Tilea no Nayamigoto Chapter 12 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tilea no Nayamigoto Chapter 12 Bahasa Indonesia

December 12, 2016 Pipo Narwastu


Translator: Liber Koibito Shareturee Dreamorire Syalala Helgeum Doo'ranbolt Xersteriium  Grodserius Schnaider Bailer Stagrium Xreearin Dreafo'or Vrendelis Crekion Bachigone pepepepepe pepepepepe Vrokiore Safiuty Qweolope Sreast Dretrol Rembelton Sadero-o-whisp rururururu
Editor: Kirz

Chapter 12: Anjing Ini Adalah Seorang NEET Akut

Sudah seminggu aku memperkerjakan si cabul(Nielson). Bahkan sekarang ini, aku tidak pernah melihat si Cabul(Nielson) bekerja dengan serius. Atau lebih tepatnya, dia bahkan tidak bisa membuat dirinya untuk tetap diam di kedai selama jam buka berlangsung.

Belnandes, benar kan...?

Kemungkinan orang ini termasuk salah satu dari kumpulan teman pengangguran nya. Toh juga, dia sering datang ke kedai dan membawa si Cabul(Nielson) cabut begitu saja.

Si Cabul(Nielson) itu kemudian mengucapkan sesuatu seperti "Tilea-sama. Sepertinya pasukan dari Demon King sedang mengintai di dekat sini. Hmph, kumohon hiraukan saja masalah ini. Saya akan segera membereskan mereka semua." sebelum ia cabut.

Berkali-kali, aku tidak punya pilihan selain membereskan tugasnya. Aku menunduk hormat pada ayahku, dan mengerjakan tugas yang ia serahkan pada si Cabul(Nielson) sebagai gantinya. Sebagai atasan si Cabul(Nielson), tidak mampu untuk membimbingnya dengan baik itu merupakan hal yang harus kutanggung.

Aku rasa aku ingin memarahinya secara kejam.

Dan memang sudah jelas kan! Siapa juga orang yang akan mengabaikan karyawan nya yang membolos kerja!?

Tapi ini adalah pertama kalinya si Cabul(Nielson) itu bekerja dalam seumur hidupnya. Nggak salah kalau tekadnya masih selembut tahu. Jika aku memarahinya, kemungkinan 100% dia akan menyerah. Maksudku, bagaimana pun juga, tidak pernah bekerja hampir selama 60 tahun hidupnya, si Cabul(Nielson) itu seorang NEET akut. Memerhatikan akibat dari masalah ini dalam jangka panjang, aku harus mendidik si Cabul(Nielson) itu dengan benar. Aku tidak harus memarahinya, melainkan aku harus memujinya dan meningkatkan kemampuannya. Inilah solusi yang kutemukan disaat aku memperkerjakannya.

---Baiklah. Mari berbicara dengannya. Pertama-tama aku harus mencari sisi positif dari si Cabul(Nielson) itu, dan memujinya untuk meningkatkan tekadnya untuk bekerja!

"Niel, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu---"

"Mu!? Jadi para pengintai itu muncul lagi. Baiklah, aku akan pergi membereskan mereka.

Si Cabul(Nielson) itu meninggalkan kedai lagi.

Huhuhu, ini adalah pertama kalinya--- pertama kalinya aku bertemu dengan orang bodoh yang bisa membodohiku sejauh ini....

Nanti, kalau si Cabul(Nielson) itu kembali, aku benar-benar akan memarahinya dengan kejam.

...*

Beberapa hari kemudian, disaat aku memaksa kepalaku untuk memikirkan mengapa si Cabul(Nielson) itu tidak menunjukkan perkembangannya sama sekali, aku mendengar sebuah suara memanggilku. Sumber suara itu adalah sumber dari kekhawatiranku selama ini, Si Cabul(Nielson).

"Tilea-sama! Tilea-sama!"

"Apa lagi ~kali ini? Apa Raja iblis telah bangkit atau ada yang lain?"

"Tidak, semuanya baik-baik saja"

"Terus apa?"

"Nyonya. Serangan dari orang-orang 'Kira' semakin meningkat seiring waktu, dan sebelum lebih lama lagi saya membutuhkan instruksi untuk memimpin serangan. Kumohon maafkan saya karena saya tidak bisa hadir di markas besar untuk sementara waktu."

Huu~ dengan kata lain, kau mau cuti, ya? Meskipun kau sering membolos pekerjaan begitu saja, bekerja itu masih terasa menyakitkan? kurasa meskipun aku memberitahunya tentang hal ini, yang ada dia akan kehilangan motivasinya dan akan memberikan efek yang sebaliknya.

---Nggak tau dah mau gimana lagi. Untuk saat ini aku akan membiarkan dia melakukan apa saja di tempatnya, dan bertanya kapan dia bisa kembali bekerja.

"Jadi, kapan kau bisa kembali bekerja?"

"Nyonya. Itu tergantung pada perkembangan dari pertempuran ini, tapi saya percaya bahwa saya akan kembali ke markas seminggu lagi"

Yap, itu dia. Liburan selama 6 hari dalam 'satu minggu hari kerja'; kau beneran ingin memperingan pekerjaanmu, kan!? Orang macam apa yang beristirahat selama enam hari dalam seminggu!?
(EDN: mksudnya senin - sabtu, minggu kan libur biasanya xD)

Dan terlebih lagi, mengatakan kalau kau lagi bertarung dengan pasukan raja iblis....

Dari ucapanmu itu keliatan kalau kau itu nggak mau kerja karena kau mau main-main!

Huu~ Huu~ Tenang. TENANG, TILEA!


Aku mencoba mengeluarkan semua sisi ke-ibuanku. Jika aku merasa seperti seorang ibu yang mengawasi anaknya, kurasa aku bisa tenang.

...........

..................

.............................

--Oke, aku sudah tenang. Benar. Ini bukan waktunya untuk mengamuk. Walaupun hanya seminggu sekali, Si Cabul(Nielson) itu masih memiliki niat bekerja jugaan. Aku cukup dengan hanya menanamkan tekad seorang pekerja padanya mulai dari sekarang.

Tapi wow, apakah event yang dulu itu masih berlangsung....?

Tampaknya pria berbaju armor itu, maksudku, Hidler-san masih mengadakannya. Aku mengetahuinya dari si Cabul(Nielson), rupanya nama dari pria berbaju armor itu adalah 'Hidler'. Benar-benar terdengar seperti Raja iblis.

Tapi tetap saja, Serangan dari orang-orang 'Kira'?

Ini sih bukan event kebangkitan raja iblis lagi.

"'Kira' itu apaan?"

"Nyonya. Terhadap pengunduran diri Camilla-sama dari pasukan raja iblis, tingkat kewaspadaannya Hidler mungkin akan berubah, tetapi sebagaimana pada dasarnya keenam raja iblis itu cinta peperangan, kami telah memprediksikan bahwa mereka akan mulai bergerak. Termasuk para orang-orang 'Kira' itu. Sebagai permulaan, ia tidak akan berpikiran untuk bersikap baik dengan Camilla-sama, dan terus mencari alasan untuk bertikai dengannya"

...Hoi kau. Pernah kepikiran nggak kalau orang lain bakalan bingung dengan ucapanmu itu?

Apa yang bisa kumengerti hanyalah fakta kalau kau itu Chuunibyou 'tau. Beruntung banget aku ini sebagai orang yang telah bereinkarnasi, ya?

Dengan kata lain, si Cabul(Nielson) itu sebenarnya bermaksud seperti ini...

『Hey, hey. Hidler-san. Apa Camilla-chan beneran ngundurin diri?』 - (Si cabul)

『Benar sekali. Kakaknya datang kemari dan membawanya pulang』 - (Hidler-san)

『Eeeh? Serius? Terus bukannya enam raja iblis jadi cuma ada lima raja iblis? Gak lengkap kan ini』 - (Si cabul)

『Terus terang, demi terlaksananya event ini aku itu harus bekerja terus terusan tanpa liburan 'tau!』 - (Si cabul)

『Ya, ya! Kita nggak perlu ribet lagi nyari kandidat sekarang!』 - (Salah satu dari kerumunan orang di event)

『Tenanglah, kalian semua. Kita tidak bisa memberikan masalah pada keluarganya』 - (Hidler-san)

『Kau itu terlalu lembut, Hidler-san! Sebagaimana kita berpikiran bagaimana dirinya disaat tiba-tiba menerobos masuk kemari, lalu sekarang dia tiba-tiba ngundurin diri gitu aja? Aku akan protes sedikit dengannya!』  - (Si cabul)

Mungkin begitulah percakapan yang mereka lakukan.

Berpikir kalau nantinya 'Kira' akan datang untuk protes sedikit kepada Timu terkait pengunduran dirinya yang secara tiba-tiba, Kurasa si Cabul(Nielson) nggak cuma main-main doang dipikirannya. Ia pergi ingin meyakinkan 'Kira' bagaimanapun juga.

"Sip dah, Niel. Aku serahkan masalah ini padamu, oke?"

"Mengerti~! aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melayanimu"

"Oneesama. Sejak dulu, pria itu dan aku memiliki takdir yang tidak sama. Maka dari itu, aku ingin meminta izin untuk pergi ke medan peperangan juga"

Oooh! Timu, kamu denger juga, ya? Timu tiba-tiba ikut gabung dalam percakapanku dan Nielson. Yah, memang sudah nggak bisa dipungkiri lagi kalau sisi chuunibyou nya Timu itu bakalan bersatu dengan sisi chuunibyou nya si cabul.

Tapi aku penasaran apa Timu nggak masalah kalau dirinya harus pergi. Dengan Chuunibyounya apakah Timu dapat meminta maaf dengan benar? Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mungkin akan timbul masalah yang lebih rumit....

Nggak, melakukan sesuatu yang terlalu memanjakan bukanlah kasih sayang yang sebenarnya. Masalah ini adalah masalah yang mengharuskan Timu untuk meminta maaf atas perbuatannya. Timu menyebabkan timbulnya masalah baru pada mereka disaat dirinya sedang bermain bersama mereka jugaan. Kau harus meminta maaf dengan benar kepada orang yang telah kau beri masalah, jugaan.

"Kamu benar. Timu, kamu harus pergi juga. Pastikan untuk bertanggung jawab dengan benar untuk hal ini"

"Tentu saja, Oneesama"

Yupyup. Timu sudah semakin kuat sebelum aku mengetahuinya.

No comments:

DMCA.com Protection Status