Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 40 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 40 Bahasa Indonesia

December 26, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Belang
Editor: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Jangan lupa untuk menvoting calon maskot kami dalam kontes menggambar maskot di  http://www.isekainovel.com/p/kontes-menggambar-maskot.html

Chapter 40: Di Dalam Kota Brook Part I

Mereka bisa melihat kota dari kejauhan. Itu adalah kota kecil yang tertutupi dengan parit di sekelilingnya dan pagar. Ada gerbang yang menghadap ke jalan, dengan sebuah gubuk di sampingnya. Kemungkinan gubuk tersebut adalah tempat para penjaga. Meskipun itu adalah kota kecil, ada penetapan untuk penjaga. Karena itu, Hajime yang berpikir mereka akan dapat melakukan pembelanjaan yang berkualitas, mengendurkan pipinya.

“… … Jika suasana hatimu sedang bagus, bisa lepaskan ikat leher ini?" [Shia]

Shia dengan ekspresi kecewanya, secara sungguh-sungguh menanyai Hajime yang tersenyum saat melihat kota. Permukaan ikat leher pada leher Shia yang berwarna hitam menempel dengan kristal kecil yang tidak mencolok mata. Itu adalah sesuatu yang keras yang Hajime gunakan sebagai hukuman atas perkataannya Shia. Karena untuk suatu alasan Shia tidak bisa melepasnya, perkataan Shia yang meminta Hajime untuk melepasnya, hanyalah sebagai angin lewat bagi Hajime.

Perlahan-lahan, Hajime dan yang lainnya bisa dengan jelas melihat kota, kemudian dia memasukan kendaraan sihir dua rodanya ke dalam "Treasure Warehouse", dan beralih menjadi jalan kaki. Itu karena akan menyebabkan keributan jika tiba dengan motor jet hitam.

Sepanjang perjalan, Shia terus 'bla bla' mengeluh. Seperti yang diduga, itu hanya melewati telinga Hajime dan akhirnya mereka tiba di gerbang kota. Seperti yang dia pikirkan, gubuk di samping gerbang adalah pos penjaga, laki-laki dengan senjatanya keluar dari situ. Ia dilengkapi dengan armor kulit dan pedang panjang pada pinggangnya, daripada seorang prajurit ia terlihat lebih seperti seorang petualang. Pria itu memanggil Hajime dan kelompoknya untuk berhenti.

"Berhenti disitu. Tunjukkan status plate kalian. Dan juga, apa tujuan kalian datang ke kota ini?" [Guard]

Itu mungkin adalah sesuatu seperti peraturan, karena dia entah bagaimana telihat tidak termotivasi. Hajime mengeluarkan status plate sembari menjawab pertanyaan si penjaga.

"Tujuan utama kami adalah untuk mengumpulkan perbekalan.  Perbekalan tersebut akan digunakan untuk perjalanan kami" [Hajime]

Suara tidak tertarik "Hu~m", dapat terdengar dari si penjaga sembari ia memeriksa status plate Hajime. Setelah itu, dia mengerjapkan matanya, menahan plate sedikit lebih jauh, lalu mengucek matanya. Setelah melihat penjaga melakukan itu, Hajime dengan keringat dinginnya berpikir, "Ah, ini gawat, aku lupa menyembunyikan itu".

Di dalam status plate, terdapat fungsi untuk menyembunyikan nilai numerik dan kolom skill. Bahkan untuk petualang dan tentara bayaran, kebocoran kemampuan tempur terbukti berakibat fatal. Hajime segera berusaha untuk menipu penjaga dengan berkata bohong.

"Sesaat sebelumnya, aku telah diserang oleh demonic beast. Pada saat itu sepertinya status platenya rusak" [Hajime]

"I-ini rusak? Itu, Yah……" [Guard]

Penjaga kebingungan. Memang tidak mengherankan. Apalagi, status plate Hajime tidak menampilkan level, dan nilai numerik status, serta kolom skill yang berantakan. Bahkan meskipun dia terkadang mendengar orang-orang yang kehilangan status plate, untuk ini yang sampai rusak adalah sesuatu yang belum pernah ia dengar. Biasanya ia hanya akan menertawakan itu, tapi sesuatu yang luar biasa ditampilkan, makanya dia tidak mengerti bagaimana cara menilai itu.

Untuk serangan selanjutnya, Hajime mengangkat bahunya dengan sikap seperti seseorang yang benar-benar terganggu oleh itu.

"Jika tidak rusak, bukan kah tampilan itu terlalu aneh? Seolah-olah aku ini monster. Pak penjaga, emangnya aku terlihat seperti monster yang bisa menghancurkan sebuah kota hanya dengan ujung jariku?" [Hajime]

Hajime yang menggunakan sikap bercanda dengan membuka kedua tangannya, penjaga hanya memberikan senyum masam. Jika apa yang status plate tampilkan adalah benar, maka dia akan menjadi monster yang bahkan dengan mudah melampaui para raja iblis dan pahlawan. Bahkan tanpa mendengar penjelasan tersebut, ia sudah menganggap plate itu rusak.

Jika dia tahu dia benar-benar monster, pastinya, penjaga ini akan pingsan. Hajime yang dengan berani mengatakan kebohongan itu, menengok ke Shia dan Yue yang menampilkan ekspresi kagum.

"Haha, Yah, tentu saja aku tidak melihat itu. Meskipun aku belum pernah mendengar soal bug dalam tampilan, yahh, selalu ada yang pertama untuk segalanya…… dan mereka berdua……" [Guard]

Mengubah tatapan ke Yue dan Shia, penjaga meminta untuk memperlihatkan status plate mereka. Hanya bisa terkejut. Dengan wajahnya yang merona merah, ia memandang bergantian Yue dan Shia dengan tatapan kosong dan tidak fokus. Walaupun sudah di katakan sebelumnya, Yue adalah seorang gadis cantik berpenampilan seperti boneka bisque. Shia, yang sedang terdiam, juga seorang gadis cantik yang memberikan kesan misterius. Dengan kata lain, si penjaga benar-benar terpesona oleh mereka.

Hajime secara tidak wajar membersihkan tenggorokannya (berdeham), kemudian 'Hah', penjaga mengalihkan perhatiannya ke Hajime dengan panik.

"Saat kami diserang oleh demonic beast, gadis ini kehilangan plate nya. Soal manusia kelinci ini…… kau mengerti, 'kan?" [Hajime]

Mungkin karena ia menerima itu, penjaga mengangguk setuju kemudian memberikan kembali status plate Hajime.

"Walau begitu, tepatnya darimana kau mendapatkan cewek cantik seperti itu. Bukankah anggota suku manusia kelinci berambut abu-abu langka? Kau benar-benar orang kaya ya?" [Guard]

Penjaga menanyai Hajime dengan keirian dan kecemburuan yang dicampur ke dalam suaranya, sambil terus-menerus mencuri pandang ke keduanya. Hajime hanya mengangkat bahu tanpa memberikan jawaban.

"Yahh terserahlah. Kau boleh lewat." [Guard]

"Aa, makasih. Eh, tunggu sebentar. Di mana aku bisa menjual material?" [Hajime]

"Ang? Kalau itu sih, disana ada guild petualang jika kau pergi langsung melalui jalan tengah. Jika kau mau untuk secara pribadi membawa itu ke toko, tanyakan ke guild. Mereka akan memberimu peta sederhana kota ini." [Guard]

"Ooh, kau telah begitu baik kepada kami. Terima kasih" [Hajime]

Setelah menerima informasi dari penjaga, Hajime serta kelomppoknya melewati gerbang dan memasuki kota. Dari gerbang tampaknya bahwa nama kota ini adalah Brook. Di dalam kota suasananya ramai. Meskipun keramaiannya tidak setingkat kota Hol-ad yang ia lihat di pinggiran Orcus, ada cukup banyak kios-kios bersamaan dengan suara-suara yang menyuarakan barang dagangan mereka, dan suara orang tawar-menawar dapat terdengar.

Dengan penduduk kota yang nampak bahagia seperti itu, entah bagaimana mengangkat perasaan seseorang. Bukan hanya Hajime, di mata Yue mulai terlihat bahagia. Namun, karena sebelumnya, Shia gemetaran dan menatap Hajime dengan mata berkaca-kaca.

Tanpa mengatakan apapun, ia hanya menatap Hajime dengan mata berkaca-kaca dan karena itu membuatnya gelisah Hajime menghela napas. "Untuk mengganggu  kesenangan hatiku...", adalah apa yang Hajime keluhkan dalam pikirannnya sambil melihat Shia sekilas.

"Kenapa kau ini? Bahkan walau kita akhirnya di dalam kota, untukmu yang membuat wajah mirip dengan seekor gorila demonic beast yang mati-matian berusaha untuk memblokir batu besar yang jatuh dari atas..." [Hajime]

"Siapa yang gorila! Terlebih lagi, bagaimana kau tau yang di kalahkan jenis apa bentuknya! Jika itu Hajime-san, maka batunya akan hancur dalam satu gerakan! Itu entah kenapa menyedihkan hanya dengan membayangkan itu!" [Shia]

"…… itu sesuatu seperti menusuk-nusuk sisi mu bersama mata yang berkaca-kaca" [Hajime]

"Apa itu serangan lanjutannya!? Kejam tau! Eh, bukan yang itu!" [Shia]

Shia sibuk membantah sambil marah. Dia berusaha untuk menyerukan, "Aku tidak senang!", dengan seluruh tubuhnya sementara tangannya meronta-ronta. Ngomong-ngomong, episode dengan demonic beast seperti gorila adalah cerita dari waktu Hajime bereksperimen untuk memperhalus metode massa (daya) kompresi. Bukan berarti dia tidak menikmati pembullyan. Yue bahagia menusuk-nusuk pada waktu itu. Dan juga, Demonic beast ini adalah salah satu yang memiliki sihir khusus "Great Arm".

"Ini loh! Ikat leher ini! Karena ini aku malah di kira budak! Hajime-san, kalau kamu mengerti terus lepasin dong! Uu, ini kejam~, bukankah kita teman~" [Shia]

Tampaknya itu adalah apa yang membuat Shia marah. Bahkan meskipun mereka adalah teman perjalanan, ia terkejut telah menerima perlakuan yang sama sebagai budak (slave). Tentu saja, ikat leher yang Hajime pasang ke Shia bukanah ikat leher seorang budak, dan tidak memiliki kekuatan untuk menahan Shia. Bahkan Shia mengerti itu. Namun, apa pun yang dikatakan, syok adalah syok.

Setelah melihat Shia, Hajime menggaruk kepalanya lalu menatap ke dalam mata Shia.

"Kau tahu, bagi demihuman yang bukan budak, terlebih lagi kepopuleran dan tingginya permintaan, manusia kelinci takkan mampu berjalan bebas di dalam kota, 'kan? Ditambah, seorang yg berambut abu-abu sepertimu akan menarik perhatian bersama dengan body yang luar biasa dan gayanya. Jika kau menyatakan bahwa kau bukanlah seorang budak, kau akan langsung ditandai ketika kita memasuki kota. Setelah itu, akan ada badai penculikan yang datang. Itu akan merepotkan-…… Untuk apa kau memusingkan hal itu?" [Hajime]

Sambil menjelaskan hal itu, Hajime tiba-tiba menatap ke arah Shia yang menjadi malu dengan pipi yang memerah saat ia mendengarkan penjelasannya. Yue juga menatap dingin Shia.

"Mo-mou, Hajime-san. Untuk mulai mengatakan sesuatu seperti itu di depan semua orang. Untuk mengatakan, aku punya tubuh dan gaya yang luar biasa, Terimut di dunia dan menawan, mou! Itu mema-buhekk!?" [Shia]

Tangan kanan Yue menjotos lurus ke pipi Shia yang mulai ngelantur pada saat itu. Dengan pikiran yang penuh cinta, Shia mengeraskan teriakkan lalu terjatuh. Tanpa menggunakan penguatan tubuh, dia bangun sembari menggosokkan pipinya yang memerah dalam cara yang berbeda dari sebelumnya.

“… … Jangan sok ke-PeDe-an" [Yue]

“… … mwaafkuan akwu, Yue-swan" [Shia]

Setelah mendengar perkataan dingin Yue, tubuh Shia gemetaran. Sambil terkagum dengan penampilan mereka, Hajime meneruskan penjelasannya.

"A~ aku akan mengatakan kesimpulannya. Di dalam wilayah manusia, aku sedang melindungimu dengan mengatakan kau seorang budak. Jika aku tidak melakukan itu, akan ada banyak masalah dan itu semua disebabkan oleh mu" [Hajime]

"Itu…… walau aku mengerti……" [Shia]

Dia mengerti alasan dan kebaikannya. Tapi, Shia memberikan ekspresi ketidakbahagiaan, apalagi terasa sulit untuk menerima itu. Karena dia punya keinginan kuat agar mereka memanggilnya 'teman', dia tidak dapat menerima begitu saja. Kali ini Yue yang meberitahu Shia.

“… … Tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentangmu" [Yue]

"Yue-san?" [Shia]

“… … Hal yang paling penting adalah sudah cukup jika seseorang yang penting bagimu memahamimu. …… bukan?" [Yue]

“… … … … Be-benar. Itu benar." [Shia]

“… … Nn, bahkan meskipun aku enggan…… Shia adalah seseorang yang aku kenal sebagai teman…… Jangan pikirkan hal kecil seperti itu" [Yue]

“… … Yue-san…… ehehe. Terima kasih banyak" [Shia]
(netNOTE__ akhirnya disebut teman T-T)

Dia adalah seorang kyuuketsu hime(putri vampir) yang memegang kekuasaan dan mendengarkan rakyatnya. Bahkan meskipun ia dikhianati, dia menemukan sebuah jawaban baru bahwa kata-kata yang bahkan sedikit pun sudah mampu membawa perubahan besar. Itu sebabnya, perkataannya mampu memecahkan batu di dalam hati Shia. Semua anggota suku Haulia, bahkan Hajime dan Yue, mengerti bahwa Shia telah menjadi bagian penting untuk Hajime dan Yue. Tidak ada gunanya pergi melalui kesulitan mendapatkan 1.000 orang untuk memahami itu. Tentu saja, bahkan jika mereka bisa melakukan itu, tidak ada yang diperlukan untuk melakukan itu……

Setelah mendengar perkataan Yue, Shia yang tersenyum malu-malu sembari mencuri pandang ke Hajime. Shia berharap dia mengatakan sesuatu.

Hajime yang merasa tidak ada pilihan lain, dengan enggan mulai memutar perkataannya.

"Yah, aku takkan meninggalkanmu jika kau diserang karena mereka mengetahui kau bukan seorang budak" [Hajime]

"Bahkan jika itu akan membuat semua orang di kota ini menjadi musuhmu?" [Shia]

"Kau tahu, bukankah aku sudah melakukannya dengan tentara kerajaan?" [Hajime]

"Terus, kau akan melakukannya bahkan jika musuh adalah sebuah negara ya kan! Fufu!" [Shia]

"Apa yang kau bilang? Tidak peduli sekalipun itu dunia ataupun kamisama, itu takkan mengubah apapun. Jika itu adalah musuh, tak peduli siapapun itu, aku akan melawannya" [Hajime]

"Kufufu, kau dengar itu? Yue-san. kau dengar apa yang barusan Hajime-san omongin kan? Kita penting untuknya, 'kan?" [Shia]

“… … orang terpenting bagi Hajime hanya aku" [Yue]

"Tung-, baca suasananya dong! Saat ini, kau harus dengan jujur mengatakan seperti biasa '…… Nn'!" [Shia]

Shia senang dan menikmati itu, walaupun ada keluhannya. Mendengar itu, ketika saatnya tiba, Hajime bahkan akan bertarung melawan dunia. Seperti yang diharapkan itu adalah sesuatu yang akan membuat seorang wanita bahagia. Terutama jika orang itu satu-satunya yang kau cintai.

Hajime yang menyipitkan mata menatap ke duanya yang bermain dengan satu sama lain (atau begitu yang dilihat oleh dia), mulai menjelaskan ikat lehernya Shia.

"Satu hal lagi, karena ikat leher itu menggabungkan bijih telepati dan bijih khusus, gunakanlah jika kau anggap memerlukannya. Itu dapat langsung digunakan oleh penyaluran sihir ke dalamnya" [Hajime]
(Editor Note: Disini saya ganti "Ore" yang sebelumnya menjadi "bijih" karena itu lebih enak dibaca)

"Bijih Telepati dan bijih khusus?" [Shia]

Bijih Telepati adalah mineral yang mampu mentransfer pikiran. Itu adalah bijih yang dibuat oleh sihir penciptaan yang memberikan penggunanya kemampuan "Telepati", jumlah pemakaian sihir sebanding dengan jaraknya. Kebanyakan, saat ini dalam usia ini tidak ada hal seperti telepati atau telepon, sehingga setiap orang yang memiliki bijih dalam jumlah sama akan dapat mendengarkan pembicaraan rahasia.

Bijih khusus itu sendiri dibuat menggunakan sihir penciptaan untuk memberikan pengguna skill "Presence Perception" + "Specific Perception". Ketika Specific Perception digunakan, memungkinkan untuk menangkap hanya kehadiran yang telah dikhususkan diantara kerumunan, dan mengidentifikasi banyaknya jumlah kehadiran. Ketika itu digunakan, itu akan mengambil peran sebagai suar dengan menyalurkan sihir ke dalamnya. Kekuatan suarnya sebanding dengan jumlah sihir yang digunakan.

Setelah mendengar penjelasan Hajime, Shia memberikan suara pujian.

"Ngomong-ngomong, ikat leher itu dapat dilepas dengan memberikan sejumlah sihir, kau tau?" [Hajime]

"Begitu ya~, dengan kata lain…… karena kau ingin selalu mendengarkan suaraku, dan tau keberadaanku, begitukan yang Hajime-san rasakan? Mou, kau menyukaiku sampe begitunya ya? Seperti yang diharapkan, itu sedikit terlalu-, sebaliknya, ah, itu tidak seperti aku benci i-bbaberun!? "

“… … Jangan ke-PeDe-an" [Yue]

"'Mwa', akhu mintha mwaaf" [Shia]

Dengan lenggokan kurva yang indah, tendangan Yue terbang ke arah belakang kepala Shia, yang terjatuh setelah meneriakan jeritan aneh. Suara dingin bisa didengar dari Yue. Bahkan meskipun ia lemah dalam pertarungan jarak dekat…… Yue mengirimkan tendangan tinggi yang indah, lalu Shia meminta maaf dengan genangan air di matanya. Bahkan jika dia mengenalinya sebagai teman perjalanan, tampaknya Yue takkan mengampuni dia jika Shia mencoba untuk mendekati Hajime. Dari semuanya, itu dipertanyakan apakah perilaku Shia dan pidato dapat dibilang pendekatan.

Dengan suasana hati yang senang seperti itu, mereka terus berjalan di jalan utama sampai mereka menemukan papan dengan pedang besar tergambar di atasnya. Itu adalah papan nama yang sama seperti yang terlihat dalam guild petualang kota Hol-ad, meskipun ukuran skalanya dua kali lebih kecil dari yang ada di Hol-ad.

Setelah memastikan papan namanya, Hajime melangkah ke dalam dengan membuka pintu bersama dengan ketenangan.

No comments:

DMCA.com Protection Status