Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 40 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 40 Bahasa Indonesia

November 21, 2016 Pipo Narwastu


Klik Untuk Mensupport Kami Agar Bisa Terus Rilis Tepat Waktu: Support Link

Chapter 40: Goblin King ④

Goblin-goblin yang mengelilingi kami telah terbebas dari skill 【Pack Leader】 milik Goblin King. Pasukan goblin terlempar dalam kekacauan. Aku memperluas jangkauan "Jaring Sorga" untuk memahami situasi. Itu menutupi titik buta ku lebih baik dari 【Awareness】 karena mana ku mengalir langsung melalui benang-benang itu, yang dimana membentuk jaring.

Sesosok Goblin Knight melompat ke arah ku, aku memotong tubuhnya menjadi setengah tanpa lupa untuk merampas skill-skillnya disaat yang bersamaan. 【Swordmanship lvl 2】 dan 【Body Enhance lvl 1】 berhasil dirampas. Karena level 【Depriver】-nya meningkat, rasa sakit yang ada dikepalaku berkurang.

Sekarang, ketika aku merampas 【Swordmanship】, beberapa ingatan teknik berpedangnya mengalir ke kepalaku.

(Ini hebat.. Untuk menggunakan teknik itu, perlu latihan keras, tapi aku bisa langsung menggunakannya.) [Yu]

Ketika aku merampas skill 【Spirit Magic lvl 4】, tidak hanya skillnya saja, tapi ingatan mengenai penggunaan sihir roh juga mengalir di kepalaku.

Sesosok Poison Grizzly datang mengayunkan cakarnya. Kekuatannya hanya sekitar 200-250 dan levelnya sekitar 20-25.

Kekuatan ku dilain sisi hanya 210, tapi dengan skill 【Strength Up】 dan 【Brute Arm】, dibantu dengan 【Body Enhance】 dan berbagai faktor. Menghasilkan total 900 kekuatan. Aku menangkap cakar Poison Grizzly menggunakan tangan kiri ku, sembari menggunakan 【Magic Equip】 di tangan kanan ku, cukup satu pukulan saja untuk melubangi perutnya.

"Ini tidak ada habisnya..." (Yu)

Jumlah monster yang terdeteksi oleh "Jaring Sorga" adalah sekitar 300-400 monster, aku juga tahu kalau Joseph sedang bersembunyi dibalik bayang-bayang pohon, jadi aku menggunakan "Explosion", tapi Joseph menggunakan teknik yang dia gunakan saat di lapangan latihan untuk menghilangkannya.

"Tch... Dia itu"
(TL Note: "Tchi…… mukatsuku yar┼Źda" saya ga tau siapa itu yang ngomong)

Aku melanjutkan membunuh monster-monster yang ada dan bergabung dengan Nina dan yang lainnya. Tidak ada luka serius dari mereka berempat, dan para goblin nampaknya cukup agresif.

"Yu~" (Nina)

Nina langsung memeluk ku. Aku tidak bisa bernapas karena gunung kembarnya.

Kemudian Lena datang dari belakang menghimpit ku. Dia sekarang menciumi bau ku.

"Hmm... Yu baunya enak." (Lena)

Satu-satunya yang masih normal disini adalah Lalit. Muga melihat ku dengan tatapan dingin.

"Apa yang kalian lakukan?" (Yu)

Aku mengirimkan chop pada Lena dan Nina, tapi mereka masih terus menempel pada ku.

Suasana sudah cukup aman karena kebanyakan monster di tempat ini antara melarikandiri ataupun terbunuh.

"Fuu, ku kira keberuntungan ku sudah habis, tapi sepertinya aku selamat. Semua berkat kalian, terima kasih." (Muga)

Kemudian aku mengambil batu sihir sempurna dari Goblin King dan memberikannya ke Lalit.

"Wha! Kau memberikannya pada ku?" (Lalit)

"Ini kompensasi atas bantuan mu." (Yu)

Lalit sedikit enggan, tapi aku memaksa memberikannya. AKu juga memberikan telinga Goblin King kepada Muga.

"Eeh!? I... in... ini..." (Muga)

"Telinga ini dibutuhkan untuk mengambil hadiahnya kan?" (Yu)

"Tapi... aku tidak berhak... menerimanya...." (Muga)

"Jangan salah paham, kau harus membagi dua hadiahnya dengan Lena. Juga sebagai bentuk terima kasih ku karena tidak melarikan diri ketika situasi memburuk dan berusaha melindungi Lena meskipun tangan mu terpotong satu." (Yu)

(Yah, dua orang yang lainnya mungkin sudah mati saat ini.) [Yu]

"Oyaji, kau tidak mau keluar?" (Yu)

Joseph keluar dari balik pohon.

Ekspresinya sama sekali tidak senang.

"Sialan.. Kata Dwarf itu mantel ini benar-benar menyembunyikan ku. Aku bahkan sudah membayar 30 gold untuk mendapatkannya. Dan kau... Kau sengaja kan melemparkan salah satu sihir mu tadi pada ku? Apa kau mencoba untuk membunuh ku?" (Joseph)

Joseph menjadi menggila ~ Dia mulai berisik. Aku kemudian mengayunkan pedang ku padanya. Dia bereaksi dengan cukup baik dan suara logam dapat terdengar dari tubrukan pedang kami.

"Sukkebei oyaji, bagaimana serangan ku ini?" (Yu)
(TL Note: Sukkebei oyaji=paman mesum)

Skill 【Swordmanship】-nya Joseph berada pada level 8 sementara aku sudah mencapai level 7 dari banyaknya goblin yang telah kurampas tadi. Aku dapat merasakan pedang ku tidak kalah-kalah amat, tapi masih ada jarak diantara kekuatan kami.

"Wow! ~ Wow!!" (Joseph)

Joseph terus mengumpat seperti anak-anak. Setelah itu, kami kembali menyimpan pedang kami.

Joseph kemudian melakukan aksi lain untuk pulih dari keterkejutannya. Dia menyentuh bokong Nina dan Lena. Mereka tentu saja membalasnya dengaa melempar belati dan sihir, tapi Joseph menghindarinya dengan mudah.

"Mati!" (Nina)

"Hentai!" (Lena)

Kami membutuhkan beberapa saat untuk memulihkan diri, kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah, tapi Lena tidak mau bergerak.

"Ada apa?" (Yu)

"Yu... Gendong. Aku capek." (Lena)

Apa yang dia katakan? Kita semua sudah pulih dengan menggunakan 【White Magic】. Akan tetapi, dia begitu egoistis. Dia bahkan sama sekali tidak ingin bergerak.

"Baiklah.." (Yu)

Diperjalanan, ada sesuatu yang lembut menekan-nekan punggung ku. Bukan tidak nyaman, tapi aku tidak bisa berkonsentrasi di jalan. Susah untuk berjalannya dan Lena terus menciumi rambut ku. Nina juga menempel terus disamping ku.


Akhirnya, Lena berhenti menciumi rambutku. Akan bahaya jika itu terus berlanjut. Akan tetapi kekhawatiran ku sia-sia. Dengan sura lembut, dia berbisik pada ku.

"Terima kasih..." (Lena)

__ _ ___
(Catatan Pengarang/Author: Maaf.. di chapter sebelumnya aku menyebut skill pedangnya Joseph adalah 7. Tapi yang benar adalah 8, bukan 7. Sekali lagi maaf)

No comments:

DMCA.com Protection Status