jika namaku yang dipromosikan, mungkin saja di saat darurat, itu bisa menghilangkan bahaya bagi orang lain. Mungkin saja hal itu bisa menjadi tameng bagi yang lainnya.” (Jin)

“…… Begitukah?” (Izayoi)

Izayoi sedikit terkejut. Dengan kata lain Jin memilih jalan ini karena tidak adanya cara lain untuk membangun Komunitasnya. Dia juga telah dengan rela mengambil posisi sebagai orang yang menyebarluaskan namanya untuk mewakili Komunitas yang tujuan utamanya adalah mengalahkan seluruh Demon Lord. Dan Jin telah mengatakannya dengan jelas bahwa ia akan membiarkan dirinya menjadi target dari bahaya yang mungkin saja datang di kemudian hari.

Ini adalah tempat yang sangat menarik…… Izayoi kesulitan untuk menahan keinginannya tertawa.

Part 7

Tidak lama setelah permainan itu berakhir [Fores Garo] telah dibubarkan.

Orang-orang yang telah meninggalkan daerah permukiman untuk menghindari Game itu, telah berkumpul di depan gerbang setelah menyadari hilangnya hutan yang sudah mengalami demonified.

“Apakah benar….. Bahwa Galdo telah dikalahkan oleh……?”

“Ya. Dan mengenai para sandera, kita telah menghubungi [Floor Master]. Jadi seharusnya tidak ada masalah mengenai [666 Beasts] yang akan mengincar para anggota [Fores Garo], karena harga diri mereka.” (Jin)

Gumaman dan bisikan dari orang-orang itu semakin besar, tapi perkataan pujian dan kebahagiaan berjumlah sedikit. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang langsung jatuh pingsan setelah mendengar nasib para sandera dari orang lain. Ditambah dengan fakta bahwa [Fores Garo] adalah Komunitas terbesar di daerah itu, kehilangan yang tiba-tiba juga akan menyebabkan kegelisahan.

Seorang pria yang merupakan perwakilan dari orang-orang itu maju untuk mengklarifikasi alasan kegelisahan mereka, meskipun ia melakukannya perlahan-lahan.

“Ada sesuatu yang penting yang ingin aku pastikan.”

“Apa itu? Jika memang ada masalah, maka tolong bicara, aku akan lihat apakah aku bisa membantu…” (Jin)

“Bukan…… Um… Tentang kami… Apakah kami harus bergabung dengan kalian… diatur oleh Komunitas [No Name]?”

Ekspresi Jin membeku setelah mendengar kata-kata itu. Karena itu bukanlah kata-kata terima kasih atau kebahagiaan dari orang yang telah diselamatkan.

Tapi itu adalah kata-kata yang mengekspresikan rasa kehilangan karena pikiran ‘Apakah kita akan dipaksa untuk mendukung Komunitas [No Name] ini yang tidak memiliki nama?’. Dibandingkan dengan rasa terima kasih terhadap penyalamat mereka, rasa khawatir mereka terhadap masa depan telah membuat mereka mengatakan hal itu.

(Seperti yang kuduga…… [No Name] masih belum bisa memberikan kepercayaan diri dan rasa percaya kepada orang lain……)

Jin terdiam sebentar dan tidak tahu harus berkata apa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.

Tapi kemudian, Izayoi merangkulnya dari belakang sembari menariknya mendekati tubuhnya. Melihat ke orang-orang itu, dia mengatakan sesuatu dengan suara keras:

“Mulai dari skearang, Jin Russel akan mengembalikan harga diri kalian yang telah diambil oleh [Fores Garo]! Tolong kirim perwakilan kalian untuk membentuk barisan!“ (Izayoi)

Dengan begitu, Jin dan Izayoi menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang sekarang jumlahnya sudah mencapai ribuan orang. Izayoi memukul punggung Jin untuk memberinya sedikit dorongan sebelum menggunakan sifat merendah, yang tidak cocok dengannya, untuk berbicara kepada orang-orang itu.

“Apakah kalian tidak mendengarnya? Kami berencana mengembalikan harga diri yang sudah diambil dari kalian– [Nama] dan [Bendera] kalian! Perwakilan dari setiap Komunitas harus maju sekarang! Jin Russel yang telah mengalahkan [Fores Garo] akan mengembalikannya pada kalian!” (Jin)

“A… Apakah itu benar…”

“Bendera kami akan kembali?”

Bertukar pandangan kepada kawan-kawannya, orang-orang itu kemudian mendekat dengan cepat ke arah Jin.

Melihat bahwa Jin akan terinjak-injak oleh orang-orang itu, Izayoi menghentakkan kakinya ke tanah cukup keras hingga menimbulkan retakan panjang yang timbul di tanah disekitarnya dan kemudian berteriak untuk menghentikan mereka:

“Bentuk barisan dasar orang-orang bodoh! Orang-orang tidak beraturan sebanyak ini bahkan lebih buruk daripada binatang buas dari [Fores Garo]!” (Izayoi)

“Eeek…. Eeek!”

Menggunakan suara dan autoritas yang tidak pernah dibayangkan bisa dimiliki oleh seorang anak remaja, Izayoi membuat orang-orang itu berhenti dan membentuk barisan.

Dan saat Jin mengambil daftar nama yang ia dapat dari [Floor Master] sebelumnya, Izayoi kembali menggunakan nada biasanya dan berbisik ke Jin:

“Aku telah menciptakan suasana yang tepat untukmu. Sekarang kau hanya perlu mempromosikan dirimu sendiri saat mengembalikan barang itu kepada mereka, mengerti?” (Izayoi)

“Ak… Aku mengerti.” (Jin)

Bisikan itu berbeda dari nada dan autoritas yang ia gunakan sebelumnya. Asuka berdiri disamping sebagai penonton juga menyadari tindakan aneh mereka saat ia tersenyum kemudian berbisik ke Izayoi:

“Sepertinya kalian merencanakan sesuatu yang menarik, apa aku benar?” (Asuka)

“Hm? Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan Ojou-sama.” (Izayoi)

Mereka berdua betukar senyuman nakal yang membuat mereka terlihat seperti anak-anak yang berhasil melakukan kejahilan. Meskipun tidak ada keuntungan yang bisa diambil dari Game itu, mereka berdua berusaha untuk mengambil keuntungan yang seharusnya tidak bisa diambil dari Game sederhana itu.

“Komunitas [Rlyeh] – Ini benderamu.”

Saat menerima bendera itu, perwakilan lelaki itu memegang erat bendera itu di tangannya dan menangis sembari jatuh ke posisi berlutut.

“Hanya… Hanya membayangkan untuk sekali lagi memiliki nama [Rlyeh]… Dan benderanya….. Tidak pernah benar-benar melintaa ke pikiranku bahwa aku bisa memegang bendera ini kembali dan mengibarkannya tinggi-tinggi……!”

“Tolong pastikan Anda melindungi bendera dan nama Komunitas Anda agar tidak pernah lagi keluar dari genggaman Anda.” (Jin)

“Mhm……! Aku tidak akan pernah… melepaskan nama dan bendera [Rlyeh] lagi! Selama bendera kami berkibar tinggi di langit, entah itu berapa tahun atau generasi, kami tidak akan pernah melupakan jasamu, Jin-bocchan!”

Saat nama dan bendera itu dikembalikan ke pemilik mereka yang asli, ada beberapa yang mulai menari kegirangan sementara yang lainnya mengangkatnnya tinggi ke udara sembari berlari dan ada pula yang mulai menyebut nama teman mereka yang telah mati sembari berlutut di tanah dan menangis.

Melihat pemandangan itu di depannya, Izayoi menyadari betapa pentingnya bendera dan nama suatu Komunitas di Little Garden dan betapa sakralnya kedua hal itu.

(Efeknya lebih dramatis daripada yang aku perkirakan, tapi apa benar sebuah bendera sepenting itu di dunia ini?)

Telah mengembalikan bendera terakhir kepada Komunitas terakhir, Jin dan Izayoi kemudian berdiri di depan kerumunan itu.

“Kami telah mengembalikan Nama dan Bendera kalian. Tapi sebagai gantinya kami ingin meminta beberapa hal dari kalian.

Pertama, kami harap bahwa kalian akan terus mengingat bahwa Jin Russel lah yang telah membantu kalian mendapatkan bendera kalian kembali.

Kedua, kami juga berharap kalian mengingat bahwa Komunitas yang dipimpin oleh Jin Russel adalah Komunitas yang bertujuan Mmengalahkan semua Demon Lord’.” (Izayoi)

Keributan mulai menyebar di kerumunan itu setelah mendengarkan hal itu. Penyusup yang kemarin malam menyusup menatap Jin dengan pandangan tidak percaya.

“Mungkinkah… Mereka serius mengenai apa yang mereka katakan waktu itu?”

“Lawan kalian adalah Demon Lord, tau?! Dengan anak-anak itu saja……”

“Tapi aku dengar mereka telah mengalahkan Pemegang Divinity……”

Argumen dan pemikiran mulai timbul dalam kerumunan itu dan mulai menyebar. Tapi Izayoi melanjutkan ucapannya:

“Seperti yang kalian semua ketahui, Komunitas kami dipanggil [No Name]. Untuk mengambil kembali bendera dan nama kami yang diambil oleh Demon Lord, kami akan menggunakan kekuatan kami sendiri dan berhadapan langsung dengan Demon Lord dan anak buahnya yang akan menghalangi jalan kami di masa depan. Tapi bila kalian tidak melihat dan mengenali kami sebagai organisasi, Komunitas kami tidak akan bisa ada. Jadi aku ingin kalian mengingat bahwa kami adalah [No Name yang dipimpin oleh Jin Russel]. Dan kami dengan tulus berharap kalian akan memberikan kami dukungan moral hingga hari dimana kami mendapat bendera dan nama kami kembali.” (Izayoi)

(Wow, sangat jarang ia berbicara sebanyak itu.)

Asuka yang berdiri di pojokan menahan keinginannya untuk tertawa. Jika seseorang tahu Izayoi yang biasanya, mereka pasti akan melihat pidato it sebagai sesuatu yang tidak biasa. Jin juga memperlihatkan ekspresi yang rumit dan kemudian kembali ke kenyataan karena pukulan di punggungnya dari Izayoi.

“Aku adalah Jin Russel. Mulai dari sekarang, kesempatan kalian mendengar nama ini akan menjadi lebih sering, jadi tolong kerja samanya untuk sementara.” (Jin)

Kerumunan itu bersorak. Strategi perang yang telah diberkati itu berhasil dijalankan, membuka masa depan yang lebih baik.

Part 8

Saat kembali ke markas setelah menyelesaikan semua urusan, Izayoi, Asuka dan Jin langsung menuju ke ruang perawatan untuk memastikan kondisi Yo. Ruang perawatan Yo ditempatkan adalah tempat ritual yang menarik kekuatan Gift untuk penyembuhan.

Untung bagi mereka, Demon Lord yang telah mengalahkan [No Name] tidak mengambil isi penyimpanan mreeka yang memiliki banyak Gift yang telah dikumpulkan oleh komunitas tersebut. Dan karena itulah banyak Gift yang tersimpan dalam ruangan itu. Tapi karena keunikan mereka maka butuh banyak jenis kondisi tertentu sebelum bisa digunakan, beberapa dari mereka sulit untuk digunakan dan semacamnya, yang mana membuat mereka kesulitan untuk mencari pembeli yang mau membeli benda itu. Sehingga, satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan adalah menaruh mereka disana dan membiarkannya berdebu.

Setelah mengunjungi Yo, Izayoi berbaring di sofa yang ada ruang tunggu dan kemudian bertanya ke Kuro Usagi dengan nada tidak percaya:

“Aku dengar luka Kasukabe butuh waktu dua hingga tiga hari sebelum benar-benar sembuh. Apa ini saat dimana mereka akan berkata ‘Seperti yang diharapkan dari Little Garden tempat para Dewa tinggal’?” (Izayoi)

“Ya. DIa hanya kehilangan sedikit banyak darah jadi Kuro Usagi melakukan perawatan untuk meningkatkan jumlah darah merahnya. Lagipula, jika transplantasi darah memang dibutuhkan, kita harus meminta Komunitas lain yang lebih ahli.” (Usagi)

“Yah, aku pikir itu bagus karena kita tidak perlu lagi membayar, benar kan? Oh, aku hampir lupa. Bagaimana tentang Game yang kita bicarakan waktu itu?” (Izayoi)

Izayoi dan Kuro Usagi hanya berdua sendirian di ruang tunggu di lantai tiga Markas mereka itu dan mereka sedang berdiskusi tentang Game yang menawarkan rekan mereka sebagai hadiah.

Saat mengetahui Izayoi ingin ikut Game itu, Kuro Usagi dengan senangnnya pergi untuk mendaftar, tapi ekspresinya saat kembali terlihat seperti orang yang hampir menangis.

“Game-nya ditunda?!” (Izayoi)

“Yes……… Kuro Usagi baru mengetahui hal itu saat ia berusaha mendaftar. Melihat bagaimana hal berjalan, Game itu munkgin akan ditunda secara tidak menentu.” (Usagi)

Telinga kelinci di kepala Kuro Usagi jatuh ke bawah sementara wajahnya terlihat kecewa dan tidak bersemangat.

Izayoi yang tadinya bangkit, kini kembali berbaring ke sofa karena menyesal telah bersemangat secara sia-sia.

“Melakukan hal bodoh seperti itu. Apa kita tidak bisa membicarakan hal ini kepada Shiroyasha dan kemudian mencari cara lain?” (Izayoi)

“Tidak ada cara lain untuk sekarang, karena ada rumor di kota bahwa ada pembeli yang tertarik dan menawar dengan harga yang cukup tinggi.” (Usagi)

Izayoi berwajah masam saat mendengar hal itu, benar-benar tidak senang saat mendengarnya. Tapi hal ini bukanlah disebabkan karena seseorang yang dijual.

Sebenarnya, ketidaksenangannya adalah karena Host yang menarik kembali hadiah Game-nya karena ada seorang pembeli yang menawar dengan harga tinggi.

Izayoi mendecakkan lidahnya karena kesal:

“Tch! Pada akhirnya mereka hanyalah organisasi perdagangan?! Dari sudut pandang hal yang Host lakukan, apa yang mereka lakukan adalah hal yang tercela! Bukankah [Thousand Eyes] adalah sekumpulan Komunitas besar? Bagaimana bisa mereka jadi serendah itu?” (Izayoi)

“Tidak ada yang bisa kita lakukan. Lagipula, [Thousand Eyes] merupakan KELOMPOK KOMUNITAS YANG BESAR. Dimana lebih dari separuh Komunitas itu berada langsung dibawah Shiroyasha-sama, tapi masih ada yang Komunitas lainnya yang tidak berada di berada dibawah Shiroyasha-sama. Dan Komunitas yang bertanggung jawab melaksanakan Game itu dibawah bendera [Thousand Eyes], Komunitas dengan nama [Perseus]. Selama bayaran atau Gift yang ditawarkan kepada mereka tidak menarik, maka mereka tidak akan berani untuk menodai bendera Dewi Kembar, dengan cara membatalkan Gift Game yang akan mereka laksanakan.” (Usagi)

Meskipun kata-kata Kuro Usagi terdengar seperti ia telah menerima takdirnya, tapi penyesalan dan kebenciannya lebih besar daripada Izayoi.

Meski begitu, alasan ia tetap tenang adalah karena fakta bahwa Gift Game adalah peraturan mutlak di Little garden.

Untuk mengambil kembali rekan miliknya dari seseorang yang sudah mengambilnya sebagai piala kemenangan dalam Gift Game adalah hal yang sulit.

Tapi Kuro Usgi juga percaya bahwa satu-satu nya cara untuk mendapatkan kembali rekannya adalah dengan cara memenangkan Gift Game. Karena itulah, hal itu hanya bisa dianggap sebagai kesialan dan hanya bisa menyingkirkan pemikiran itu.

“Lupakan, kita tunggu saja lain kali. Ngomong-ngomong, orang seperti apa rekanmu itu?” (Usagi)

“Yah…… Untuk mengatakannya dalam kata-kata, dia adalah wanita cantik yang memiliki rambut emas yang terasa lembut saat dipegang menggunakan jarimu saat kau menyisirnya. Dan saat ia mandi, rambut yang basah itu akan berkilau seperti bintang di langit.” (Usagi)

“Oh? Aku kurang mengerti, tapi sepertinya ia cukup menarik.” (Izayoi)

“Tentu saja! Dia sangat peduli terhadap orang lain, dan juga telah mengambil peran sebagai penjaga bagi Kuro Usagi. Jika saja dia ada di dekat sini, Kuro Usagi sangat ingin untuk ngobrol-ngobrol sebentar dengannya……” (Usagi)

“Ara, kata-kata itu membuatku sangat senang.” (??)

Mereka berdua terkejut dan segera mengarahkan pandangan mereka ke jendela dimana mereka bisa melihat seorang gadis berambut emas yang tersenyum sembari melayang di udara di luar jendela.

“Le… Leticia-sama!” Kuro Usagi yang melompat karena terkejut segera mendekati jendela.

“Jangan panggil aku ‘sama’ lagi, aku hanyalah barang milik orang lain. Sebagai [Bangsawan Little Garden], bila kau menghormati [barang] milik orang lain, kau akan dihina, tau?” (Leticia)

Membuka jendela itu, gadis dengan rambut emas yang bernama Leticia memasuki ruang tunggu itu dengan senyum pahit.

Rambut emas indahnya memiliki pita yang dibuat khusus terpasang di belakang kepalanya sementara ia menggunakan jaket kulit merah yang melapisi gaun panjang yang ia kenakan. Meskipun dikatakan bahwa ia lebih tua daripada Kuro Usagi, dia terlihat cukup muda.

“Maafkan aku karena masuk melalui jendela, tapi aku hanya ingin bertemu denganmu, Kuro Usagi tanpa membiarkan Jin tahu tentang itu.” (Leticia)

“Be… Benarkah? Ah! Kuro Usgi akan menyiapkan teh untukmu, tolong tunggu sebentar!” (Usagi)

Mungkin karena senang melihat rekan lamanya yang sudah menghilang cukup lama, Kuro Usagi dengan cepat pergi untuk menyiapkan teh.

Menyadari bahwa Izayoi juga ada disana dan fakta bahwa ia menatap wajahnya dengan aneh, Leticia memiringkan kepalanya saat ia balik menatap Izayoi.

“Apa ada masalah? Atau ada sesuatu di wajahku?” (Leticia)

“Tidak, aku hanya merasa kau sangat mirip dengan apa yang Kuro Usagi katakan. Wanita cantik…… Tidak, seorang gadis cantik. Jadi aku pikir aku akan mengagumimu untuk menyegarkan mataku.” (Izayoi)
[XTLN: “Wanita” dan “Gadis” adalah dua kata yang berbeda.]

Jawaban Izayoi terdengar serius dan Leticia tertawa senang saat mendengarnya.

Menekan keinginannya untuk melanjutkan tawanya, dia mengeluarkan aura bangsawan saat duduk di sofa.

“Hehe, jadi begitu. Jadi kau adalah Izayoi? Sama seperti kata Shiroyasha, kau adalah orang yang lancang. Tapi bila kau ingin mengagumi sesuatu, Kuro Usagi tidak kalah denganku bukan? Lagipula, dia memiliki penampilan menarik yang memiliki jenis kecantikan yang berbeda.” (Leticia)

“Tapi karena aku menganggapnya sebagai binatang peliharaan, daripada menyebutnya mengagumi, itu akan lebih tepat bila disebut menjahili, benar kan?” (Izayoi)

“Hm, aku tidak bisa membantah hal itu.” (Leticia)

“Bisakah kau membantahnya?!” (Usagi)

Kemudian, Kuro Usagi yang baru saja kembali dengan satu set teh merah mencibirkan bibirnya karena marah.

Ekspresinya saat menuang teh ke dalam gelas teh, yang mana harus diberi air panas, masih wajah marah.

“Saat dibandingkan denganmu, Leticia-sama, kebanyakan wanita di dunia ini tidak memiliki kecantikan yang pantas untuk dikagumi. Bukan hanya Kuro Usagi yang terlihat lebih rendah.” (Usagi)

“Tidak, kau tidak benar-benar kalah kau tahu? Aku tidak membantah fakta bahwa ia adalah seorang gadis cantik yang punya tipe kecantikan yang berbeda tapi bila kau bertanya siapa yang masuk ke dalam tipeku, maka kau sudah pasti masuk, Kuro Usagi.” (Izayoi)
(Editor Note: Cie Izayoi ngegombal :v )

“…… Be… Benarkah?” (Usagi)

Mendengarkan hal itu dikatakan secara tiba-tiba, wajah dan telinga Kuro Usagi memerah. Dan walaupun jumlah ajakan kencan, kata pujian dan pengakuan cinta kepadanya hampir sama jumlahnya dengan jumlah bintang di langit, kata-kata Izayoi sepertinya terukir ke dalam kepalanya dan membuat telinganya berdiri.

“…… Kuro Usagi, apakah aku telah mengganggu? Seperti contohnya kalian yang sedang sedikit bermesraan saat aku…” (Leticia)

“Tidak, hal itu tidak pernah terjadi! Jadi, apa yang membuat Anda datang kemari?” (Usagi)

Kuro Usagi dengan cepat dan paniknya mengembalikan mereka ke topik semula. Leticia sekarang adalah milik orang lain. Kedatangannya kemari tanpa perintah tuannya, pastinya membuatnya berada dalam bahaya.

Kalau begitu, seharusnya ia disini bukan hanya untuk menemui mereka. Karena jika hanya itu yang ingin ia lakukan, Leticia pastinya akan menemui Jin juga. Meskipun Kuro Usagi yakin bahwa Leticia pasti akan mendiskusikan hal yang tidak seharusnya didengar Jin, Leticia mengejutkannya dengan cara menggelengkan kepalanya dan memasang senyum pahit.

“Yah, itu bukanlah sesuatu yang penting. Alasanku datang kesini adalah untuk melihat kemampuan orang-orang baru. Dan alasanku tidak menemui Jin, karena aku merasa malu bertemu dengannya setelah melukai rekan kalian.” (Leticia)

Kuro Usagi tiba-tiba teringat terhadap detail penting yang ia sadari sebelumnya. Meskipun ia sudah mencurigainya dari awal, bahwa pohon-pohon yang mengalami demonified itu adalah perbuatan Leticia.

Bahkan di antara Ras Iblis, Vampire darah murni adalah ras paling langka. Ekologi mereka tidaklah jauh berbeda dari Vampire yang Izayoi ketahui. Tapi jika dia harus mengatakan perbedaan yang paling besar, maka itu adalah bagaimana dunia memandang Ras Vampire.

Sama seperti para kelinci yang merupakan ciptaan para pencipta Little Garden disebut sebagai [Bangsawan Little Garden].

Para Vampire yang bisa berjalan di siang bolong di Little Garden disebut sebagai [Kesatria Little Garden].

Gift yang mereka miliki bisa membuat mereka melangkahi tahap ritual. Hanya dengan pertukaran darah, mereka bisa melakukan demonification. Orang yang menerima Gift itu akan memiliki keinginan kuat untuk mengkonsumsi manusia, tapi teknik itu hanya bisa dilakukan oleh [Darah Murni] dan Vampire normal tidak bisa melakukan hal tersebut.

Kota-kota di Little Garden membuat para Vampire bisa menikmati matahari dan tetap hidup. Dan sebagai gantinya, mereka juga menjaga kedamaian dan bertindak sebagai Penjaga Little Garden, membuat Vampire darah murni dikenal sebagai [Kesatria Little Garden].

“Vampire huh? Jadi begitu. Apa karena itu kau cantik?” (Izayoi)

“Eh?” (Leticia)

“Oh, jangan perdulikan aku. Silahkan lanjutkan.” Izayoi melambaikan tangannya, mempersilahkan mereka melanjutkan.

“Sebenarnya saat aku mendengar kalian akan membangun ulang Komunitas [No Name], aku merasa tidak nyaman… Aku terus memikirkan mengapa kalian membuat keputusan bodoh seperti itu.” (Leticia)

“……”

“Saat aku berhasil mendapat kesempatan untuk menghubungi kalian, untuk berbicara dengan kalian, meskipun melalui banyak kesulitan… Aku mendengar berita yang tidak bisa aku abaikan… Dikatakan bahwa ada pemilik Divinity yang bergabung ke dalam Komunitas kalian sebagai rekan.” (Leticia)

Kuro Usagi dengan refleks menatap Izayoi. Leticia pasti mendengarnya dari Shiroyasha.

Alasan Shiroyasha, [Floor Master] yang mana bermarkas di Gerbang digit empat datang khusus ke Gerbang terluar digit tujuh untuk membantu Leticia.

“Jadi aku ingin menguji apakah orang-orang baru itu memiliki kekuatan yang mampu menyelamatkan Komunitas atau tidak.” (Leticia)

“Dan hasilnya?” Tanya Kuro Usagi dengan pandangan yang serius, tapi Leticia hanya bisa tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya.

“Memang sayang, tapi Galdo tidaklah cukup untuk mengetes kekuatan mereka. Kedua gadis itu berpartisipasi dalam Game hanya menggabungkan kekuatan mereka dan membuatku sulit untuk menilai…… Aku memang berhasil datang kesini, tapi apa yang harus kukatakan pada kalian?” Mengetahui bahwa dirinya berusaha keras untuk mengerti sesuatu yang tidak ia mengerti, Leticia sekali lagi hanya bisa tersenyum pahit.

Kemudian Izayoi mengambil sikap menantang setelah mendengar kata-kata Leticia.

“Datang ke rumah lamamu untuk mengucapkan sesuatu? Pasti bukan itu tujuanmu, iya kan? Bukankah itu hanya keinginan untuk menemukan perasaan lega karena melihat Komunitas lamamu mampu maju dan berkembang sekali lagi?” (Izayoi)

“……… Hm. Mungkin itu benar.” (Leticia)

Leticia menyimpulkan hal itu dengan bantuan Izayoi, tapi jika memang begitu, itu berarti semuanya akan berakhir sebelum ia mampu mendapatkan hal yang ia inginkan. Dalam hal kekuatan manusia, Asuka dan Yo sudah termasuk manusia yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Namun, mereka mirip dengan mineral yang belum terolah sehingga Leticia tidak bisa tenang dan mempercayakan nasib rekan-rekannya kepada mereka. Tap meski itu adalah masalahnya, dia sudah kehilangan kesempatan untuk berbicara kepada Kuro Usagi dan yang lainnya agar mereka mau membubarkan Komunitas itu dan membuat Komunitas baru. Karena kejadian yang terjadi setelah mengalahkan [Fpres Garo] membuat hal ini mustahil dilakukan.

Meskipun Leticia telah mengambil resiko untuk kembali ke rumah lamanya, tujuannya sekarang terhenti di tempat dimana ia tidak bisa maju ataupun menyerah. Melihat bagaimana Leticia terus tersenyum dengan senyum yang menghina diri sendiri, Izayoi menyarankan sesuatu dengan nada main-main:

“Yah, jika kau memang sangat khawatir, hanya ada satu cara untuk menghilangkannya.” (Izayoi)

“Bagaimana?” (Leticia)

“Sebenarnya cukup sederhana. Sejak kau khawatir tentang apakah [No Name] memiliki kemampuan untuk mengahadapi Demon Lord atau tidak, kau hanya perlu menggunakan kekuatanmu sendiri untuk mengetesnya – Bagaimana? Mantan Demon Lord-sama?” (Izayoi)

Izayoi kemudian berdiri. Mengerti maksud Izayoi, Leticia terdiam beberapa saat, tapi dia segera tertawa. Leticia yang mana tertawa dengan keras ikut berdiri, ia telah tertawa hingga titik dimana air mata terbentuk di sudut matanya.

“Hehe…… Jadi begitu, Sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak pernah pikirkan. Itu memang cara yang paling tepat dan sederhana. Jika aku tahu, aku mungkin akan langsung melakukan hal ini dan bukannya memainkan trik kotor di belakang layar.” (Leticia)

“Tolong… Tolong tunggu sebentar, kalian berdua?” (Usagi)

“Bagaimana dengan peraturan Game-nya?” (Izayoi)

“Karena ini hanyalah tes kekuatan, mari buat itu tidak terlalu rumit. Kita hanya akan menyerang satu sama lain dan melihat reaksi lawan.” (Leticia)

“Yang terakhir berdiri menang? Begitukah? Baiklah, itu yang kita sebut ‘Hal sederhana adalah yang terbaik’, iya kan?” (Izayoi)

Mereka berdua tersenyum sebelum melompat keluar jendela menuju halaman depan dengan cara melompat keluar secara bersamaan.

Jendela yang dibiarkan terbuka itu tidak menghalangi mereka berdua yang dengan mudah melewati jendela itu. Dan saat mereka berdua berhadapan satu sama lain di halaman seluas 10 jo, posisi mereka terpisah seperti langit dan bumi.
[XTLN: “Jo” atau “Tatami” merupakan cara Jepang mengukur suatu ruangan 10 jo sama dengan 15 meter persegi]

“Oh? Jadi Vampire Little Garden punya sayap?” (Izayoi)


“Hm. Meskipun ini bukanlah terbang menggunakan sayap…… Bukankah kau tidak senang apabila musuhmu menguasai langit?” (Leticia)

“Tidak, itu karena kita tidak menyebutkan peraturan itu.” (Izayoi)

Izayoi hanya mengangkat bahunya tidak perduli. Meskipun ini berarti Izayoi berada pada posisi yang kurang menguntungkan, tapi Izayoi tidak membawa masalah itu lebih jauh dan hanya mengubah posisinya ke posisi bertahan.

Dan Leticia mulai menilainya dari responnya.

Dalam Gift Game, berasumsi bahwa lawan memiliki faktor yang tidak diketahui adalah peraturan dasar.

Contohnya adalah monyet yang protes terhadap ketidakadilan bahwa burung bisa terbang dengan bebas di langit, dalam Gift Game, hal itu akan dilihat sebgai kesalahan monyet tersebut yang tidak bisa terbang dan protes dari monyet tersebut dianggap tidak benar. Untuk tetap memperhatikan musuh yang memiliki kemampuan yang tidak diketahui dan berusaha menahannya dengan Gift yang dimiliki, itulah inti dari Gift Game.

(Jadi begitu. Dia memang punya respon yang tepat, tapi mari kita lihat apakah ia punya kekuatan untuk mendukung hal itu……!)

Dengan punggungnya yang menghadap ke bulan purnama, Leticia tersenyum sembari membuka sayap hitamnya saat ia mengeluarkan Gift Card miliknya.

Melihat Gift Card yang memiliki warna antara Hitam, Merah dan Emas dikeluarkan, Kuro Usagi menjadi pucat dan kemudian berteriak dengan keras:

“Leti… Leticia-sama! Gift Card itu……” (Usagi)

“Diam, Kuro Usagi, meskipun ini hanyalah tes kekuatan, ini tetaplah sebuah duel seimbang.” (Izayoi)

Gift Card itu mengeluarkan cahaya terang saat ia mengeluarkan Gift yang ada di dalamnya.

Saat partikel cahya memadat untuk membentuk item itu, partikel cahaya itu tiba-tiba meledak keluar dan memperlihatkan senjata yang seperti tombak.

“Kita akan melempar tombak ke satu sama lain dan jika lawan gagal menagkisnya, maka hal itu akan dianggap sebagai kekalahan. Maaf, tapi aku akan mulai pertama.” (Leticia)

“Tidak masalah.” (Izayoi)

Leticia mengangkat tombak itu, yang mana akan dia lempar, tinggi ke atas.

“Hu-!” (Leticia)

Leticia menarik nafas dalam-dalam smebari menyesuaikan nafasnya ia membuka sayapnya lebih lebar lagi.

Memutar seluruh tubuhnya untuk menambah kecepatan benda itu, dampak dari lemparan itu membuat udara disekitar terbelah dan tombak itu melaju dengan kekuatan yang mampu membelah angin sehingga dapat terlihat terpisah di ujung tombak itu saat tombak itu melaju mendekati targetnya.

*Ha!*

Tombak yang dilempar dengan teriakan ganas itu sudah mulai memanas karena gesekan dengan angin dan kecepatannya dalam mendekat Izayoi dalam garis lurus.

Menghadapi ujung tombak yang dilempar kearahnya sembari membuat udara bergetar seperti meteor, Izayoi tersenyum.

“Hmph! – Apa yang membuatmu bangga dengan ini?!” Dan kemudian mengayunkan tinjunya ke arah tombak itu.

“–Shwat…….?”

Leticia dan Kuro Usgi mengeluarkan suara yang tidak enak didengar.

Tapi itu karena penjelasan itu bukanlah secara metafora melainkan karena memang tidak ada cara lain untuk menjelaskannya. Ujung tombak yang ditajamkan hingga titik dimana ia dapat menembus semua udara yang menghalanginya… Bentuknya, mulai dari ujung tombak itu hingga pegangannya yang dibuat dengan motif yang indah, diubah menjadi sekumpulan besi hanya dengan satu pukulan dan kemudian membentuk pecahan tajam yang tidak terhitung seperti peluru dari shotgun yang mengarah ke Leticia.

(Ini… Ini buruk……!)

Kekuatan penghancur yang luar biasa! Leticia tidak punya kemampuan untuk menghadang serangan macam itu dan hanya bisa menghindar.

Tapi tubuhnya tidak bisa menyamai kecepatan berpikirnya. Tidak, tidak ada yang akan berubah walau tubuhnya bisa.

Jika itu adalah peluru biasa, Leticia, yang mana adalah seorang Vampire Darah Murni bisa menggunakan tangannya untuk menghentikan peluru-peluru itu. Tapi dihadapan pecahan tajam terkutuk yang bergerak dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan Kosmik tingkat tiga dan mendekat lebih cepat dari kekuatan yang seharusnya bisa dihasilkan oleh manusia, mustahil baginya untuk melakukan hal yang sama.

(Bisa… Bisa sampai sekuat ini……!)

Dan Leticia sudah dibuat menjadi sasaran, dia tersenyum pahit. Telah menyaksikan kekuatan luar biasa Izayoi, Leticia merasa sedikit malu karena telah meminta bukti kekuatan itu secara langsung dan disaat yang sama, ia merasa lega.

Karena orang ini memiliki kekuatan yang luar biasa, mungkin…… Saat Leticia sudah mempersiapkan dirinya untuk jatuh ke tanah, tercabik-cabik dan dipenuhi dengan darah–

“Leticia-sama!” (Usagi)

Disaat yang bersamaan, Kuro Usagi melompat keluar jendela untuk membantunya menghalangi pecahan besi yang hampir mencapai targetnya. Karena terkejut Leticia menarik kembali sayapnya sembari memeluk Kuro Usagi saat mereka turun ke bawah.

“Kuro… Kuro Usagi apa yang kau lakukan?!” (Leticia)

Tiba-tiba, Leticia berteriak keras. Namun, itu bukanlah protes terhadap gangguan Kuro Usagi terhadap Game itu. Tapi terhadap tindakan Kuro Usagi yang mengambil Gift Card miliknya dari tangannya dan memegangnya dengan erat.

Mengabaikan protes dari Leticia, dia melihat Gift Card di tangannya mengikuti hal itu, dia melihat ke arah Leticia sembari berkata dalam suara yang gemetar:

“Nama Gift [Puteri Vampire Berdarah Murni]…… Seperti yang kuduga! Nama Gift-nya telah berubah! Meskipun itu masih memiliki aspek Iblis, tapi sudah tidak lagi memiliki aspek Divinity.” (Usagi)

“Uu……!” (Leticia)

Leticia dengan cepat mengalihkan pandangannya, tidak mampu melihat Kuro Usagi. Izayoi yang mana mendekati mereka, terlihat agak kecewa sembari mengangkat pundaknya dengan ekspresi tidak puas.

“Apa ini? Mungkinkah kau tidak lagi memiliki Gift Demon Lord lagi dan sekarang hanya memiliki Gift Vampire?”

“…… Ya, kebanyakan senjatanya masih ada tapi Gift yang seharusnya ada dalam tubuhnya……”

Izayoi tidak menyembunyikan amarahnya saat ia mendecakkan lidahnya dengan keras.

Itu mungkin karena pikiran bahwa Leticia telah menantangnya berduel saat ia sedang lemah.

“Hmph! Jadi karena itu kau tidak bisa melawan! Jadi ini artinya, setelah kau menjadi milik orang lain, Gift milikmu juga akan diambil?” (Izayoi)

“Tidak…… Demon Lord hanya mengambil individual yang berbakat dari Komunitas dan bukanlah Gift mereka. Berbeda dari Gift yang bisa diubah menjadi senjata, apa yang biasa kita sebut sebagai [Grace] adalah keajaiban yang diberikan oleh berbagai jenis Dewa, Buddha dan Spirit. Dengan kata lain, itu adalah bagian dari jiwa yang seharusnya tidak bisa diambil begitu saja tanpa izin dari si pemilik.” (Usagi)

Itu berarti Leticia telah dengan rela menyerahkan Gift miliknya. Melihat bagaimana mereka berdua fokus kepadanya, Leticia memalingkan pandangannya dengan ekspresi sulit.

Kuro Usagi memasang ekspresi suram saat ia bertanya:

“Leticia-sama, kekuatanmu yang sebelumnya setara dengan kekuatan [Demon Lord] karena kepemilikan kekuatan iblis berdarah murni dan Divinity, yang mana membuatmu memiliki gelar Demon Lord. Tapi kekuatanmu yang sekarang, bahkan sepertinya tidak cukup sepersepuluh kekuatanmu yang sebelumnya. Mengapa bisa jadi seperti ini…….” (Usagi)

“…… Ini karena……” (Leticia)

Leticia mulai berkata dengan ragu-ragu sebelum berhenti kemudian mulai lagi beberapa kali. Tapi pada akhirnya, dia masih tidak bisa berkata jujur dan terdiam sembari melihat kebawah.

Izayoi menggaruk kepalanya karena rasa kesal saat ia memberi saran:

“Lupakan, bagaiaman caraku mengatakannya… Jika kau punya sesuatu untuk dikatakan, katakanlah setelah kita kembali kedalam.” (Izayoi)

“…… Kupikir kau benar……” (Leticia)

Mereka berdua mengangguk dengan ekspresi murung.

Part 9

–Disaat yang sama, Lokasi: [Thousan Eyes], Gerbang Terluar nomor 2105380, cabang toko Komunitas.

Setelah memastikan bahwa bagian depan toko telah tertutup, Shiroyasha berjalan di lorong itu menuju sisi barat toko untuk sampai ke tempat yang jauh lebih dalam daripada kamarnya untuk mengunjungi ruangan di halaman yang berbeda. Meskipun ruangan itu digunakan untuk menghibur tamu VIP; sekarang, orang yang ada disana bukanlah tamu.

Orang di dalam sama seperti Shiroyasha, salah satu ketua [Thousand Eyes]. Dia adalah pria kurus dengan rambut berdiri dan mengenakan jaket dari kulit ular. Orang yang mengenakan jaket dari kulit ular ini pasti telah meminta dua wanita melayaninya saat ia menunggu. Karena seseorang bisa melihat ia mengangkat gelasnya kepada wanita dengan kimono yang mewah untuk mengisi gelasnya sementara ia tersenyum dan berkata kepada Shiroyasha:

“Kau membuatku menuggu lama. Mengabaikan rekan dalam Komunitasmu untuk menerima tamu, tamu itu pasti orang penting bukan?”

Shiroyasha menggaruk kepala dengan rambut putihnya sembari menjawab dengan nada menghina:

“Hmph, rekan apa yang kau bicarakan, dasar sampah. Beraninya orang baru sepertimu meminta gadisku untuk melayanimu, kau cukup berani, bocah! Baiklah, sudah cukup! Hentikan sekarang, sudah cukup! Kembali ke tempat kerja kalian.” (Shiroyasha)

“Ba… Baik.”

Para gadis itu mulai memperbaiki bajunya yang kusut sembari pergi dari tempat itu dengan cepat.

“Sungguh sayang. Itu karena mereka mengatakan padaku bahwa mereka akan menerima permintaan apa saja jadi aku berusaha menikmatinya sedikit. Lagipula, [Perseus] tidak punya gadis semacam itu. Bisakah kau menjual mereka kepadaku sebagai hubungan bisnis antar ketua?”

“…… Mengenai hal itu, aku akan membalasnya dengan duel, kau tahu? Laius-san.” (Shiroyasha)

Rambut putih Shiroyasha mulai gemetar dan amarahnya bisa terdengar dari nada bicaranya yang mengancam. Bagi Shiroyasha yang menempatkan rekan-rekannya sebagai prioritas utama, permintaan ‘Menukar rekannya dengan uang’ hanya bisa ia anggap sebagai hinaan.

Orang yang dipanggil Laius hanya mengangkat pundaknya sembari menjawab dengan nada sandiwara:

“Maafkan aku. Aku telah salah dalam perkataanku, aku memohon maaf.” (Laius)

“Hmph. Kalau begitu, apa yang membawa tuan muda pewaris [Perseus] kemari?” (Shiroyasha)

“Seharusnya kau sudah tahu jawabannya kan?” (Laius)

Mereka berdua menatap satu sama lain. Tidak perlu dikatakan, alasan kedatangan Laius adalah Leticia.

Bahkan walau bukan itu masalahnya, sudah ada jarak diantara mereka dari awal.

Meskipun Shiroyasha dan Laius berasal dari Komunitas yang sama, perbedaan antara cabang utama dan cabang sampingan bisa dikatakn berbeda sangat jauh, seperti Langit dan Bumi.

[Perseus] awalnya bukan bagian [Thousand Eyes], melainkan Komunitas yang berasal dari kesatria dalam mitologi yunani.

Di masa lalu, kesatria Perseus dianggap telah turun dari surga dalam bentuk rasi bintang setelah menikmati hari-harinya. Tapi kenyataannya, dia telah diundang ke tempat ini, Little Garden. Nama Komunitas [Perseus] melambangkan bahwa anggotanya merupakan keturunan dari Perseus. Di Little Garden, yang mana dipenuhi dengan berbagai jenis Dewa dan Separuh Dewa di seluruh tempat, orang-orang yang mirip dengan mereka ataupun legenda tertentu tidaklah sedikit.

Setelah banyak waktu berlalu, karena kehancuran dari organisasi aslinya, mereka pun memutuskan untuk mencari perlindungan dibawah naungan Komunitas lain.

Shiroyasha menyebabkan bunyi harumph saat ia mengeluarkan kipas lipat favoritnya.
(Note: Saya tidak mengerti harumph itu apa)

“Jika ini tentang Leticia, aku tidak berniat untuk menyembunyikannya dari kalian. Lagipula kalianlah yang pertama kalinya telah mempermalukan Bendera Dewi Kembar. Apa maksud kalian menghentikan Gift Game yang sudah kalian umumkan akan selenggarakan sebagai Host? Jika hal itu dihadapi dalam keadaan normal, maka hal itu bisa dengan mudah menurunkan peringkatmu sebagai hukuman.” (Shiroyasha)

“Hm, tentang itu, aku juga tahu. Karena itulah dihadapan orang berbahaya, keji dan licik, aku tidak lagi tahu dimana atau apa yang bisa membuatku dalam, masalah, aku hanya bisa menahan air mataku dan merespon dalam diam seperti ini, kau tahu?” (Laius)

“Aku baru saja berpikir untuk mencegah hal semacam ini terjadi lagi, oleh karena itu aku telah mengatur segalanya dengan baik. Kesuksean dari pelarian dramatis itu adalah karena dedikasi dari Komunitasnya yang sebelumnya. Jika mereka tidak lagi berdedikasi, hal itu mungkin saja membuat pihak lain dalam masalah, iya kan?” (Laius)

Shiroyasha menyadari perasaan khawatir dalam hatinya.

“Sialan…… Apa kau sudah mengirimkan pasukanmu untuk menyerang [No Name]?!” (Shiroyasha)

“Serangan apa yang kau bicarakan? Itu adalah cara yang kasar untuk mengatakannya. Aku hanya akan menghukum [No Name] yang telah mencuri barang kepemilikan kita!” (Laius)

“Hm, itu terdengar bagus, aku akan menggunakan itu. Lagipula bahkan walaupun Komunitas tanpa nama itu dihancurkan, tidak akan ada yang merindukan mereka, benar kan?” (Laius)

Laius mengangkat bahunya saat dia tidak menanggapi teriakan amarah dari Shiroyasha secara serius. Meskpiun Shiroyasha sangat ingin mencekik bocah itu, tapi itu bukanlah waktunya untuk hal semacam itu. Dia menuju pintu dengan tujuan untuk keluar dari ruangan itu tapi pintu tu tidak mau terbuka.

“Ah, aku lupa mengatakannya tapi pintu itu sudah aku sabotase.” (Laius)

“Anak kurang ajar…….! Apa kau benar-benar ingin mati?” (Shiroyasha)

“Ara? Kau ingin membunuh rekanmu? Membunuh rekan adalah kejahatan yang cukup berat kau tahu?” (Laius)

“Hmph! Jika aku membunuh bajingan rendahan, tidak akan ada orang yang merindukannya! Dasar bodoh!” (Shiroyasha)

“Woah, Aiyo! Memang benar, bila itu kau orang yang mereka sebut [Demon Lord dari Malam Putih], Shiroyasha-sama yang bergerak, maka bahkan aku sendiri pun akan mati, benar kan?...... Tapi sebelum amti, aku akan setidaknya berusaha untuk membuat toko milikmu ini menghilang dari dunia kau tahu? Mari lihat. Mungkin akan cukup menyakitkan untuk melihat bawahanmu yang manis-manis itu dipukuli hingga hancur, iya kan?” (Laius)

Laius menunjukkan kalung emas yang menggantung di lehernya. Kalung itu memiliki hiasan yang mirip dengan tengkorak dan memiliki kekuatan yang bisa menandingi Demon Lord. Gift terkuat milik [Perseus].

“Uu……” Shiroyasha menggemeretakkan gigi-giginya saat ia menatap Laius dan wajahnya yang menatap balik.

Kedua pihak tetap dalam posisi seri untuk beberapa saat sebelum Shiroyasha menyerah.

“Bagus. Bagus. Jika kau tidak keras kepala, tidak ada dari kita yang akan dirugikan. Lagipula, kita semua adalah anggota dari Komunitas yang menyembah Dewi Kembar.” (Laius)

“……”

“Jangan khawatir ,aku tidak akan membunuhnya. Aku hanya akan memperlihatkan hukuman masalah kedisiplinan untuk memastikan agar dia tidak akan lagi melawan di masa depan.” (Laius)

Memakai jaket kulit ularnya sekali lagi, ia memasang senyum di wajahnya yang bersih tercukur.

Part 10

Saat mereka bertiga akan kembali ke markas, sebuah gangguan tiba-tiba bisa dirasakan di udara.

Disaat yang sama mereka mengangkat kepalanya untuk melihat sumbernya, cahaya dengan warna kecoklatan bersinar dari arah yang cukup jauh dan kemudian Leticia berteriak:

“Cahaya itu…… Apakah itu adalah Cahaya Medusa?! Tidak bagus! Aku sudah ditemukan!” (Leticia)

Mengikuti teriakan naiknya, Leticia berdiri di depan mereka sebagai pelindung menggunakan tubuhnya, berpikir untuk melindungi mereka dari bahaya yang dimiliki oleh sinar itu.

Mengerti cara kerja sinar itu, Kuro Usagi berteriak dalam kesedihan sembari menatap ke depan.

“Bendera yang memiliki kepala Medusa……? Tidak…… Itu tidak akan bekerja! Tolong menyingkir dan menghindarlah! Leticia-sama!” (Usagi)

Tapi teriakan Kuro Usagi tidak berefek banyak kepada Leticia yang telah bermandikan oleh cahaya itu dan sudah berubah menjadi patung batu dan sekarang terbaring di tanah.

Dari arah cahaya itu berasal, muncul sekumpulan lelaki yang berpakaian sebagai kesatria dan mengenakan sendal terbang yang punya sayap disampingnya. Dan mereka bergerak menuju Leticia dalam formasi.

“Target ditemukan! Vampire itu sudah diubah menjadi batu. Tangkap dia secepatnya!”

“Ada juga beberapa orang dari [No Name], apa yang harus kita lakukan?”

“Jika mereka berusaha menghalangi misi kita, kalian boleh menghentikan mereka!”

Mendengar perkataan dari para kesatria terbang, Izayoi memasang senyum tidak puas dan ganas sembari berkata:

“Sialan. Ini pertama kalinya aku dianggap lemah, seperti sebuah aksesoris. Haruskah aku menepuk tanganku untuk merayakan momen ini? Ata aku harus mengikuti amarahku dan memberi mereka pelajaran yang takkan pernah mereka lupakan? Kuro Usagi, menurutmu apa yang harus aku lakukan?” (Izayoi)

“Un…… Untuk sekarang, mari kembali ke markas!” (Usagi)

Lagipula, Leticia masih berada di dalam kepemilikan [Perseus]. Fakta bahwa ia pergi tanpa izin dari tuannya, bisa dipastikan kalau mereka tidak punya argumen yang valid. Ditambah lagi, [Perseus] juga bagian dari [Thousand Eyes] dan dalam masalah penghinaan, akan sulit untuk membayangkan bagaimana situasi berkembang.

Setelah Kuro Usagi dengan paniknya menarik Izayoi menuju ke dalam markas, tiga kesatria terbang meninggalkan formasi mereka dan turun ketanah kemudian mengelilingi Leticia yang membatu. Sementara Kuro Usagi dan Izayoi bersembunyi dibalik pintu untuk melihat situasinya.

Dan saat orang-orang dengan pakaian kesatria itu mulai mengelilingi dan mengikiat Leticia yang membatu, ekspresi mereka memperlihatkan betapa leganya mereka.

“Wah, wah, dengan ini, akhirnya selesai…… Aku sedikit takut saat berpikir bahwa ia akan lari lagi.”

“Ya, pertukaran itu cukup besar untuk membuat kita bisa membatalkan gift Game tanpa ragu. Jika kita mengacau, [Perseus] mungkin akan dikeluarkan dari [Thousand Eyes].”

“Bukan hanya itu. Meskipun tempat itu terletak di luar kota Little Garden, pihak lainnya adalah Komunitas dengan skala nasional. jika barang pertukarannya dicuri–“

“Apa maksud kalian luar kota Little Garden?!” (Usagi)

Teriakan Kuro Usagi menghentikan prai-pria itu yang akan membawa Leticia pergi.

Mendegar suara dari anggota [No Name], orang-orang itu mengambil sikap siaga dan mengarahkan pandangannya ke Kuro Usagi karena menganggap tindakan Kuro Usagi sudah mengacaukan misi mereka.

Namun, Kuro Usagi mengabaikan hal itu dan kemudian protes:

“Apa maksudmu?! Vampire-[Kesatria Little Garden] hanya bisa menahan sinar matahari selama berada di kota Little Garden, kalian tahu?! Tapi kalian malah mengirim Vampire yang seperti itu keluar dari kota Little Garden………!” (Usagi)

“Itu adalah urusan yang berhubungan langsung dengan pemimpinku. Orang luar tidak perlu tahu!”

Kesatria itu menjawab dengan dingin sebelum menggunakan sendal bersayapnya untuk terbang ke langit.

Dan kembali ke pasukan mereka di langit yang mana berjumlah hapir ratusan dengan pakaian lengkap dan menunggu perintah di atas markas [No Name].

Faktanya, masuk ke wilayah Komunitas lain tanpa izin adalah penghinaan terhadap Komunitas yang dimasuki dan tidak akan bagus bagi Komunitas yang memasuki bila kabar itu tersebar. Normalnya, Komunitas Perdagangan [Thousand Eyes] yang menghargai kepercayaan sebagai hal terpenting tidak akan melakukan hal semacam itu. Dan sudah jelas bahwa tindakan itu mereka ambil karena kesombongan mereka dengan tidak menganggap Kuro Usagi dan yang lainnya sebagai ancaman, dan hanya [No Name] belaka.

“Kalian… Kalian adalah orang kejam bodoh…! Telah menghina kami dalam berbagai hal, apakah kalian benar-benar tidak berniat meminta maaf?! Beraninya kalian mengibarkan bendera Dewi Kembar dengan sikap seperti itu! Apakah kalian memang tidak punya malu?” (Usagi)

“Hmph, untuk berbicara dengan lembut kepada Komunitas level rendah yang terletak di bagian terendah level terendah, bahkan akan lebih memalukan bagi bendera kami! Hanya merupakan salah satu Komunitas [No Name], kalian seharusnya sadar akan posisi kalian!” Orang-orang dari [Perseus] menghina Kuro Usagi.

“Apa… Apa kata kalian?!” (Usagi)

Seluruh tubuh Kuro Usagi terdengar seakan mengeluarkan suara gemeretak saat amarah mengalir ke seluruh tubuhnya. Perlakuan mereka terhadap Leticia dan penghinaan mereka terhadap Komunitasnya dengan cara bersikap tidak sopan karena masuk tanpa izin telah membuat Kuro Usagi marah.

Para kesatria itu tertawa saat melihat Kuro Usagi gemetar karena amarah sembari mengejek:

“Hmph, Kau ingin melawan kami?”

“Benar-benar bodoh, untuk [No Name] yang bahkan tidak bisa melindungi benderanya sendiri, tidak mungkin kalian bisa melawan kami.”

“Tidak tahu malu! Bendera kami akan menjadi saksi pada hari ini saat Kuro Usagi menghakimi kalian karena ketidaksopanan kalian!” (Usagi)

Para kesatria itu terus mengatakan hinaan mereka sembari mengibarkan bendera dengan gambar kepala Medusa tinggi-tinggi sembari membentuk formasi semi lingkaran di sekitar Kuro Usagi. Tapi semua hinaan itu tidak lagi terdengar bagi Kuro Usagi saat ia mulai tersenyum dingin dan berbahaya.

Melihat kepada para kesatria dengan senyuman itu, yang mana bukanlah dirinya yang biasa, ia menghina mereka:

“Hng…. Hng Hng…… Benar-benar berani. Sepertinya kalian punya cukup banyak Gift terkenal, tapi apakah kalian pikir kalian akan menjdai lebih kuat hanya dengan itu replika semacam itu?” (Usagi)

“Apa?”

Kali ini para kesatria lah yang menjadi marah. Kuro Usagi mengubah rambut hitamnya menjadi warna merah saat ia melompat ke langit untuk mengintimidasi para kesatria.

“Pemberani…… Ya itu benar, kalian terlalu berani! Untuk membuat [Moon Rabbit] yang polos, jujur, tulus, penuh fantasi dan juga simbol dari pengorbanan yang telah dipuji dalam nyanyian hingga menjadi semarah ini….!” (Usagi)

Tekanan udara di sekitar tiba-tiba berubah karena kekuatan, membuat mereka merasa kesulitan untuk bernafas, yang mana hanya menyerang para kesatria. Dan para kesatria kemudian kebingungan saat tekanan, yang dikeluarkan oleh Kuro Usagi, membuat tubuh mereka terasa berat.

Dan saat Kuro Usagi mengangkat tangan kananya, suara derit yang tajam terdengar seakan berusaha merobek atmosfir itu sendiri terlepas dan ledakan dari hal itu serupa dengan petir yang dipenuhi udara seketika sebuah tombak yang terlihat seperti petir muncul di tangan kanannya.

Melihat hal itu, para kesatria terdiam.

“Gift yang muncul bersama suara petir…… Mungkin… Mungkinkah itu adalah senjata Indra?! Laius-sama tidak mengatakan apa-apa tentnag ini!”

“Tidak… Mustahil! Bagaimana bisa senjata Divine dimiliki oleh Komunitas kelas terendah…?!”

“Itu tidak mungkin asli! Itu pasti replika sama seperti milik kita!”

Kuro Usagi menggunakan telapak tangannya untuk memegang tombak itu yang terus punya aliran listrik sembari berkata:

“Jika kalian tidak bisa menentukan apakah ini asli atau tidak dengan mata kalian – Maka gunakan tubuh kalian untuk mengujinya!” (Usagi)

Saat udara di sekitar mulai menyebar karena peningkatan energi panas, mengeluarkan suara keras saat rambut Kuro Usagi bersinar seperti cahaya dari prisme yang pelan-pelan berubah warna dari merah ke biru.

Saat Kuro Usagi akan melempar tombak Indra, Izayoi tiba-toba muncul di belakangnya.

“Oi!” (Izayoi)

“Uwa!” (Usagi)

Dan menggunakan kekuatannya untuk menarik telinga Kuro Usagi. Saat tangannya terlepas, tombak Indra terbang ke arah yang benar-benar berbeda ditemani dengan suara ledakan di atas langit Little Garden dan mengeluarkan cukup listrik dan panas untuk menyinari daerah yang cuup luas.

“Tenanglah! Apa kau ingin bertarung dengan Shiroyasha?! Padahal aku sudah menahan diri, tapi kau malah menikmati semuanya tanpaku? Huh, dasar bodoh.” (Izayoi)

“Uwas! Maaf! Apa itu alasan kau marah?” (Usagi)

Dan Izayoi menarik telinga Kuro Usagi dengan ritme dan tenaga untuk menyampaikan pesannya.

“Sakit! Sakit! Ini sangat sakit, Izayoi-san!” (Usagi)
[XTLN: Mengingat sesuatu? Pervert.]

Yang terakhir itu bukan hanya sekadar menarik, tapi Izayoi sudah berusaha untuk menarik telinga itu hingga putus.

“Sakit, sakit, ini sakit! Su… Sudah waktunya untuk berhenti, Izayoi-san! Tolong bedakan waktu untuk bermain-main dan waktu untuk bersikap serius, oke?! Sekarang, Kuro Usagi harus mengajari orang-orang kurang ajar itu……” (Usagi)

“Mereka sudah pergi tuh” (Izayoi)

“Eh?! Apa mereka benar-benar bisa berlari secepat itu?” (Usagi)

Namun, skuadron dengan jumlah hampir seratus orang tiba-tiba menghilang dengan cepat seperti asap tertiup angin adalah hal yang tidak mungkin.

“Tidak… Tidak mungkin… Mungkinkah mereka menggunakan semacam Gift tidak terlihat?” (Usagi)

“Jika Komunitas [Perseus] sama seperti yang aku tahu, maka tanpa diragukan lagi itulah penyebabnya… Tapi dunia Little Garden memang besar, mereka bahkan memiliki sendal terbang dan Helm Tidak Terlihat.” (Usagi)

Izayoi mengangguk-anggukan kepalanya dalam diam sementara Kuro Usagi menatapnya dengan ganas. Melepaskan pegangannya terhadap telinga Kuro Usagi, Izayoi menggelengkan kepalanya saat melihat reaksinya.

“Aku mengerti perasaanmu, tapi ini bukanlah saat terbaik untuk bertindak. Meskipun aku tidak begitu perduli, tapi bila [No Name] akan menantang [Thousand Eyes], bukankah hal itu akan berakhir buruk?” (Izayoi)

“Yah… Itu benar…” (Usagi)

“Bila mereka ingin detail yang lebih dalam pertukaran, mereka bisa menggunakan peraturan untuk melakukannya. Ada juga orang yang sudah benar-benar mengetahui situasinya, benar kan?” (Izayoi)

Kuro Usagi sepertinya mengerti maksud dari perkataan Izayoi dan mulai menyadarinya. Karena Shiroyasha yang membawa Leticia, maka dia mungkin saja berada dalam pertukaran itu.

“Panggil yang lain.” (Izayoi)

“Eh? Tapi.. Masih ada hal itu yang terjadi di pagi hari.” (Usagi)

“Kalau begitu panggil ochibi-sama dan Ojou-sama. Aku akan berusaha melakukan sesuatu dan dalam situasi terburuk mungkin saja itu adalah Game yang dimulai secara langsung. Karena ada kemungkinan itu, bukankah akan lebih baik untuk membawa beberapa orang lain?” (Izayoi)

-Lupakan, bahkan walau itu adalah masalahnya, aku sendiri sudah cukup.

Meskipun itu yang Izayoi pikirkan, tapi dia tidak akan mengatakannya. Lagipula, dia adalah orang yang bisa membaca situasi di sekitarnya. Tapi itu hanyalah apa yang ia katakan sendiri.

No comments:

DMCA.com Protection Status