Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 37 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 37 Bahasa Indonesia

November 14, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Google Translate
Editor: Bing Translate
Proofreader: Yahoo Translate 

Klik Untuk Mensupport Kami Agar Bisa Terus Rilis Tepat Waktu: Support Link

Chapter 37: Goblin King ①

Goblin King merupakan monster rangking 4 atau D. Meskipun begitu, dalam quest perburuan, quest itu direkomendasikan untuk party dengan 3 anggota adventurer rangking B. Ini karena skill 【Pack Leader】-nya Goblin King.

Dalam catatan perpustakaan kerajaan Houdon, pada tahun 267, Kekaisaran Daelim diserang oleh 3000 goblin yang dikomandoi oleh Goblin King. Semua berhasil dimusnahkan oleh ksatria Lion yang dimana Kekaisaran Daelim bangga-banggakan, tapi itu membutuhkan 5.000 ksatria untuk menyelesaikannya dan dampak kerusakaannya juga tidak sedikit.

Pada tahun 302, negara merdeka Hamelin diserang oleh seekor Goblin King dengan jumlah pasukan 10.000 dan menjadi hancur lebur.

Sejak saat itu, Goblin King dianggap sebagai fenomena bencana alam.




"Gyaaa... Lenganku!" (Muga)

Lengan Muga terpotong dengan cepat oleh Goblin King.

"Apa? Tadi... Goblin King itu menggunakan skill pedang 'Flash'? Bukankah itu termasuk skill 【Swordmanship lvl 4】?". Gratz sepertinya terkejut.

Lagipula semua monster dan manusia mempunyai kemampuan fisik yang berbeda. Monster lebih sulit dalam menaikan level skill-skill mereka. Tapi jika manusia dengan skill level yang sama bertemu, monster lah yang akan jadi pemenangnya.

"Wahai roh api, dengarkan panggilanku dan patuhi perintah ku!" (Mimimu)

Ingin membantu Muga, Mimimu menggunakan mantra 【Black Magic】 terbaiknya.

"Berkumpulah ditangan ku, api yang mensucikan segalanya!" (Mimimu)

Goblin King mengamati Mimimu yang merapal skillnya.

Kemudian, mulai merapal juga.

"Wahai roh api, dengarkan panggilanku dan patuhi perintah ku. Berkumpulah ditangan ku, api yang mensucikan segalanya!"

(Mustahil?! Dia juga menggunakan skill yang sama?) [Mimimu]

Mantra mereka selesai disaat yang bersamaan.

"Soaring Flame!"

Sihir mereka bertemu di udara dan udara panas menyelimuti sekitar. Kemudian keduanya menghilang setelah saling bertubrukan dan menyebabkan kerusakan ke pohon-pohon sekitar.

"Itu adalah sihir terbaik ku... Ini bohong 'kan..." (Mimimu)

"Gugugegege."

Goblin King kemudian mundur kebelakang untuk memulihkan mana nya. Dia mulai menginstruksikan para goblin. Goblin, Goblin Knight, Goblin Soldier, Goblin Shaman, beberapa dari mereka muncul dari belakang.

Lena yang memanfaatkan momen seperti itu, menggunakan heal ke tangannya Muga. Dia tidak bisa menyambung tangan yang putus, tapi setidaknya dia dapat menghentikan pendarahannya.

"Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika Lena tidak ada disini." (Muga)

"Tidak usah dipikirkan. Meskipun begitu, hanya ini yang bisa kulakukan." (Lena)

__ __ _

Yu menggunakan teknik barunya 'Jaring Surga'.

Dia membentangkan benang baja laba-labanya kedepan dan  dengan menggunakan mana untuk melebarkannya. Dia tidak membentuknya seperti lingkaran seperti yang sebelumnya disaat untuk mendeteksi musuh, tapi lebih ke bentuk seperti kipas lipat untuk mencari dalam kejauhan. Area yang dicakupnya lebih luas dibandingkan skill 【Awareness】


Dia terus mencarinya lebih jauh, mencari jumlah monster yang tidak biasa.

"Apa Lena baik-baik saja ya?" (Yu)

"Akan tetapi, hutan sebesar ini terlalu sepi dan hening hari ini." Lalit bergumam dalam pikirannya. Selain dari Black Wolf yang mereka temui di jalan masuk, mereka belum bertemu monster apapun sejak tadi. Biasanya dalam lima menit juga sudah bertemu dengan monster didalam hutan besar ini.

Yu terus berjalan maju tanpa keraguan. Lalit juga mengikutinya dari belakang. Dia terkejut pada kemampuannya Yu yang dapat membunuh Black Wolf dalam waktu kurang dari 10 detik. Permainan pedangnya Yu setara dengan adventurer rangking B.

"Yah, kita perlu masuk lebih dalam lagi karena 【Awareness】 ku masih belum menemukan Lena." (Yu)

"Tidak usah khawatir. Aku akan tetap menemani kalian. Ini Nina-chan, kau bisa menggunakan ini." (Lalit)

"Makasih Lalit-san." (Nina)

"Aku hanya meminjami mu saja." (Lalit)

Lalit menunjukan wajah seperti tidak tega ketika memegang belati Damascus-nya.

"Aku hanya akan meminjami mu sampa aku menemukan alchemist yang bagus.." (Lalit)

Yu menyadari jika belati Damascus itu sudah diperkuat dengan sesuatu yang dapat menyebabkan keracunan bagi yang kena sayatannya. Tapi itu bukanlah penguat biasa.

"Itu sudah diperkuat oleh sesuatu?" (Yu)

"Iya, belati itu dapat menyebabkan keracuanan pada sayatannya." (Lalit)

Dia tahu kalau itu langka tapi penguat pada perlengkapan bisa dilakukan menggunakan 【Alchemy】, tapi menemukan perlengkapan yang sudah diperkuat adalah hal yang berbeda.
(TL: Kok saya gagal paham ya?)

"Apa masih bisa ditambah efek lagi?" (Yu)

"Tentu saja..." (Lalit)

Dari apa yang Lalit katakan, dia menemukannya dari kotak harta di sebuah dungeon dan sudah diperkuat sejak awal ditemukan.

Dia tahu jika senjata itu dapat diperkuat lagi karenanya dan dia sudah mempersiapkan apa saja untuk menambahkan efek khusunya. Dia hanya tinggal menemukan alchemist yang bagus saja. Dia menginginkan efek "Penghisap HP" dan "Penghisap MP". Akan tetapi, kebanyakan dari mereka menolak untuk melakukannya karena kata mereka itu adalah mustahil.

"Aku tahu alchemist yang bagus. Tapi jangan terlalu berharap hasilnya." (Yu)


Kemudian Yu menemukan Lena dengan "Jaring Surga"-nya. Tapi dia sepertinya sedang berada dalam posisi yang tidak baik. Monster disekitarnya berada dalam jumlah yang besar. Lalit nampaknya juga menyadarinya dan ekspresi santai yang biasanya menjadi serius.

"Nina, kita akan segera sampai ke tempat Lena, tapi disana ada banyak monster." (Yu)

"Aku mengerti.." (Nina)

Nina telat menyadarinya tapi dia mengerti. Dia mengeluarkan belatinya dan mempersiapkan diri.


__ _

Sudut Pandang Lena

Setelah lengan Muga terpotong, dia berusaha keras bertarung dengan satu tangan. Mimimu juga hampir kehabisan mana. Gratz melakukan yang terbaik untuk menyokong partynya menggunakan perisainya.

"Sialan, mereka terlalu banyak!" (Gratz)

"MP ku... Sudah hampir habis." (Mimimu)

Goblin King terus menerus mengirimkan goblin rangking rendah ke kami untuk membuat kami lelah. Dia tidak terpengaruh oleh kematian-kematian anak buahnya. Dia lebih senang melihat party ini semakin lemah.

"Apa kita akan mati seperti ini?" (Muga)

Muga sekarang terjatuh ke tanah. Dia kelelahan sementara Mimimu menyarankan sesuatu yang keterlaluan.

"Muga sudah mencapai batasnya. Lena, ayo kita kabur menggunakan sihir kita." (Mimimu)

"Tapi... Muga.." (Lena)

"Tidak apa.. Dia akan jadi umpan.." (Gratz)

Mimimu melihat ke arah Gratz, kemudian mengangguk.

"Kalian... Pada akhirnya.. Kalian melakukan ini..?" (Muga)

"..Menjijikan.." (Lena)

Aku tidak boleh mengabaikan seorang anggota party, kalau aku melakukannya, Yu dan Nina akan memandang rendah diriku.

Aku ingin menolaknya, tapi Gratz sudah menggenggam lengan ku.

"Jangan bilang begitu dong. Tidak ada cara lain lagi untuk bisa keluar dari sini." (Mimimu)

"...Menjijikan.. Lepaskan aku.." (Lena)

"Lena-san, tolong dengarkan kami." (Gratz)

"Gratz, ikat tangannya dan bawa dia." (Mimimu)

Ketika kami sedang berdebat, para goblin tidak menyerang kami. Mereka melihat kami dengan senangnya.

"Tuh.. Jumlah goblinnya ada sedikit sekarang. Kalau kau menggunakan sihirnya bersamaan dengan Mimimu, maka kami bisa keluar dari sini." (Gratz)

"...Menjijikan..Ogah banget.." (Lena)

"Kau ini.." (Gratz)

Ketika aku menolaknya, dia memukulku sambil memegang kerah jubah ku.

Badan ku kesakitan.. Kesadaranku memudar..

Di tempat seperti ini, aku tidak boleh mati...

Aku punya mimpi untuk menjadi penyihir istana.

Yu... Nina.. Aku masih menginginkan berpetualang bersama kalian...

"Gratz.. Gunakan dia juga sebagai umpan.. Kita saja yang pergi!" (Mimimu)

Akan tetapi, ada ledakan terjadi tepat di depan mereka.

Itu adalah ledakan yang hebat. Kekuatannya menghempaskan banyak goblin.

Dari tempat yang menjadi lahan kosong diantara dinding goblin, seorang wanita muda, pria separuh baya, dan anak muda muncul.

Wanita itu memasang wajah marah. pria paruh baya itu melihat dengan tatapan kasar. Anak dengan wajah mengerikan kemudian bertanya, "Apa yang kalian lakukan terhadap teman ku?"


No comments:

DMCA.com Protection Status