Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 10 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 10 Bahasa Indonesia

December 17, 2016 Pipo Narwastu


Prolog Volume 2

Part 1

-1 Agustus, Tahun 194X, asrama wanita ruang 207-

Musim penghujan telah berakhir, tidur tidaklah nyaman karena kelembapannya, burung-burung yang masih mengantuk karena kurang tidur serentak langsung tersadar ketika fajar mendekat.

Mendengar ketukan pintu keras namun ringan, dia mengedutkan telinganya.

"Kudou-sama, apa anda sudah bangun? Saya kemari untuk menjemput anda, tolong bersiaplah."

"....Iya, aku ngerti." (Asuka)

Asuka perlahan membuka matanya, apa yang dilihatnya adalah langit-langit yang dikenalnya, dinding abu-abu gelap dan jendela-jendela.

Membelokan tubuhnya, dia terkejut dengan suara aneh pelayan itu. Lebih seperti dia adalah seorang pelayan baru yang telah direkrut tanpa sepengetahuannya.

Setiap kali dia mendengar suara datar nan monoton itu, pikiran Asuka akan selalu dipenuhi oleh hal-hal aneh, mencurigai apakah pelayan itu sebenarnya adalah sebuah android.

"Kalau emang begitu, pasti akan menarik." Pikirnya.

Tapi nyatanya khayalannya tidaklah semudah itu dapat terjadi.

Tidak ada sesuatu yang spesial, hanya deru bersemangat dari seorang penjaga "Bangun! Pagi ini adalah pagi yang cerah.". Meskipun hari ini tidak ada sesuatu yang layak untuk disinggung, Asuka mulai memiringkan kepalanya.

(...Apa ini? Rasanya mimpi ku tadi sangat menyenangkan.)

Itu benar, Asuka memang mengalami mimpi yang membuatnya senang dan bersemangat. Mimpi yang sangat, sangat menyenangkan.

Menghabiskan 15 tahun hidupnya dalam kehidupan yang membosankan, dia mungkin belum pernah merasakan sesuatu semenyenangkan itu dan melupakan isi dari mimpinya untuk sesaat.

"Ojou-sama? Apa yang terjadi?"

"...Aku tidak apa-apa, aku tahu prosedurnya, aku mau ganti baju dulu." (Asuka)

Asuka, yang menjawabnya dengan terdesak, kemudian tidak bisa menahan diri lagi untuk tertawa.

(Hahaha, Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Aku bahkan sama sekali tidak memiliki kenangan menyenangkan, tapi bisa bermimpi sesuatu yang menyenangkan? Itu bagaikan menempatkan gerobaknya sebelum kudanya!)

Setelah dia menarik kembali tirainya, dia melihat ke arah langit fajar yang mendekat. Ruangan yang ditempati Asuka gelap bagaikan lubang kegelapan. Tingkat kelembapannya tinggi ketika sedang pertengahan musim panas sehingga mengenakan baju yang menyerap keringat tidaklah nyaman. Asuka menlanjutkan membuka kancing-kancing bajunya dan meletakannya disamping dirinya.

Asuka teringat kalau dia harus kembali pulang. Terperangkap di asrama itu terlalu lama, dia menantikan kepergiannya dari lubang neraka itu...

Akan tetapi, dia harus membujuk kakeknya mengenai tugas-tugasnya.

(Memanggil gadis berumur 15 tahun untuk kembali hanya untuk membujuk kakeknya, itu benar-benar menanamkan rasa takut huh)

Asuka menghela napas lesu nan berat. Sehubungan dengan masalah membujuk kakeknya, mungkin itu mengarah ke pembubaran fasilitas kebijakan konsorsium di Markas Umum.

Tentu saja, itu juga termasuk ke dalam salah satu kelompok keuangan terbaik di Jepang. Untuk menghindari akhir seperti itu, Kakek secara rahasia terus melobi tindakan, menggunakan antipati sebagai metode yang efektif untuk mempengaruhi oposisi.

Untuk menghindari kematian-kematian yang tidak diperlukan, Kudou Asuka - Orang yang dapat memanipulasi orang-orang dengan perkataannya itu dibutuhkan.

Mengenakan seragamnya, Asuka, yang memasang senyum yang terlihat memaksa kemudian menghela napas dengan berat.

(...Sungguh situasi yang memalukan.)

Meskipun Asuka bukanlah orang yang ber-energik, dia percaya jikalau penting untuk kembali pulang. Itu adalah kesempatan yang bagus baginya untuk bisa lepas dari kurungan.

(Rencana sudah tersusun sejak lama...nampaknya sekarang baru bisa digunakan)

Asuka tersenyum kecil.

Membuka tasnya, didalam adalah alat-alat yang dibutuhkan untuk pelarian.

Biarpun begitu, meskipun dia tidak bersiap apapun, selama hatinya menginginkan itu, kabur dari rumah bukanlah hal yang sulit.

"Kalau aku memilih metode yang mudah untuk pergi dari tempat ini, nggak akan ada serunya!" (Asuka)

Kata-kata jujurnya meningkatkan tingkat kesulitan d alam pelariannya.

"Baiklah, saatnya untuk berangkat, Kudou Asuka! Membujuk kakek, setelah itu meninggalkan kandang ini!" (Asuka)

Asuka mendeklarasikannya dengan kata-kata sombong dan kebangsawanannya.

Menghargai mimpinya, berharap bahwa dia akan mampu "Melebarkan sayapnya dan terbang" dengan cemerlang.
(TL Note: Maaf kalau di part 1 ini terkesan kaku, emang sedikit sulit di part 1 ini buat di TL)

Part 2

-Area Kependudukan, Gerbang Terluar Nomor: 2105380, Komunitas "No Name". Kamar Asuka-

Waktu terus mengalir dan sekarang sebulan telah berlalu. Ada sisa-sia embun di jendela dan bahkan udaranya pun dingin.

Pagi telah tiba dengan sinar hangat yang mengundang dirinya sendiri untuk masuk ke kamar Asuka dan membangunkannya.

(Enaknya, aku akhirnya dapat tiduran dan bersantai ketimbang ngedengerin ocehan ntuh penjaga.)

Dia membalikan tubuhnya dan tersenyum, menikmati haknya atas kepemilikan sebuah kamar dengan ranjang yang empuk dan lembut.

Waktu diluar tidaklah segelap yang Asuka rasakan. Meskipun matahari telah terbit, udaranya masihlah dingin.

Bagi Ojou-sama ini yang telah hidup selama 15 tahun, dia selalu menerima pendidikan keras setelah perang, ditambah dengan kehidupan asrama yang ketat yang dipaksakan kepadanya,  bangun diwaktu seperti itu akan dianggap sebagai keterlambatan.

Jika itu adalah Asuka yang seperti biasanya, dia akan segera mengganti pakaiannya setelah bangun, menyisir rambutnya yang berantakan di depan meja rias dan mengatur penampilan luarnya. Akan tetapi, semua itu sudah tidak diperlukan lagi untuk sekarang.

Bahkan meskipun dia menikmati pagi hari dengan bermalas-malasan, tidak akan ada yang menceramahinya, kan?

(Yah, sepertinya tadi aku bermimpi sesuatu yang tidak berarti... Lupakan. Mungkin itu karena kebosanan sehingga aku tidak bisa mengingat isi mimpinya.)

Asuka sedang dalam suasana hati yang baik hari ini. Meskipun dia tahu kalau dia akan selalu dalam keadaan murung tiap bangun tidur, perasaan seperti itu sama sekali tidak ada hari ini.

Ketika dia sedang berpikir untuk mencoba rumor "tertidur setelah bangun", kemudian...

*Tok*Tok*

"Uhh, ini Kasukabe. Apa kamu udah bangun, Asuka? Aku kemari mengantarkan sarapan bersama dengan anak-anak." (Yo)

"...."

(Ugh, kepala ku sakit) Asuka meringkukkan tubuhnya.

Sudah memutuskan untuk kembali tidur, bangun akan menjadi pilihan yang menyakitkan. Akan tetapi, menolak teman imut dan manisnya yang sudah secara khusus mengantarkan makanan kepadanya akan menjadi sesuatu yang buruk baginya.

(...Tolong, lima menit lagi. Biarkan aku kembali ke dunia mimpi sekali lagi.)

*Tok*Tok*Tok*

"Asuka?.... Apa kamu masih tidur?" (Yo)

Ketukan yang berlebihan itu menyiksa Asuka dan ada suara sunyi yang menggema dalam kesadarannya.

Meskipun sudah seperti ini, tapi keinginannya untuk tidur kembali telah memenanginya. Asuka menutupi kepalanya dengan selimut.

Ketukan yang berlebih itu masih terus berlanjut.

*Tok*Tok*Tok*Tok*

Setiap ketukannya perlahan semakin keras.

Asuka merasa bersalah, membiarkan kesadarannya menghilang dalam kemalasan dan kerakusannya untuk tidur dan ketika dia akan terjatuh dalam kebahagiaan...

*Tok*Tok*Tok*Tok**Tok*Tok*Tok*Tok**Tok*Tok*Tok*Tok**Tok*Tok*

"Maaf, salahku karena males-malesan." (Asuka)

Pada akhirnya, pemenang untuk ronde keempat adalah Kasukabe. Asuka dengan patuh mengatur penampilannya.

Part 3

"Aku sudah selesai, silahkan masuk." (Asuka)

"Maaf mengganggu." (Yo)

"Maa... Maaf mengganggu."

Selain suaranya Kasukabe, ada suara lainnya yang terdengar muda tapi bersemangat, mungkin dari anak yatim piatu senior.

Mengenakan celemek khas Jepang sangat cocok bagi tubuh pendek dengan telinga rubahnya, gadis muda itu mendorong troli ke dalam kamar.

"Maaf sudah mengganggu, Asuka. Aku merasa akan jadi sia-sia kalau sarapan yang udah disiapinnya jadi dingin." (Yo)

"Itu... itu sama sekali bukan masalah, Kasukabe." (Asuka)

Melihat ke arah Kasukabe yang sedang mencoba menjelaskan sambil menggaruk kepalanya dengan malu-malu, Asuka yang perasaannya menjadi bias berhasil memaksakan sebuah senyuman.

Disaat yang bersamaan, Kasukabe dengan lembut menyiku gadis dengan telinga rubah. Gadis itu menunjukan ekspresi gugup sembari melepaskan trolinya dan membungkuk kepada Asuka dengan ekspresi tegang.

"Aku... Aku... Aku dipanggil Lily!"

"Eh?" (Asuka)

"Lily, tenanglah." (Yo)

Kasukabe dengan senyuman pahit mengelus lembut punggung Lily.

Gadis itu, yang dengan gelisah menggerakan telinga dan kedua ekornya, merupakan seorang senior di panti asuhan.

"Hmm, kau salah satu yang membawakan kami biskuit saat itu, kan? Apa teh hangat dan sarapannya juga dibuat oleh mu?" (Asuka)

"I...Iya! Aku dengar Asuka-san menyukai teh herbal, jadi aku mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan dari kebun kami. Aku juga sudah mempersiapkan makanan yang dapat mengurangi perasaan kantuk, aku... harap anda menyukainya." (Lily)

"Apa [No Name] punya kebun sayuran juga?" (Asuka)

"I... Iya! Meskipun sedikit kecil, semuanya sudah bekerja keras menjaga kebun ini bersama-sama. Jika tanahnya tidak kehilangan vitalitasnya, kami dapat mengembangbiakkan beberapa hewan ternak, atau seperti di masa lalu, ketika kami memiliki kebun yang luas dan besar..." (Lily)

"Di masa lalu?" (Yo)

Lily menunjuk jendela dan membalas,

"Iya! Kembali ke tempat dimana kami menyimpan air, di samping jalan utama, terdapat tanah yang sangat sangat luas untuk pertanian. Di sana juga terdapat peternakan, dan setiap tahun ketika musim berganti, kami selalu memiliki sebuah perayaan. Meskipun sekarang ini tanahnya sudah sepenuhnya kehilangan vitalitasnya... Meskipun begitu, di masa lalu kamu memiliki kebun khusus yang ditumbuhi tanaman herbal dan obat-obatan. Kami juga memiliki banyak banyak perkebunan bagus." (Lily)

"Benarkah? Untuk bisa memiliki tanah yang luas dan sebesar itu..." (Yo)

Asuka menganggukan kepalanya perlahan, mengerti bahwa di masa lalu terdapat banyak sekali perkebunan.

Part 4

Rekan-rekan mereka, Komunitas [No Name] memiliki sebuah tanah yang besar, meskipun tanahnya telah dihancurkan oleh seorang Demon Lord, mereka terus hidup di kawasan yang seperti itu. Di masa lalu, populasi kawasan ini dapat menyaingi sebuah kota besar, untuk bisa mengakomodasi orang-orang sebanyak itu, tentunya aspek-aspek pertanian sangatlah dibutuhkan.

Kasukabe menggigit roti harum yang baru saja keluar dari tungku, dengan suara lembut namun terdengar jelas, dia berbicara:

"Perkebunan... Perkebunan ini, apa ada cara untuk membangunnya kembali?" (Yo)

"Yup, kalau kita punya perkebunan sendiri, kita tidak akan menghabiskan waktu kita dengan berpartisipasi dalam Gift Game yang tidak berguna." (Asuka)

Memegang cangkir teh dekat dengan mulutnya, Asuka juga menganggukkan kepalanya dalam ketersetujuan.

[Gift Game] —— Dalam Little Garden ini, mendapatkan [Gift] kuat dari game-game.

Akan tetapi, game itu memiliki aspek lain yang berbeda yaitu duel antara [Host] dan [Penantang].

Komunitas dapat menempatkan chip dan hadiah yang ditawarkan sebagai taruhannya dalam rangka untuk mendapatkan kekayaan, tanah, popularitas, orang-orang... Menggunakan [Gifts] yang ajaib untuk melakukan pertarungan.

Itulah yang namanya [Gift Game].

Tentu saja, untuk mendapatkan gift-gift yang lebih kuat dari Gift Game, tentunya gamenya juga akan lebih sulit lagi.

Lily yang sedikit khawatir menaruh kedua tangannya di dadanya, membalas kata-kata mereka berdua:

"Tapi... Tapi... Kuro Usagi-nee bilang... Kalau... Gift Game berskala besar yang dibutuhkan untuk menghidupi kembali tanahnya... Itu sangat berbahaya..." (Lily)

"Hmm? Bukankah itu menarik? Lagipula apa kita harus terus berdiam terus sampai ada seseorang yang kehilangan nyawanya?!" (Asuka)

Asuka meletakan cangkirnya ke meja dan memasang senyum provokasi.

Dengan berakhirnya Gift Game [Perseus], mereka sudah mencoba bertarung secara hadap-hadapan dengan komunitas di [Gerbang Terluar 2105280] lainnya, tapi tetap tidak merangsang ekspetasi yang Asuka inginkan.

[Tinggalkanlah teman kalian, barang-barang milik kalian, dunia kalian, dan datanglah ke Little Garden.]

Mereka menerima tawaran menarik namun misterius nan mengagumkan, tepatnya karena mereka telah menantikan datang ke sini, untuk mengalami hidup yang dipenuhi dengan kesenangan. Akan tetapi, mereka sekarang malah hidup bermalas-malasan, yang dimana bukanlah tujuan utama mereka.

Asuka mengangguk.

"Baiklah, jadi kita akan menjadikan [Menghidupkan kembali tanah komunitas] sebagai motif utama kita sekarang. Kita perlu mendiskusikan ini dengan Kuro Usagi." (Asuka)

Ketika percakapan sudah akan berakhir, sebuah surat terbang ke dalam kamar dari luar jendela.

"Hmm?"

Surat yang tidak asing itu membuat Asuka dan Kasukabe secara terus-menerus mengedipkan matanya.

Segelnya terdapat dua dewi yang saling berhadapan, juga mengacu pada bendera [Thousand Eyes].

Lily menarik napas, kemudian berbicara dengan keras.

"Ini... INI MENGAGUMKAN! Ini pertama kalinya aku melihat surat dengan stempel [Thousand Eyes]! Ini secara pribadi dicap oleh Shiroyasha sendiri untuk mengundang pemain agar berpartisipasi dalam Gift Game!" (Lily)

"Shiroyasha yang mengirimnya?" (Asuka)

"Pengalokasi superior?" (Yo)

Asuka dan Kasukabe menatap suratnya dengan mata penuh dengan kegembiraan.

Mantan Maou-sama ini, mungkin adalah tuan lantai terkuat, Shiroyasha.

Karena itu adalah dia yang mengirim surat Gift Gamenya, itu membuatnya lebih berarti untuk diikuti.

Asuka dan Kasukabe saling bertukar kontak mata satu sama lain, menyobek amplop surat dengan senangnya.

Part 5

-Bekas lokasi perkebunan tua, Area Kependudukan, Gerbang Terluar: 2105380, Little Garden-

Gemerisik pasir dapat didengar.

Kuro Usagi dan Leticia sedang berdiri di tanah putih yang sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi.

Leticia yang mengenakan pakaian maid dengan pita yang dibuat khusus yang terikat di rambut pirang indahnya, menggeleng dengan kesedihan dan berjongkok di tanah yang sebelumnya pernah menjadi tempat yang indah.

"...Sungguh menyedihkan, dan untuk berpikir kalau ini dulu pernah disebut sebagai kawasan perkebunan. Dan sekarang hanya tersisa bebatuan dan kerikil." (Leticia)

Tanah subur dari 3 tahun yang lalu sudah tidak ada lagi sekarang.

Baik itu Leticia maupun Kuro Usagi dengan masam menurunkan kepala mereka.

"Kuro Usagi sangat minta maaf. Kami hanya bisa mengatasi masalah dengan ketersediaan air, bahkan anak-anak juga sudah berusaha untuk merawatnya." (Usagi)

"Eh? Ahhh, bukan itu kok, aku nggak memarahi mu. Lagipula masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan mudah oleh manusia." (Leticia)

Leticia dengan panik melambaikan kedua tangannya. Dia kemudian mengambil beberapa tanah disampingnya untuk memastikan keadaan.

"Ini apa boleh buat, tanahnya sudah kehilangan semua vitalitasnya. Meski jikapun ada air, binatang tidak akan mau tinggal disini. Kalau kita mau mendiskusikan untuk mengembalikan tanahnya, kita hanya akan membuang-buang banyak waktu." (Leticia)

"...Iya" (Usagi)

Mereka berdua mulai menghela napas.

Mereka tahu seperti apa tanahnya ketika masih subur, itu sungguh tidak tertahankan untuk melihat pemandangan ini terjadi. Tanah yang dulunya pernah memberikan aneka macam buah, dikelilingi oleh lautan padi berwarnakan emas, sekarang sudah tidak ada lagi. Rasa sakitpun memenuhi hati mereka.

Bencana terburuk yang komunitas-komunitas di Little Garden akan hadapi adalah -- [Demon Lord]. Bekas luka yang tercipta akan besar, tidak hanya mengambil rekan-rekan dan kejemawaan yang komunitas miliki, bahkan juga masa depannya dilucuti.

Leticia berdiri, menepuk diri kerikil yang ada di pakaian maidnya, dia dengan geram berkata:

"...Sungguh kekuatan yang luar biasa. Aku sudah hidup dalam waktu yang cukup lama, untuk bisa bertemu dengan Demon Lord yang memiliki kekuatan sebesar ini..." (Leticia)

Dengan ekspresi serius, Kuro Usagi dan Leticia mulai mengevaluasi kekuatan Demon Lord.

Tidak peduli itu kawasn perkotaan ataupun pedesaan, keduanya  menjadi reruntuhan, mengalami ini dalam waktu yang lama.

Karena sudah seperti itu, alasannya sudah jelas.

Kuro Usagi, dengan wajah khawatir, mengambil kesimpulan:

"Untuk tanah ini dapat binasa dalam waktu sesingkat itu, dan dengan daya hancur sekuat itu, yang sanggup melakukannya adalah [Star-Class] atau diatasnya, itu bahkan dapat menguasai benda langit pada tingkat tertentu, kan?" (Usagi)

"Kalau seorang star-class demon memiliki kekuatan sebanyak ini, itu hanyalah Shiroyasha... Atau Golden Demon Lord Star-class monster." (Leticia)

Mereka berdua menunjukan ekspresi pahit. Keheningan berat menyoroti kekuatan berbahaya yang tak terbantahkan dari Demon Lord.

"Jadiiii... Ini kerjaannya [Strongest Class] Demon Lord kan?" (Usagi)

"Hanya dialah yang sanggup... Sungguh guraian yang menyedihkan." (Leticia)

Kuro Usagi dan Leticia melihat satu sama lain, tertawa lemah.

Di Little Garden, dimana para dewa dan yang lainnya berkummpul, terdapat 3 kelas terkuat.

---Dewa alami adalah [Divine] Class

---Hantu ataupun roh, monster ataupun yang lainnya dengan posisi terbesar adalah [Star] Class

---—Eudemon-eudemon yang berasal dari benih naga asli adalah  [Pure Breed] Clas.

Dikenal sebagai kelas terkuat di Little garden, itu lebih seperti tindakan bunuh diri untuk menjadi lawannya.

Kelas-kelas ini yang memiliki kelas yang terkuat, bahkan dunia luar tidak memiliki kesempatan untuk melihat mereka dengan sekilas. Untuk mengubah perspektif, jika suatu Komunitas tengah diamati oleh monster-monster itu, akankah itu disebut sebagai suatu kehormatan? Meskipun Leticia yang dulu pernah menjadi Demon Lord akan menjaga jarak dari kelas-kelas itu.

Leticia yang melemparkan pitanya, tiba-tiba saja memikirkan sesuatu.

"Hmmm, karena lawan memiliki kekuatan sebesar ini, setidaknya nama komunitas pihak lawan sudah cukup dikenal, kan?" (Leticia)

"Meskipun kita berkonsultasi dengan Shiroyasha-sama, kami hanya tahu kalai itu bukanlah komunitas dari sisi utara." (Usagi)

"Hmmm, karena Shiroyasha sudah bilang begitu, itu udah pasti benar." (Leticia)

Leticia tersenyum pahit sambil sedikit mengigil karena lawan yang tidak diketahui.

Meskipun menghadapi ancaman yang serius, Kuro Usagi yang tidak kehilangan kemauan bertarungnya, hanya memberikan senyuman berkemauan keras.

"Ti... Tidak usah terlalu khawatir! Ka... Karena di Komunitas kami, kita memiliki 3 pengguna gift kuat! Kalau semuanya mau bekerja sama, Kuro Usagi yakin kalau mengembalikan tanah ini bukanlah hal yang sulit!" (Usagi)

Kuro Usagi mengepalkan tangannya, dan bahkan Leticia pun mulai mengangguk-angguk sembari tersenyum.

"Unn, kalau itu mereka, mereka dapat mengatasi keadaan sulit ini sambil tertawa." (Leticia)

Dari tempat yang sangat jauh dari Little Garden, datang 3 anggota baru.

Mereka mampu menyelamatkan Leticia yang ditawan dari Demon Lord, mereka juga bertarung demi Komunitas. Jika itu mereka, tidak peduli seperti apa tantangannya, mereka akan dapat mengatasinya, kan?

Mereka bukan lagi Komunitas yang tidak bisa melakukan apapun di masa lalu.

Di Little Garden ini yang dimana merupakan tempat dewa-dewi berkumpul, jika mereka menginginkan keajaiban, mereka harus memenanginya sendiri.

Kuro Usagi mengangkat jarinya, melanjutkan perkataannya,

"Kondisi paling ideal untuk kami adalah, kita harus membangun lingkar hidup komunitas ini. Kalau kita bisa melakukannya, kita akan dapat mengumpulkan cadangan makanan, dan meningkatkan kekuatan komunitas!" (Usagi)

"Unn! Prioritas mendesak kita adalah untuk membuat tanahnya subur kembali, festival panen di Wilayah Utara adalah tujuan berikutnya." (Leticia)

"YES! Sekarang adalah saatnya kita semua harus bekerja untuk mengembalikan tanah kita bersama-sama!" (Usagi)

"Akan tetapi, apa yang akan kau lakukan mengenai festival di wilayah Utara? Masih ada beberapa waktu sebelum festivalnya mulai. Kalau mereka tahu mengenai ini, mereka akan jadi sangat senang kan?" (Leticia)

Kuro Usagi tiba-tiba membuat suara "Ugh", ekspresinya berubah menjadi malu, dia tidak mengatakan apa-apa lagi.

"Apa? Kau tidak memberitahu mereka? Itu adalah festival terbesar yang disponsori oleh tuan lantai selatan dan utara kan? Meskipun 7 digit adalah gerbang terendah, itu masihlah festival yang indah. Master seharusnya bisa mendapatkan hasil yang bagus..." (Leticia)

"Bukan... itu... kami kekurangan biaya perjalanan. Di keadaan kami yang sekarang ini, kami tidak memiliki cukup uang untuk bisa berpergian melalui gerbang dimensi. Tidak peduli sekeras apa kami berusaha, satu kali perjalanan adalah batas kami..." (Usagi)

Mendengar permintaan maaf Kuro Usagi, Leticia juga kehabisan kata-kata, menghela napas sambil menjaga senyum pahitnya.

"Kekurangan uang memang susah ya?" (Leticia)

"Bi... Biarpun begitu, kita hanya perlu sedikit bersabar lagi. Kuro Usagi percaya kalau Izayoi-san dan yang lainnya bisa mendapatkan gift bagus selama Festival Panen Wilayah Utara!" (Usagi)

"Kuro.... Kuro Usagi-nee~ ~ ~ ~ ~ ~! Ini... Ini buruk ~ ~ ~ ~ ~!" (Lily)

Mereka berbalik ke arah suara itu datang, mengenakan celemek khas Jepang, gadis rubah muda yang dipanggil Lily datang, dia menunjukan ekspresi yang seakan ingin menangis.

"Lily? Ada apa?" (Usagi)

"Asu... Asuka-san pergi membawa Izayoi-san dan Yo-san... Ah, in... Ini! Surat yang dia titipkan padaku!" (Lily)

Lily yang panik menyerahkan sebuah surat pada Kuro Usagi.


"Kepada Kuro Usagi:

Kami akan berpartisipasi dalam festival yang diselenggarakan di perbatasan gerbang terluar Utara dan Selatan.

Kau juga harus datang. Leticia juga harus datang.

Sebagai hukuman karena telah menyembunyikan isi surat itu pada kami, jika kau tidak bisa menangkap kamu hari ini, kami bertiga akan meninggalkan komunitas. Sebaiknya segeralah cari kami, kami akan memberikan kalian dukungan sepenuhnya!

tambahan: Kami juga membawa Jin sebagai pemandu kami."

"..........."

"..........?"

"...........!"

Keheningan berlanjut hingga 30 detik terlewati.

Kuro Usagi mulai gemetaran sembari memegang suratnya dan mengeluarkan teriakan seakan menangis,

"Ah.... APA YANG ANAK-ANAK BERMASALAH ITU KATAKAN!! AGHHHHHHHHHHHHHHHHH!" (Usagi)

Teriakan melengking yang dikeluarkan oleh Kuro Usagi bergema.  Ancaman [Keluar] bukanlah perkara yang kecil.

Karena dia terlalu mengharapkan mereka, Kuro Usagi lupa akan sesuatu yang penting.

Tiga anggota baru yang memiliki kekuatan luar biasa itu----Sebenarnya adalah anak-anak yang paling bermasalah.

No comments:

DMCA.com Protection Status