Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 6 part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 6 part 1 Bahasa Indonesia

November 04, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 6

Part 1 

Seperti malam yang muncul hanya dalam hitungan beberapa jam, bintang-bintang berkelip di langit, disamping bulan purnama yang menyinari seluruh penjuru dunia Little Garden dengan kilauan lembutnya di tengah malam.

Lampu jalan menerangi bagian sisi jalan dengan sedikit cahaya, namun cukup. Tapi disana sepertinya tidak ada orang dan sama sekali tidak terdeteksi tanda-tanda adanya seseorang disekeliling. Berjalan di sepanjang jalan, Izayoi yang tetap menjaga jalan cepatnya sembari menatap langit kemudian bergumam sendiri:

"Malam seindah ini dengan bintang-bintang yang menghiasi langit dan lagi, sama sekali tidak ada orang diluar sini. Kalau pemandangan langit seindah ini dapat ditemukan di dunia ku, lokasi tersebut pasti sudah dijadikan tempat wisata." (Izayoi)

Kota yang biasa Izayoi tinggali sebelum datang ke Little Garden adalah kota 24 jam yang masyarakatnya tidak pernah tidur.

(TL Note: Maksudnya masih sibuk bekerja, bermain, nonton TV, netnot gitu, intinya masih ada kesibukan masing-masing dimalam hari)

Lampu neon yang terang, kendaraan yang terus lalu lalang di jalan, dan hiruk pikuk yang sepertinya tidak akan capeknya setelah aktifitas panjang mereka disiang hari. Suara tawa dan pusat hiburan yang buka hingga subuh, keributan dan kerumunan orang-orang dijalan-jalan yang menghasilkan sebuah era dimana banyak godaan-godaan setan dapat ditemukan dimana-mana. Bagi Izayoi yang hidup digenerasi seperti itu, bisa melihat bintang yang memenuhi langit di tempat dimana manusia hidup merupakan pengalaman yang cukup menyegarkan baginya. Sebaliknya, bagi Kudou Asuka yang datang dari era yang tidak lama setelah Perang Dunia, pertanyaan yang muncul didalam hatinya dari pemandangan bintang yang mengisi langit adalah alasan lain.

"Memang normal bagi bulan purnama bisa seterang dan secerah itu dilangit, tapi kenapa bintang-bintangnya tidak terpengaruh oleh itu? Bukankah itu aneh?" (Asuka)

"Itu karena tudung Little Garden sudah didesain agar bintang-bintang dapat dengan mudah terlihat." (Usagi)

"Begitukah? Tapi apa gunanya bagi mereka?" (Asuka)

Dia bisa mengerti alasan dibalik tudung yang didesain agar para Vampire tidak terluka oleh sinar matahari. Akan tetapi, bagi bintang-bintang dibuat lebih terang itu merupakan tindakan yang dia tidak mengerti apa bagusnya melakukan itu. Kuro usagi yang awalnya memimpin dengan lari kecilnya dengan cemas dan buru-buru kemudian memperlambat langkahnya untuk mencoba menjelaskan fenomena itu.

"Oh, itu karena..." (Usagi)

"Oi Oi, Ojou-sama, apa pertanyaan mu itu nggak terlalu dingin dan tidak berperasaan dengan hanya melihat pada keuntungannya? Apa kau tidak mengerti jiwa pembuatnya yang menginginkan agar bintang-bintang terlihat lebih indah dilangit?" (Izayoi)

"Ara, kedengarannya cukup mengagumkan dan penuh fantasi juga disaat yang bersamaan." (Asuka)

"...Itu... Itu juga benar." (Usagi)

Kuro Usagi sengaja membiarkannya tanpa menyangkalnya. Karena keduanya sudah menerima jawaban semacam itu, Kuro Usagi memilih mengalah untuk saat ini. Lagian penjelasan yang benar akan membutuhkan banyak waktu dan mereka hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum sampai ke toko.

Dan yang berdiri di pintu masuk [THousand Eyes] untuk menyambut trio itu adalah pelayan toko wanita yang tanpa ekspresi seperti biasanya.

"Kedatangan kalian sudah lama dinanti. Manajer toko dan Laius-sama sudah menunggu kalian didalam." (Pelayan toko)

"Maksud dari ucapan mu itu bahwa kau sudah tau kalau kami akan datang kemari? Sudah berlaku kasar kepada kami dan kau masih punya keberanian untuk mengatakan 'Kedatangan kalian sudah lama dinanti'?" (Asuka)

Mendengar balasan seperti itu menyebabkan Kuro Usagi menjadi marah lagi, tapi akal sehatnya berhasil menahannya ketika dia mengerti kalau itu tidak akan merubah masalahnya meskipun dia meladeninya secara verbal pelayan toko itu. 

Kuro usagi dan yang lain kemudian memasuki toko untuk melewati halaman yang menuju ke bangunan lain di wilayah pertokoan

Laius yang sudah ada didalam ruangan yang biasa digunakan untuk menyambut trio itu langsung bersorak dengan cara yang berlebihan begitu melihat Kuro Usagi:

"Woah! Kelinci! Wow! Ini pertama kalinya aku melihat kelinci! Meskipun aku sudah mendengar rumor-rumornya, tapi aku tidak menyangka bagian Timur bisa benar-benar punya kelinci! Rok mini dan ikat kaos kaki benar-benar terlihat cukup erotik! Maksudku~kenapa tidak bergabung saja dengan Komunitas ku?! Aku akan memberikan mu makan 3x sehari, ikat leher dan kasih sayang tiap malamnya untuk mu!" (Laius)

Laius bahkan tidak menyembunyikan sifat aslinya. Dia mengamati Kuro Usagi dari atas ke bawah dengan laparnya seakan matanya menjilatinya dengan setiap detail kecil dengan sikap cabulnya yang membawa Laius sukacita yang besar.

Jijik dengan tindakannya, Kuro Usagi dengan cepat menggerakan tangannya untuk menutupi kakinya dan Asuka juga melangkah maju, terlihat bertindak sebagai penutup untuk menutup Kuro Usagi dari pandangannya.

"Dan ini... tentu saja yang ada dihadapan kita ini adalah penjahat. Akan kunyatakan dengan jelas dari awal kalau kedua paha sexy itu adalah sesuatu yang kami miliki." (Asuka)

"Iya benar, iya benar! Kaki Kuro Usagi itu milik... EH?! BUKAN, bukan itu, Asuka-san!" (Usagi)

Mendengar deklarasi kepemilikan yang tiba-tiba dan yang bukan-bukan itu, Kuro Usagi panik sambil melakukan tsukomi.

Izayoi mengamati mereka sebelum memberikan helaan napas  ketidaksetujuan:

"Itu benar, Ojou-sama, paha-paha cantik itu sudah menjadi milik ku." (Izayoi)

"Iya benar, iya benar! Kaki cant.... Ah mou, cukup, tolong hentikan!" (Usagi)

"Baiklah, kalau begitu sebutkan harganya..." (Shiroyasha)

"Shiroyasha-sama! KUR0-USAGI-TIDAK-UNTUK-DIJUAL! Ah~ ya ampun. Kami datang kemari untuk membicarakan masalah penting, tolong jangan bercanda dong. Kuro Usagi hampir saja kehilangan kesabaran!" (Usagi)

"Baka, aku memang sengaja mencoba membuatmu marah." (Izayoi)

*Pak!* Kipas kertas menarik lintasan tajam di udara seperti Kuro Usagi yang sepertinya mudah marah hari ini.

Sementara fokus awalnya si Laius, dia sekarang benar-benar diabaikan oleh mereka.

Menganga melihat tingkah mereka berempat yang akhirnya selesai berguraunya, dia kemudian tertawa terbahak-bahak.

"Ahahahaha! Eh? Begitukah? Kalian para [No Name] adalah sekelompok pelawak yang membentuk Komunitas? Kalau memang begitu, datanglah ke [Perseus] bersama-sama! Kalau boleh jujur, aku benar-benar suka menghabiskan banyak uang untuk makanan, minuman, dan hiburan! Aku berjanji akan memperlakukan kalian dengan baik. Tak perlu dikatakan lagi, paha-paha lezat itu akan dengan patuhnya membuka pintunya lebar-lebar di ranjangku tiap malamnya juga." (Laius)

"Ditolak. Kuro Usagi tidak memiliki niatan untuk membiarkan seseorang yang tidak mengerti sikap dan etika untuk melihat tubuhnya." (Usagi)

Kuro Usagi mengatakannya dengan nada jijik dan menghina, tapi Izayoi yang duduk disebelahnya malah melanjutkan:

"Huh? Aku kira alasan kau memakai pakaian itu karena ingin dilihat." (Izayoi)

"Itu... Bukan begitu! Ini adalah sesuatu yang Shiroyasha-sama munta ke Kuro Usagi untuk dikenakan saat Kuro Usagi bekerja sebagai pengadil dalam Game yang diurusnya. DIa berjanji pada Kuro Usagi akan membayar tiga kali lipat kalau aku terus berpakaian seperti ini tiap saat. Jadi Kuro Usagi masih enggan..." (Usagi)

"Oh? Enggan dipaksa untuk memakai pakaian itu...? Oi, Shiroyasha." (Izayoi)

"Apa, nak?" (Shiroyasha)

"Izayoi menatap Shiroyasha dengan tajam. Setelah mereka bertukar tatapan untuk beberapa saat, mereka mengangkat tangan kanan mereka disaat yang bersamaan.

"Very GOOD JOB!" (Izayoi)

"Umu" (Shiroyasha)

Keduanya saling memberikan acungan jempol dan mendapat rekan baru. Menyadari topik utamanya sama sekali tidak ada kemajuan, Kuro Usagi hanya bisa mengantung kepalanya kebawah tak berdaya. Tepat disaat itu, si pelayan toko yang ada diluar gedung memberikannya bantuan terhadap situasi itu.

"Baiklah, jumlah tamu telah meningkat dan jika semuanya bersedia, maukah kalian tukar tempat ke ruang tamu yang ada didalam interior toko? Lagian tempat ini tidak nyaman karena banyaknya bekas makanan berserakan." (Pelayan toko)

"Yah... kedengarannya benar juga."

Dan karenanya kelompok yang memutuskan untuk memulai diskusi sekali lagi menuju ke ruang tamu [Thousand Eyes].

Part 2

Setelah tiba didalam ruangan, mereka mengambil posisi masing-masing dengan trio yang menghadap kedua kader [THousand Eyes] dengan duduk berurutan. Laius yang duduk di sisi lain meja panjang terus menatap Kuro Usagi dengan napsu.

Meskipun Kuro Usagi merasa merinding karenanya, tapi dia bertekad untuk mengabaikan tatapan Laius saat melimpahkan situasi kepada Shiroyasha.

"―—Kelakuan kasar [Perseus] yang disebutkan tadi, bisakah Kuro Usagi memastikan apakah kau mengerti permasalahannya?" (Shiroyasha)

"Yah...eh. Vampir yang dimiliki oleh [Perseus] sudah melanggar batas wilayah [No name] dan menyebabkan beberapa kerusakan, dan anggota-anggota [Perseus] yang sudah dikirim untuk menangkap Vampir yang dimaksud sudah bertindak dengan sikap menghina dalam ucapan maupun kelakuannya. Aku dengan ini mengkonfirmasi bahwa aku menerima keluhan kalian. Jika kalian ingin permintaan maaf dari [Perseus], maka aku akan mengatur hari berikutnya untuk..." (Laius)

"Itu tidak diperlukan. Mendapatkan penghinaan dan perilaku kurang ajar dari mereka, hanya minta maaf saja tidak akan meredakan amarah Kuro Usagi. Kami percaya bahwa pelecehan yang kami terima dari [Perseus] harus diselesaikan dengan pertarungan antara Komunitas kami." (Usagi)

Menjerat Komunitas lain kedalam konfrontasi langsung, itulah tujuan dari rencananya Kuro Usagi.

Tentu saja, keluhan yang diajukan kepada Leticia terhadap kekacauan yang dibuat di wilayahnya hanyalah isapan jempol belaka saja. Meskipun begitu, dalam rangka untuk mendapatkan kembali Leticia, sekarang bukanlah saat untuk mempedulikan detail kecil semacam itu. Selama tujuan bisa tercapai, apapun bisa digunakan selama bisa mendapatkan keuntungan.

"Kami datang kemari hari ini dengan harapan bahwa [Thousand Eyes] dapat membatalkan pengunduran, jika [Perseus] menolak permintaan kami, maka maukah engkau menggunakan nama [Host Master] untuk..." (Usagi)

"Aku tolak." (Laius)

Laius tiba-tiba memotong pembicaraan.

"...Eh?" (Usagi)

"Aku tidak mau, pertarungan apa yang kau bicarakan? Apa itu gurauan? Dan apa kau punya bukti yang menunjukan kalau Vampir sudah mengacaukan wilayah kalian?" (Laius)

"Mengenai itu, kita hanya bisa membebaskan pembatuannya untuk..." (Usagi)

"Itu tidak mungkin. Orang itu sudah melarikan diri sekali sebelum waktu transaksi tiba. Aku tidak akan melepaskan pembatuannya. Dan ada kemungkinan juga kalau kalian sudah bersengkongkol mengenai ini sebelumnya kan? Apa aku benar? MANTAN REKAN?" (Laius)

Laius tersenyum dengan kata-kata sarkasnya. Karena argumen yang dia punya sangat beralasan, Kuro Usagi juga tidak bisa menolaknya.

"Selain itu, alasan Vampir itu melarikan diri adalah untuk bertemu dengan kalian 'kan? Atau mungkin kalian yang mencuri apa yang aku miliki?" (Laius)

"Apa... Apa yang kau katakan?! Apa bukti dari pernyataan mu itu..." (Usagi)

"Bukankah kenyataan kalau Vampir itu ditemukan didalam wilayah kalian sudah cukup?" (Laius)

*Uu* Kuro Usagi terdiam. Ketika lawan menggunakan titik itu untuk menekan serangannya, mereka tidak akan bisa menyangkalnya. Lagian, persoalan yang dibawa oleh baik itu Kuro Usagi maupun Laius, mereka kekurangan saksi mata dari pihak ketiga untuk mendukung mereka. Laius memberikan senyum keji sambil menekan serangannya:

"Lupakan saja, jika kalian benar-benar ingin situasinya diselesaikan dengan duel, maka kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh kasus tersebut... tapi orang yang akan mengalami masalah terhadap penyelidikan menyeluruh itu bukan aku~" (Laius)

"It... Itu..." (Usagi)

Kuro Usagi mengalihkan pandangannya ke Shiroyasha. Karena pihak lain sudah membawa namanya, Kuro Usagi tidak bisa berbuat apa-apa. Lagian dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, alasan [No Name] dapat bertahan sejauh ini semua karena bantuan yang diterima dari Shiroyasha.

Kuro Usagi sangat ingin untuk tidak menyebabkan lebih banyak masalah baginya karena rentetan ketidak beruntungannya.

"Baiklah kalau begitu, aku akan segera pergi dan segera mempersiapkan transportasi bagi Vampirnya untuk dikirim ke lokasi pembeli. Aku benar-benar benci terhadap wanita yang bersikap dingin, terutama dia yang memiliki penampilan fisik yang tidak ada bedanya dengan anak kecil—tapi menurutku, seperti yang kalian tau, cewek itu terlihat cukup imut dan bagi orang-orang yang memiliki fetish semacam itu, dia lebih seperti spesies langka, bukan? Dan ada juga orang-orang yang suka menghancurkan wanita berkemauan kuat dengan menelanjangi dan memborgolnya untuk menghancurkan mentalnya hingga dia mengerang. Di penjara alami yaitu sinar matahari untuk menjadikan wanita itu mainan abadi... bukankah itu erotis?" (Laius)

Laius memancing mereka dengan menggambarkan berbagai kemungkinan malapetaka yang diterima oleh Leticia yang akan diserahkan ke orang-orang yang semacam itu.

Seperti yang diduga, telinga Kuro Usagi berdiri tegang karena geram dengannya

"Kau... Kau benar-benar...!" (Usagi)

"Tapi cewek itu benar-benar menyedihkan ya. Tidak hanya dalam proses yang dijual keluar dari Little Garden, tapi juga mau-maunya dia memberikan Gift-nya ke Demon Lord hanya demi rekan-rekan tidak tau malunya itu." (Laius)

"....apa katamu?" (Asuka)

Orang yang meneriakan pertanyaan itu adalah Asuka yang dimana dia sama sekali belum mendengar situasi yang tengah dihadapi oleh Leticia dan terkejut setelah mendengarnya untuk pertama kalinya dari Laius.

Meskipun Kuro Usagi masih tetap diam, terlihat jelas dari ekspresinya kalau dia sedang goyah didalamnya.

Laius tidak ingin melewatkan kesempatan ini.

"Orang macam apa yang tidak dapat menerima apapun sebagai imbalan atas kebodohannya. [Gift] merupakan garis hidup yang sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan di dunia ini dan juga merupakan bagian dari jiwa. Tapi kemudian dia membuangnya dalam rangka untuk mencegah rekan-rekan bodoh dan tidak becusnya dalam melakukan sesuatu yang absurd dan sia-sia? Masalahnya adalah kebebasan yang dia dapat hanyalah sebuah ilusi semata. Ditambah lagi, mendapatkan penghinaan terburuk 'menjadi barang milik orang lain' dengan pergi kembali menuju rekan-rekannya, rekan-rekan yang baru saja meninggalkannya!

Akan jadi sangat menarik bisa tau apa yang akan dia rasakan ketika dia bangun." (Laius)

"...Eh...Apa..." (Usagi)

Kuro Usagi menjadi bungkam dan wajahnya secara drastis menjadi pucat.

Disaat yang bersamaan, hal itu sudah memecahkan banyak misteri baginya. Alasan kenapa Leticia yang direbut oleh Demon Lord tiba-tiba bisa muncul kembali di Bagian Timur atau alasan dibalik Gift Cardnya yang menandai kalau levelnya tiba-tiba saja jatuh, hal itu baru saja terjawab oleh kata-katanya Laius.

Leticia yang ingin melihat Kuro Usagi dan yang lainnya sekali lagi— sama sekali tidak akan keberatan mengorbankan jiwanya.

Laius tersenyum lebar sambil mengulurkan tangan kanannya ke wajah pucatnya Kuro Usagi.

"Aku bilang, Kuro Usagi-san, kalau kau hanya membiarkannya seperti ini, bukankah itu bertentangan dengan kode moral diantara rekan-rekan sesama Komunitas?" (Laius)

"...? Apa maksud mu?" (Usagi)

"Mari kita lakukan pertukaran. Aku akan membiarkan vampir itu kembali ke [No Name], tapi sebagai gantinya kau yang bergabung ke Komunitas kami. Kau akan menjadi milik ku selamanya." (Laius)

"Apa...?" (Usagi)

"Ini seharusnya bisa dianggap sebagai bentuk cinta pada pandangan pertama, kan? Dan hal langka seperti [Bangsawan Little Garden] seharisnya tidak boleh dibiarkan sia-sia." (Laius)

Kuro Usagi bungkam dalam keheningan sekali lagi. Akan tetapi, Asuka yang sepertinya sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi memberikan sikap marahnya dengan menghentakan tangannya ke atas meja:

"Meskipun aku sudah tau kalau kau seorang bajingan tengik, aku tidak pernah menduga kau bisa lebih sebajingan ini! Kuro Usagi, kita pergi! Tidak diperlukan lagi untuk mendengarkan kata-kata sampahnya orang ini!" (Asuka)

"Tolong... Tolong tunggu sebentar, Asuka-san!" (Usagi)

Asuka yang ingin segera pergi dengan memegang tangannya Kuro Usagi, tapi Kuro Usagi berdiri dengan cepat dan tidak ada niatan untuk keluar dari ruangan.

keraguan dirinya sudah mulai menutupi matanya dan sudah pasti bahwa permintaan tersebut membuatnya bimbang sampai ke titik dimana dia merasa bermasalah.

Menyadari benih keraguannya Kuro Usagi semakin tumbuh, Laius memberikan senyuman menjengkelkan lainnya sekali lagi sambil dengan dengan senangnya terus mendorong proposisi-nya:

"Hei hei, kau ini seorang [Kelinci Bulan] kan? Selama itu demi rekan, kau bahkan akan dengan senang hati mengorbankan dirimu sendiri kan? Itu juga adalah sebuah bakat yang dimana merupakan sifat kedua bagi ras mu!" (Laius)

"...Uu!" (Usagi)

"Hei, ada apa? Kelinci suka dengan apa yang mereka sebut moralitas dan perbuatan amal kan? Bukankah kekuatan dan kepercayaan mu juga Indra itu didapat melalui kehidupan rendah mu pada pengorbanan rendahan yang menuai beberapa keuntungan? Karena alasan dari keberadaan ras mu di Little Garden adalah karena pemanggilan dalam mengenang pengorbanan sejenismu, kenapa tidak kau ikuti saja mereka-mereka itu dan tinggal terima saja tawaran ini? Hei, bagaimana menurutmu..." (Laius)

"Tutup mulut mu!" (Asuka)

*Kak!* Rahang bawahnya Laius menemui rahang atasnya dan bibirnya tertutup rapat-rapat ketika ekspresi bingung tiba-tiba muncul diwajahnya. Ini adalah hasil dari kekuatannya Asuka ketika dia tidak tahan melihat itu berlanjut lebih jauh lagi.

"....!....?"

"Kau benar-benar memuakan. Tetaplah seperti itu dan merendahlah meminta maaf!" (Asuka)

Bingung sementara mulutnya tertutup rapat, Laius mulai membungkuk kedepan. Akan tetapi, dia mulai menentang perintahnya di saat berikutnya dan dia memaksakan dirinya untuk berdiri. Menyadari apa yang telah menyebabkan dia bertindak seperti itu, Laius memaksa membuka mulutnya untuk menggeram:

"Oi! Jalang! Kekuatan ini... hanya dapat—bekerja pada orang-orang rendahan! Dasar bodoh!" (Laius)

Marah, Laius mengeluarkan Gift Card nya dan diikuti dengan menarik sebuah Harpe dari kilatan cahaya.
(TL Note: Harpe=http://i.imgur.com/xR04Uqh.jpg)

Dia mengayunkan pedangnya, tapi Izayoi yang sudah menunggu gilirannya bergerak tepat ke depan Asuka dalam upaya untuk melindunginya saat dia menerima sabetannya.

"Kau... siapa kau...?" (Laius)

"Aku adalah si tampan Izayoi-sama. Kalau kau ingin bertarung, aku tidak keberatan menambahkan bunga didalamnya sebelum mengumpulkan hutangnya, tau? Tentu saja, aku akan memberikan peningkatan rate 100% tiap 10 hari." (Izayoi)
(TL Note: Saya jujur tidak mengerti kata-katanya)

Izayoi tertawa ringan ketika dia mencengkram gagang pedang itu dan mengembalikannya kepada Laius dengan tendangan.

Tidak dapat menerima serangan, Laius melompat kebelakang dan menarik diri beberapa jarak diantara mereka dan dia mulai menebak-nebak serangan seperti apa yang akan dilancarkan lawan berikutnya.

Akan tetapi, Harpenya berada di kipasnya Shiroyasha.

"Cukup! Hentikan segera! Dasar bodoh! Jika kalian tidak bisa menyelesaikan ini dengan negosiasi, kalian akan tahu akibatnya!" (Shiroyasha)

"...Cih! Tapi wanita itu yang memulainya lebih dulu." Laius meludah sambil terus memandang tajam dengan niat membunuh.

Pada titik ini, Kuro Usagi juga berdiri diantara mereka untuk menghentikan perdebatan.

"Ya, kami mengerti. Kalau begitu, untuk semua yang telah terjadi hari ini, mari kita lupakan saja dan tidak meneruskan masalah ini lebih lanjut... Selain itu, mengenai tawaran yang sebelumnya,... Tolong berikan Kuro Usagi waktu untuk mempertimbangkannya." (Usagi)

Jawaban Kuro Usagi menyebabkan Asuka terkejut dan berteriak keras:

"Tunggu... Tunggu sebentar! Kuro Usagi! Maksudmu, kau bersedia untuk menjadi milik orang itu?!" (Asuka)


"....Karena masih perlu didiskusikan dengan rekan-rekan Kuro Usagi, kumohon berikan aku sedikit waktu." (Usagi)

"OK OK! Kalau begitu batas waktunya adalah H-1 sebelum Komunitas ku menyegel perjanjiannya... Aku akan menunggu selama satu minggu kalau begitu." (Laius)

Kata Laius dengan penuh senyum, dan Kuro Usagi yang meninggalkan ruangan tepat setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya.

Asuka juga mengikutinya keluar sementara Izayoi yang masih berdiri ditempat awalnya mengangkat bahunya.

"Wow! Shiroyasha, kau cukup beruntung juga ya? Dihimpit diantara teman yang sulit untuk diatasi dan bawahan rendahan adalah pengalaman yang cukup tidak biasa 'kan?" (Izayoi)

"Sheesh, kata-katamu sesuatu sekali ya, tapi kalau kau benar-benar iri dengan posisi ini, aku akan dengan senang hati memberikan posisi ini padamu." (Shiroyasha)

"Jangan sekarang, tapi... coba pikir lagi, pemimpin [Perseus] adalah kau?" (Izayoi)

"Apa? Iya memang aku, tapi apa maksud dari pertanyaan retoris yang dilontarkan olehmu saat ini setelah semua yang telah terjadi ini?" (Laius)
(TL Note: Pertanyaan retoris=Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, yang jawabannya sudah jelas)

Nada bicara Laius seperti mudah tersinggung yang mana dapat dimengerti juga mengingat semua yang telah terjadi selama ini.

Izayoi menatap Laius beberapa saat sebelum memberikan helaan napas yang tampak kecewa ketika berbalik untuk pergi.

"―—Tunggu dulu, apa maksud dari helaan napas itu barusan, huh?" (Laius)

"Sepertinya aku keliru. Dan aku juga bodoh karena sudah berantisipasi seperti itu... Yah, semacam itulah." (Izayoi)

"Hmph! Kalau memang begitu, aku mungkin bahkan akan membengkokkan aturan ku dan menerima tantangan murahan itu untuk duel 'tau?" (Laius)

Laius mengangkat Harpenya. Diakhir hari itu, dia masihlah pemimpin yang memimpin [Perseus], mengalahkan banyak makhluk setengah dewa dan dewa dalam rangka mendirikan Markas Besarnya di Gerbang Luar Lima digit. Kekuatannya jelas berada dilevel yang berbeda dari manusia biasa. Meskipun dipertarungan sebelumnya dia mungkin terlihat kalah, tapi jika itu adalah pertarungan sesungguhnya, Laius yakin tanpa adanya keraguan kalau dia akan menang. Izayoi mengangkat alisnya ketika menilai kembali Laius, tapi akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan karena kehilangan minat.

No comments:

DMCA.com Protection Status