Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 44 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 44 Bahasa Indonesia

January 15, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Belang

Note: Sekali lagi, karena arc ini membosankan jadi editor-san males ngeditnya... jadi silahkan nikmati yang masih belum di edit ini :)

Chapter 44: Miledi Raisen I

Dungeon Besar Raisen jauh lebih merepotkan dari yang mereka kira.

Pertama, sihir tak bisa digunakan sama sekali. Itu karena kekuatan dari sihir disintegrasi (kehancuran) jauh lebih kuat daripada di dalam jurang. Untuk Yue yang mengkhususkan diri dalam sihir, tempat ini menempatkan beban berat pada dirinya. Dia tak dapat menggunakan sihir berperingkat tinggi dan jarak sihir yang bisa ia gunakan disingkat menjadi terbatas di sini. Jarak terjauh yang bisa ia gunakan hanya lima meter. Entah bagaimana, level saat ini dia menggunakan sihir yang cukup untuk bertarung. Namun, sekarang dia tidak mampu menggunakan sihir yang cukup kuat untuk membunuh dalam satu kali serang.

Selain itu, walaupun sejumlah sihir disimpan di dalam seri batu sihir kristalisasi  tidak mengurangi banyak, itu tak bisa digunakan. Apalagi tingkat konsumsinya terlalu parah. Yue hanya mampu menggunakan sihir peringkat menengah karena dia adalah seorang jenius, kebanyakan orang takkan dapat melakukan apapun.

Bahkan Hajime sangat dipengaruhi oleh itu. Sihir khusus yang bekerja dengan memancarkan sihir di luar tubuh seperti "Aerodynamic" dan "Air Claw" tidak bisa digunakan, bahkan pengeluaran "Lightning-Clad" sangat menurun. Kekuatan Donner-Schlag juga jatuh di bawah setengah dari yang biasa, sementara kekuatan maksimum Schlagen pada tingkat biasanya Donner-Schlag.

Oleh karena itu, memperkuat tubuh (Body Strengthening) menjadi sihir terpenting di Dungeon Besar ini. Di Party Hajime, Shia telah menjadi bintang utamanya pada tahap ini.

Jadi, telinga kelinci diandalkan party Hajime…

"Aku akan melakukannya tau… … tentu saja, saat aku mencapai tempat tinggalnya, aku akan sangat mengacaukan seolah-olah telah di lalui badai" [Shia]

Dengan Doryukken pada bahunya, ia meneliti sekitarnya seakan ia sedang berusaha mencari mangsanya. Kemarahan jelas. Itu adalah kemarahan yang mendalam. Bahkan intonasi perkataannya sudah jadi aneh. Sebab itulah, kau bisa membayangkan itu berasal dari kejahatan Miledi Raisen.

Karena mereka mengerti perasaan Shia dengan baik, Hajime dan Yue tak bisa mengatakan apapun tentang hal itu. Itu karena jika ada orang yang gelisah dengan serius, di sisinya akan ada seseorang yang sebaliknya untuk menenangkannya. Ini memang keadaan psikologis saat ini dari Hajime dan Yue. Saat ini, sementara Hajime dan partynya meneruskan jalan mereka, mereka telah mengalami berbagai perangkap dan kata-kata menyebalkan yang terukir. Itulah mengapa, dengan Shia yang benar-benar marah karena itu, Hajime dan Yue pun merasa kesal.

Akhirnya, "Fuhihihi", tawa aneh datang dari sisi Shia, dan Hajime teringat hal-hal yang sangat berbahaya yang mereka temui untuk sampai ke sini.

* * *

Setelah Shia menghancurkan lithograph menyebalkan, Hajime dan partynya terus maju kedalam lorong, dan masuk ke ruang luas tertentu.

Di dalam, ada tangga dan lorong, lorong yang terus berlanjut dari pintu masuk memang berantakan tanpa keteraturan apapun, seakan tempat ini dibuat dengan santai menggabungkan blok lego. Tangga dari lantai pertama terhubung ke bagian di lantai tiga, dan lorong di lantai secara bertahap menjadi lereng yang terhubung ke lorong di lantai pertama. Sementara tangga yang didirikan di lantai kedua telah terhubung tidak ada apa-apa kecuali dinding, itu benar-benar berantakan.

"Lagi-lagi, jalannya tempat ini benar-benar seperti dungeon." [Hajime]

“… … Nn, ini membingungkan." [Yue]

"Menyenangkan, seperti yang kuduga dari Dungeon yang dibuat oleh orang busuk. Kekacauan ini adalah ekspresi dari isi pikirannya." [Shia]

"… … karena kita mengerti apa yang kau rasakan, sudah waktunya bagimu untuk menenangkan diri." [Yue]

Bahkan sekarang Shia masih marah besar. Hajime, setengah bersimpati dan setengah takjub, berkata, "Yah lalu, bagaimana kita harus maju sekarang", sambil memikirkan soal itu.

“… … Hajime. Bahkan jika kau berpikir tentang itu, tak ada metode lain." [Yue]

"Nn~, Yah, kau benar. Untuk sekarang, mari kita maju sambil menandai dan mempetai jalan." [Hajime]

"Nn…" [Yue]

Hajime mengangguk terhadap perkataan Yue. Mempetai adalah hal dasar untuk menjelajahi Dungeon. Namun, Hajime secara tidak sadar mengerutkan kening saat ia berpikir betapa merepotkannya untuk mengakuratkan mempetai Dungeon rumit seperti ini.

Juga, apa yang dimaksudkan Hajime dengan "Menandai" itu menggunakan sihir khusus yang disebut "Pelacakan". Sihir khusus ini dioperasikan dengan meninggalkan "tanda" yang terbuat dari kekuatan sihir pada tempat-tempat yang dia sentuh. Ketika "tanda" digunakan pada makhluk hidup, Hajime mampu melacak kemana mereka bergerak. Jika tempat ini, Hajime menempatkan "tanda" nya di dinding. Karena "tanda" bisa dibuat terlihat, Yue dan Shia dapat mengerti itu. Mungkin karena kekuatan sihir diterapkan langsung, disintegrasi tampaknya tidak berpengaruh.

Hajime segera menaruh "tanda" di samping lorong pada tempat terdekat ke pintu masuk dan terus maju.

Lebar lorong dua meter, dan terbuat dari blok yang tak terhitung jumlahnya yang terlihat seperti batu bata. Karena dinding memancarkan cahaya redup, tak ada masalah dengan penglihatan mereka. Mungkin itu terbuat dari bahan yang berbeda dari Green-light stone (Cahaya Batu hijau) karena itu memperlihatkan cahaya kebiru-biruan.

Ketika Hajime mencoba untuk melihatnya memakai "Mineral Appraisal", ia menemukan bahwa itu disebut "bijih fosfor". Rupanya itu memperlihatkan cahaya ketika  kontak dengan udara. Ruang pertama tidak mengeluarkan cahaya mungkin karena itu ruang pertama. Gambar yang keluar dari gua ini lapu** yang mana muncul batu levit***. Ada suara pria tua yang keluar dari batu. Lagipula, bijih fosfor akan terus memancarkan cahaya selama itu kontak dengan udara.

Itu adalah karya besar anime Jepang yang sengaja Hajime pikirkan sambil maju di lorong panjang. Tiba-tiba,

GAKONn

Suara keluar dari salah satu blok yang Hajime injak. Blok tenggelam ke lantai karena berat Hajime. Hajime dan partynya secara alami mengeluarkan, "Eh?", dan memandangi kaki mereka.

Pada saat itu,

Shaaaaa!!

Suara lesatan baling-baling (NTL: Bayangkan shuriken raksasa) bergema, dan di ruang antara blok pada tembok, terlihat baling-baling besar bergerigi berputar keluar dalam kecepatan tinggi sambil bergetar. baling-baling mendekati mereka setinggi leher dari kanan, satu dari tembok bagian kiri setinggi pinggang.

"Hindari itu!" [Hajime]

Hajime langsung berteriak, dan menghindari itu dengan mencondongkan punggungnya seperti protagonis dari matr*i*x, sementara dua orang di belakangnya juga berusaha untuk menghindar. Yue dari awal kecil jadi dia hanya perlu jongkok untuk menghindar. Shia pun tampaknya mampu menghindari itu. Dari punggungnya, "Hawawa, hawawawa", suara terguncang bisa terdengar. Karena tak ada rasa sakit dalam suaranya, Hajime memperkirakan ia pasti tak terluka. Meskipun itu sebenarnya luas rambut bagian ujung bulu telinga kelincinya  terpotong… … itu sama sekali tidak masalah.

Kedua baling-baling yang dipenuhi dengan niat membunuh dan keburukan itu tak dapat melakukan apapun terhadap Hajime dan partynya, dan menghilang ke dalam dinding. Menjadi waspada dengan kemungkian gelombang kedua, untuk sesaat Hajime mengamati sekitar dengan hati-hati. Namun, ternyata itu telah berakhir. Setelah merasa lega, Hajime menghela napas (sigh) kemudian melihat ke arah belakang hanya untuk merasakan hawa dingin.

Ia berlari secara insting, untuk mundur dan menggunakan momentum 'tuk melindungi Yue dan Shia. Dengan cepat, baling-baling yang tak terhitung jumlahnya jatuh ke tempat di mana Hajime dan partynya berada seperti pancung (alat pemenggal kepala), dan memotong tanah seakan itu terbuat dari mentega. Seperti yang diduga, itu berputar dalam kecepatan tinggi dan bergetar tepat seperti baling-baling sebelumnya.

Hajime menatap ke arah baling-baling yang jatuh hanya beberapa sentimeter di depan dengan keringat dingin. Yue dan Shia pun mengkaku karena itu.

"… … itu benar-benar perangkap fisik. Aku tak bisa merasakan itu dengan Mata Sihir ku." [Yue]

Sampai sekarang, Hajime mampu menghindari perangkap dengan sempurna karena itu perangkap sihir. Semua perangkap di Dungeon Besar yang telah ia liat, semuanya mengandung sihir. Itulah mengapa, jika itu adalah perangkap sihir, Mata Sihir Hajime dapat melihat melalui itu. Oleh karena itu, dia punya prasangka bahwa itu baik-baik saja asalkan Mata Sihirnya tidak bereaksi terhadap sesuatu. Singkatnya, dia melebihkan kekuatannya.

"Hau~, a-aku pikir aku sudah mati~. Sebaliknya, Hajime-san! Tolong hentikan jika itu cuman sebanyak itu! Bukankah itu sebabnya kau punya lengan artifak!?" [Shia]

"Yah, tidakkah kau berpikir mereka pisau yang tajam? Bahkan jika itu tak mampu memotongnya, mungkin akan ada goresan. Apalagi, aku tak dapat menggunakan Vajra sekarang." [Hajime]

"Go-goresan… … antara equipment dan aku, mana yang lebih penting!?" [Shia]

"… … Yah, lagipula kau aman. bukannya itu bagus." [Hajime]

"Tung-, apa-apaan dengan penghindaran topik itu! Itu sebuah kebohongan, 'kan? Aku salah satu yang lebih penting, 'kan? 'Kan?" [Shia]

Shia berusaha untuk menanyai Hajime, yang memainkan dirinya untuk hal bodoh, dan Yue menambahkan pelecehan verbal ke Shia saat ini.

“… … Kelinci ngompol. Kau sedang sekarat karena kurangnya pengalamanmu sendiri." [Yue]

"Ngo-ngompol, tolong tarik kembali itu, Yue-san! Tidak peduli apa, itu adalah aib bagiku!" [Shia]

Judul baru yang memalukan ditambahkan ke Shia "si kelinci ngompol", sambil Shia berjalan dengan protesannya. Setelah memasuki dungeon ini, walaupun dia hampir mati dua kali berturut-turut Shia mendadak energik. Seperti yang diharapkan, keahlian Shia melakukan pukulan. Bahkan walau dirinya sendiri takkan mengakuinya.

Itu seperti komplenan Shia, ada pilihan lain untuk menghindari serangan mendadak, apalagi seharusnya Hajime dapat menghentikan pisau dari beberapa waktu lalu dengan lengan artefaknya. Mantelnya pun terbuat dari kulit demonic beast yang menjadi pertahanan, dan ada pelindung di bawah untuk menjaga bagian vital, itu benar ia takkan mati dari sesuatu yang seperti itu.

Bagaimanapun, perangkap barusan itu tak ada apa-apanya tapi pembunuhan besar jika terhadap manusia normal. Jika itu pelindung normal, itu akan mudah terpotong jadi dua. Apalagi, jika kau tak punya equipment yang Hajime buat dari material yang ia dapatkan dari Jurang, tidak ada cara lain untuk bertahan hidup daripada untuk menghindari itu.

"Yah, tak ada masalah jika sebanyak itu" [Hajime]

Sambil menonton pertengkaran Yue dan Shia dengan mata skeptis, Hajime mengatakan itu untuk dirinya sendiri. Tak peduli seberapa kuat, jika itu hanya perangkap fisik maka itu takkan mampu membunuh Hajime. Yue pun punya "Auto Regenerasi". Ia takkan mati karena perangkap. Dengan kata lain… … Shia satu-satunya yang dalam bahaya. Bahkan walau ia tidak tau jika Shia telah menyadarinya, kemungkinan itu karena tingkat kestresan Shia telah mencapai langit.

"Hah? Hajime-san, ada apa dengan mata mengasihani itu…" [Shia]

"Tolong hiduplah dengan kuat, Shia…" [Hajime]

"Eh, ee? Apa yang tiba-tiba kau katakan? Walaupun aku bisa merasakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan dari situ…" [Shia]

* * *

Hajime dan partynya maju sambil waspada terhadap perangkap.

Bahkan sekarang, mereka tidak melihat satupun demonic beast. Meskipun mereka menganggap kemungkinannya bahwa dungeon ini tak punya demonic beast di dalamnya, itu hanya optimisme. Takkan aneh jika mereka tiba-tiba muncul, karena itu juga bentuk  dari perangkap.

Hajime dan partynya mencapai ruang terbuka setelah keluar dari lorong. Jalan tersebut dibagi menjadi tiga di dalam ruangan. Untuk sekarang, Hajime menaruh "tanda", lalu Hajime dan partynya memilih yang paling kiri bagian yang mengarah ke sebuah tangga menurun.

"Uu~. entah bagaimana aku punya firasat buruk soal ini. Lihat, telinga kelinciku bergerak gelisah dari kiri ke kanan." [Shia]

Setelah maju beberapa langkah di tangga, tiba-tiba, Shia mengatakan itu tanpa berpikir. Sama seperti katanya, telinga kelinci Shia berdiri tegak, kemudian mulai bergerak ke kiri dan ke kanan.

"Kau, jangan meningkatkan bendera aneh apapun sekarang. Jika kau mengatakan sesuatu seperti itu, biasanya, sesuatu akan segera "GAKON" … Nah kan!" [Hajime]

"I-itu bukan salahku!?" [Shia]

“… … Kelinci bendera!" [Yue]

Saat Hajime dan Shia berbicara, suara yang tak menyenangkan bergema, dan tiba-tiba pijakan tangga menghilang. Tangga lurus yang sangat jauh, dan dengan hilangnya pijakan-pijakan itu menjadi sebuah lereng. Terlebih lagi, getah cairan yang licin mulai melimpah keluar dari lubang-lubang kecil yang tak terhitung jumlahnya pada permukaan.

"Kuh, ini—!"

Ketika pijakan menjadi lereng, Hajime langsung mentransmutasi mineral di bagian bawah sepatu menjadi paku, jari-jari tangan artefaknya pun di buat jadi paku sehingga ia takkan tergelincir ke bawah. Yue segera melompat ke Hajime sebelum ia mulai tergelincir. Hajime yang membaca itu pun menahan dirinya. Seperti yang diduga, bahkan di tempat ini mereka harmonis.

Namun, masih ada satu orang lagi yang tak dapat melakukan kerjasama semacam itu. Tanpa perlu dikatakan bahwa itu Shia.

"Ukyaaa!?" [Shia]

Ketika menjadi lereng, Shia meningkatkan teriakannya kemudian kepala belakangnya membentur permukaan yang keras. "Nuuaa!", karena dia menggeliat kesakitan, lalu lanjut tergelincir sambil terlumuri dengan cairan. Dalam tempat itu, dengan kedua kakinya terbuka di huruf M, ia bertabrakan dengan wajah Hajime.

"Bu!?" [Hajime]

Paku di lengan artefaknya lepas karena tubrukan, Hajime diputarbalikkan kebelakang dengan lengan kiri menahan Yue. Kemudian paku di kakinya pun lepas, ia tergelincir menuruni lereng dengan kepala terlebih dulu. Shia berada di atas Hajime dengan posisi terbalik.

"Kau! Kelinci kikuk! Bergerak sekarang!" [Hajime]

"Maafkan aku, tapi untuk bergerak-~" [Shia]

Sambil tergelincir, kecepatan mereka menjadi lebih cepat. Hajime mati-matian berusaha untuk menusukan paku di lengan artefaknya dan sepatu ke tanah, tapi mereka terlalu cepat, hingga tak bisa dengan baik. Kemudian, ia mencoba untuk mentransmutasikan tangga tapi dengan kuatnya disintegrasi di dalam Dungeon, itu pun tak berubah dengan baik.

Shia, saat berjuang entah bagaimana dapat bangun. Sekarang, itu seakan dia menunggangi Hajime (woman on top :v).

"Pake Doryukken!" [Hajime]

Hajime memberikan instruksi kepada Shia. Palu Godam Doryukken yang Shia angkat membuat beberapa maksud tersembunyi yang disiapkan didalamnya, salah satunya membentuk suatu pancang (NTL: kurasa runcingan kaya di ujung paku) di bagian kepala palu. Itu adalah sebuah mekanisme untuk meningkatkan daya tembus dengan berfokus pada satu titik. Jika itu dibacok pada permukaan, seharusnya mampu menghentikan mereka.

"Y-ya, serahkan itu kepadaku!? Hajime-san! Jalannya—!" [Shia]

Shia berusaha untuk melepas Doryukken dari perangkat pengancing pada punggungnya. Kemudian, Shia yang melihat ke depan langsung meningkatkan suara kegelisahan.

Hajime dapat menyadari apa yang terjadi. Ketika Shia tergelincir sebelumnya, itu mungkin saja jatuh.

"Kh! Yue!" [Hajime]

"Nn!" [Yue]

Hajime segera memanggil nama Yue. Bahkan hanya dengan itu Yue mampu membaca niat Hajime.

"Shia, bertahanlah dengan erat!" [Hajime]

"Y-ya!" [Shia]

Sambil masih menunggangi Hajime, Shia dengan erat berpaut kepadanya.

Akhirnya, mereka mencapai ujung lereng dan terlempar ke udara. Sesaat mengambang. Pada kesempatan itu, Yue memanggil sihir nya.

"'Soar'!"

Itu sihir peringkat dasar dari sistem angin. Sihir itu terbuat dari kuatnya dorongan udara ke atas secara vertikal, dan itu telah meningkatkan satu kali daya melompat. Para ahli akan dapat membuat penerbangan palsu menggunakan sihir ini. Namun, di tempat ini kekuatan itu sulit untuk dipertahankan. Itu sebabnya, sihir Yue hanya berlangsung selama beberapa detik dan efeknya hanya membuat Hajime dan partynya mengambang.

"Ini sudah cukup." [Hajime]

Gema suara Hajime yang dicampur dengan pujian. Benar, untuk Hajime, itu sudah cukup jika ia punya waktu untuk mengkonfirmasi sekitarnya. Yue sepenuhnya dan dengan sangat baik menjawab harapannya.

Hajime, bersama Yue di lengan kirinya, dan Shia berpegangan ke lehernya, tergantung di lengan artefaknya menuju langit-langit. Kemudian, ia menyalurkan kekuatan sihirnya…

PASHU!

Suara yang keluar bersamaan dengan kawat tipis dengan jangkar yang terpasang di atasnya dan menembak dari lengan artefaknya, itu menembus langit-langit dinding. Kemudian, karena jangkar mereka memperbaiki tempat mereka.

Hajime dan partynya saat ini tergantung dengan satu kawat yang menggantung di langit-langit, mereka merasa lega setelah mengkonfirmasi jangkar tidak lepas.

Kemudian, mereka merasa menyesal ketika melihat apa yang ada di bawah mereka.

Kasakasakasa, washawashawasha, kiikii, kasakasakasa.

Suara-suara itu datang dari banyaknya kalajengking yang menggeliat-geliat ke sekitar. Panjangnya sekitar 10 cm. Meskipun itu tidak mengeluarkan perasaan yang sama seperti melihat kalajengking, memberi mereka perasaan psikologis menjijikan. Jika mereka tidak menghentikan kejatuhan mereka dengan jangkar, mereka akan menyelam ke lautan kalajengking, dan membuat mereka merinding keseluruh tubuh ketika mereka memikirkan itu.

“””… …”””

Mereka bertiga jatuh ke dalam keheningan. Karena mereka tak mau melihat ke bawah, mereka menatap langit-langit. Kemudian, entah bagaimana mereka melihat cahaya memancarkan beberapa huruf. Itu sudah terlambat, Hajime dan partynya denga sengaja membaca itu.

"Mereka tidak memiliki racun mematikan."

"Tapi, kalian akan lumpuh."

"Silakan memuaskan diri dengan berbaring bersama anak-anak lucu ini, pugya—!!"

Mungkin dia sengaja mengatur bijih fosfor di sana, huruf-huruf yang keluar di ruang redup. Mereka yang jatuh di sini akan secara pasti, dengan kalajengking yang menggeliat-geliat di sekitar tubuh mereka, mati-matian berusaha untuk bergerak, dan mencoba untuk menjangkau langit. Kemudian, mereka akan menemukan itu. Kata-kata yang menyenangkan.

“”” … …”””

Sekali lagi, Hajime dan partynya jatuh ke dalam keheningan, tapi karena sesuatu yang lain. "Abaikan itu, abaikan itu", adalah apa yang mereka katakan untuk diri mereka sendiri, dan entah bagaimana mereka dapat mengamati sekitar mereka.

“… … Hajime, di sana." [Yue]

"Nn?" [Hajime]

Karena Yue melihat sesuatu, dia menunjukan jarinya ke suatu tempat di bawah ini. Ada sebuah terowongan kosong.

"Sebuah terowongan… … apa yang harus kita lakukan? Kita akan mendaki ke lokasi sebelumnya atau kita pergi ke sebelah sana?" [Hajime]

"A-aku akan mengikuti keputusan Hajime-san. Lagipula aku tak ada apa-apanya kecuali beban…" [Shia]

"Tidak perlu, sang penghukum akan datang dari Dungeon, jadi jangan di pikirkan." [Hajime]

"Itu bahkan hanya membuatku lebih cemas! Bukankah lebih baik untuk hanya mengatakan 'Tidak masalah'~" [Shia]

“… … Kurang ajar. Sang penghukum akan menjadi dua kali." [Yue]

"A-apa, Yue-san pun ngikutin dia!? Uu, bahkan jika Dungeon di taklukkan, masa depan tampak gelap." [Shia]

Hajime dan Yue memaafkan Shia yang meratapi.

"Haa, tidak peduli, apa yang akan menjadi berguna jika kita bisa menggunakan "Clairvoyant" mu~" [Hajime]

"Uu, itu masih. Walaupun aku sudah berlatih..."

"Clairvoyant" adalah sihir spesial Shia. Itu dapat menangkap kilasam dari masa depan di bawah beberapa asumsi. Namun, itu hanya bisa digunakan sekali sehari, itu kurang praktis karena sihir spesial ini membutuhkan sejumlah besar kekuatan sihir untuk menggunakannya. Meskipun Shia mengkhususkan diri dalam memperkuat tubuh, jika kekuatan sihir dikeringkan dia hanya akan jadi kelinci memalukan. Walau jumlah konsumsi menurun karena pelatihan harian… … Masih jauh dari menguasai itu.

"Yah, mau gimana lagi jika kita tak dapat menggunakannya. Daripada kembali, rasanya lebih baik untuk maju, jadi mari kita pergi ke terowongan." [Hajime]

“… … Nn" [Yue]

"Ya." [Shia]

Hajime menembakan jangkar lain kemudian berpindah seperti tarzan sampai mereka dengan aman mencapai terowongan.

Hajime dan partynya maju di lorong yang diterangi oleh bijih fosfor sambil waspada mengenai perangkap apapun yang tidak menyenangkan mungkin muncul.

No comments:

DMCA.com Protection Status