Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 32 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 32 Bahasa Indonesia

November 05, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Google Translate
Editor: Bing Translate
Proofreader: Yahoo Translate

Chapter 32: Dungeon Pertama ③

Akan tetapi aku gagal merampas 【Hard Skin】 dari ogre itu.

Itu juga alasan kenapa kulit ogre dibeli sama mahalnya dengan material. Jika kulit itu digunakan sebagai armor, maka armor tersebut akan menunjukan performa pertahanan yang tinggi karena properti 【Hard Skin】-nya.

(Mungkin aku bisa membawa kulit itu ke om kurcaci untuk memintanya membuatkan beberapa perlengkapan.) [Yu]

Para adventurer tadi masih menunjukan wajah jeleknya dan memutuskan untuk kembali.

Hampir memakan waktu sejam bagiku untuk mengelupas kulit ketiga ogre.

Setelah itu, bau darahnya menarik perhatian beberapa Poison Grizzly yang dimana kemudian aku merampas 【Poison Resisrant lvl 1】 dari mereka. Kemudian aku melanjutkan menelusuri dungeon lebih dalam.

Dijalan, aku menemukan peti harta, tapi aku mengabaikannya karena tidak memiliki skill 【Unlocking】.

Ada dua macam kotak harta. Kotak yang memerlukan kunci dan kotak yang tidak memerlukan kunci. Kotak yang memerlukan kunci dapat dibuka menggunakan skill 【Unlocking】 daripada harus mencari kuncinya. Meskipun begitu, terkadang kotak itu terdapat jebakan didalamnya. Itulah kenapa, job yang memiliki skill 【Unlocking】 diperlakukan istimewa.
(Sateto...) [Yu]
(TL Note: Saya bingung indo nya gimana, jadi saya biarkan romaji saja)

"Oyaji, aku tidak tahu kalau kau memiliki mengintip gitu." (Yu)

Aku berkata kepada sebuah tempat yang tidak ada siapa-siapa disana, akan tetapi Joseph-san muncul dengan ekspresi terkejut.

"Darimana kau tau?" (Joseph)

Joseph-san mengenakan mantel abu-abu. Sepertinya mantel itu dibalik skill bersembunyi nya.
__ __

Cloack of the Hermit )Grade 5): Dapat menghindari 【Awareness】 sampai level 3
__ __

"Aku sudah menyadarinya dari awal." (Yu)

"Yah.. Berikutnya adalah ruangan boss. Apa kau tidak ingin berhenti?" (Joseph)

Aku lebih kuat dibandingkan saat itu dan menginginkan balas dendam, meskipun begitu aku ingin menyimpan tenaga ku.
(TL Note: "I was stronger than last time and wanted my revenge however I want to save my strength." kok saya gagal paham ya)

"Aku akan kembali setelah mengalahkan boss nya." (Yu)

"Kalau begitu aku akan kembali duluan. Ingat, langsung kembali setelah mengalahkan boss nya." (Joseph)

Sebenarnya sudah terlambat. Aku berjanji kembali lebih awal pada Nina. Apa yang akan dia katakan ya kalau dia tau aku pergi ke lantai 10.

Setelah berjalan beberapa saat, aku tiba di sebuah aula dengan sebuah pedestal telah dipasang.
(Sepertinya jika aku menyentuh ini, maka akan membuka ruangan bossnya) [Yu]

Begitu aku menyentuhnya, kepalaku terasa kabur. Itu ternyata sebuah batu transport. Aku tiba disebuah ruangan megah.
(Dimana bossnya?) [Yu]

Disaat bersamaan, aku menyadari ada lima mayat disana. Mayat-mayat itu merupakan para adventurer yang tadi. Tubuh mereka terpelintir hancur.

"Ugyaa.." Suara itu datang dari enam monster yang terlihat seperti monyet. Bossnya memiliki tinggi 2 meter dan kacungnya adalah 1,5 meter.
__ __ _

__ __ __ __

Rangking 4, rangking tertinggi sejauh ini yang pernah ku lihat.  War Ape yang lainnya mendekati ku dan aku melancarkan "Flame Lance" pada salah satu dari mereka.

"Gik.."

Dia sepertinya terkejut namun dapat menghindarinya dengan mudah. Kemudian War Ape merapal Fireballs bersama-sama dan menggabungnya menjadi satu bola api besar. Aku juga melakukan hal yang sama. Dua bola api raksasa berbenturan satu sama lain.

"Ugya.."
"Hiaaa..."

Meskipun begitu, kualitasnya berbeda. Bola api ku tidak diluncurkan dengan normal. Bola api ditembakan seperti peluru dengan memberikannya sedikit putaran.

Bola api ku menembus bola api satunya dan mengenai mereka. Akan tetapi mereka masih belum mati, jadi aku meluncurkan dua "Flame Lance" dan menembus dada dan daerah perutnya.

Beberapa dari mereka memblock bola api itu dengan merapal "Earth Wall" didepannya.

Great War Ape yang ada dibelakangnya mengambil beberapa jarak dan menontonnya dengan semangat.

Dua War Ape datang ke arah ku dengan memanfaatkan kecepatan mereka. Salah satu serangan cakarnya diblok oleh pedang ku dan dengan menggunakan 【Magic Sword】, aku melalapnya dengan keterkejutan dengan sihir ku.

War Ape yang satunya lagi terpukul oleh 【Magic Gauntlet】 ku ketika sedang menggunakan sihir udara. Pukulan ku mengenai wajahnya, menyebabkan bolamatanya menggelinding keluar dan kemudian diapun mati.

"Cuma kacungnya saja sudah sekuat ini. Aku tidak punya waktu untuk merampas mereka." (Yu)

Kemudian pandangan ku berpindah ke arah Great War Ape. Dia masih terlihat tenang.

Mereka mengerti mereka tidak bisa maju menyerang ku dengan gegabah. Tapi apa yang aku khawatirkan adalah kepintaran kera-kera itu. Mereka bahkan menggunakan "Earth Wall" untuk memblok sihir ku sebelumnya. Aku menggunakan 【Magic Gauntlet】, memanfaatkan itu untuk meningkatkan kekuatan ku dan menargetkan War Ape yang lainnya. Aku memukul kera itu dari bawah, menyebabkan dia terlempar ke atas, mengenai langit-langit kemudian jatuh ketanah dan memantul lagi seperti bola beberapa kali. "Hebat.."

Meskipun begitu, Great War Ape hanya menyalak dengan amarah. Aku bisa merasakan jumlah besar mana yang mengalir darinya tapi aku tidak mendengar dia merapal sihir. Tapi aku tau ini buruk... Para adventurer yang mati sebelumnya mulai bangkit dari kematiannya.

No comments:

DMCA.com Protection Status