Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 44 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 44 Bahasa Indonesia

December 27, 2016 Pipo Narwastu


Chapter 44: Pemburu Pemula ①

Kami sekarang sedang menuju ke lantai 8, tapi trio itu tetap mengikuti kami sembari terus menjaga jarak mereka.

Mereka tidak menunjukan adanya tanda-tanda akan menyerang, mungkin mereka akan segera bertindak di titik lengkungan lantai 9 ataupun lantai 11.

"Maafkan aku!" (Nina)

Tanpa mempedulikan serangan yang akan datang dan menghindarinya dengan mudah, belatinya Nina memicu «Critical Blow». Biasanya itu hanya akan aktif pada satu serangan, akan tetapi kali ini kedua belati Nina memicunya. Dadanya Poison Grizzly ditikam disaat yang bersamaan dari kiri dan kanan.

"Nina, bisakah kamu ngeblink ke monster itu dan membunuhnya dari belakang?" (Yu)

"Uum... Yu, aku masih belum menguasai skill itu." (Nina)

Seperti yang aku duga, pergerakan itu nampaknya adalah semacam skill.

Skillnya tidak terdeteksi oleh 【Awareness】 ku ketika dia menggunakannya. Tentu saja, saat ini trio itu tidaklah berada di jangkauan 【Awareness】 Nina maupun aku tapi berada dalam jangkauan «Jaring Sorgawi» ku.

Ketika kami tiba di lantai 9, kami langsung dikelilingi oleh Magic Monkey. Lena hanya butuh menggunakan «Wind Blade» level satu dan itu sudah langsung membunuh 3 Magic Monkey. Aku terkejut pada perkembangannya. Meskipun itu hanyalah sihir rangking satu, tapi dia sudah mampu merapalnya sembari menjaga kestabilan 【Barrier】-nya.

Nini juga dengan cepat memenggali mereka. Ketika satu Magic Monkey menyerang dan mengayunkan pemukulnya, Nina dapat membloknya dan bersamaan dengan Nina yang semakin kuat, perbedaan kekuatannya sangat terlihat. Dia dapat mendorong serangannya ke belakang dan menghabisi Magic Mongkey dengan tangan kosong.

"Fuu ~ Aku takut ~" Nina berlari kearah ku tapi dia sama sekali tidak terluka.

Sebenarnya, akulah yang sebenarnya takut. Dia memblok serangannya, mendorongnya ke belakang kemudian menghancurkan lehernya dengan tangan kosong. Itu adalah salah satu dari teknik 【Skill Assassination】.

Ada satu lagi Magic Monkey yang datang ke kami, tapi sekali lagi monsternya dibelah dengan bersih oleh Nina. Lena saat ini sedang diserang oleh dua Magic Mongkey, tapi 【Barrier】-nya dapat melindunginya. Tidak lama sih, beberapa garis retakan dapat terlihat disana.

*Clang*

Suara kaca pecah menandakan akhir dari 【Barrier】 miliknya. Aku sudah ingin membantunya, akan tetapi itu sudah terlambat. Serangan dari Magic Mongkey sudah tinggal 10 cm lagi darinya.

*Clang*

"Barriernya berlapis...?" (Yu)

"....Jenius." (Lena)

Dia berkata seperti itu sembari menoleh ke arah kami. Wajahnya pucat dan berubah menjadi biru. Tentu saja kalau kau menggunakan 【Barrier】 lainnya, konsumsi Mana pun akan menjadi berlipat.

"Tidak apa, Nina dapat mengatasi sisanya." (Lena)

Setelah beberapa saat, kami berhasil membersihkan area nya. Berikutnya adalah tugasku untuk mengumpulkan material-material karena aku mempunyai skill 【Skinning】. Ku harap skillnya segera naik jadi level 2. Setelah itu, aku memberikan Mana Potion kepada Lena. Kemudian kami berlanjut menuju platform lengkungan. Sebelum kami mengaktifkan pedestal lengkungannya, trio itu pun muncul.

"Oh!" nampaknya Nina mendeteksi mereka juga. Aku menutup jalannya dengan merapal «Firewall» dan memukul jalurnya menggunakan «Earth Wall».

"Lena, ayo lari." Nina sepertinya mengerti dengan apa yang aku maksud dan membawa Lena bersamanya.

....

"Sepertinya mereka menyadari kita." (Bol)

"Mereka pasti memiliki level 【Awareness】 yang cukup tinggi," (Zero)

"Tidak usah khawatir, aku tidak punya waktu untuk memeriksa si bocah rambut hitam dan gadis 【Barrier】, tapi aku sudah memeriksa si gadis pencuri dan memprediksikan ini bakalan terjadi. Dia berada pada level 25 dan 【Awareness】-nya berada pada level 3." (Seya)

"Oh, pemula yang cukup baik juga." Zero berkata seperti itu sembari menunjukan kegembiraan pada wajahnya.

Mereka melihat sebuah «Firewall» menutupi jalan dan tahu apa yang harus dilakukan.

"Jawablah panggilan ku, roh air dan makanlah musuh ku. «Water Stream»!”

Seya merapal sihirnya dan dalam beberapa saat, tembok apinya pun menghilang.

"Menyebalkan." (Zero)

Kemudian merea menyadari bahwa dibelakangnya ada tembok lainnya.

"Mereka benar-benar menjengkelkan! 【Axe Strike】, «Great Cleave»!” Bol menggunakan sebuah teknik level kedua untuk menghancurkan temboknya dan memotongnya menjadi potongan-potongan.

"Mereka benar-benar mangsa yang nikmat." Zero bersemangan. Ketika Bol dan Seya melihat Zero, mereka menyadari menyadari sesuatu telah naik dari bawah perutnya.

"Kira-kira apa yang bakalan terjadi ya ketika aku memperkosa gadis itu dihadapan bocah berambut hitam itu? Ini menyenangkan.. Fufufu.." (Zero)

"Aku tidak keberata melatih serangan ku untuk memotong anggota tubuhnya." (Bol)

"Kalau begitu gadis yang terakhir itu adalah santapan ku." (Seya)

No comments:

DMCA.com Protection Status