Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 36 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 36 Bahasa Indonesia

November 14, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Google Translate
Editor: Bing Translate
Proofreader: Yahoo Translate

Chapter 36: Membuat Party ②

"Ora ora ora..."

Sambil berteriak, Muga memukul Goblin Leader menggunakan gada-nya.

Gratz memblok Goblin Soldier menggunakan perisainya dan menebasnya menggunakan pedang baja.

Mimimu menembakan gemuruh api ke Goblin Soldier yang mencoba melarikan diri. Itu adalah sihir level 3 dari 【Black Magic】.

Mereka saling menjaga satu sama lain. Muga selalu meninggalkan ruang dibelakang karena dia selalu melompat ke depan. Gratz melindunginya menggunakan perisai dan pedangnya dan Mimimu mengirimkan sentuhan akhir dengan menggunakan sihir dari belakang.

"Lena-chan, apa kau lihat permainan gada ku?" (Muga)

"Ba ~ ka, tentu saja perisaiku yang hebat karena bisa menahan berbagai serangan." (Gratz)

"Apa yang kalian bicarakan? Tentu saja sebagai seorang penyihir, sihir ku lah yang paling menawan." (Mimimu)

Muga sebagai orang yang ada di garis depan, Gratz di tengah dan Mimimu di belakang. Itu merupakan susunan party yang cukup baik.

"Apa maksud mu? Kau hanya bisa melepaskan sihir dari belang." (Muga)

"Ya, kalau bukan karena pertahanan ku, kau tidak akan bisa melepaskan sihir dengan baik." (Gratz)

"Hah... Manusia rendahan tidak akan bisa mengerti daya tarik dari sihir itu sendiri. Lagipula, untuk Lena-chan yang sanggup menggunakan 【Black Magic】 dan 【White Magic】 diumur semuda itu, klan kami akan dengan senang hati menerima mu." (Mimimu)

"Iya, jika kau bergabung dengan kami secara permanen, party kami akan tidak terkalahkan." (Muga)

"...Itu mustahil..." (Lena)

Aku menerima tawaran sebelumnya itu karena ingin mempunyai pengalaman dalam ber-party walaupun hanya sedikit sehingga dapat membantu Nina dan Yu.

"Ngomong-ngomong, kau mengaktifkan sihir tanpa merapalnya tadi. Apa kau punya skill khusus?" (Mimimu)

"...Tidak" (Lena)

"Kau tidak punya? Terus gimana caramu mengaktifkan sihir tanpa merapal? Kasih tau dong..." (Mimimu)

"...Itu mustahil" (Lena)

Itu adalah trik rahasia yang Yu ajarkan padaku dan aku sudah diminta untuk tetap merahasiakannya. Aku tahu banyak caster yang ingin memperlajarinya, tapi aku tidak bisa memberitahunya.

"Jangan begitu dong, Lena-chan. Percayalah padaku dan tunjukan kartu guild mu. Tentu saja kami juga dapat menunjukan punya kami kepadamu." (Mimimu)

"Apa kau gugup? Kami semua memiliki skill khusus kami sendiri. Aku 【Goblin Killer】, skill yang sangat cocok untuk quest ini dan Muga juga memiliki skill 【Beast Killer】." (Gartz)

"Hei, Gartz, jangan membongkar skill orang semudah itu?" (Muga)

Itu adalah percakapan yang bodoh, tapi Yu pasti akan memarahiku begitu lama jika aku memberitahu mereka tentang skill ku ke seseorang yang baru aku temui.

Mimimu juga memberitahu ku tentang 【Spirit Magic lvl 2】 dan 【Black Magic lvl 3】-nya.

Mereka adalah adventurer rangking E dengan skill khusus, tapi apakah mereka tidak terlalu sombong?

__ _

Nina menangis dengan keras ketika dia tiba di blacksmith. Dia datang bersama Lalit. Apa itu ulahnya?

"Yu~! Itu dia!!" (Lalit)

Nina juga sepertinya menyadari ku dan berlari ke arah sini, tapi wajahnya dipenuhi oleh air mata dan ingusnya.

“Yuuu….. Huhuhu.. ” (Nina)

Parah dah. Karena dekapannya Nina, pakaian ku jadi di Gushagusha oleh air mata dan ingusnya Nina. Nina berusaha untuk mengatakan sesuatu, tapi aku sama sekali tidak mengerti apa yang ingin disampaikannya, jadi aku bertanya pada Lalit untuk penjelasannya.
(TL Note: *Gushagusha itu semacam efek suara ketika seseorang lagi ngelap2 sesuatu)

"Lalit, ada apa?" (Yu)

Lalit menjelaskan, jika Lena menerima tawaran adventurer lain untuk membantuk party dalam rangka untuk mendapatkan pengalaman dan pergi menuju hutan besar. Tumben-tumbenan dia.

"Tapi ... ... tapi ... ... uu ............" (Nina)

"Tentu saja tidak aneh untuk membentuk party dengan orang yang belum dikenal. Kali ini, dia bergabung dengan party dari klan Crimson Meteor." (Lalit)

"Crimson Meteor?" (Yu)

"Itu adalah clan terbesar di kota Comer. Mereka terkenal memiliki pemula yang kuat dan mereka sepertinya tertarik untuk mengrekruit Lena." (Lalit)

"Terus kenapa Nina sangat khawatir?" (Yu)

"Itu karena... Mereka... Yu..." (Nina)

(Aah, itu pasti karena pengalaman buruk masa lalunya.) [Yu]

"Mereka cuman akan memburu Goblin General yang merupakan quest rangking 3. Lena akan baik-baik saja." (Yu)

"Kalau yang biasanya memang tidak apa-apa, tapi..." (Lalit)

"Ada apa?" (Yu)

"Itu adalah Goblin General yang memiliki nama dengan karakteristik kulit hitam daripada hijau yang biasanya." (Lalit)

Nina dan Lalit melihatku dengan tatapan cemas. Kalian ingin memeriksa kondisinya kan? Meskipun Lena nampaknya sangat kuat dan mengklaim dirinya seorang jenius, dia tidaklah buruk sebagai teman. Tetapi akhir-akhir ini, dia mengikuti kebiasaan buruknya Nina yang menciumi bau ku, tapi dia tetap menuruti ku.

"Rumput sihir..." (Yu)

"Apa?" (Lalit)

"Aku kehabisan rumput sihir. Sepertinya kita bisa mengumpulkan beberapa di hutan besar." (Yu)

"Yuu..." (Nina)

"Kau... setidaknya gunakan alasan yang lebih masuk akal. Mendapatkan rumput sihir itu memerlukan seorang alchemist." (Lalit)

"Terserah.. Kita pergi." (Yu)
__ __ _

"Bahaya kalau terlalu jauh."

"Ya, kalau terus lebih jauh lagi, tidak lucu kalau monster dengan rangking  4 atau lebih tinggi yang muncul."

"Sudah aku bilang, dia ada disekitar sini."

Jujur saja, aku merasa tidak nyaman dengan party ini, jadi cepatlah selesaikan quest-nya. Aku mau cepat-cepat pulang dan menciumi baunya Yu, aku mau memeluk Nina dan tidur di dadanya sebagai bantal ku.

"Tidak ada pilihan lagi, haruskah kita sudahi untuk hari ini?"

Untuk hari ini? Serius deh, aku tidak ingin ber-party dengan orang-orang ini lagi.

"Bahkan meskipun dia Goblin General yang bernama, dengan skill ku, itu bukanlah masalah besar." (Muga)

Muga merasa bersalah karena perbuatannya. Aku mencoba untuk pergi pulang, tapi sikap Mimimu aneh.

"Mimimu, ada apa? Apa kau tidak mau kembali dengan ku?" (Lena)

"Tolong tunggu sebentar, ada yang aneh... suaranya tiba-tiba berhenti." (Mimimu)

Iya benar, disekitar kami tidak ada suara lain yang terdengar. Serangga, burung, tidak ada satupun yang terdengar.

"ini... sekelilingnya...?" (Mimimu)

"Apa yang sedang kau lakukan!" (Gartz)

Karena cemas, suara Gartz menjadi terlalu keras.

"Oi... Oi... Lihat itu!"

Dari antara pepohonanm goblin-goblin mulai bermunculan.

"Sepertinya... Goblin General telah muncul! Jika hanya lusinan goblin, dengan kemampuan kami maka tidak akan ada masalah - tapi masalahnya adalah..."

Dengan segera goblin-goblin yang muncul dari antara pepohonan dan mengelilingi kami. Jika itu adalah Goblin General normal, tidak heran dia akan diikuti oleh beberapa goblin, tapi aku tidak pernah mendengar kalau dia akan diikuti oleh lebih dari 100 goblin. Jumlah goblin semakin bertambah dan terus meningkat hingga jumlahnya benar-benar gila. Goblin hitam yang besar kemudian muncul dari antara rombongan goblin itu.

"Kulit hitam... Bukan Goblin General.."

"Dia mungkin rangkingnya lebih tinggi. Mungkin saja Goblin King."

Muga tanpa ada rasa ketakutan melompat menerjang Goblin King.

"Makan ini.. 【Mace Strike】!"

"Gugee!"

Disaat berikutnya, tangan kanan Muga terbang ke udara.

No comments:

DMCA.com Protection Status