The Dungeon Seeker Prologue Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

The Dungeon Seeker Prologue Bahasa Indonesia

November 22, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Lord D
Editor: CTian

PROLOGUE ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼

Di kegelapan yang redupーー”Di dalam”, dia sedang berjalan.

Permukaan berwarna merah, lipatan, dan pembuluh darah, mungkin lebih mudah untuk menyebutnya didalam sebuah perut. *Pechari*, dia melangkah di atas genangan air berwarna kuning yang terlihat seperti cairan ketuban.

Rasanya dia sekecil jari yang amat kecil, berjalan di dalam tubuh seorang manusiaーーterasa seperti itu.

Ini adalah dungeon yang berada di dunia lainーーitu adalah tempatnya, tempat dimana Takeda Junpei sedang berjalan sekarang.

「Sialan... tempat ini memiliki bau yang begitu amis....」

Di depan sebuah koridor berbentuk seperti tabung, angin yang memiliki bau busuk tercampur di dalamnya berhembus, bergesekan dengan pipinya.

Sepertinya tidak akan memakan begitu banyak waktu, sebelum aula boss untuk tempat ini.

Apa yang bisa dirasakan adalah sebuah keberadaan yang begitu kuat.

Dan di detik berikutnya, getaran yang terasa seperti gempa bumi bergema di seluruh koridor.

Di saat yang bersamaan dengan ramalan jika suara itu adalah ‘itu’ berubah menjadi kepercayaan, setitik keringat turun di sekitar pelipis Junpei.

Dia memastikan keberadaan dari senjatanya yang berada di sebuah holster yang menggantung di pinggulnya. Benda itu memanglah sebuah baja yang begitu besar, benda itu adalah『S&WM57』41. Caliber Magnum.

Dalam sekejap mata, dinding luar koridor yang terbuat dari dagingーーbergeliat-liat.

Daging yang bergeliat-geliat di dinding luar ditebas dan tertembus, dan cairan merah keluar seperti sebuah air mancur. Apa yang muncul dari sana adalah, seekor laba-laba yang diselimuti oleh cairan merah, seekor serangga dengan tinggi lebih dari dua meter.

Junpei dengan cepat mengeluarkan Magnum-nya, dan di saat yang bersamaan, kepala laba-laba tersebut meledak bersamaan dengan itu cairan kuning kehijauan miliknya keluar, laba-laba itu terjatuh ke tanah dan berhenti bergerak.

Dan dia kemudian berjalan ke depan sekitar dua menit setelah itu, sebuah cahaya yang redup masuk ke dalam pandangannya.

Di dalam ruang merah gelap yang memiliki luas sekitar 30 meter, mayat dengan jumlah yang begitu banyak terdapat di sana. Bau busuk di permukaan dan bau baja, dan, bau yang tajam dari mesiu.

Berdiri di bagian tengah ruangan adalah seekor belalang sembah raksasa. Tingginya mungkin berada di kisaran enam meter.

「Menggunakan Skill【Appraisal Eyes】」

Sebuah laman muncul di dalam pikiran Junpei.

【Crazy Mantis】

Tingkat Bahaya▼ ▼ ▼ SSS

Karakteristik▼ ▼ ▼ Dulu sekali, terdapat seekor Crazy Mantis yang keluar menuju dunia luar. Pada saat itu, sepuluh Adventurer dengan Rank S menjadi korbannya. Crazy Mantis menghancurkan setengah isi dari sebuah negara lemah, dan akhirnya bisa dibasmi oleh sebuah sihir peledakan-diri oleh seratus lima puluh penyihir kerajaan dari sebuah negara yang kuat.

Tubuh manusia berserakan dimana-mana, mereka semua adalah wanita telanjang, dan anehnya perut mereka membesar.

Hanya ada satu hal yang bisa digunakan sebagai tebakan.... mungkin, mereka baru saja menjadi korban pembuahan.

Para wanita yang telah berubah menjadi mesin pembuat keanehan. Mata mereka redup, dan air liur mereka keluar tak terkendali.

*PikuPiku*, salah satu dari wanita tersebut mulai kejang-kejang, mengeluarkan suara teriakan. Dan secara tiba-tiba, perutnya sobek, seolah terlalu penuh akan sesuatu, atau tumpah ke luar, *DobaDoba*, begitu banyak serangga kecil keluar.

Melihat kejadian tersebut, Junpei menahan rasa mualnya, tapi sosok belalang sembah yang mengibaskan lengan sabitnya masuk ke dalam pandangannya.

Terdapat jarak lima belas meter di antara mereka.

Dengan jarak sejauh itu, belalang sembah itu mengibaskannya seolah itu adalah hal yang normal.

Perasaan Junpei menjadi tidak enak, dan menuruti instingnya dia berjongkok.

*Hyu*, suara dari angin yang terpotong.

Suara dari gelombang kejut baru saja melewati atas kepalanya, *Pasari*, poni milik Junpei ikut terpotong bersamaan dengan itu.

「Gangguan dengan udara... serangan jarak jauh... Kamaitachi?」<TLN: Kamaitachi adalah semacam Yokai.>

Sementara keringat dingin turun di punggungnya, belalang sembah itu bergerak.

Dengan kecepatan yang bisa dibilang sebagai kecepatan instan, tanpa persiapan untuk berlari, tanpa ada tanda sama sekali, tanpa ada keraguan, kecepatan yang mirip dengan Dewa.

Sabitnya melewati pipi Junpei yang menekuk tubuhnya ke belakang, Kulitnya terkelupas, sekitar lima milimeter.

Darah yang menetes tanpa henti.

Di atas bahunya, dia yang memiliki darah di wajahnya langsungーーmelompat ke sebelah seolah itu bukan apa-apa dan menarik pelatuk dari handgun miliknya di saat yang bersamaan.

Bersamaan dengan suara yang kering, bahu milik belalang tersebut terpecah sekitar 20 centimeter. Tapi, ukuran dari lawannya...  bisa disandingkan dengan sebuah tank, hal semacam itu, bukanlah sebuah serangan yang hebat.

Sekali lagi, dengan kecepatan belalang sembah yang luar biasa, sabit raksasa diayunkan secara berulang.

ーーbersamaan dengan kilatan cahaya, sebuah suara bernada tinggi terdengar seperti besi yang sedang diadu.

Sebelum belalang sembah itu sadar, Junpei melemparkan 41. Caliber Magnum miliknya, dan, menggantinya dengan sebuah pedang samurai yang entah dikeluarkannya dari mana.

Apa yang ada di genggaman Junpei adalah sebuah pedang samurai yang panjang. Tinggi dari mata pedang tersebut sekitar, sama dengan tinggi milik Junpei.

Setelah saling bertukar tebasan selama beberapa detik, dia mendorong balik sabit besar tersebut, dan dengan sekejap menebas dengan bentuk tebasan diagonal.

Setelah dia menebas perut belalang sembah itu menjadi dua bagian yang sekitar sama dengan ukuran laki-laki dewasa, organ dalam keluar bersama dengan cairan.

Junpei, yang mencoba untuk menarik nafas setelah sasarannya berhasil dikalahkan, berteriak ke semua wanita yang masih hidup yang berada di dalam ruanganーーdia mengatakan satu atau dua kata kepada para wanita yang dihamili tersebut.

Para wanita tersenyum lemah, dan menggelengkan kepalanya seolah mereka semua telah menyerah.

PerlahanーーJunpei pergi dari sisi para wanita, mengambil Magnum yang dia lemparkan dan menarik pelatuk tanpa ada ekspresi berarti di wajahnya.

*Pan*, *Pan*, *Pan*, *Pan*, *Pan*.

Total, lima suara tembakan menggema. Dan tak lama kemudian, semua nafas yang berada di dalam ruangan lenyap.

Dan, Junpei mendekati belalang sembah raksasa, dan bergumam.

「Kematian dari sasaran telah dipastikan. Menggunakan Skill Hunter【Butcher】」

Permukaan tubuh dari belalang sembah langsung diselimuti oleh partikel cahaya, dan berubah menjadi beberapa ‘material’ buatan.

Mereka berubah menjadi kartu yang bercahaya, dan melayang di depan Junpei.

【Predator’s Scythe】

Rank Item▼▼▼ Rare (S)

Karakteristik▼▼▼ Sabit dari Crazy Mantis. Terbuat dari bahan organik yang memiliki kepadatan yang berada di bawah Orihaclon (Rank item: Mythology Class). Proses untuk pengolahannya begitu sulit, tapi memiliki nilai paling tinggi sebagai bahan pembuatan senjata.

【Sonic Reaper】

Rank Skill▼▼▼ Legendary Class

Karakteristik▼▼▼ Skill serangan jarak jauh untuk senjata jenis pedang jarak dekat. Menciptakan gelombang kejut dengan memotong ruang, dan memungkinkan membuatnya menjadi serangan jarak jauh. Menciptakan sebuah kemungkinan untuk serangan jarak jauh. Jarak efektifnya kurang lebih dua puluh meter. Kekuatan serangannya sekitar, 0.65 kali dari serangan biasa.

Dan di sana, Junpei berpikir.

「……【Sonic Blade】huh. Yah sebenarnya, aku ingin skill ini. Meski aku memperkuat peluru dengan kekuatan sihir... sudah saatnya, untuk kekuatan tembakan dari 41. caliber Magnum menjadi... tapi, skill ini... haruskah aku... “memakan”-nya?」

Dan, dengan segera dia mengambil kartu dari『Predator’s Scythe』, dan bergumam seolah dia telah kesal.

「...  Sepertinya aku tidak memiliki waktu untuk memilih apa yang kusukai」

*MekyuMekyu*,sebuah suara yang menyeramkan menggema.

Pada saat ia melihat sekitar, mahluk dengan jenis yang sama seperti belalang sembah tadiーーlima dari mereka muncul dari perkiraan pengelihatan.

Mereka baru saja muncul setelah merobek tembok daging.

Perkiraan Junpei, dengan kekuatan bertarungnya sekarang... bahkan jika dia bisa melawan mereka, dua dari mereka adalah batasnya.

Kekuatan tembakan untuk serangan jarak jauhーーsangat disayangkan. Jika dia bisa mengatasi itu, maka akan ada begitu banyak taktik tersedia, dan dia bisa menghadapi mereka dengan mudah.

Berkebalikan dengan itu, jika dia dikerubungi oleh mereka berlima yang sedang berjalan datangーーmaka itu akan menjadi “Akhir”.

Dengan nada yang menunjukan kekesalannya, Junpei bergumam.

「Baiklah〜. Crazy Mantis... Aku akan... memakanmu」

Setelah menggenggam Skill Card, dia berdoa.

Dan di saat yang bersamaan, kartu itu berubah menjadi cahaya, dan partikelnya telah terkumpul ke jari tengah tangan kiri Junpei.

Dalam sekejap mata, dia mengayunkan pedang samurai ke arah para belalang sembah yang muncul di dalam ruangan.

*Pan*, sebuah suara yang kering.

Gelombang kejut yang tercipta, menebas melewati tubuh belalang sembah dari jarak jauh.

Empat belalang yang tersisa berhenti seketika, dan mulai menerjang ke arah Junpei.

Melanjutkan, dia mengayunkan pedang samurainya ke bawah sebanyak dua kali.

*Pachun*, dengan suara yang menggelikan, dua telah mati dengan organ dalam yang berserakan.

Dan menuju satu belalang sembah yang tersisaーーdia melompat, menebas lurus ke bawah dengan pedang yang berada di atas kepalanya.

*Dosari*, setelah keanehan terakhir mati, dia mulai melangkah maju ke tangga yang ada di belakang.

Dan di sana, dia memejamkan matanya seolah dia sedang memikirkan sesuatu dengan begitu dalam, dia melihat laman status miliknya. Dan, tertawa dengan pelan.

「Aku telah mencapai level 2500 lebih, kau tahu... apakah masih bisa naik lagi? Saint Pedang terkuat sedunia, dia kalau tidak salah memiliki level 280?... experience point dari monster yang berada di sini... sebenarnya... apa yang terjadi dengannya... haha....」

Setelah dia menaiki tangga, dia meletakan tangannya ke gagang pintu.

*Gii*.., bersamaan dengan suara yang beratーーdia berbicara ke dirinya sendiri.

「... labirin yang bodoh ini... kapan akan berakhir? Skill slots yang tersisa... tinggal sedikit, sialan... jalan yang ada di depan... aku tidak bisa membayangkannya. Terus seperti ini... bisakah... aku terus... hidup?」

Dan, dia memandang ke telapak tangannya sendiri.

Baru saja, jari tengah yang telah menyerap cahaya telah berubah menjadi ungu.

Dan... di kedua tangannya, enam jari telah berubah menjadi ungu.

Tapi..., dia berpikir sambil mengerutkan alisnya.

「Aku akan hidup... aku pasti akan hidup... aku seharusnya, sudah menjadi yang terkuat begitu aku keluar dari sini. Aku akan kembali dalam keadaan hidup... pasti... sampai aku... merubah para bangsat... yang membodohiku... mendorongku ke tempat dengan kemungkinan bertahan hidup 0%... aku bersumpah, aku akan merubah mereka menjadi potongan dagingーー」

Dan, dia melanjutkan

「ーーAKU TIDAK BISA MATI!」

Untuk melarikan diri dari dungeon dengan penghuni yang tak bisa dipercaya, mahluk penuh akan keanehan dimana dirinya dilempar ke sana hidup-hidupーー

Dari dasar jurang keputusasaan, kisah dari seseorang yang pernah, menjadi pria tidak kompeten, dimulai.

No comments:

DMCA.com Protection Status