Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 39 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 39 Bahasa Indonesia

December 21, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Belang
Editor: Fan Ni

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Jangan lupa untuk menvoting calon maskot kami dalam kontes menggambar maskot di  http://www.isekainovel.com/p/kontes-menggambar-maskot.html

Chapter 39: Rahasia Great Tree

Di kedalaman kabut, Hajime dan kelompoknya maju menuju Great Tree. Mereka menyerahkan pertarungan kepada Kam, sementara anggota Haulia lainnya menyebar kesekitar, mencari musuh sebagai bagian dari pelatihan mereka. Karena memang faktanya bahwa ketidaksiapan adalah satu-satunya musuh terbesar yang sudah terukir kedalam daging mereka, semua anggota membuat ekspresi serius. Kebanyakan dari mereka, terdapat memar biru ditubuhnya, jadi apa boleh buat……

"Uu~, memarnya masih terasa nyut-nyutan~" [Shia]

Shia merengek sambil menggosoki pantatnya. Sedari tadi, dia memandang Hajime dengan mata kesal.

"Berhenti menatapku seperti itu, menyebalkan." [Hajime]

"Mengatakan bahwa itu menyebalkan terlalu berlebihan. Ini tak masuk akal menembak pantat seorang gadis. Terlebih lagi, menggunakan Skill tinggi yang tidak berguna-" [Shia]

"Itu juga bisa dibilang untukmu. Kau seriusan berpikir untuk memukul kepalaku dan menggunakan orang lain sebagai perisai untuk melarikan diri…… itu bukanlah sesuatu yang orang normal akan lakukan." [Hajime]
Di dekat mereka, seorang pria dari suku Haulia menganggukkan kepalanya.

"Uu, ini adalah hasil dari didikan Yue-san……" [Shia]

“… … Aku lah satu-satunya yang mengajariShia." [Yue]

“… … Aku tak bisa mengomentari itu." [Hajime]

Sambil menyombongkan itu, Yue memandangi Hajime seakan mengatakan "Pujilah aku." Hajime memalingkan wajahnya.

Setelah mereka berjalan selama 15 menit sembari mengobrol dengan harmonis, kelompok mereka akhirnya tiba di Great Tree.

Pemikiran pertama Hajime saat ia melihat Great Tree adalah,

"……… Apa-apaan ini" [Hajime]

, sambil setengah terkejut dan setengah meragukan. Yue juga menampilkan ekspresi terhina layaknya seseorang yang harapannya hancur (note: bayangin kayak di putusin mantan aja :3). Mereka berdua membayangkan menggunakan skala dan versi yang lebih besar dari pohon-pohon yang ada di Faea Belgaen.

Namun, Great Tree yang sebenarnya ini…… begitu layu.

Ukurannya tidak seperti yang mereka bayangkan. Diameternya sendiri bisa diperkirakan sekitar 50 meteran. Ada juga perbedaan aneh dari pohon disekelilingnya. Sementara itu pohon sekitarnya memiliki daun hijau yang mengembang, hanya Great Tree ini saja yang layu.

"Great Tree sudah layu bahkan sebelum Faea Belgaen didirikan. namun, itu tidak membusuk. Pohon layu itu tidak pernah berubah. Dengan sifat kabut sekitarnya dan Great Tree yang selamanya layu tanpa membusuk, tempat ini menjadi tempat suci. Yah, walau dengan mengatakan itu, meskipun itu bisa disebut tempat turis……" [Kam]

Kam menjelaskan kepada Hajime dan Yue yang membuat ekspresi ingin tau. Sembari mendengarkan penjelasan, Hajime menatap ke sekitar akar Great Tree. Sama seperti yang Alfrerick katakan, ada ukiran batu yang dibangun.
(netNOTE__ ukiran batu = lithograph)

"Ini…… tepat seperti pintu-pintu Orcus……" [Hajime]

“… … Nn, polanya sama" [Yue]

Pada ukiran batu ada seperti tujuh sistem kotak dengan tujuh pola yang diukir di atasnya. Polanya benar-benar sama dengan yang ada di pintu ruangan Orcus. Untuk membuktikannya, Hajime melepas Orcus Ring. Pola pada cincin memangbenar-benar sama dengan salah satu pola pada ukiran batu.

"Ini memang pintu masuk Great Dungeon…… tapi…… apa yang harus kita lakukan mengenai ini?" [Hajime]

Hajime mendekati Great Tree dan 'Bukk Bukk' mulai memukulnya. Tentu saja tidak ada perubahan, ketika ia mencoba bertanya apakah Kam dan yang lainnya tau sesuatu soal pohon ini, mereka hanya menjawab 'Tidak tau' sebagai jawabannya. Walaupun ia sudah mendengar semua tradisi dari Alfrerick, tak ada apapun tentang pintu masuk. Ada kemungkinan bahwa ia menyembunyikannya sehingga Hajime mulai berpikir, "Haruskah aku menagih utangnya?",

Pada saat itu, Yue yang sedang mengamati lukisan meninggikan suaranya.

"Hajime…… lihat ini." [Yue]

"Nn? Ada sesuatu di sana?" [Hajime]

Apa yang Yue perhatikan adalah sisi lain dari ukiran batu. Ada lekukan kosong yang berhubungan dengan tujuh pola pada sisi lainnya.

"Ini……" [Hajime]

Hajime menaruh Orcus Ring di tangannya ke lekukan yang dilihatnya berhubungan dengan pola Orcus.

Kemudian…… secara samar ukiran batu mulai bersinar.

Penasaran apa yang terjadi, suku Haulia berkumpul melihat itu. Untuk sesaat, mereka melihat ukiran batu bersinar yang secara bertahap memudar dan entah bagaimana huruf-huruf muncul di tempat itu. Ada sesuatu yang tertulis disana.

Empat bukti.
Kekuatan kelahiran kembali.
Tongkat petunjuk jalan yang berputar.
Trial baru akan dibuka untuk orang yang memiliki bukti tersebut.

“… … Apa maksudnya itu?" [Hajime]

“… … Ke empat bukti…… mungkin, itu tidak merujuk kepada bukti Dungeons lainnya'? " [Yue]

“… … Lalu, apa maksud dari kekuatan kelahiran kembali dan tongkat petunjuk jalan yang berputar?" [Hajime]

Shia menjawab kepada Hajime yang bingung atas hal itu.

"U~n, tongkat petunjuk jalan yang berputar, yang itu bukan? Apakah kau punya ras demihuman sebagai pemandu atau tidak. Hanya demihuman yang mampu bergerak dengan mudah di dalam Sea of Trees, dan untuk menjadikan demihuman sebagai pemandu dalam Sea of Trees memang pengecualian diantara pengecualian" [Shia]

“… … Begitu ya. Jadi sesuatu yang seperti itu." [Hajime]

“… … Selanjutnya adalah regenerasi……… aku?" [Yue]

Yue menunjuk dirinya sendiri yang mempunyai sihir khusus, "Auto regenerasi". Untuk menguji itu, dia menyayat tipis jarinya untuk mengaktifkan "Auto regenerasi" sambil bergerak untuk menyentuh Great Tree…… tapi tak ada perubahan sama sekali.

"Muu…… kelihatannya seperti itu pun salah."

"……… nn~, pohon layu…… Kekuatan kelahiran kembali…… bersama dengan empat bukti…… mungkin empat bukti itu berarti kita harus menaklukkan setengah dari tujuh Great Dungeons, lalu mungkin kita mendapatkan sihir dewa mengenai kelahiran kembali, sesuatu yang seperti itu?" [Hajime]

Hajime ingin tau apakah mereka harus menggunakan itu untuk memulihkan pohon layu ini. Yue juga memberikan ekspresi persetujuan.

"Haa~, sialan. Jadi mustahil untuk menaklukkannya sekarang…… bahkan meski ini menyusahkan, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selainuntuk pergi ke Dungeon lainnya……" [Hajime]

"Nn……" [Yue]

Hajime hanya bisa menggemeretakan gigi setelah datang sejauh ini. Yue juga menyesali ini. Namun, karena mereka tidak bisa masuk ke Great Dungeon sekarang, walau mereka mencemaskannya, itu percuma saja. Mereka mengubah target mereka yaitu untuk mendapatkan tiga bukti lainnya untuk sekarang.

Kemudian Hajime mengumpulkan suku Haulia.

"Seperti kalian dengar, kami berniat untuk menaklukkan Great Dungeon yg lain sekarang. Janji tentang untuk memandu kami ke Great Tree berakhir sekarang. Jika kalian yang saat ini, bahkan tanpa perlindungan di Faea Belgaen, kalian akan mampu bertahan di dalam Sea of Trees. Maksudnya, ini adalah perpisahan" [Hajime]

Kemudian, ia melirik ke arah Shia. Matanya bertanya apakah dia ingin meninggalkan sepatah kata, dan Shia mengerti dengan baik  bahwa sekarang adalah waktu untuk menyuarakan niatnya. Bahkan walau dia akan kembali, menaklukkan tiga Great Dungeons akan memakan banyak waktu. Dia takkan mampu menemui keluarganya selama beberapa waktu.

Shia mengangguk, kemudian mengambil langkah maju untuk berbicara kepada Kam dan yang lainnya

"Aya- "Bos! Aku punya sesuatu untuk kukatakan!"…… huuh, Ayah? Ini adalah giliranku……" Kam mengambil langkah kedepan sembari  mengabaikan Shia. 'Wusss', kemudian berdiri kearah perhatiannya. Di sampingnya, "ayah? Tunggu, ayah? ", perkataan Shia bisa didengar dan seakan ia adalah British Guardman ia hanya menatap kedepan sambil berdiri tegak.
(netNOTE__ Di atas percakapan Shia terpotong karena bapaknya. British Guardman itu penjaga di inggris yg pke baju merah dan topi tinggi)

"A~, ada apa?" [Hajime]

Selama itu Shia memanggil, ayah? ayah?, tapi diabaikan, saat Hajime menanyai Kam. Kam, tidak memandang Shia dan mengabaikan putrinya, mulai untuk mengatakan kesepakatan dari suku Haulia.

"Bos, tolong bawa kami bersamamu!" [Kam]

"Eh! Semuanya juga ingin pergi dengan Hajime-san!?" [Shia]

Shia terkejut terhadap perkataan Kam. Dalam diskusi sepuluh hari yang lalu, apa yang terjadi dengan suasana itu saat kau membiarkanku!?, itu perkataan yang ia bilang.

"Kami ini Haulia tapi pada saat yang sama bukan Haulia! Kami adalah bawahan bos! Dengan segala cara, bawalah kami! Ini adalah hasil musyawarah suku kami!" [Kam]

"Tunggu sebentar, ayah! Aku belum pernah mendengar itu! Sebaliknya, untuk tujuan apa aku harus pergi melalui kesulitan tersebut……" [Shia]

"Aku akui, kami iri terhadap Shia!" [Kam]

"Ia mengakui itu! Dia benar-benar mengatakan itu! Sumpah, apa yang terjadi dalam sepuluh hari ini sih!" [Shia]

Sementara Kam mengatakan kesepakatan sukunya, ia mengabaikan tsukkomi Shia. Apa-apaan situasi ini?, itu pemikiran Hajime yang kemudian secara terus terang menjawab.

"Aku menolak." [Hajime]

"Kenapa!?" [Kam]

Kam berusaha untuk menanyakan alasan Hajime yang membalas dengan cepat. Anggota suku Haulia lain juga mendekati Hajime dengan ketidaksabaran.

"Tentu saja itu karena kalian hanya akan jadi penghambat, bodoh-" [Hajime]

"Tapi!"

"Jangan terlena oleh keadaan sekarang ini. Untuk perjalanan kami, bahkan 180 hari terlalu cepat!" [Hajime]

"Benarkah!?"

Selain Kam dan yang lain berpegangan kepadanya, mereka mulai berpikir, "Bahkan jika tidak diizinkan, kami akan ikut!" rasanya karena pelatihan gaya Jendral Hartman, rasa kepercayaan yang aneh dan rasa hormat terlahirkan. Jika hal ini terus berlanjut, mereka akan benar-benar mengikuti Hajime ke dalam kota. Karena dia tak mau kerusuhan yg lain, dia enggan memberi mereka suatu kondisi.

"Baiklah, begini. Aku ingin kalian tetap di sini untuk terus berlatih. Di waktu berikutnya aku datang ke Sea of Trees, jika aku dapat menggunakan kalian maka aku akan membuat kalian menjadi bawahanku" [Hajime]

“… … Apa ada kebohongan dalam perkataan itu?"

"Tidak ada sama sekali." [Hajime]

"Jika Bos berbohong, kami akan terus memanggil nama Bos di tempat tinggal manusia, seolah-olah kami menciptakan sebuah agama baru, oke?" [Kam]

"K-kau punya selera yang cukup buruk……" [Hajime]

"Yah, itu karena kami punya kebanggaan sebagai bawahan Bos."

Bawahan macam apa yang membuat Hajime pipi hajime menjadi berkedut. 'puk puk' Yue menepuk lengan Hajime untuk menghiburnya. Hajime menghela napas, selanjutnya ia menatap langit memikirkan bahwa saat berikutnya ia datang ke Sea of Tree akan jadi menyebalkan.

"Hiks, tidak ada yang melihat ke arahku…… bahkan walaupun hari ini aku pergi……" [Shia]

Shia yang terlempar ke pojokan menulis huruf '?' di tanah, saat tak ada yang memikirkan dia seperti yang ia harapkan.


***


Hajime, Yue serta Shia yang dikawal oleh Kam dan yang lain ke perbatasan Sea of Tree, serta sekali lagi mereka menaiki kendaraan sihir dua roda dan berlari menuju dataran. Urutan tempat duduk adalah Yue, Hajime, lalu Shia. Karena ia mengetahui rangkulan Shia telah meningkat dari sewaktu di Raisen Grand Canyon, Hajime berusaha mengabaikan itu. Meskipun, reaksinya segera diketahui oleh Yue yang duduk di depannya.

Di bahunya, Shia mengajukan pertanyaan.

"Hajime-san. Sekarang aku ingat bahwa aku belum pernah mendengar soal itu, kemana tujuan kita selanjutnya?" [Shia]

"Ah? Aku belum pernah mengatakan itu?" [Hajime]

"Aku tidak pernah mendengar apapun." [Shia]

“… … Aku sudah tahu" [Yue]

Terhadap Yue yanggembira, Shia mengeluarkan erangan pemrotesan.

"A-aku temanmu sekarang, jadi tolong lain kali kasih tau aku kalau ada sesuatu yang seperti itu! Komunikasi itu penting!" [Shia]

"Salahku. Tujuan kita berikutnya adalah Raisen Grand Canyon" [Hajime]

"Raisen Grand Canyon?" [Shia]

Setelah mendengar perkataan Hajime, Shia menampilkan ekspresi mempertanyakan. Saat ini, Tujuh Great Dungeon yang sudah dikonfirmasi, termasuk “Haltina Sea of Trees”, lalu “Guryuen Great Desert Volcanic Mountai” dan “Shune Snowfield’s Ice Cave”. Karena itu sudah pasti ada, bukankah tujuannya harusnya kesana?, itulah apa yang dia pikirkan. Mungkin karena dia menebak pertanyaannya, Hajime mulai mengatakan maksudnya.

"Untuk sekarang, aku bahkan tidak tau apakah ada Great Dungeon di Raisen Grand Canyon. Shune Snowfield ada di negara iblis jadi akan merepotkan. Meskipun lebih baik untuk pergi ke Gunung besar Vulkanik untuk sekarang, jika kita pergi sambil melewati Raisen yang membentang dari Timur ke Barat, intinya kita akan sampai di sana. Mungkin saja kita akan menemukan Dungeon selama perjalanan, 'kan?" [Hajime]

"U-untuk melewati Raisen Grand Canyon……" [Shia]

Secara insting, pipi Shia berkedut. Raisen Grand Canyon itu terkenalsebagai tanah eksekusi. Baru-baru ini, itu juga tempat dimana keluarganya hampir sepenuhnya binasa. Untuk punya pikiran itu sebagai jalanan telah mengguncang pikirannya.

Hajime, yang tahu Shia gemetar karena dia menempel kepadanya, mengungkapkan ekspresi heran.

"Kau tahu, percayalah pada kekuatanmu sendiri sedikit. Untuk kau yang saat ini, demonic beast dalam ngarai tidak jauh berbeda dari demonic beast dalam perbatasan. Bukannya kau tau kita tak dapat menggunakan sihir di dalam Raisen? Bagi kau yang mengkhususkan diri dalam memperkuat tubuh, memungkinkanmu untuk bergerak tanpa rintangan apapun. Malahan, itu akan menjadi panggung untukmu" [Hajime]

“… … Aku merasa malu sebagai mastermu" [Yue]

"Uu~, aku malu~" [Shia]

Yue menatap Shia dengan mata kagum. Shia berusaha mengubah topik.

"Kalau begitu, karena kita akan menuju Raisen Grand Canyon, apa kita akan berkemah hari ini? Atau, kita pergi ke desa terdekat atau kota?" [Shia]

"Jika memungkinkan, aku ingin mengatur beberapa bumbu untuk makanan, untuk ke depannya ini akan bagus untuk mendapatkan beberapa material dari kota. Menurut peta yang telah kulihat, akan ada sebuah kota di suatu tempat disekitar sini" [Hajime]

Untuk tindakan tambahan, Hajime ingin makan makanan yang sesungguhnya << .. >>. Juga, di masa yang akan datang, ia membutuhkan uang untuk membeli benda-benda di kota. Dia ingin menukar material yang ia miliki dengan uang sebelum materialnya membusuk. Satu hal lagi, dia ingin mencoba untuk menyelesaikan dalam satu tempat sebelum berangkat ke Raisen Grand Canyon.

"Haa~ jadi begitu ya…… syukurlah" [Shia]

Setelah mendengar perkataan Hajime, Shia entah bagaimana menunjukkan ekspresi melegakan. Hajime yang tercengang dengan itu, bertanya “ada apa”.

"Yaah~, dari penjelasan Hajime-san, kupikir kamu akan puas hanya dengan memakan daging Demonic Beast Raisen Grand Canyon…… Yue-san hanya membutuhkan darah Hajime-san jadi ia takkan punya masalah…… Aku tadinya mikir gimana aku harus meyakinkanmu untuk makananku~, aku senang itu hanya imajinasiku saja. Ternyata Hajime-san juga makan makanan biasa!" [Shia]

"Tentu saja! Siapa juga yang suka makan demonic beast! …… Kau , kau pikir aku ini apa……" [Hajime]

"Jenis baru dari demonic beast yang disebut Predator?" [Shia]

"OK, kau, aku akan mengikatmu sampai kita mencapai kota" [Hajime]

"Tung-, hentikan, dari mana kau mengeluarkannya, ikat leher itu!Seriusan, hentikan~ jangan ikatkan itu padaku~, Yue-san jangan cuman melihat aja dong, tolong aku! " [Shia]

"……… kau menuai apa yang kau tabur" [Yue]

Dalam artian, ketiganya yang melaju di dataran membuat keributan yang menunjukkan bahwa hubungan mereka baik.

Setelah berkendara selama beberapa jam, hari bertambah gelap dan kota akhirnya terlihat di depan mereka. Hajime senang, karena ia melihat langit setelah keluar dari jurang, ia akhirnya merasa bahwa "Aku kembali". Yue juga terlihat agak bersemangat. Yue merubah kepalanya sedikit lalu mata mereka bertemu, dan sennyuman mengembang di wajah mereka.

"Ano~, meskipun ini sepertinya suasana yang bagus, ikat leherini, bisakah kau melepaskannya? Karena suatu alasan aku tak bisa menyingkirkan ini…… ano, apa kalian denger? Hajime-san? Yue-san? Tunggu, kumohon jangan abaikan aku~ aku nangis nih sekarang! Nangisku keras nih sampai kalian akan tertekan olehnya!" [Shia]

Hajime dan Yue hanya membalas dengan senyuman mereka.

No comments:

DMCA.com Protection Status