Nidome no Yuusha Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Nidome no Yuusha Chapter 7 Bahasa Indonesia

November 05, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Alice
Editor: Ise-kun

Chapter 7 : Hero Adalah Seorang Stalker dan Juga Shinigami Part 1

------------------------------
Chapter ini berisi kekerasan, gore atau bahasa yang tidak sesuai dengan anak-anak dibawah umur. Tidak disarankan untuk anak dibawah umur 18 untuk membaca ini. Anda telah diperingatkan.

Btw, berikut ini dari sudut pandang orang lain (calon korban)
------------------------------

"Hah.. Hah.. Hah.. Hah.."

Pria itu berlari seolah-olah tak ada lagi hari esok, dia bahkan tak peduli dengan sekelilingnya.

Saat dia melewati gang sempit diantara dinding-dinding, batang dan ranting menggoresnya. Karena itu, lengan dan kakinya terluka.

Namun, dia tidak mampu lagi untuk peduli dengan hal sepele seperti itu.

Luka kecil ditubuhnya itu terlihat sepele. Ketakutannya sudah lama terus menekan nalarnya.

Nalurinya memberitahunya bahwa kalau dia tak ingin terbunuh, dia harus terus lari

(Sial!!! Ini buruk, INI BURUK, SIALLLLLL!!)

Kehabisan napas, meskipun tubuhnya memohonnya untuk beristirahat, otaknya memerintahkan untuk menghiraukannya dan secepatnya berlari.

Alasan mengapa ia berlari, kembali lagi memenuhi pikirannya yang kacau dengan ingatan yang menggerikan sekarang.



Pria itu melakukan tugas rutinnya, seperti biasanya, seperti itu hanyalah hari biasa dalam pekerjaan itu.

orang-orang yang sudah tidak bisa kembali ke kehidupan normal lagi, datang setiap hari ke perkampungan kumuh ini.

Penjahat-penjahat yang terkenal yang dalam masa pelarian, anak-anak yatim yang kehilangan orang tuanya, bangsawan yang kehilangan posisi mereka dalam perselisihan keluarga, adventurer yang tak bisa membayar hutang mereka, Orang-orang normal yang miskin. Orang-orang ini adalah sejenis orang yang akan muncul di perkampungan kumuh.

Perkampungan kumuh ini sudah menjadi tempat untuk orang-orang yang berakhir kabur karena rahasia gelap mereka dan hal tersebut akan mengubah penghuni dari perkampungan kumuh seluruhnya.

Namun, ada peraturan di perkampungan kumuh.

Sudah diketahui bahwa tanpa adanya perkampungan kumuh, Orang-orang tersebut akan membanjiri kota, mengganggu ketertiban umum.

Suatu hari beberapa ordo ksatria mencoba menghancurkan sebuah perkampungan kumuh dan memusnahkannya, mengambil alihnya dan berhasil melakukannya. namun, bertentangan dengan keyakinan mereka bahwa perdagangan akan berkembang berkat hilangnya perkampungan kumuh, ketertiban umum malah semakin memburuk dan pedagang tak ingin mendekati kota lagi. Sejak hari itu dan seterusnya, segalanya menurun.

Karena itulah, ada peraturan tak tertulis di setiap kota-kota untuk tidak mengusik perkampungan kumuh kecuali jika itu benar-benar dibutuhkan.

Sebagai penduduk biasa, kau bisa mendapatkan kehidupan lebih baik dengan lingkungan aman apabila kota tersebut memiliki pemukiman kumuh.

Namun demikian, seperti yang mereka telah putuskan, semua kegiatan di perkampungan kumuh pun diabaikan sampai pada taraf tertentu. Meskipun perkampungan kumuh dianggap sebagai kejahatan, Namun keberadaannya dibutuhkan. Apabila orang-orang di perkampungan kumuh mengganggu dengan sisi terang(Penduduk biasa) dari kota ini, Maka negara tidak akan memiliki pilihan lain selain untuk campur tangan.

Juga, pihak perkampungan kumuh pun tidak menginginkan adanya campur tangan dari kota ataupun kerajaan. Itulah mengapa ada para pemimpin yang mengelola Penghuni dari perkampungan kumuh.

Mereka mengatur populasi dan mempertahankan status quo didalam perkampungan kumuh.

Dan juga, Mereka mencoba untuk menjaga agar gangguan tidak terjadi diluar batas dari wilayah perkampungan kumuh.

Sebagai ganti menerima hal-hal yang bermasalah, ada persetujuan tersirat bahwa kejadian-kejadian yang terjadi didalam perkampungan kumuh sampai pada taraf tertentu akan diabaikan.

Sebuah tempat yang diterima sebagai wilayah tambahan, itulah apa yang disebut perkampungan kumuh.

Itulah kenapa pria itu, yang menggunakan seluruh kemampuan yang ia pelajari sebagai mantan mata-mata, mengawasi pintu-pintu masuk yang terletak di perkampungan kumuh yang ada di Ibukota, Seperti apa yang diperintahkan oleh seorang pria yaitu atasannya.

Jika dia menemukan seorang pria berbahaya, dia akan mengingat seluruh ciri utamanya dan memberitahu atasannya.

Jika dia menemukan bangsawan, orang kaya, atau juga anak dari tokoh berpengaruh yang bisa membahayakan perkampungan kumuh, dia akan mengawal mereka.

Dengan melakukannya, dia mencegah perkampungan kumuh untuk melanggar peraturan yang dibebankan pada mereka, dan akan melindungi perkampungan kumuh dari pembersihan. Jika suatu saat perkampungan kumuh menghilang, itu berarti dia akan kehilangan tempatnya untuk hidup.

Itulah sebabnya, saat dia merasakan pria itu datang dari jalan besar, dia menandai pria itu sebagai target dan memulai pengawasannya.

Umur dari anak itu tampaknya sekitar 15 tahun. Dia memiliki rambut hitam dan badan yang kurus dan memakai baju hitam pekat. Meskipun kualitas bajunya bagus, itu bukanlah tipe baju yang digunakan di ibukota.

Sedikitnya dia tak terlihat seperti seseorang yang berpengaruh, tapi dari penampilannya kau bisa mengira kalau dia bukan seseorang yang miskin, ataulah seorang kriminal.

Dia bisa saja seorang bangsawan atau juga pedagang dari kota lain, tapi dia tak bisa menebak-nebak apa pengaruh dan kekuatannya.
Namun dia tau anak laki-laki itu bukanlah orang biasa.

"Artinya, mungkin tak apa kalau dia dapat beberapa luka dalam..."

Saat pria itu bergumam sendiri, dijalan utama, dia melihat ada beberapa preman muncul mengellingi penerobos itu. Lalu anak itu akan diserang, terluka dan diselamatkan olehnya, seperti biasanya.

Preman-preman ini dan pria itu berada dibawah sebuah perjanjian. dengan kata lain, pendekatan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan memberi mereka uang secara berkala, Jika pria itu memutuskan bahwa penerobos itu seharusnya dibiarkan hidup, preman-preman itu akan memalsukan pertarungan dengan mata-mata dan beberapa saat kemudian mereka akan kabur dari sana, memaksa penerobos itu berhutang budi pada mata-mata itu.

Dengan melakukannya, Pria itu akan meminta penerobos untuk meninggalkan perkampungan kumuh, sembari korban tersebut tidak memiliki kebencian terhadap perkampungan kumuh.

"Saat mereka mematahkan 2 atau 3 tulangnya, sekarusnya itulah waktu yang tepat untuk pergi" adalah apa yang ia pikirkan saat dia bersiap untuk masuk kedalam pertarungan. Menunggu kesempatan terbaik untuk menyela saat preman menyerang anak itu, namun dia tak bisa berkata-kata lagi saat ia melihat kejadian yang selanjutnya,

"Huh? GAAAAAAAAGH!!?"

Sebuah teriakan menggema, Pria itu untuk sesaat tak bisa mengerti kejadian yang terjadi tepat didepan matanya.

Preman yang mencoba menyerang anak itu berjatuhan dan membungkuk ditanah. Bahkan ia yang seorang agen pun, dengan mata yang telah ia latih seluruh hidupnya, tak bisa benar-benar menangkap seluruh kejadiannya.

Secara acuh tak acuh, dia menciptakan suasana ini dengan mudah, dan orang yang bertanggung jawab untuk musibah ini terlihat seperti dia tidak benar-benar tertarik dengan ini. Entahlah sejak kapan, ditanganya ada senjata tajam yang bisa juga digunakan sebagai pisau lempar dan menggunakan pisau itu, dia menusuk tangan pemimpin para preman itu ke tanah untuk mencegahnya kabur(TLnote: ngerti pasak? yang digunakan buat tenda, nusuk tangannya seperti itu ke tanah). dan akhirnya, anak itu memenggal kepala pria itu saat ia mulai mencoba untuk kabur.

Tak perlu dijelaskan pun.

Dia merasa dia tak bisa menangani anak laki-laki itu.

Pendatang dari perkampungan kumuh tersebut memilikinya, Kekuatan yang bisa dianggap melampaui ordo ksatria kerajaan. Sebuah pikiran batin yang kuat yang bisa merebut hidup seseorang tanpa sedikitpun keraguan yang tampaknya terlihat seperti tidak manusiawi.

Siluet yang terlihat seperti dewa kematian yang mengangkat kembali jiwa-jiwa yang ia telah pilih.

Dia tidak tahu jika preman-preman sudah bicara pada anak itu mengenai hubungan mereka, tapi dia yakin jika ia menjadi sasaran anak itu, tidak mungkin dia akan dibiarkan untuk terus hidup.

Seketika, insting pria itu memberitahunya bahwa kematian berada dihadapannya.

Saat pria itu mencoba untuk lewat secepat mungkin ke sisi lain dari jembatan yang lapuk itu. Mantan mata-mata itu memutuskan kalau itu mustahil untuk mengatasi anak itu sendirian dan tertekan oleh rasa takutnya, ia kabur untuk memberitahukan informasi tersebut pada pria yang bertanggung jawab terhadap perkampungan kumuh sesegera mungkin.



Setelah beberapa waktu telah berlalu sejak dia mulai berlari, pria itu mencapai pasar dari pemukiman kumuh.

Menyimpang dari jalanan dimana hanya ada gudang-gudang bahan mentah yang tak bisa dibandingkan dengan barang-barang normal yang ada di ibukota, dia memasuki sebuah bangunan melewati suatu persimpangan.

Terpasang di interior bangunan kasar, ada sebuah pintu besi yang telah diperkuat dan di kedua sisinya ada 2 gargoyle mengawalnya, bertindak sebagai penjaga.

para gargoyle itu melihat kearahnya dengan mata yang dingin, sedingin kulit abu-abu mereka yang telihat kasar seperti batu.

「「Apa kata sandinya?」」 (Gargoyle)

"Haaa, Haa 『Kunci utama dari tempat pembuangan sampah.』"

「「Kau bisa lewat」」 (Gargoyle)

Bicara bersamaan, keduanya menyelaraskan jawaban mereka saat mereka mendengar kata sandinya. Dia pun menarik nafas lega, dan kemudian dia pun mendorong dan membuka pintu yang dibuat dari besi tersebut.

Didalamnya, ada sebuah ruangan yang tak biasa berada di sebuah perkampungan kumuh yang terus dijaga bersih, bahkan perabotan dan persediaan memiliki harga yang tinggi, dihiasi dengan bagian dalam yang sangat indah yang bisa dibandingkan dengan mansion bangsawan tingkat menengah.

Ditengah ruangan tersebut, ada beberapa pengawal yang juga adalah mantan ksatria ataupun adventurer yang sedang bersantai sambil berjudi.

"Nnn? Apa yang terjadi sih Jack, Gelisah banget"

"Hey hey, simpatilah dengannya sedikit. Mungkin dia memakan sesuatu yang buruk dan lagi berada di depan pintu kematiannya?"

"Hey, kauuuuu.. Jangan coba-coba curang diantara kegaduhan ini ya!!"

"Tch, penglihatanmu itu yang terlalu tajam."

Setelah namanya dipanggil sembil dikelilingi oleh teman sekerjanya yang memberikan suasana yang menentramkan, ia pun tertawa, Jack merasa bahwa rasa takutnya sedikit memudar, mempertimbangkan kalau dia aman disini, seluruh ketegangan yang ia rasakan pun mencair.

"Aku perlu bertemu dengan boss, ini darurat."

Meskipun ia sudah merasa aman, tak salah lagi kalau ia harus memberitahu informasi tentang apa yang telah ia temukan secepat mungkin.

Dia tak tahu tujuan dari anak itu, tapi dia yakin dia bukan anak tersesat biasa. Dia tahu meskipun pengaruh satu orang seharusnya bukan apa-apa, sebagai mata-mata yang berpengalaman, dia tak bisa membiarkan anak itu sendiri, karena dia tak tahu dampak apa yang penerobos itu bisa bawa ke perkampungan kumuh.

"Apa? Apa negara mengirim ksatria?"

"Nggak gitu kok.. Kita akan membicarakannya nanti."

Percaya bahwa dia tak bisa menjelaskan situasinya dengan singkat, karena dia dulu adalah seorang mata-mata, dia memutuskan bahwa tak ada gunanya untuk mencoba melaporkannya secara tidak akurat, dia memutuskan untuk tidak mengeluarkan apa yang dipikirannya terlalu cepat.

"『Siapa?』" (boss)

"Boss, ini aku, Jack. Aku ingin memberitahukan suatu informasi darurat"

"『Pintunya tidak dikunci, jadi buka sendiri』" (Boss)

"Baiklah, permisi." (Jack)

Saat dia mendorong dan membuka pintu dengan sopan, dia melihat pria tua berumur 30 tahun dengan seluruh bagian belakang rambutnya yang telah memutih dan juga sebuah kacamata dengan satu lensa(TLnote: mungkin seperti kacamata yang dipakai ma kaito kid, di anime detective conan), yang memberikannya kesan sebagai orang yang pintar. Ia membaca beberapa dokumen dengan mata sipitnya.

"Tak apa kan kalau aku mendengarkannya sambil mengecek dokumen-dokumen ini?" (Boss)

"Tak masalah, Boss" (Jack)

Pria itu menjawabnya seperti itu, bukan karena dia percaya kalau informasinya sedikit penting, tapi karena dia percaya bahwa pria ini sanggup membuat keputusan yang bijak sambil melakukannya.

"Hm, Kelihatannya akan butuh waktu lama, tak apa kalau kau duduk dengan nyaman di sofa." (Boss)

Tak diketahui jika dia mengerti kepentingan dari situasi dari suara pria itu saja, tapi suara boss memiliki nada yang serius.

"Baiklah, permisi.." (Jack)

Saat pria itu menyandarkan punggungnya ke sofa, dia berfikir bagaimana untuk memberitahukan beritanya. Aliran kejadian tersebut mengalir lagi didalam kepala pria itu dan dia mau membuka mulutnya.

Namun, sebelum dia bisa mengubahnya menjadi kata-kata, boss itu membuka mulutnya terlebih dahulu.

"Hmm, Jack, Kau sudah membuat sebuah kesalahan." (Boss)

Terpaku oleh kata-kata bossnya yang mengatakan 『Kau sudah membuat kesalahan』, bahkan sebelum dia memberitahukan kejadiannya, hal tersebut membuat pikirannya membeku.

"Ap, Apa maksudmu.." (Jack)

"Hello~, Apa kau mungkin boss dari perkampungan kumuh ini?"

Hanya pada saat dia mau menanyakannya, pintu terdobrak sembari suara itu terdengar, dengan 'batan'(sfx) dan suara itu pun menghilang.

Ada seorang pria yang bertingkah riang, seperti seorang teman lama yang diundang untuk bermain ke rumah seseorang. Di tangan kanannya ada sebuah gargoyle yang tidak memiliki tubuhnya, sementara di tangan lain dia menyeret mantan adventurer yang merupakan teman kerja dari mata-mata itu dengan anggota tubuhnya yang mengalami hyperextention.
(TLnote: Hyperextension adalah ketika otot seseorang berlawanan dengan cara yang seharusnya untuk menekuk.)

"Kau, Makasih ya sudah memanduku. Hanya untuk itu saja, Aku akan melupakan masalah yang sebelumnya."

Ada seorang anak laki-laki dengan senyuman shinigaminya berdiri disana.

No comments:

DMCA.com Protection Status